NovelToon NovelToon
Dia Adikku Bukan Istriku

Dia Adikku Bukan Istriku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Akibat desakan dari sang mommy akhirnya Noah terpaksa menikah dengan Zoe adik tirinya. Noah menganggap Zoe sebagai adiknya sendiri bahkan, setelah menikah-pun Noah tetap mengatakan pada semua orang bahwa Zoe adalah adik bukan istrinya.

Pernikahan rahasia antara Noah dan Zoe dari publik ternyata membuat Zoe cukup sakit hati. Ia menaruh perasaan pada Noah yang ia anggap sebagai pria satu-satunya setelah sang daddy yang pantas di jadikan suami tapi, Noah tak pernah mengakuinya lebih dari gelar ADIK.

Apa yang akan Zoe lakukan? Mungkinkah ia akan selalu bersabar menunggu posisi barunya atau pasrah melepaskan Noah?!
....

Bagi yang baru baca cerita ini mohon baca dulu novel IMPOTEN HUSBAND.

Jangan lupa vote, like and komennya say, mohon kritik dan saran tapi dalam bahasa yang manusiawi ya😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan

Hari yang dinanti-nanti sekaligus momen paling ia tunggu itu tiba. Persiapan pernikahan Noah dan Zoe tidaklah begitu gempar dan sampai mengundang banyak tamu.

Noah punya permintaan. Ia akan menikahi Zoe tetapi dalam upacara pernikahan yang tertutup dan hanya keluarga inti saja yang tahu.

Hal itu memang menyakiti Zoe tapi ia tak keberatan. Sekali ia bisa menikah dengan pria idamannya, Zoe tak pernah menentang apapun permintaan Noah.

"Babi!" Suara lirih mommy Moa yang menatap sendu ke arah altar dimana Noah yang sudah terlihat mempesona dengan stelan jas itu dan Zoe tampak sangat cantik dengan balutan gaun putih ala princess negeri dongeng.

"Apa kau senang? Sayang!" Tanya daddy Zhen mengusap lengan istrinya yang duduk di kursi paling depan.

"Aku merasa sangat jahat."

"Kenapa? Bukankah kau senang jika mereka menikah?" Tanya daddy Zhen yang tak mengerti akan suasana hati mommy Moa.

Biasanya mommy Moa-lah yang begitu senang menjodoh-jodohkan dua anaknya itu tapi saat ini, diantara berisiknya suara Ziochi di belakang mereka dan kebekuan Ximen yang menatap datar ke arah altar, dialah yang paling sedih.

"Aku merasa jahat telah membuat tekanan besar bagi Noah."

"Aku tahu kau merasa ini yang terbaik untuknya. Jangan sedih."

"Zhen! Aku melakukan ini karena aku takut Zoe akan pergi."

Daddy Zhen terdiam mendengar suara lemah wanita yang sudah mendampinginya selama belasan tahun itu.

"Aku selalu memikirkan, bagaimana jika kelak dia tahu kenyataan yang sebenarnya. Pasti dia sangat hancur dan berpikir jika dia tak ada hubungan apapun dengan kita lagi. Aku tak akan bisa lagi memiliki anak perempuan yang pengertian seperti dia. Aku.."

"Itu karenanya kau ingin mengikat Zoe dengan Noah?"

Mommy Moa mengangguk. Ia merasakan jika Zoe mencintai Noah dengan tulus dan gadis itu juga anak yang baik.

"Walaupun ini tidak adil untuk Noah, tapi aku memang tak bisa kehilangan putriku," Gumam mommy Moa menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu dan penuh kesedihan.

Daddy Zhen mengangguk paham. Pasti istrinya masih mengingat jelas kejadian masa lalu kelam Cellien dan Hupent.

"Mom!"

Ziochi bersuara dan tiba-tiba muncul diantara wajah daddy dan mommynya yang tadi ingin berpelukan.

Wajah cantik mommy Moa yang semula dipenuhi kesedihan sontak mulai berubah garang.

"Masih berani kau memanggil namaku, ha??" Menjewer telinga Ziochi yang seketika memekik.

"Daddy!!! Daddy, mommy jahat!!"

"Kesini kau!" Geram mommy Moa ingin memukul kepala Ziochi dengan tas kecil di pahanya tapi Ziochi buru-buru melepaskan diri dan beralih duduk di samping daddynya.

"Dad! Tolong!" Mengiba seraya memeluk lengan kekar pria paruh baya yang memilih jambang tipis di area rahangnya itu.

Bagaimana mommy Moa tak kesal?! Meminta Ziochi memakai gaun simpel saja anak itu sampai membuat drama di sepanjang jalan. Mereka hampir terlambat datang gara-gara mengurus kesayangan daddy Zhen itu.

"Dad! Mommy tak sayang Ochi." Mulai bersandiwara.

"Sudahlah. Kita harus fokus pada pengucapan janji suci Noah dan Zoe. Jangan bertengkar terus." Daddy Zhen menengahi dengan mengusap kepala istrinya dan Ziochi bergantian.

Zoe dan Noah yang ada di atas altar tampak diam mendengarkan pastor yang bicara. Di deretan kursi sana ada keluarga dekat yang datang seperti Yoshep dan Ming Yue serta Elio dan Chan yang memang sudah menikah.

Sosok asisten berkarat milik daddy Zhen itu juga hadir menatap ke arah Noah yang terlihat biasa saja tapi Zoe tampak begitu gugup.

"Jangan sampai kau juga merasakan apa yang telah terjadi padaku," Gumam asisten Jio melihat perbedaan ekspresi diantara Noah dan Zoe.

Pria dengan kumis tipis dan tubuh yang terlihat lebih gagah dari saat muda itu, hanya duduk sendiri diantara banyaknya orang yang berpasang-pasangan.

"Baiklah. Kita mulai sumpah dan janji pernikahan kalian!"

Noah mengangguk sedangkan Zoe tak bisa menahan bagaimana degupan jantungnya saat ini. Berbeda dengan Noah yang tenang setia dengan ekspresi datarnya, Zoe justru tampak terus menunduk.

"TUAN NOAH XIVENG MING. APAKAH ANDA BERSEDIA MENIKAHI NONA ZOE PATHROS DAN BERSEDIA MENJAGA, MEMBERINYA KASIH SAYANG DAN MELAKUKAN KEWAJIBANMU SEBAGAI SUAMINYA?"

"SAYA BERSEDIA!" Jawab Noah datar dan tegas tak ada wajah bahagia yang di tunjukan selayaknya para mempelai pada umumnya.

Tenang dan seperti tak merasakan apapun. Sekarang tiba giliran Zoe. Nama belakangnya memakai nama marga Cellien karena mommy Moa yang memintanya.

"NONA ZOE PATHROS! APAKAH ANDA BERSEDIA MENERIMA TUAN NOAH XIVENG MING MENJADI SUAMI ANDA DAN BERSAKSI ATAS NAMA TUHAN, ANDA AKAN MELAYANINYA, MENCINTAINYA DAN MENDAMPINGI DI SETIAP KEADAAN?"

Zoe mengambil nafas dalam. Jantungnya berdegup sangat kencang karena baginya janji suci ini sangatlah berharga.

"S..SAYA BERSEDIA!" Suaranya nyaris tercekat karena begitu gugupnya.

"KARENA SUDAH SALING BERTUKAR DAN MENERIMA JANJI. KALIAN SUDAH BERSUMPAH DENGAN SEPENUH HATI HINGGA MULAI SEKARANG, KALIAN SUDAH MENJADI SUAMI ISTRI DI HADAPAN TUHAN DAN NEGARA!"

Prokkkk...Prokkk..

Mereka langsung bertepuk tangan dengan meriah. Tanpa sadar air mata Zoe meluncur sempurna. Ia tak mampu membendung tangisnya lagi.

"Kak Zoeee!!! Semangaat!!" Teriak Ziochi menyeru dari samping daddy Zhen yang juga tersenyum hangat kala mata berkaca-kaca Zoe memandang mereka.

Tatapan Zoe beralih pada sosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan senyumnya selalu hangat padanya.

"M..Mom!"

Mommy Moa memberikan kecupan dari jauh. Zoe tersenyum meneteskan air matanya lalu menatap Noah yang terlihat diam seribu bahasa tapi tak terlihat menolak saat Ximen naik memberikan kotak cincin padanya.

"Jangan menangis!" Ucap Ximen pada Zoe lalu turun lagi.

Wajahnya begitu datar dan dingin tapi dibalik itu Zoe sangat paham kehangatan adiknya.

"Pasangkan cincin ke tangan mempelai wanita!" Ucap Pastor mengarahkan mereka.

Noah membuka kotak cincin itu. Sejenak ia menatap lama dua pasang benda bulat berlapis emas murni dan permata indah ini lalu beralih pada wajah cantik Zoe yang mengusap air mata di pipinya.

"Zoe senang?" Tanya Noah mengira Zoe menangis karena berat akan pernikahan ini.

"Tidak. Zoe s..senang karena kita menikah," Jawab Zoe tak berkilah karena memang ia sangat senang sampai ingin menangis terus.

"Kita bahagiakan mommy sama-sama!"

Zoe hanya mengangguk. Noah mengambil cincin permata itu lalu memeggang tangan Zoe yang lentik dan mulus. Memang benar-benar gadis yang cantik.

"Jangan berpikir jika pernikahan ini akan jadi beban untukmu. Kita jalani seperti biasanya!"

"Em!" Mengangguk begitu saja karena matanya hanya peduli pada cincin pertama yang sekarang melingkar di jari manisnya.

Zoe bergantian memasang cicin itu ke tangan Noah dengan tangan gemetar.

"CIUMM!! CIUUM!!!" Sorak Ziochi tak tahu situasi. .

"DIAM!!"

Tatapan mommy Moa menajam padanya hingga Ziochi cemberut karena seisi gedung ini tiba-tiba hening.

"Mommy selalu saja garang padaku," Gerutunya manja di telinga daddy Zhen.

Bagaimana tidak? Mereka sama-sama tahu bagaimana latar belakang munculnya pernikahan ini. Jelas Noah dan Zoe pasti akan sangat canggung.

"K..kak!" Gugup Zoe menunduk karena cukup terkejut dengan teriakan Ziochi tadi.

"Tuan Noah! Silahkan berikan ciuman pada istri anda untuk tanda kasih dan kepemilikan!" Pastor itu terlihat masih sabar mengarahkan mereka.

Noah sungguh ragu. Tatapannya tertuju pada bibir mungil merah segar milik Zoe yang terlihat menggoda tapi ia tak mungkin mencuri ciuman pertama gadis ini.

"Tegakan kepalamu!" Pinta Noah dan dengan ragu Zoe mengangkat wajahnya menatap gugup Noah.

Semua mata memandang mereka dengan intens. Ximen setia dengan tatapan dinginnya sedangkan yang lain terlihat menunggu apa yang akan Noah lakukan.

Apalagi mommy Moa yang benar-benar tenang sampai meremas tangan suaminya karena menunggu tindakan Noah.

Cup..

Bukannya mencium di bibir, Noah memilih mencium kening Zoe yang mematung kosong.

Suasana gedung juga sangat-sangat sunyi bahkan mereka belum bisa mengambil respon dari apa yang Noah lakukan.

"Tuan! Ciuman di.."

"Aku ingin mencium di keningnya! Ciuman kasih sayang," Sela Noah pada Pastor itu.

Itu bukanlah ciuman melainkan kecupan singkat.

Zoe masih termenung karena jika sampai Noah mencium bibirnya, ia tak tahu apa akan bisa menahan diri untuk tak ******* atau tidak. Ntahlah, jantungnya sudah terselamatkan dari momen seperti ini.

"Baiklah! Upacara pernikahan selesai!"

Suara Pastor menyudahi prosesi sakral itu. Mereka semua berdiri memberikan tepuk tangan dan berbagai doa syukur atas kelancaran acara dan janji di atas latar dari anak-anak mereka.

Noah membantu Zoe turun dari altar karena memang gaun yang ia pakai memiliki untaian ekor yang cukup rumit.

"Selamat ya sayang." Mommy Moa mencium pipi Noah dan Zoe bergantian dan memeluk dua mahluk kesayangannya itu.

"Mommy bahagia?" Tanya Noah melihat senyum senang tak luntur dari wajah cantik wanita itu.

"Tentu saja. Putraku sudah punya istri yang nanti akan mengurusnya. Iyakan Zoe?"

"I..iya, mom!" Menjawab disertai anggukan kikuk.

"Setelah Zoe lulus nanti, pernikahan kalian harus di publish. Sekarang fokus saja pada sekolah dan pekerjan kalian dulu."

Noah hanya mengangguk seadanya. Beberapa keluarga dan kerabat dekat mereka datang menyapa Noah dan Zoe yang hanya tersenyum.

"Jaga baik-baik Zoe. Mainnya pelan-pelan saja!"

"Mulutmu!" Geram Ming Yue mencubit lengan Yoshep yang seketika terpekik.

Ming Yue dan Yoshep sudah menikah. Keduanya di karunia seorang putra yang sekarang tengah ada di luar negeri.

"Jangan dengarkan bualan mulutnya itu. Dia agak tak waras!"

"Sayang! Semenjak menikah kau jadi berani mengomeliku," Gerutu Yoshep karena memang istrinya Ming Yue dulu sangat bucin padanya.

Tapi, sejak menikah dan bergaul dengan mommy Moah, Ming Yue jadi ketus bahkan sangat galak.

"Uncle! Pasti tersiksa, ya?" Ziochi menimpali pertengkaran kecil paman dan bibinya itu.

"Begitulah. Aku terkadang lebih kasihan pada daddymu. Bayangkan saja, Induk singa penyebar virus kegarangan itu selalu bersamanya!"

"Sialaan!!" Maki daddy Zhen yang mendengar ucapan Yoshep di belakang sana langsung melemparnya dengan hiasan bunga di kursi.

Zoe hanya tersenyum geli melihat para pria dewasa itu bersikap kekanak-kanakan. Sangat berbeda dengan Noah yang tak pernah seperti itu karena ia cenderung pendiam dan tak banyak bertingkah.

Namun, tatapan datar Noah bertemu dengan mata dingin Ximen yang berjalan mendekatinya.

"Kak! Aku ingin bicara!"

"Hm."

Noah pamit pergi ke area sudut gedung mengikuti Ximen yang terlihat begitu serius. Saat keduanya sudah berhenti di dekat jendela yang memperlihatkan area luar dan taman di samping, barulah Ximen bersuara.

"Apa kau mencintai kak Zoe?"

"Sebagai adik."

Jawaban itu membuat sudut bibir Ximen terangkat tipis tanpa menatap Noah di sampingnya. Sudah ia duga jawaban apa yang akan keluar dari bibir pria tampan berusia 25 tahun ini.

"Lalu, kenapa kau setuju menikahinya?" Bicara dengan aura yang sama-sama jantan seperti ini membuat keduanya terlihat sangat menegangkan.

"Mommy bahagia."

"Hanya untuk mommy?"

"Hm."

"Kau yakin?" Melirik Noah yang mengangguk pasti.

Mendengar itu Ximen menghela nafas kembali memandang ke area taman di depan sana.

"Jika begitu. Jangan sentuh dia melebihi batasan persaudaraan!" Tegas Ximen membuat Noah terdiam.

Ximen memang lelaki yang terlihat acuh tapi nyatanya dia sangat memperhatikan orang di sekitarnya.

"Aku tak mungkin melebihi batasanku dan Zoe!"

"Aku harap begitu," Jawab Ximen menepuk bahu Noah lalu pergi.

Noah sungguh tak paham dengan pola pikir orang-orang di sekitarnya. Jelas-jelas ia dan Zoe itu adik kakak tapi bisa-bisanya mengharapkan lebih.

...

Vote and like sayang

1
Aulia
sangat bagus sekali
Avril
😂
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
AnaZa O
ximen aja hamilin anak org
ρυтяσ kang'typo✨
athor Prank aja cie ini... di umpetin kek'y Zoe
ρυтяσ kang'typo✨
ku harap ini hanya canda'n... tapi g lucu sama sekaliiiii
ρυтяσ kang'typo✨
saat kau menikah kan sudah banyak yang bilang Noah... jaga dia selagi ada😏😏🤧🤧😭😭😭u di kasih kepercayaan namun apa??? kau bahkan tak membalas cinta Zoe😭😭😭😭entah lah... kejer q
ρυтяσ kang'typo✨
setelah dia pergi untuk selama'y kau baru menyesali'y... mungkin Zoe meninggal itu adalah takdir yang baik😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
ngucuuuur😭😭😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
jangan harap Noah... Zoe sudah pergi sama Erlan😆😆😆
ρυтяσ kang'typo✨
apa ini Ximen yang mengirim pesan??
Lia Pazliani
Luar biasa
Ibelmizzel
Thor kapan lagi buat karya baru rindu dgn karyamu yg semuanya keren 😭
Lis Nawati
sangat keren
Anisah Batubara
bagus
Tiah Rahayu
Biasa
Tiah Rahayu
Buruk
Netty Netty
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
ximen anak durhakim 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!