NovelToon NovelToon
SURVIVE

SURVIVE

Status: tamat
Genre:Zombie / Romansa / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Konspirasi biologis yang dilakukan oleh dua negera menjadi bumerang untuk seluruh dunia. Menjadikan anak anak muda yang masih bertahan hidup harus mati matian mempertahankan populasi manusia di bumi.

Virus mulai menyebar, perlahan manusia menjadi brutal dan tidak terkendali. Membunuh atau terbunuh, hanya dua itu pilihannya. Disaat mereka berusaha bertahan hidup, banyak cinta yang hadir disana. Hingga dua pilihan yang mereka pilih, bertahan hidup atau cinta.

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA

MOHON BIJAK SAAT MEMBACANYA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Thank's Sam, bye bye Ina, see you tomorrow."

Ina melambaikan tanganya pada Aiko, senyuman manis gadis berdarah Indonesia itu terus mengembang dan itu tidak lepas dari mata hijau milik Samuel.

"See you tomorrow, Aiko."

Ina dan Aiko masih melambaikan tangannya walaupun mobil jeep yang dikendarai Samuel mulai meninggalkan rumah Aiko. Sepanjang perjalanan kedua orang itu lebih banyak diam, keadaan didalam mobil terasa canggung. Sedangkan diluar salju masih turun lumayan lebat, dan itu membuat Ina semakin mengeratkan mantel bulu yang tengah dia pakai.

Samuel yang tengah fokus menyetir terlihat melirik Ina lewat sudut matanya, dia melihat gadis yang ada disampingnya ini tengah kedinginan.

"Pakai jaket ini!"

Samuel melemparkan jaket bomber miliknya pada Ina, sedangkan kedua mata hijaunya tetap fokus kearah depan. Ina yang tengah kedinginan tidak bisa menolak jaket yang diberikan oleh Sam, lebih tepatnya dilemparkan padanya. Secepat kilat Ina segera memakai jaket itu, dia tidak mau terkena hipotermia didalam mobil Sam.

Ciittt...

Ina sedikit terhuyung kedepan saat mobil yang tengah Samuel kendari berhenti tiba tiba. Untung saja Ina memakai sabuk pengamannya dengan benar, kalau tidak mungkin dahi lebarnya itu sudah mencium dasbord mobil.

"Ada apa?"

Ina memberanikan dirinya untuk bertanya pada pria berwajah tampan namun irit bicara. Tatapan Ina dan Sam terarah pada sebuah mobil yang tiba tiba saja menabrak mobil yang ada didepan mobil mereka.

"Sam kau mau kemana?"

Ina menarik ujung mantel Samuel saat pria itu hendak membuka pintu mobil, tatapan Ina mengisyaratkan agar Samuel tidak turun dari mobil. Bukan hanya karena udara cukup ekstrim namun karena kondisi jalanan tengah gaduh.

"Kau tunggu dimobil jangan kemana mana!"

Brraakk...

Samuel menggosok kedua telapak tangannya saat dia keluar dari dalam mobilnya. Nafasnya bahkan sedikit berasap karena udara diluar begitu terasa menusuk, salju masih saja turun walau tidak sederas tadi.

"Ada apa?"

"Entahlah orang yang mengendarai mobil merah itu tiba tiba saja menabrakan mobilnya pada mobil ini. Untung saja anak anak yang ada dimobil ini tidak terluka parah."

Samuel sedikit mengintip kedalam mobil berwarna merah yang menjadi tersangka. Karena pintu mobil itu terkunci dari dalam jadi orang orang tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu para petugas kepolisian.

Sam menyipitkan kedua matanya untuk melihat orang yang ada didalam mobil merah. Kedua mata Sam membola saat melihat kondisi pria yang ada didalam mobil, Sam memundurkan langkahnya. Wajahnya terlihat tegang, dia berbalik menjauh dari mobil itu dan bergegas kembali menuju mobilnya.

"Apa yang terjadi?"

Sam meraih botol air mineral yang ada disisi kursi mobilnya. Wajahnya masih terlihat tegang, bahkan terkesan panik.

"Sam, are you okey?"

"Yeah, i'am okey!"

Sam kembali menyalakan mesin mobilnya, pria itu segera meninggalkan jalanan itu dengan cepat tanpa ingin menoleh lagi kearah belakang.

Selama perjalanan mereka berdua kembali terdiam, Ina bahkan lebih nyaman melihat salju yang turun kebumi lewat jendela mobil dari pada harus mencuri lirik pada pria yang ada disebelahnya.

"Memang apa bagusnya salju yang jatuh itu?"

Ina sedikit tersentak saat mendengar Samuel tiba tiba berbicara padanya. Pria itu tetap fokus melihat kearah jalanan saat dia berbicara dengan Ina.

"Bagus aku suka, soalnya dinegara asalku tidak ada salju. Ini pengalaman baruku, makanya aku belum terlalu kuat menghadapi cuaca seperti ini."

Samuel terlihat sedikit melirik pada Ina lewat sudut matanya, namun setelah itu dia kembali fokus pada jalanan.

"Biasakan tubuhmu itu untuk menghadapi cuaca yang lebih ekstrim kedepannya nanti!"

SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S

1
Mega Arum
baru nemu... semoga seruuu
Fina Fitriani
deg deg an... mana bacanya tengah malem LG... tp seru,,ada kelanjutannya LG gak Thor ceritanya biar makin seru... dan makin greget gtu endingnya..... pokoknya suka sama ceritanya
Hariyati
Emosi liat ina . Sebenarnya dia itu bodoh apa ceroboh sih /Panic/
Hariyati
kenapa gak pergi naik sekitbot? , pergi lewat jalur laut
Ela Faisah
Ceritanya seru dan menegangkan, walaupun singkat
Amanda Saraazillah A
cerita nya bagus, tapi ntah kenapa ceweknya kek ceroboh
💐Lusi81
hadir
Ni Ketut Patmiari
tak sadar tahan nafas dari awal baca sampe akhir...🥴
Ni Ketut Patmiari
novel nya bagus, kok yg like dikit sih
Ni Ketut Patmiari
Ina cerewet banget deh... sebel 🤨
Hariyati: banyak bacot
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
situasi kek gini gak perlu banyak nanya Ina... bkin emosi aja...
Rahma Hayati
🤧😍
Rahma Hayati
😍
Rahma Hayati
Lliiaa Ginja
Hadir thor
@@Ayyaa@@
tegang nya sedikit z.. ya thor.
@@Ayyaa@@
kalo di sini sekarang, beras lagi naik inayna...
@@Ayyaa@@
sama²... thor
@@Ayyaa@@
ya... thor.

saya mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!