Bahagia karena telah memenangkan tiket liburan di kapal pesiar mewah, Kyra berencana untuk mengajak kekasihnya liburan bersama. Namun siapa sangka di H-1 keberangkatan, Kyra justru memergoki kekasihnya berkhianat dengan sahabatnya.
Bara Elard Lazuardi, CEO tampan nan dingin, berniat untuk melamar tunangannya di kapal pesiar nan mewah. Sayangnya, beberapa hari sebelum keberangkatan itu, Bara melihat dengan mata kepalanya sendiri sang tunangan ternyata mengkhianatinya dan tidur dengan lelaki lain yang merupakan sepupunya.
Dua orang yang sama-sama tersakiti, bertemu di kapal pesiar yang sama secara tak sengaja. Kesalahpahaman membuat Kyra dan Bara saling membenci sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, siapa sangka setelah itu mereka malah terjebak di sebuah pulau asing dan harus hidup bersama sampai orang-orang menemukan mereka berdua.
Mungkinkah Bara menemukan penyembuh luka hatinya melalui kehadiran Kyra? Atau malah menambah masalah dengan perbedaan mereka berdua yang bagaikan langit dan bumi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmiLovi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhat
Hujan yang turun hingga dini hari pada akhirnya membuat Bara terpaksa harus menumpang tidur di pohon milik Kyra. Sejak satu jam yang lalu, Kyra sudah terlelap dengan tubuh meringkuk. Bara yang menyaksikan itu merasa iba, ia melepas kemejanya dan menyelimuti tubuh Kyra dengan pakaiannya itu.
Besok akan menjadi hari besar bagi keduanya. Tim SAR pasti datang untuk menyelamatkan mereka, Bara tersenyum penuh keyakinan. Ia merogoh ponselnya yang menyisakan baterai 5%. Ponsel keluaran terbaru itu masih juga belum mendapatkan sinyal, beberapa pesan yang Bara kirimkan sejak kemarin pun tak satupun yang masuk ke nomor Morgan. Ia harus pulang secepatnya sebelum Edy lebih dulu mempengaruhi Daddy-nya. Bara tersenyum kecut mengingat sosok Edy yang selama ini ia perlakukan dengan sangat baik.
Esok paginya, Kyra yang membuka mata tepat di samping tubuh Bara, sontak terbelalak. Mereka tidur bersama! Dengan jarak yang sangat dekat! Apakah Kyra sudah gila??
Dengan debaran yang bergemuruh di dalam dada, Kyra beringsut bangkit dan menjauh dari sosok yang masih memejamkan mata itu. Sepertinya ia terlalu lelap tidur hingga tak menyadari keberadaan Bara.
Setelah hujan semalaman, pagi ini sinar mentari sangat cerah menerangi pulau kecil itu. Perut Kyra mulai keroncongan, ia pun mengayunkan langkahnya masuk ke dalam hutan untuk mencari pisang. Hanya makanan itu yang mudah didapat dan bisa mereka konsumsi.
Melihat jejeran pohon pisang yang berbuah cukup lebat, Kyra menghampiri salah satu pohon yang buahnya tak terlalu tinggi. Mengingat tinggi badannya hanya 160 cm, ia tak bisa menjangkau buah yang cukup tinggi. Hampir saja tangannya berhasil meraih batang buah pisang sebelum kemudian suara mengerih tiba-tiba menggema. Kyra hendak berbalik, namun belum sempat kepalanya sepenuhnya menoleh, seekor monyet melompat dan menjambak rambut Kyra yang panjang.
"Aww ... Lepasin aku!" teriak Kyra kesakitan saat monyet yang cukup besar itu menarik rambutnya tanpa ampun.
"Uuuk aa aa!!" Monyet itu balas berteriak sembari tetap mencengkram rambut pesaingnya.
Monyet betina itu merasa terancam karena Kyra sudah mencuri pisang miliknya tempo hari. Dan sekarang, Kyra kembali untuk mengambil lagi pisang yang menjadi satu-satunya pasokan makanan milik keluarga monyet.
"Baraaaaa! Tolong!!" teriak Kyra histeris. Ia tak berhasil menangkap tangan monyet ini karena dia nangkring di atas pohon pisang.
Bara yang mendengar suara teriakan Kyra sontak membuka mata. Ia beringsut duduk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru.
"Baraaaa!"
Tak menunggu lama, Bara berdiri dan berlari ke dalam hutan. Suara Kyra berasal dari sana!
"Kyra, kamu di mana?"
"Aku di sini! Tolong! Monyet ini --"
Belum sempat teriakannya terucap, Bara sudah muncul di depan Kyra dengan tatapan bingung.
Seekor monyet menarik rambut Kyra dari atas pohon. Saat melihat Bara, monyet itu semakin menjambak rambut Kyra dengan kencang.
"Hahaha ..." tawa Bara pecah seketika.
Baru kali ini ia melihat hal sekocak ini, rambut Kyra yang sudah kusut menjadi semakin acak-acakan tatkala tangan si monyet tanpa ampun menjambaknya.
"Jangan ketawa! Cepat tolong aku!" pinta Kyra memohon.
"Hahaha ... Tunggu sebentar!" Bara membungkuk menahan perutnya yang kram karena tawanya terlalu keras. Entah mengapa bukannya membantu, Bara malah tergelak semakin keras.
"Baraaa!" jerit Kyra kesal.
Satu jam kemudian, di tebing batu karang yang tinggi. Bara dan Kyra duduk berdua sembari menyantap pisang yang masih mentah. Kyra berhasil lepas dari jambakan monyet itu setelah Bara membantunya mengusir monyet betina tadi. Namun, meskipun telah berhasil lepas, monyet itu tak membiarkan Kyra dan Bara mengambil buah pisang miliknya.
Sesekali, Bara melirik Kyra yang masih manyun karena rambutnya jadi kusut gara-gara bertikai dengan monyet tadi. Bila mengingat momen itu, Bara tak bisa menahan tawanya.
"Berhenti menertawaiku, Bara!" sungut Kyra sembari menelan pisang itu dengan susah payah.
"Habisnya kalian lucu sekali. Hahaha ...."
"Haha ... Haha ..." Kyra menirukan tawa Bara dengan jengkel. "Omong-omong, selama tiga hari terjebak di sini, baru kali ini aku melihatmu tertawa!"
Bara menghentikan tawanya dan berdehem sedikit. Benar, ia seharusnya tetap terlihat cool dan bersahaja!
"Ke mana pakaianmu? Kenapa bertelanjang dada begitu?" selidik Kyra baru sadar.
Pakaian?
Bara menepuk keningnya pelan. Semalam ia melepas pakaiannya untuk menyelimuti Kyra.
"Kamu mau berenang, ya?"
"Sudah kubilang, aku tidak bisa berenang!"
Kyra menoleh cepat. "Serius??"
Sosok tinggi itu mengangguk keki. "Makanya jangan suruh aku masuk ke sungai itu lagi!"
"Mau aku ajari berenang?" Kyra menawarkan diri.
"Tidak mau! Kalo asmamu kambuh lagi karena berenang baru tahu rasa!"
"Justru karena berenang asmaku jadi mendingan. Berenang bisa menjadi terapi yang baik untuk orang penyakitan seperti aku!"
"Penyakitan?"
Kyra mengangguk cepat. "Udah jelek, nggak menarik, culun, penyakitan pula! Aku nih paket lengkap, ya!" tawanya sumbang.
Melihat raut wajah Kyra yang berubah sendu, Bara menghela napasnya sesaat. Sebagai perempuan, Kyra memang terlihat sangat polos dengan pakaian yang sangat jauh dari kata trendi dan kacamata tebal. Bila boleh jujur, memang tak menarik sih! Bara membatin dalam hati.
"Apa pekerjaanmu?" tanya Bara penasaran.
"Fashion desainer."
"Don't kidding me!" Bara terkekeh tak percaya.
Namun melihat wajah Kyra yang tak berubah meskipun Bara mengejeknya, seketika ia terperangah penuh keterkejutan.
"Are you serious?!"
"Jangan menilai aku dari penampilanku, Bara. Kamu akan lebih terkejut nanti." Kyra merebahkan diri dan menatap langit yang tertutupi awan. "Tapi karena setelah ini kita nggak akan pernah bertemu lagi, maka aku akan ceritakan satu rahasia padamu!"
"Rahasia apa?"
"Kekasihku mengkhianatiku bersama sahabatku."
"What?!" Bara menatap Kyra dengan bola mata yang hampir meloncat keluar. "Tapi tidak heran sih, pasti sahabatmu lebih menarik darimu!"
Kyra terkekeh mendengar cibiran Bara, entah mengapa ia jadi lega setelah menceritakan hal itu pada lelaki yang baru tiga hari ini terjebak bersamanya.
"Tadinya aku mau mengajaknya liburan bersama di kapal itu. Tapi ternyata takdir menunjukkan keburukannya di belakangku tepat sehari sebelum aku berangkat."
Alih-alih merespon, Bara malah terhenyak. Kenapa jalan hidupnya jadi mirip dengan Kyra? Sama-sama dikhianati di detik-detik menjelang keberangkatan.
"Apa alasannya berselingkuh di belakangmu?"
"Entahlah!" Kyra beranjak duduk dan berhadapan dengan Bara. "Katanya sih karena aku terlalu polos. Pacaran denganku seperti pacaran dengan anak SMP!" tawa sumbang dari bibir mungil itu tersungging dengan pilu.
"Berapa lama kalian pacaran?" Bara mulai kepo.
"Tiga tahun. Aku menemaninya dari dia belum jadi siapa-siapa, hingga akhirnya menjabat sebagai manajer."
Bara tersenyum kecut, manajer??
"Kenapa senyummu sinis sekali! Jabatannya lebih tinggi darimu, tahu!" rutuk Kyra kesal.
"Kenapa kamu jadi sewot! Masih belain dia, lagi!"
"Memangnya kenapa kalo aku belain dia? Aku masih cinta kok sama Keanu!"
"Oh, namanya Keanu? Keren juga." Bara melipat tangannya di dada. "Tapi tetap saja lebih keren Bara Ellard Lazuardi!"
"Cih, keren dari mananya?" cibir Kyra kesal karena Bara meremehkan Keanu.
"Awas ya Nona, hati-hati dengan pesonaku. Jangan salahkan aku kalo nanti kamu malah klepek-klepek!"
"Dih, percaya diri sekali anda!"
"Oh, harus dong, sebagai seorang C--" Bara menahan ucapannya dan menoleh pada Kyra yang menatapnya dengan tajam. "Tidak jadi. Kamu benar, kekasihmu itu lebih keren!"
"Bukan kekasihku! Aku sudah memutuskan hubungan kami."
Bara mengacungkan kedua jempolnya pada Kyra. "Hebat. Kamu harus tegas sebagai perempuan yang disakiti!"
"Kamu sendiri pasti juga baru putus dengan pacarmu, bukan?"
...****************...
...Hayoooo, dilarang pelit jempol dan vote 🤪. ...
gengsi aja di gedein pake ga ada cinta
di abaikan dikit udah kesel hahah
wkwkwkwwk