NovelToon NovelToon
Menunggu Cincin Di Jari Manis

Menunggu Cincin Di Jari Manis

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: cietyameyzha

Safia hampir kehilangan kehormatan hanya karena percaya pada lelaki. Kejadian itu menjadi tamparan keras agar Safia berubah jauh lebih baik. Perempuan itu memutuskan berhijab dan fokus memperbaiki diri.
Mengingat manager lama tim keuangan sudah pensiun, pihak perusahaan mengirimkan manager baru yang ditarik dari kantor cabang. Akhmar, pemuda yang sangat menghormati wanita. Bekerja keras untuk kesembuhan sang ibu yang terkena penyakit gagal ginjal. Akhmar bekerja sebagai atasan Safia, mereka sering terlibat interaksi. Terlebih sikap Akhmar yang tegas dan disiplin, sedangkan Safia sering ceroboh dan pelupa.
Bisakah keduanya damai dalam satu atap ketika bekerja?
Bagaimana Safia bisa tahan dengan kedisiplinan dan sikap tegas Akhmar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Safia

Esok datang menyapa setiap insan dengan lembaran baru, begitu pun dengan Safia. Gadis manis berusia dua puluh empat tahun itu berjalan dari parkiran mobil dengan menggunakan setelan tunik rok berwarna merah muda dengan jilbab hitam menutup dada. Manis sekali.

Beberapa teman satu perusahaan memperhatikan Safia, melihat penuh kekaguman. Namun, beberapa orang pun tampak terdiam. Melihat perubahan penampilan Safia yang terjadi dalam waktu dekat.

"Dia itu Safia bagian tim keuangan, kan?"

"Aku nggak nyangka dia semanis itu kalau pakai jilbab."

"Rasanya benar, katanya dia baru putus dari Faiz, bagian tim pemasaran."

Tiga karyawan lelaki yang berada di belakang Safia bergosip. Tentunya pengakhiran hubungan Safia dan Faiz sudah tersebar ke seluruh penghuni gedung. Tidak heran semuanya tahu.

Safia meyakinkan diri dengan perubahannya ini. Bertekad untuk istiqomah sebisa mungkin. Ketika hendak masuk ke gedung bertingkat, satpam kantor pun ikut terkejut.

"Masya Allah, ini Mbak Safia, kan?" Satpam lelaki itu sampai bertanya-tanya.

Safia berhenti, berdiri di depan pintu dan tersenyum simpul. "Iya, Pak. Saya Safia."

Lelaki paruh baya itu takjub luar biasa. Safia lebih anggun dengan jilbabnya. "Saya sampai takjub melihatnya. Masya Allah, Mbak, semoga dimudahkan."

Banyak doa yang mengalir ketika perubahan itu dipilih Safia. Berharap semua doa itu bisa menjadi penguat serta penyemangat Safia. "Saya masuk dulu, Pak."

"Silakan, Mbak." Satpam membukakan pintu dari kaca. Membiarkan Safia masuk dengan harapan perempuan itu akan jauh lebih baik setelah berakhir hubungan dengan Faiz.

Bukan hanya satu ataupun dua orang yang memperhatikan Safia, tetapi banyak orang. Begitu pun ketika Safia berada di depan lift, menunggu giliran. Perempuan itu awalnya bersama dua belas orang karyawan lainnya, tetapi dikarenakan lift tidak akan masuk semuanya. Safia mengalah, menunggu lift berikutnya.

Safia berdiri tegak. Penampilan ini justru memberikan rasa percaya diri yang lebih banyak dari hari kemarin. Ia merasa aman dan bebas bergerak. "Aku rasa ini lebih baik. Semoga bisa terus belajar. Aku juga mau cari kajian yang bisa dihadiri." Safia mengeluarkan ponsel. Mencari beberapa postingan teman dunia maya yang kadang menshare postingan jadwal kajian terbaru.

Di sela-sela itu, Akhmar datang. Awalnya lelaki itu tidak menyadari wanita di sampingnya adalah Safia. Begitu lift datang dan mereka masuk, hanya berdua lagi. Barulah Akhmar menyadari. Lelaki itu tak banyak berkomentar, menekan tombol empat dan lift berjalan.

Safia menoleh ke samping kanan, sadar itu Akhmar, matanya langsung terkejut.

"Kenapa? Apa kamu mau turun dari lift?" tanya Akhmar tanpa berniat menoleh ke samping juga.

Safia mengerutkan kening, nada bicara Akhmar itu selalu tegas dan benar-benar terlihat aura kepemimpinannya. Akan tetapi, sebagian orang akan menganggap pria bertubuh tinggi itu seseorang yang menyeramkan. Safia memandang lurus ke depan lagi, merasakan lift berjalan. "Untuk apa aku turun di sini, tujuanku lantai empat, Pak."

"Syukurlah." Akhmar berdiri tegak.

Suasana hening. Tidak ada satu pun yang naik lagi baik itu di lantai dua ataupun tiga. Begitu pun ketika mereka sampai di lantai empat. Safia lebih dahulu berjalan ke depan, tak disangka ponselnya terjatuh karena perempuan itu tergesa-gesa. Terpaksa Akhmar memungutnya, bergerak keluar dan memberikan benda pipih itu ke Safia. "Kamu harus belajar lebih waspada di area publik. Simpan barang berhargamu selama di area publik karena itu bisa menjadi pemicu kejahatan. Apa kamu tidak pernah mendengar banyak pencopetan akhir-akhir ini?"

Keduanya berdiri di depan lift, di lorong yang mendadak sepi. Tidak seperti biasanya.

Safia memang harus menghormati Akhmar sebagai pemimpin baru. Akan tetapi, cara bicara lelaki itu pedas sekali. "Maaf, ya, Pak, saya bukan tidak punya sopan santun. Tapi, rasanya Pak Akhmar ini, saya lihat-lihat terlalu banyak ikut campur urusan orang lain. Ingin tahu."

Akhmar menanggapinya dengan santai. Sudah biasa. "Saya hanya memperingatkan, bukan ingin campur. Kalau pun kamu tidak mendengarkan, itu hakmu." Lelaki itu berusaha untuk tidak terlibat pertemuan mata dengan Safia, melihat ke arah lain. "Tapi, ternyata saranku yang kemarin itu kamu dengar. Syukurlah."

Kening Safia mengerut kencang. "Saran yang mana, ya, Pak?" Ia merasa tidak mendapatkan hal itu dari Akhmar.

Tiba-tiba segerombolan orang datang dari lifr. Berhamburan ke depan sampai Akhmar dan Safia harus menepi ke samping kanan. Kini keduanya berada di jalur yang sama, saling berdampingan.

Beberapa orang itu menyapa Akhmar dan Safia, lalu berlalu begitu saja.

Akhmar membenarkan dasi, merasa sedikit risih dengan keramaian. Lelaki itu bahkan mengeluarkan hand stizer dari tas, menuangkan di kedua telapak tangan. Safia memperhatikan, melirik aneh.

"Hari ini jangan lupa laporan keuangan mingguan. Harus beres sore ini juga!" Akhma memasukkan benda pembersih tangan itu kembali ke tas dan berjalan melewati Safia.

Safia melongo. Akhmar benar-benar pemimpin menyebalkan, sayang sekali Pak Suseno harus pensiun. "Manajer baru itu!" Safia mendengus kesal.

1
citra marwah
perasaan tadi berangkat nya ke bioskop beriringan mobil parkir bareng2 bersisian...gmna sih ini thor. konsep nya masih satu hari satu waktu udh beda haluan,
Hearty 💕
Kenapa Msria?
Tatik R
Gak nyangka klo maria
Tatik R
knp mereka pada ngumpul, ada apa
Tatik R
semoga cepat ketemu pelakunya
Ciety Ameyzha: Aamin
total 1 replies
abdan syakura
Astaghfirullah....
Kerjaan siapa la ini?(ya Author laa🤭🤣)🙏
Buat Babangku mumet aja...
Lanjutttt Kak Semungut!!🥰💪
abdan syakura: 🤗😂🤣🤣🤺
total 2 replies
Hearty 💕
Safia.. semangat deg degan terus deket² boss
Tatik R
paling kerjaan mantan nyà safia tegar fitnah
abdan syakura
Akhmar....Akhmar...
Dengar gak???😂😂🤣
Sing sabar yoooo
Lanjutttt kak.....😘🥰💪
Sumi
ko lm up ny Thor ??? sehat trus Thor 💪💪💪💪 . di up selanjutnya
Ciety Ameyzha: Aamiin. Terima kasih
total 1 replies
Tatik R
jadi ambigu kan, masuk ke mana🤭
akhirnya up lagi😍 next
Tatik R: penjelasan di bab berikutnya ✌😂
total 2 replies
abdan syakura
Apa kbr kak Ciety?
Kpn up nya nih???
Kangen Akhmar.....
Eka Widya
mau. mau..mau banget malah😃😃😃
Adi Nugroho
gercep gk buang" waktu Amarnya🥰🥰🥰💪
abdan syakura
Akhmaar...
Jgn marah marah mulu..
Nnti cpt tuiirrrr.. 😊💪
abdan syakura
ahhhhh
Akhmar terlalu dalam.....🤔🤕
Lanjuttttt Thor 💪🏃
La
Tatik R
pal Akhmar lagi curhat
Tatik R
sat set si Akhmar, gercep dianya
Hearty 💕
Apa nih maksudnya Pak
abdan syakura
cieeeeeeee cieeeee
MaasyaAllah Akhmar...
Gentle Kerreeenn......
😍😍🌹💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!