Pernikahan yang tak di inginkan nya terpaksa terjadi.
Namun,karna sesuatu, pernikahan yang belum genap sehari itu terpaksa di batalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwieka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingatan yang sama
Akhirnya Alvi dan teman teman nya pergi pergi ke restoran depan perusahaan keluarga Alvi.
Mereka mengobrol sampai jam istirahat habis,lalu mereka kembali ke perusahaan masing masing.
Sedangkan di kediaman Nayla, terlihat ramai,karna kedatangan teman teman Nayla,mereka sengaja cuti bekerja untuk berkunjung ke rumah Nayla,meskipun kemarin sudah bertemu,tapi mereka belum mengobrol puas,karna ada kejadian Nayla pingsan.
Sekarang mereka berada di taman belakang duduk di gazebo yang tersedia di sana,tempat ini menjadi tempat favorit mereka bila berkunjung ke rumah Nayla,yang sudah di tempati nya sejak tiga tahun lalu.
Mereka terus bercerita hingga akhir nya,Amel bertanya ke pada Nayla,meski ia merasa tidak enak hati.
"Oh iya Nay,kemarin itu gimana sih,kok tiba tiba ada pak Deri datang dan teriak teriak,terus bokap Lo datang datang maen tonjok aja tuh suami Lo?"tanya Amel sedikit cemas.
Mendengar pertanyaan itu,membuat Nayla sedih,ia menundukkan wajah nya,mata nya seketika berkaca kaca.
Namun,teman teman nya mengerti mereka langsung memeluk Nayla,berharap bisa membuat Nayla tenang.
"Entahlah aku tidak tau,yang jelas kata ayah,kalau ternyata laki laki itu sudah mempunyai istri,dan bahkan orang tua nya pun gak tau,dan juga istri dari laki laki itu anak nya pak Deri,dan yang lebih miris nya lagi,anak nya pak Deri lagi hamil dan keguguran,bahkan sampai kritis di rumah sakit,yang membuat ayah marah adalah,karna laki laki itu gak menolak waktu orang tua nya ngajuin perjodohan,dengan enteng nya ia meng iya kan perjodohan itu"jelas Nayla dengan air mata mengalir.
Teman teman nya masih mendengarkan penjelasan Nayla,dari mereka semua yang tenang hanya Friska,namun ia juga merasa kan sedih melihat sahabat baik nya sedih.
"Dan sekarang gue gak tau harus gimana,ayah nyuruh dia nyerai in gue,bahkan pernikahan yang belum satu hari,tapi sampai sekarang ia belum datang untuk menjelaskan semua nya,bahkan orang tua nya pun gak ada yang datang."ucap Nayla.
"Gila!,dasar cowok brengs*k,gue aja pas ngeliat nya aja,udah kaya pengen bejek bejek aja tu muka,terus apa lagi ini,gak ada tanggung jawab nya sedikit pun.awas aja kalau entar ketemu gue tonjok muka jelek nya itu"geram Tia dan di balas anggukan oleh Friska dan Amel.
"Setuju"jawab nya serentak.
Terus sekarang Lo mau gimana?"tanya Friska menatap sahabat nya.
"Gak tau,kalau boleh ngomong jujur gue sebenarnya malu banget keluar rumah,apa lagi mereka bilang kalau gue ini pelakor,padahal mereka gak tau,kalau gue nikah aja dijodohin,gak tau dia punya pacar atau istri"jelas Nayla lagi,membuat sahabat nya hanya bisa menenangkan.
"Sekarang perasaan Lo gimana?tanya Friska penasaran.
"Perasaan gue?,biasa aja,bahkan gue gak ngerasa sakit hati,hanya saja gue ngerasa sedih karna ayah selalu merasa bersalah dengan kejadian ini."jawab Nayla
"Gila Lo,emang beberapa bulan Lo sering jalan dan kencan Ama dia,Lo gak ada rasa sedikit pun gitu?"cecar Friska lagi.
"Gak ada,yang ada gue ngerasa bersalah aja,entah kenapa gue merasa sedang selingkuh aja"jawab Nayla jujur.
"Maksud nya,Lo punya pacar gitu?"tanya Tia penasaran.
"Gak,hanya aja,gue ngerasa gimana gitu,gue seperti sedang menjaga hati seseorang aja,tapi gak tau siapa orang nya"ucap Nayla lagi.
"Ooh,mungkin Lo emang punya cowok,hanya saat Lo kecelakaan dan hilang ingatan,Lo jadi lupa."ucap Amel dengan yakin,di balas anggukan oleh Friska dan Tia.
"Tapi kan kalau emang iya Lo punya cowok,pasti tau cowok datang ke Lo,dan bilang kalau Lo itu cowok nya"jelas Amel lagi.
"Iya juga ya"kata Tia,sedangkan Friska dan Nayla hanya diam.
Namun tatapan Friska terpaku pada sebuah kalung berliontin yang tidak asing untuk nya,ia seperti pernah melihat itu,tapi dimana.
Seketika ke empat nya hening,tak ada yang bicara,hingga Tia bicara mengalihkan pembicaraan yang bisa membuat nya naik darah.
"Terus kapan Lo masuk kerja lagi?"tanya Tia sambil menyomot makanan ringan di depan nya.
"Lusa deh kayak nya,itu pun kalau ayah ngizinin,apa lagi gue baru keluar dari rumah sakit."ucap Nayla sedikit ragu.
"Baguslah itu,dengan begitu pekerjaan bisa mengalihkan perhatian Lo"ucap Tia kembali.
"Eeh bentar dech,gue baru inget,kata nya lo pindah kerja,jadi sekertaris CEO di sana?"tanya Friska antusias.
"Iya,karna mungkin mbak Tina sekarang udah resign,soal nya mau ikut pindah Ama suami nya"ucap Nayla.
"Tau dari mana Lo?"tanya Amel pada Friska.
"Ya tau lah,bokap gue yang ngasih tau"ucap Friska sombong.
Puk
"Sombong bener,ya deh yang punya perusahaan"cibir Amel sambil melempar ciki di depan nya ke arah Friska.
"Anj*r sialan Lo"cetus Friska melempar balik kue di depan nya.
Nayla yang melihat itu,hanya tersenyum setidak nya kedatangan teman teman nya membuat ia lupa sejenak akan sakit hati nya.
Di saat seperti ini,ia tanpa sengaja menyentuh liontin kalung nya,tiba tiba saja kepala nya merasa sakit dan teman teman nya yang melihat itu pun panik.
"Nayla,Lo kenapa?"tanya mereka serempak sambil menenangkan Nayla yang kesakitan.
"Aakh"teriak Nayla.
"Aku mau kamu simpan kalung ini,nanti jika suatu saat kita ketemu lagi,aku akan datang untuk melamar mu dan menikahi mu"ucap si pria muda sambil memberikan sebuah kalung berliontin hati sebelah,dan mamakaikan nya.
"Dan ini untuk ku,jadi kita sama sama punya,dan ingat jangan sampai hilang,jangan lupain aku,tunggu aku,aku pasti kembali"ujar pria itu lagi sambil tersenyum*.
Melihat sebuah bayangan ada seorang pria dan wanita,namun tak jelas wajah nya,namun ia dapat melihat kalung yang sama persis dengan yang ia pakai.
Teman teman nya yang melihat Nayla sudah merasa tenang,ikut lega, bagaimana pun ia merasa khawatir,karna ayah dan bunda sedang pergi keluar.
"Lo gak apa apa?"tanya Amel khawatir.
"Gue gak apa apa"jawab Nayla dengan lemah,iaasih kepikiran siapa pria yang selalu hadir dalam mimpi nya,apa ia adalah salah satu orang yang ia lupa kan,lalu dimana sekarang dia,kenapa tidak datang menemui ku.
Dikediaman Alvi,pria itu baru saja pulang,ia sedang berada di kamar nya,ia tengah berbaring di ranjang,entah kenapa ia merasa sangat lelah,ia ingin sekali meemjamkan mata nya.
Saat akan memejam kan mata nya,terlintas bayangan wajah itu lagi,seketika ia teringat janji nya empat tahun lalu.
"Aku kembali,dan aku akan memenuhi janji ku pada mu,tapi kamu dimana,aku sudah menyuruh orang untuk mencari mu,tapi gak ada jejak sama sekali."gumam nya pelan,sambil melihat sebuah Poto di kamera ponsel nya.
"Aku merindukan mu"gumam nya pelan dengan tersenyum.