NovelToon NovelToon
Misi Harian

Misi Harian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: BlackRoby

[Apakah anda ingin sembuh dan mengangkat semua rasa sakit di tubuh anda?]

"Apa kau mampu melakukannya?"

[Sistem bisa melakukannya. tapi anda harus menerima persyaratan dari Sistem.]

"Apa persyaratan yang harus ku penuhi?"

[Jadilah seorang Host!]

Demi mengangkat rasa sakit yang di alami Damar pasca kecelakaan, pria yang saat itu masih berusia 11 tahun membuat sebuah pilihan yang sangat serius. yaitu mempercayai Sistem yang muncul bagaikan halusinasi.

Dengan Sistem di dalam tubuh Damar, bagaimana dia akan tumbuh Dewasa?

Tertarik? Gas langsung baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackRoby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman

Setelah Damar berjalan dengan setengah terseret, Anak Muda itu berhasil mencapai lapangan yang tertera di Map Sistem.

Dia mendapatkan lokasi yang dicari setelah tiga kali mendengarkan penjelasan dari Toto.

“Aku tidak mengira akan mempermalukan diriku pada orang yang baru saja ku kenal. Aku harap di lapangan ini akan ada beberapa orang yang bisa membantuku menyelesaikan setidaknya separuh Questnya.”

“Kalau tidak, ini akan menjadi perjalanan yang menyebalkan,” ucap Damar sambil menyeka peluh yang membasahi lehernya.

Tidak jauh dari tempat dirinya berdiri, Damar melihat sebuah hamparan padang yang luas, rumput hijau yang tumbuh tidak begitu tinggi dan beberapa pohon rindang di pinggirannya. Selain itu, dia juga mendengarkan suara aliran air yang cukup deras.

“Ini lapangannya? Ini tidak jauh berbeda dengan tempat-tempat yang baru saja aku lewati. Kalau di pikir-pikir Toramin memang daerah yang terdiri dari banyak tanah lapang.”

Sayup-sayup anak muda itu mendengar suara orang yang sedang mengobrol, matanya langsung tertuju pada salah satu pohon rindang, benar saja Damar langsung mendapati beberapa orang yang berteduh di sana.

“Satu, dua, tiga, empat, lima! Lima orang! Bagus! Setidaknya Quest persyaratan kedua akan selesai separuhnya dengan bantuan orang sebanyak itu.”

“Aku memang agak malu berbicara dengan banyak orang, tapi berkat pengalaman yang aku dapat hari ini, ku rasa aku akan baik-baik saja.”

Bermodalkan rasa percaya dirinya, Damar pun memutuskan untuk maju.

“Selamat siang semuanya!”

Sontak orang-orang yang terlihat asik mengobrol itu langsung melihat ke arah Damar, Tatapan mereka membuat Damar gugup.

“Seorang anak muda? Apakah kita pernah melihat anak muda ini sebelumnya?”

Kata seorang pria paruh baya, dia memiliki tahi lalat di bawah hidung yang membuat Damar teringat sesuatu.

“Paman, apakah anda suami Bibi Sumidah?”

“Kau mengenal istriku, Nak?”

“Jadi dia benar-benar suaminya Bibi Sumidah, ya.” dalam hati Damar.

“Iya, beliau menitipkan pesan pada saya. Jika saya melihat anda, anda di minta untuk pulang.”

“Ah..., jadi begitu ya. Kalau begitu semuanya, aku pamit pulang duluan.”

“Terimakasih karena telah memberitahuku, Nak.”

“Tentu saja,” jawab Damar sambil membungkuk pada Suami Bibi Sumidah.

“Karena Pak Juned memutuskan untuk pulang, ku rasa aku juga akan ikut pulang,” ujar pria paruh baya lainnya.

“Kalau begitu aku juga,” imbuh rekannya yang lain.

[...]

“Tidak ada pemberitahuan apapun dari Sistem, apa aku akan membiarkan mereka pergi begitu saja? Tidak! Aku harus membuat kemajuan pada questnya,” dalam hati Damar.

“Katakan sesuatu sebelum mereka benar-benar pergi,” ucap Damar pada dirinya.

“Paman berdua, hati-hati di jalan!” kata Damar begitu ramah sembari melambaikan tangan.

Dua orang yang berlalu pergi menyambut keramahtamahan yang di tunjukkan oleh anak muda itu.

“Dia anak muda yang sopan, ya.”

“Terimakasih, Nak. Kalau kau kemari untuk bermain, pastikan untuk tidak pulang terlalu sore!”

“Yes! Aku berhasil melakukannya lagi. Sekarang seharusnya...”

[...]

“Kosong? Padahal aku sudah jelas mengobrol dengan kedua paman itu, kenapa Sistem tidak menghitungnya sebagai syarat penyelesaian?”

[Coba pikirkan.]

“Sistem ini ingin aku memikirkannya, ini benar-benar tidak adil.”

[Jika mengatakan hai pada seseorang juga di sebut interaksi, maka Kandidat hanya perlu mengatakan hai pada sepuluh penduduk Toramin. Apakah sebuah Quest akan selesai semudah itu?]

[Demi menjaga tingkat kesulitan Quest, Sistem telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Kandidat di harapkan untuk menyadarinya.]

“Apa itu yang di inginkan oleh Sistem untuk aku memikirkannya?”

“Aku berhasil mendapatkan syarat penyelesaian dari Bibi Sumidah dan Paman Toto, tapi aku tidak dapatkan itu dari tiga paman yang berlalu pergi, jelas ada yang membedakan sehingga sistem tidak menghitungnya.”

Damar akhirnya menyadari perbedaan itu, “Aku tidak tau nama ketiga paman yang berlalu pergi, syarat penyelesaian interaksinya hanya akan terhitung kalau aku berkenalan dengan mereka, penduduk Toramin.”

[Sistem tersenyum mengetahui kemampuan berpikir Kandidat.]

“Haa..., aku kehilangan tiga poin penyelesaianku. Aku tidak akan kehilangan dua yang tersisa,” pikir Damar.

“Salam kenal Paman, nama saya Damar!”

Dua orang yang masih berada di lapangan itu terkesiap karena Damar yang bersemangat tiba-tiba. Dua orang itu tersenyum kaku karena bingung bagaimana harus menanggapi Damar.

“Be-begitu ya. Halo Nak Damar.”

“Bolehkah saya tau nama kedua Paman? Bukan saya bermaksud tidak sopan, tapi.., jika saya bertemu kalian di jalan, saya ingin menyapa!”

Melihat tingkah polos tanpa niatan buruk itu pun membuat kedua orang yang tersisa di Lapangan mau memperkenalkan diri mereka.

“Namaku Raka, jangan ragu untuk menyapa bila bertemu.”

“Aku Tandur, senang bertemu denganmu, Nak Damar.”

“Benar juga, aku kemari bersama putriku. Tapi kemana dia pergi?” ujar Raka sambil menoleh ke belakangnya.

“Itu tuh, dianya ngumpet. Kayaknya sih malu ketemu orang baru,” celetup Tandur, jarinya menunjuk ke arah balik pohon.

“Ayu! Tidak perlu bersembunyi, tunjukkan dirimu, Nak.”

Damar mendengar suara gumaman dari balik pohon, suara itu terdengar gugup. Perlahan sepasang tangan yang nampak gemetar muncul dari sana, dan gadis yang di panggil Ayu oleh Raka pun keluar.

“Sebenarnya ada enam orang di lapangan ini. Baguslah, aku mendapatkan satu lagi poinku.”

“Dia putriku, Ayu.” seraya menunjuk pada Ayu, Raka memperkenalkannya.

Ayu adalah gadis yang tinggi, dia memiliki rambut sepanjang bahu, kulitnya berwarna kuning langsat, dengan wajah yang kecil dan bulat gadis itu terlihat sangat imut. Damar yang melihat gadis itu tertunduk hanya bisa terdiam tak bergeming.

“Hai... Na-namaku Ayu!” ucap gugup gadis itu. Suaranya kecil dan terdengar lembut menambah nilai plus pada keimutannya.

Damar bahkan sempat berdebar-debar, dan tanpa di sadari anak muda itu membungkuk memperkenalkan dirinya lagi.

“Namaku Damar! Senang berkenalan denganmu!”

“Nak Damar, sekarang berapa usiamu kalau boleh Paman tau?”

“Saya sebelas tahun,” sahut Damar.

“Ayu berusia sepuluh tahun, kalian punya selisih satu tahun yang artinya kalian masih seumuran. Berteman baiklah dengan Ayu!”

“Apa kau keberatan kalau kami berdua meninggalkanmu untuk bermain dengan Ayu?”

“Tidak, Paman. Saya akan menjaga Ayu, maksud saya bermain... Dengan Ayu. Iya itu,” jawab Damar.

“Kalau begitu kami berdua akan pergi, jangan pulang terlalu sore ya, kalian berdua!”

[Kemajuan saat ini, (1) melalui semua jalan yang tertera di dalam Map tanpa terkecuali, (Separuh jalan)]

[(2) Berinteraksi dengan penduduk Toramin (5/10)]

1
Elok Fauziah
Udah nggak lanjut lagi kah ini cerita?
Elok Fauziah
Sudah ku duga kalau ibu Damar pasti hamil /Blush//Slight/
Elok Fauziah
Keren juga, secara nggak langsung sistem mengajari Damar untuk bisa berinteraksi dan berani bertindak sesuatu yang positif
Elok Fauziah
Yang sabar /Chuckle//Chuckle/
Hehe😁
min, kapan up lagi?
Zafrullah Effendy
makin mantap thor.....
BlackRoby: Thanks buat Supportnya Bang Zaf
total 1 replies
OFI 00
mantap
Aisyah Suyuti
menarik
Rodhy Alfany Putra
up nya Thor,,
OKIA.R
gassssss thorrrr
BlackRoby: Gas!!!!🥶
total 1 replies
زيتون مامة
tq thor, smgt updatenya
BlackRoby: 2 lagi hari ini, Thanks buat semangatnya😁
total 1 replies
زيتون مامة
author bila nak update lagi?
BlackRoby: Sekarang. kebetulan langsung dua Bab, sabar ya masih di review😅
total 1 replies
ifaya
akhirnya author muncul jua
ifaya
segelas kopi penyemangat untuk author
BlackRoby: Thanks Kak Ifaya, maaf masih belum bisa up karena kondisi tubuh kurang sehat
total 1 replies
ifaya
tak bawain hadiah buatmu thor
ifaya
thank you very much author
yuce
karena mcnya maaih bocil ditest dulu paa umur 18 thun baru deh sistem menyatu dengannya. bocil pemalaa dan durhaka jqdi beeubah jadi anak hebat.
yuce
kali mc sostemnya anak kecil bukan pria dewasa mantap nih biar gak jadi anak pemalas.
yuce
sakitnta pasti gak ketulungan cuy.
yuce
sianak durhaka sadar juga walau lwat sistem.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!