NovelToon NovelToon
Pacar Suamiku

Pacar Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:307.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nadiapuma

masa lalu terkadang bisa membuat semua di masa depan berantakan. dia yang berasal dari masa lauku, dia yang sudah lama aku lupakan. datang lagi tanpa pemberitahuan.

aku harus bagaimana menanggapi perjodohan ini. setauku dia mencintai wanita lain dan bukannya aku. tapi ini permintaan mendiang ibuku

apa aku boleh menjadi anak yang tidak patuh akan permintaan terakhir ibuku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiapuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati

Harapanku hari ini, papa nggak datang lagi untuk mengganggu cafeku. Kemarin setelah kejadian itu aku harus tutup toko lebih awal.

Keenan yang kemarin kekeh memintaku untuk menginap di rumah mama nya karena khawatir akhirnya mempekerjakan bodyguardnya untuk berjaga di toko malam ini.

Pagi pagi aku pastinya sudah sibuk mengurus dapur untuk buka. Dan satu persatu para karyawan berdatangan.

Seperti biasa setelah semua beres dan tulisan open sudah menggantung di depan pintu kami berdoa bersama sama. Berharap hari ini tidak seburuk kemarin. Berharap hari ini nggak ada yang terluka lagi.

Ya hidupku memang hanya seputar Cafe Cafe Dan cafe. Supplier bahan makanan pun datang ke cafe pagi pagi biasanya 3kali sehari jadi aku tidak repot pergi ke pasar untuk membeli bahan bahan.

Ting...

Aku membuka ponselku yang berbunyi.

"Kemarin aku belum di bayar." Aku terkejut mendapat pesan singkat seperti ini. Dan segera mengecek nama pengirimnya.

Ting...

"Aku sudah bekerja keras. Kemarin."

Pelaku utama pengirim pesan itupun mengirim pesan lagi. Siapa lagi kalau bukan Keenan yang setelah mengetahui nomerku selalu mengirim pesan.

Belum sempat aku membalas dia sudah mengirim pesan lagi.

"Nanti aku makan siang disana. Have a nice day. Aku mau rapat dulu ❤️❤️❤️ " aku tercengang menatap emoticon love yang sangat banyak..

"Dasar aneh." Gumamku sambil sedikit tertawa kecil.

Aku beberapa kali mengetikkan kata kata seperti have a nice day juga. Lalu menghapusnya. Mengetik semoga sukses rapatnya. Tapi ku hapus lagi.

Dasar aku yang labil. Akhirnya belum berhasil membalas pesannya tapi sudah ada pembeli. Jadilah aku melupakan ponsel ku.

00

Sejak jam makan siang tadi aku sibuk mencari keberadaan Keenan yang katanya akan kesini untuk menerima bayarannya.

Tapi dia tak kunjung muncul di pandangan mataku. Sedikit kecewa memang tapi aku memilih melanjutkan pekerjaan ku.

Beberapa jam kemudian...

Aku sedang mendata pesanan online bersama Adam. Dia sedang mengepak minuman botol dengan bubble wrap.

"Yang kopi kecapnya 2 sama makaron warna hijau 3 kotak." Kataku berusaha fokus.

"Mba kan ini udah pesenan yang pertama tadi. Emang ada lagi yang pesen sama?" Tanya Adam sambil menatapku heran.

"Nah Ia yah? Eh kayanya aku salah baca deh. Maaf yaaa." Kataku yang membaca lagi catatan pesanan.

"Terus ini udah 25 paket. Udah semua atau blm?" Tanya Adam padaku.

Jujur saja sejak tadi aku nggak fokus dan berulang kali melihat pintu masuk setiap bel pintu itu berdering.

"Di datanya ada 30 yang pesen hari ini sebelum jam 2. Dan sisa kemaren 15." Kataku pada Adam menunjukkan catatan ku padanya.

"Yang kemarin pesen belum di pak mba berarti." Katanya sedikit lesu.

"Wah kita harus buru buru dong ini udah mau jam 3." Kataku memanggil Karina untuk membantu kami mengemas pesanan online.

Setelah semua pesanan selesai di kemas aku naik ke atas menggambil dompet untuk membayar paket bulanan.

Dan aku menemukan 15 paket siap antar yang baru ku ingat semalam sudah aku kemas.

"Astagaaa nana kenapa kamu bodoh sekali." Kataku merutuki diriku sendiri yang menjadi tidak konsen sejak jam makan siang selesai.

"Sia sia semalem aku kemasin ini deh." Kataku menjambak rambutku pelan.

Aku mencoba mengatur nafasku agar tidak emosi. Dan memilih membawanya ke bawah.

Sampai di bawah Adam langsung membantuku mengangkat kardus berisi 15 paket pesanan kemarin.

"Adam ternyata semalem aku udh paketin pesenan yang kemarin. Tapi aku lupa. Maaf yaa jadi harus kerja dua kali." Kataku pada Adam yang malah tetawa. Mungkin dia melihat muka melasku.

"Ia mba nggak papa. Haduh jadi kerok gini. Mba Nana lagi nggak fokus yaaa?" Katanya dan meletakkan kardus tadi ke dapur.

Aku segera membayar paket pada petugas yang menjemput paketku.

Dan masuk ke cafe lagi. Jam segini biasanya cafe sepi. Seperti sekarang ini.

Aku yang sejak tadi kurang fokus memutuskan untuk diam saja tanpa bekerja. Sambil menatap ke arah pintu.

Ku serahkan tugas memasak pada Elisa daripada semua masakan ku nggak beres atau malah gosong.

Aku memesan minuman seakan menjadi seorang pembeli dan duduk di sudut cafe dengan pemandangan pintu masuk yang sangat jelas.

"Aku kenapa sih. Sebenernya." Kataku mengacak acak rambutku sebal. Rasanya otakku tidak bisa berpikir jernih di saat saat begini.

Bell pintu berbunyi lagi saat pintu terbuka menandakan ada pembeli atau pembeli sudah pergi.

Mataku yang hari ini selalu refleks melihat pintu saat bell berbunyi melakukan kebiasaan barunya.

"Siapa sih yang mba Nana tungguin dari tadi? Kayanya setiap pintunya bunyi mba Nana sibuk rapih rapih." Tanya Karina yang meletakan minuman pesananku di meja.

"Emang aku kaya lagi nunggu seseorang ya?" Tanyaku pada Karina yang masih berdiri di dekatku.

"Emang mba nggak lagi nunggu orang?" Tanya Karina balik yang malah duduk di depanku..

"Sebenernya." Aku menghela napasku tak ingin bercerita. Terlalu bodoh rasanya kalau ternyata aku sejak tadi menunggu Keenan datang.

Karina yang menunggu penjelasan ku menatapku sangat kepo. Tapi menatap ku yang malah menghela napas dia pun ikutan.

"Udah mba, kalo orangnya nggak Dateng sekarang mungkin besok. Kali aja hari ini dia sibuk gitu." Jelas Karina padaku sok tau isi hatiku.

"Ia mungkin dia sibuk yaaa. lagian aku pasti bukan prioritas dia yang bakal di hubungin di waktu senggang dia kan." Kataku mengusap lenganku dan menatap ke luar jendela.

"Yah, malah sedih gini." Kata Karina meletakkan kepalanya ke meja.

"Kar, kamu nggak bantuin Adam? Sibuk dia kayanya." Kataku pada Karina yang malah duduk di depanku saat Adam bolak balik mengantar pesanan.

"Biar aja, dia nggak balas perasaan aku soalnya." Kata Karina pelan tapi ada sedikit nada kecewa disana.

"Sakit ya cinta bertepuk sebelah tangan." Kataku yang ikutan gaya santai Karina.

"Mba pernah gitu cinta sebelah pihak?" Tanya Karina yang langsung mengangkat kepalanya dari meja.

"Pernah, dulu pas jaman jaman masih bocah sampe SMA. Aku suka sama orang yang nganggep aku adek dia sendiri. Aku jatuh cinta sama orang yang malah cinta sama orang lain. Kadang kalo ingat kebodohan saat masih remaja aku jadi malu." Jelasku yang malah curhat dengan Karina.

"Ia kan ya mba. Kenapa sih hati ini nggak bisa gitu jatuh cintanya ke orang yang bisa cinta balik sama kita. Kenapa mesti orang yang nggak suka sama kita. Kenapa harus melukai diri sendiri dengan perasaan aneh disaat bisa bahagia menjomblo." Kini Karina yang mencurahkan isi hatinya.

Isi hati yang tidak bisa di tebak apa maunya. Hati yang tidak bisa di berhentikan dengan paksa. Hati yang mencintai seseorang tanpa tau apa konsekuensi nya.

.

.

.

.

.

To be continued

13.07.2020

Love you

Nadiapuma

1
Memyr 67
judul episode pernikahan, siapa yg nikah?
Memyr 67
ribet. punya suami model keenan. kalo asich, tinggal aja. yg tegas jadi istri. kalau dia gila, kehilangan istrinya, biarin aja lach.
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
Milka Epi
beruntung sekali aku dapat suami yg gak punya kenangan masalalu alias aku pertama dan semoga yg terakhir buat dia 😊
Putri Minwa
lanjut ke Dendam ya thor
Putri Minwa
aduh, perempuan emang gampang di tipu ya
Putri Minwa
Kalau udah selingkuh, ya tinggal kan aja
Putri Minwa
emang nya ada apa dengan mama Vera, seperti ada hal yang menarik nih
Putri Minwa
hai thor putri Minwa mampir
Putri Minwa
manja sekali ucapan cintanya
Putri Minwa
jangan lupa mampir di mutiara Yang Terabaikan ya thor
Putri Minwa
mantap thor, lanjut
Putri Minwa
Widih, enak ya, kalau punya kekasih yang perhatian gitu
Putri Minwa
selamat ya, atas. penyatuan cinta nya
Putri Minwa
hai thor putri mampir ya
Putri Minwa
kebanyakan kekasih bikin pusing, kalau begitu lebih baik mundur aja deh
Putri Minwa
jangan lupa lirik Dibalik Kesetiaan Nayla ya thor
Putri Minwa
semangat terus thor, lanjut
Putri Minwa
sedih yang tak ada obatnya thor
Putri Minwa
kak putri mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!