NovelToon NovelToon
PERJALANAN CINTA QONITA

PERJALANAN CINTA QONITA

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:704.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bunda Abizzan

Qonita Yasmin Siregar, janda dengan 2 anak laki-laki, bercerai karna diselingkuhi suaminya.

Sulaiman, duda keren dan mapan dipaksa berkenalan dengan Qonita, lantaran anak semata wayangnya yg bernama Ichy serta mamanya menyukai Qonita.

Pertemuan pertama yang sangat tidak menggoda bahkan penuh perdebatan malah menjadi alasan kedekatan mereka hingga akhirnya mereka menikah, dan membina rumah tangga yang sangat bahagia.

Namun siapa sangka secara tidak sengaja, Qonita mendapati suaminya bersama perempuan lain.

Apa yang akan dilakukan Qonita setelah mengetahui bahwa ternyata dialah yang menjadi madu karena ternyata sulaiman sudah lebih dulu menikah dengan perempuan itu?

Bagaimana akhir kelanjutan rumah tangga Qonita dan Sulaiman?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Abizzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Di Rumah Nana

Di kediaman Nana

Sabtu sore itu telah berkumpul beberapa keluarga. Opa Pras dan Oma Herni, Iman dan Ichy, Jamal, istri serta sepasang anak balitanya, dan tentu saja tuan rumah yang mengadakan syukuran, Gagah, Nana, serta dua orang anak perempuannya.

Ada 5 anak yang sibuk bermain. Kebisingan jelas terdengar dari arah mereka. Keceriaan tergambar disana tak terkecuali Ichy. Ia bermain bersama para sepupunya itu.

Jamal walaupun tak mempunyai hubungan darah dengan mereka, namun sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Jika ada acara keluarga dari pihak Iman, maka dia akan ada disana layaknya keluarga inti. Persahabatan dan kesetiaannya pada Iman tak perlu diragukan.

Jika anak-anak sibuk bermain, maka orang dewasa sibuk bercerita. Beberapa topik dibahas mulai dari bisnis, kabar saudara sampai acara nanti malam dan besok hari. Tentu saja sambil ditemani oleh berbagai jenis kue, buah serta minuman segar.

Tak terasa malam telah datang. Beberapa ART sudah mulai sibuk menyiapkan peralatan untuk bakar-membakar. Jagung, sosis, dan daging sudah mengantri dimeja.

Mereka semua kumpul di taman belakang rumah. Halaman yang cukup luas untuk menampung mereka semua. Ada gajebo yang cukup besar disana. Tak jauh berbeda dengan rumah Orang tua serta rumah Iman, abang Nana satu-satunya itu.

"Kamu udah pernah jumpa sama yang namanya Qonita itu, Na?" tanya Ria, istrinya Jamal.

Nana dan Ria adalah sahabat saat kuliah. Pernikahannya dengan Jamal tak luput dari campur tangan Nana sahabatnya itu.

"Belum, Aku penasaran tau gak. Mama sama papa heboh banget soalnya. Tapi biodata bahkan fotonya aja gak ada. Aneh banget kan?" jawab Nana.

"Biasa mama udah nyiapin foto tampak depan, samping kiri, samping kanan, belakang, atas dan bawah untuk ditunjukin ke abang. Eh ini malah gada. Hantu aja bahkan ada fotonya ya kan, walaupun nyeremin... hiii?" Nana menggetarkan badannya.

Ria ikut bergidik sambil tertawa-tawa.

"Bukan papa sama mama Kamu aja yang heboh. Aku juga ikut dibuat heboh tau nggak," ucap Ria.

Nana mengernyit. "Apa hubungannya sama Kamu, Ri?" tanya Nana.

"Aku heboh 2 hari berturut-turut. Cariin kado special buat calon kakak ipar Kamu itu!" ungkap Ria.

"Ha? Yang bener? Kado apaan? Kog bisa?" Nana penasaran.

"Kenapa Iman sampe nyuruh cari kado 2 hari Ria?" Oma Herni tiba-tiba ikut nimbrung. Pembicaraan Ria dan Nana memang bisa didengar siapa saja, karena mereka memang tak sedang berbisik-bisik.

"Katanya bang Jamal, biar kak Qonita itu mau maafin bang Iman dan mau datang kesini besok, tante," jawab Ria.

"Trus kadonya apaan?" Nana makin penasaran.

"Yang pertama buket bunga sama mainan. Yang kedua buket bunga isi jam sama buku anak," jawab Ria.

"Wouw keren. Atas suruhan abang atau pilihan Kamu, Ri?" tanya Nana.

"Keren apanya. Pusing Aku tau. Bang Jamal malah bilang kalo bang Iman minta disiapin bunga sebesar gajah." Ria cemberut.

"Hahaha..." Terdengar tawaan dari Nana dan Oma Herni.

Para lelaki yang sedang membakar mendadak mengalihkan pandangan ke arah wanitanya.

"Asyik bener. Pada bahas apa?" tanya Gagah, suami Nana.

"Calon kakak ipar," jawab Nana menggelegar sengaja agar terdengar Iman.

Iman hanya melirik. Jamal tersenyum.

"Udah ditahap mana, Man?" Opa pras menepuk pundak anaknya itu.

"Jalan santai lah, Pa," jawab Iman.

"Santai tapi pasti, Om," sahut Jamal.

"Ada kemajuan Pa, udah 2 x kasih kado," ungkap mama.

"Cieeeee..." sorak Nana. "Ntar lagi makan-makan nih."

"Ichy, seneng gak Sayang punya mami baru?" Nana bertanya pada Ichy dengan sedikit berteriak agar anak perempuan yang sedang bermain itu dengar.

Ichy yang mendengar namanya dipanggil menghentikan permainannya lalu mendekat ke arah tantenya itu.

" Seneng apa, Tante?" tanya Ichy

"Punya mami baru, Sayang?" Jawab Nana

"Mami siapa, Tante?" tanya Ichy.

"Mami Qonita," jawab Nana.

"Bukan mami tante. Tapi Bunda." Ichy memperjelas.

"Oh iya iya. Kalo mami, mami Jihan ya, Sayang. Bundanya baru bunda Qonita," jawab Nana.

Ichy menggangguk sambil tersenyum. "Iya, Tante."

"Mama papa setuju, anak setuju, adek yang baik hati ini setuju, aspri setuju. Semua semua setuju," celoteh Nana.

"Coming soon..." sambung Nana. "Cie..." goda Nana pada abangnya.

Iman hanya berekspresi datar.

❤️❤️❤️

Malam berganti pagi. Bulan menghilang disusul terbitnya mentari pagi. Hanya senda gurau dari orang dewasa, serta teriakan ceria anak kecil yang ditampilkan dari sebuah rumah yang cukup mewah.

Matahari sudah meninggi. Anak-anak disuruh boci, selang berapa lama setelah makan siang, namun Ichy tak mau karna ingin berjumpa dengan Qonita. Alhasil tak satu pun dari mereka yang bobo cantik dan ganteng.

"Assalamu'alaikum." Terdengar suara dari depan pintu.

"Waalaikum salam." Gagah menuju pintu rumahnya.

"Kak Qonita?" tanya Gagah pada perempuan bergamis itu.

"Iya. Saya diundang Bu Herni untuk datang kemari. Tapi maaf saya gak bisa datang pagi," ujar Qonita.

"Gapapa Kak, silahkan masuk," seru Gagah. "Saya Gagah, adik iparnya bang Iman. Silahkan duduk Kak, sebentar Saya kedalam mengabari kalau Kakak sudah datang."

Belum sempat Gagah beranjak ke dalam, Oma Herni sudah muncul bersama Nana.

"Asaalamu'alaikum, Sayang," ucap oma Herni.

"Waalaikum salam, Bu," ucap Qonita. "Maaf Bu, baru bisa datang sekarang," jawabnya sambil menyalam oma Herni.

"Gapapa, Sayang. Hai Cucu-cucu Oma yang ganteng, apa kabar?" Oma Herni menyapa anak-anak Qonita.

"Sehat, Oma," jawab Fuad. Disusul jawaban Nabil setelah diajari Vivi yang ada disebelahnya. Lalu menyalam oma Herni.

"Saya Nana, Kak, adik cantiknya bang Iman," seru Nana memperkenalkan diri.

"Qonita." Qonita tersenyum sambil menyerahkan buah bawaannya.

"Kog repot-repot, Kak. Makasi ya, Kak." Nana mengambil buah yang diberikan Qonita.

Qonita pun menangguk.

"Salam Om dan Tante, Sayang," ucap Qonita menunjuk pada Gagah dan Nana.

"Wah, ganteng-gantengnya." Nana mengelus rambut Fuad dan Nabil ketika anak-anak itu menunduk hendak mencium tangan Nana.

"Kita kedalam aja yuk, Kak, yang lain pada kumpul di ruang tengah. Lebih lapang soalnya," ucap Nana.

Mereka semua pun beranjak mengikuti Nana.

"Bang Iman, kak Qonitanya udah datang. Gimana seh bukannya dijemput malah dibiarin datang sendiri," ucap Nana.

Iman menoleh. "Siapa bilang datang sendiri. Tuh datang berempat." Iman menunjuk ke arah Qonita dan anak-anaknya.

"Ck. Gak peka." Nana merasa kesal mendengar jawaban abangnya.

"Bunda." Ichy berlari mendekati Qonita. Qonita tersenyum dan merentangkan tangannya hendak menyambut kedatangan Ichy.

"Apa kabar, Sayang?" Qonita memeluk Ichy.

Semua mata menatap pada mereka. Berpelukan hangat seolah saling melepas rindu. Rindu anak pada ibunya serta sebaliknya rindu ibu pada buah hatinya.

Iman menatap dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

"Kakak sehat, Bunda," ucap Ichy.

"Helleh, sejak kapan jadi 'kakak'?" goda Nana yang baru kali ini mendengar ponaannya itu menyebut dirinya sendiri dengan kakak.

"Sejak punya adek donk," sambung Ria.

Qonita tersenyum.

"Qonita kenalin ini Opa Pras, suami Saya, yang ini Jamal, sahabat Iman merangkap asprinya. Yang ini Ria, istrinya Jamal, sahabatnya Nana juga." Oma Herni memperkenalkan semua yang ada disana.

"Salam kenal, Saya Qonita." Sambil menyalami satu persatu yang disebutkan tadi.

"Ini anak pertama Saya, Fuad. Yang ini anak kedua Saya, Nabil. Dan disebelahnya Vivi, kakaknya anak-anak, yang membantu Saya menjaga anak-anak," ucap Qonita sambil menunjuk ke arah anak-anaknya dan Vivi.

"Kakaknya anak-anak," batin Iman.

"Salam semua, Nak," ucap Qonita. Dan anak-anak pun menurut.

"Silahkan duduk, Qonita. Sambil dicicipi hidangannya," ucap Opa Pras.

Qonita duduk. Anak-anak langsung berkumpul bermain kecuali Ichy. Ia lebih memilih bersama Qonita. Duduk dipangkuannya. Sedangkan Vivi mengikuti Fuad dan Nabil.

1
Asih Ngadisih
pintarnya bunda Qonita 🥰
Rohaini Ani
lanjut masa depan
Susilawaty Pdg
aduh Mayang aku kasihan sama kamu,tapi kamu g sayang dirimu
Susilawaty Pdg
kasihan Mayang kamu berhak bahagia punya suami sah yg mencinta,bukan dari sisa cinta
Yunia Spm
othor mau macem² ini 😀
Bunda Abizzan: 🤣 nggak kak 😂
total 1 replies
Yunia Spm
manusiawi .....

tapi .. kalo Qonita masih bisa menyikapinya lebih dewasa...
dan kalo semuanya atas ijin ALLAH
Bunda Abizzan: Benar Kak 😊
Qonita lbh ke ikhlas aja menjalaninya, namun bukan berarti dia nggak tegas...
total 1 replies
leni
karya nya sangat bagus
leni: sama2..😊
total 2 replies
Merianna Nainggolan
Biasa
Merianna Nainggolan
Kecewa
miss. MH: ikut promo ya kakak2
mampir ya ke novelku "BUCIN DARI KECIL" dan "AKU (BUKAN) WANITA MANDUL) jangan lupa follow dan like ya ka
mohon dukungannya
total 1 replies
Merianna Nainggolan
Lumayan
Merianna Nainggolan
Biasa
Andara
cerita nya berbeda dari yg lain, suka dialog yg gokil 😘
Bunda Abizzan
🥰
Merianna Nainggolan
Kecewa
Bunda Abizzan: Trima Kasih Kak sudah singgah di novel saya, maaf jika tidak sesuai dgn keinginan Kakak..

Tp dgn kakak memberikan bintang rendah apalagi 1, itu mempengaruhi banget lho kak ke popularitas...

Smg kedepannya bs membantu penulis dengan masukan/saran yg membangun ya Kak 🙏

Trima kasih 😘
total 1 replies
Ha Ra
luar biasa
Ha Ra
tetap semangat kak
Rooo
Semangat, ceritanya cukup menarik
Rooo
Semangat kak 😘
Genta Babaw
Ceritanya unik dan simple..
Genta Babaw
Saya mampir kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!