Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.
Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.
suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.
"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Sebagian masa lalu Awan
"Wan' Kenapa kamu jadi berubah pikiran?" Tanya Raka sambil menyetir Mobil.
Awan hanya tersenyum.
" Kamu itu di tanya eh...Malah hanya senyum sendiri. Memang nya kamu tidak punya niat buat mengembalikan Laptop itu kepada pemiliknya?" Kata Raka yang makin bingung dengan sikap Awan.
"Bukan nya aku tidak punya niat untuk mengembalikan Laptop itu Rak' Hanya saja aku punya rencana lain." Kata Awan masih dengan senyuman di bibir nya.
"Bukan kah rencana nya kalau sudah tahu pemiliknya langsung di kembalikan barangnya...?" Tanya Raka lagi.
"Itu rencana aku pada awal nya, Tapi setelah aku pikir - pikir lagi, Kayaknya belum saat nya Rak' Aku mau tahu lebih tentang Wanita itu. Aku ingin lebih mengenal dia dan aku pasti akan mengembalikan Laptop nya. Aku tidak ingin dia tahu kalau aku yang menemukan Laptopnya."
"Bukan nya bagus, Kalau dia tahu kamu yang menemukan Laptopnya? Siapa tahu dengan begitu dia jadi suka sama kamu." Kata Raka meyakinkan.
"Itu dia yang aku pikirkan. Kalau hanya dengan memberikan barang itu, Dia bisa suka sama aku berarti itu namanya bukan cinta Rak' Itu namanya kasian saja, Dan bukan itu yang aku harapkan dari dia. Aku mau dia menerima diriku, Bukan melihat dari sisi itu."
"Jadi aku mohon sama kamu, Jangan pernah bilang ke siapa - siapa kalau aku lah yang menemukan Laptopnya, Kalau perlu info yang pernah kamu sebar hapus saja semua, Jangan sampai ada jejak."
"Baiklah kalau memang itu sudah jadi keputusan kamu, nanti aku hubungi teman yang pernah aku kasih tahu tentang masalah Laptop itu, Sekalian postingan yang ku buat waktu itu."
"Makasih banyak ya Rak' Kalau bukan karena kamu mungkin sampai sekarang Aku belum bisa menemukan Wanita itu." Kata Awan sambil memegang pundak sahabatnya.
"Itu memang sudah menjadi kewajiban aku untuk bantu kamu. Aku melakukan itu bukan karena kamu atasan, Tapi karena kamu sudah ku anggap saudara ku sendiri. Sebenarnya ada banyak yang ingin aku tanyakan sama kamu Wan' Tapi aku takut kamu marah."
"Tanya apa? Dan kenapa aku harus marah?" Tanya Awan.
"Kamu yakin tidak akan marah? "
"Iya, Aku jamin tidak akan marah. Selama ini kamu selalu ada di samping aku Rak' Kamu selalu ada di saat aku jatuh, Senang dan dalam keadaan apapun."
"kamu yakin?" Walaupun itu tentang masa lalu kamu?" Tanya Raka memastikan lagi.
"Yakin 100% , Memang nya apa yang membuat kamu sampai takut aku marah." Kata Awan sambil tertawa.
"Kita kan dulu pernah berkelahi, Gara - gara aku tarik kamu di tengah Hujan deras waktu itu. Ya memang kamu pernah bilang waktu itu, Kalau kamu tidak suka dengan Hujan nah jawaban kamu itu yang sampai sekarang bikin aku penasaran." Kata Raka menjelaskan.
"Oh jadi itu' Kenapa kamu tidak tanyakan dari dulu, Kenapa baru sekarang sih Rak." Kata Awan sambil tersenyum.
"Ya aku takut saja kamu marah sama." kata Raka dengan suara datar.
"Itu kenangan buruk aku waktu masih duduk SMP. Waktu itu Hujan deras pas pulang Sekolah. Aku melihat seorang gadis berjilbab di ganggu oleh beberapa Anak SMA. Gadis itu menangis dan meminta tolong. Aku yang saat itu menunggu jemputan Ibu ku, Kaget melihat kejadian itu.
Aku berusaha membantu gadis itu, Namun karena mereka waktu itu, Mereka ada 4 Orang jadi aku di buat babak belur.
Untung saja ada Warga yang melintas lalu menolong kita berdua." Kata Awan dengan menghembuskan nafas nya. Memang tidak semua kehidupan Awan yang di ketahui Raka. Karena
mereka berdua berteman dari semenjak SMA.
"Oh jadi karena itu kamu sangat membenci Hujan?" Kata Raka lega. Karena satu pertanyaan nya sudah terjawab oleh Awan.
"Sebenarnya bukan hanya itu saja Rak' Ada 2 kejadian di hari itu, Tapi biarlah itu jadi masa lalu Aku." Kata Awan sambil menundukkan Kepala nya.
Raka yang sudah lega mendengar apa yang di katakan Awan kembali penasaran akan kejadian itu.
"Memang nya kejadiannya di mana Wan.''
Tanya Raka.
"Kejadiannya di Halte dekat Sekolah ku di SMP Bumi Karya." Memang nya kenapa Rak' Kamu seperti Detektif saja." Kata Awan yang mulai tersenyum kembali.
"Aku kan cuma tanya saja, lagian aku juga kan tidak tahu kamu waktu sekolah SMP nya di mana." Kata Raka berusaha menjawab pertanyaan Awan. dalam hati nya berkata.
"Aku akan mencari tahu sendiri jawaban nya Wan' Semoga kamu tidak marah.Tidak mungkin hanya gara - gara kamu menolong gadis itu, Kamu jadi membenci Hujan."
***
Sementara di belakang Kampus terlihat 2 Orang Mahasiswa dan seorang Wanita sedang membicarakan sesuatu.
"Pokoknya rencana ini harus berhasil, Aku mau buat malu Wanita sok Alim itu. Berani - berani nya dia merebut perhatian nya Pak Vikal." Kata seorang Wanita.
"Tenang saja Mba! Di jamin aman.Terus uang muka bagaimana?" Kata seorang Pria berkaos Hitam.
"Masa pakai uang muka sih' Belum ada hasilnya masa sudah minta bayar duluan?" Kata wanita itu lagi.
"Bukannya begitu Mba' Mba kan tahu pekerjaan ini resikonya besar. Yah bayarannya juga harus besar, Makanya kita mau uang mukanya setengah dulu." kata seorang lagi yang pakai kemeja Putih.
"Bagaimana? Jadi tidak? Kalau tidak jadi lebih baik kita pergi saja. Mba' cari yang lain saja, Soalnya kita masih ada urusan lain." Kata seorang yang berkaos Hitam.
Wanita itu berfikir sejenak kemudian berkata, " Oke nanti aku kasih setengah nya dulu, Setengah nya nanti sudah ada hasilnya." Kata Wanita itu.
"Kok manual sih Mba' Kenapa tidak di transfer saja, biar lebih cepat." Kata seorang yang berkemeja Putih.
"Kamu mau aku di keluarkan dari Kampus? Ingat ya aku sudah bayar kalian jadi, Kalau kalian ketahuan jangan pernah sebut nama aku.Nanti kita bertemu lagi di tempat lain sekalian buat kasih uang muka nya.Pokoknya jangan sampai ada jejak." kata perempuan itu menegaskan.
"Beres Mba' Nanti kita bahas lagi rencana nya.kalau mau hubungi kita. Mba' pikir saja bagaimana aman nya." Kata seorang berkemeja Putih.
"Nanti aku hubungi kalian kalau sudah dekat waktunya." Kata Wanita itu sambil pergi meninggal mereka berdua.
Di sisi lain ada seseorang yang sedang menguping dan merekam pembicaraan mereka bertiga.
"Bram' Kamu yakin dengan pekerjaan ini?" Tanya Pria berkemeja Putih.
"Sebenarnya aku sih takut cuma bagaimana, Kamu kan tau sendiri aku lagi butuh uang, Kamu juga sama kan Al?" Kata pria berkaos Coklat.
"Iya sih' Aku perlu uang buat beli Handphone."
"Kamu kan mau beli Handphone, Jadi beli yang kwalitas kameranya bagus, biar hasilnya juga bagus." Kata Bram memberi masukan.
"Iya' Nanti kalo uang muka nya sudah ada, kita cari Handphone sama - sama ya Bram."
"Kalau itu sih aman, Pokoknya sebentar malam kamu datang ke kos ku,. Kita susun rencana nya dulu, Biar tidak bingung menjelaskan sama Mba nya."
"Sebenarnya Aku heran juga sama Mba itu, Kok bisa - bisa nya dia mau terima nominal yang kita bilang. Padahal kan aku tadi hanya asal bilang." Kata Aldi sambil tersenyum.
"Mungkin Mba nya banyak uang kali." Kata Bram sambil menepuk pundak sahabatnya.
"Oke kalau begitu aku masuk Kelas dulu. Sebentar lagi ada jadwal kuliah. Jangan lupa sebentar malam datang ke kos aku." Kata Bram sambil pergi meninggalkan Aldi yang sedang duduk sambil menyalakan Rokok nya.
"Lanjutkan." Kata Aldi yang terus menghisap Rokok di mulut nya.
tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan
kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
banyak kejutan" dari masing"tokoh tentang jati dirinya
pokok nya keren alur ceritanya