Rate 21+🔥🔥🔥
Harap bijak dalam memilih bacaan.
Follow IG @honey.queen174
Novel ini merupakan sekuel dari novel ONE NIGHT LOVE DEVIL (PoV Rania). Disarankan untuk membaca novel itu dulu sebelum mampir ke sini biar makin mengerti dengan alur ceritanya.
___________________________________________
Aku mencintainya, tapi dia membenciku. Maka dari itu aku harus menggunakan cara licik untuk menjebaknya agar dia bisa menjadi milikku seutuhnya. Kaaran Dirga~
💕
💕
Rania Blanco, satu-satunya gadis yang mampu menggetarkan hati pria cassanova sepertiku. Berawal dari penolakannya yang membuatku sangat murka, hingga akhirnya aku menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Namun, saat aku pertama kali menyentuhnya, aku merasa ada hal yang istimewa yang dia miliki tapi tidak dimiliki oleh gadis-gadis yang pernah menghiasi malam-malamku sebelumnya.
Seolah menjadi candu, aku selalu menginginkannya lagi, lagi, dan lagi. Bukan hanya tubuhnya, tapi aku juga menginginkan hatiny
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Dari kejauhan aku dan Roy memperhatikan gadis itu sedang makan dengan lahap di dalam sebuah warung dekat stasiun.
"Tuan, sepertinya saya pernah melihat nona Rania sebelum ini," ucap Roy tiba-tiba.
"Maksud kamu?" tanyaku padaku Roy. Aku belum mengerti ucapannya.
"Maksud saya ... hoodie yang dikenakan nona Rania saat ini. Sepertinya tadi saya pernah melihat orang yang mengenakan pakaian yang sama persis seperti itu," jawabnya.
"Oh, ya? Di mana?" tanyaku penasaran.
"Tunggu sebentar Tuan saya coba ingat dulu dengan baik," jawabnya lalu terlihat sedang berpikir.
"Oh iya, saya ingat. Sepertinya tadi kita pernah bertemu dengan nona Rania Tuan, hanya saja tadi kita tertipu dengan penampilannya sehingga kita tidak bisa mengenalinya secara langsung."
"Oh, ya? Di mana?"
"Di rumah makan itu, Tuan. Nona Rania adalah orang pertama yang saya tanyai di sana, tapi tadinya saya pikir dia seorang pria, makanya saya tidak pernah menyangka bahwa orang itu ternyata adalah nona Rania, Tuan. Mungkin nona Rania sengaja berpakaian seperti itu agar kita tidak mengenalinya. Sepertinya nona Rania sudah tahu kalau orang suruhan Tuan pasti akan datang mencarinya."
Mendengar penjelasan Roy, sepertinya memang masuk akal. Ternyata gadis itu lumayan pintar juga.
Tapi jangan senang dulu gadis *****, karena sebentar lagi aku akan segera menangkapmu. Tunggu saja.
Berselang 15 menit kemudian. Aku melihat gadis itu sudah keluar dari warung tempat dia makan, dan sekarang dia sudah kembali mengenakan topi hoodie-nya beserta masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
"Roy, parkirkan mobilnya di depan sana. Nanti setelah itu, aku akan turun sendiri untuk menangkapnya menggunakan kedua tanganku," ucapku sembari tersenyum senang.
"Baik, Tuan."
Setelah Roy memarkirkan mobilnya, aku pun mulai mengikuti gadis itu dari belakang. Dia berjalan dengan cepat setengah berlari. Sedangkan aku terus mengikutinya dari belakang dengan senyuman yang terus-terusan mengembang semenjak turun dari mobil.
Entah mengapa aku terus-terusan saja tersenyum. Mungkin karena aku merasa sangat senang karena akhirnya perburuan kami akan segera berakhir. Mangsa yang sudah susah payah kami cari akhirnya sudah ada di depan mata, dan tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk menangkapnya.
Saat jaraknya hanya tinggal beberapa meter saja di depanku, tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya. Aku pun mulai memelankan langkahku sambil terus berjalan ke arahnya. Ku lihat dari jarak yang sudah sangat dekat dia sedang mengangkat telpon.
"Iya bu," ucapnya, sambil menempelkan telepon di dekat telinganya.
Saat ini aku sudah berhenti dengan jarak sekitar setengah meter di belakangnya, tapi sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.
Saat dia mulai kembali melangkah, aku langsung menangkap kepalanya dan secara otomatis dia kembali berhenti. Dengan cepat dia langsung menyentuh tanganku, mer*ba sebentar, kemudian hendak mengkilirnya. Tlapi sayangnya, ilmu bela dirinya itu sia-sia saja jika dia pakai untuk melawanku. Sia-sia saja usahanya itu karena dalam sekejap dia sudah berada di dalam pelukanku.
"Auwh!" Dia memekik kesakitan karena sekarang yang terkilir malah tangannya, bukan tanganku.
Begitu sebelah tanganku sudah menguncinya, aku langsung menurunkan topi hoodie beserta maskernya.
"Kena kamu. Berani-beraninya mau kabur dariku."
Dia terlihat sangat terkejut saat mengetahui bahwa orang yang menangkapnya adalah aku. Dengan sekuat tenaga dia berusaha memberontak, tapi percuma saja, usahanya itu tidak akan pernah berhasil, karena sedikit pun aku tidak akan pernah memberinya kesempatan untuk lepas dariku.
"Lepaskan!" teriaknya.
"Jangan mimpi, kali ini kamu tidak akan bisa berhasil lolos dariku," bisikku di dekat telinganya.
"Lepaskan aku. Kalau tidak, aku akan berteriak."
Cih, berani sekali dia mengancamku. Dia pikir aku takut. Lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan padamu, gadis *****. Jadi jangan pernah bermimpi untuk lolos dari tanganku.
B e r s a m b u n g ...
kan gak masuk akal jadinya.
kalimat itu seperti belum pasti berubah selamanya😌
kata" lu kek sdh jadi orng bener aja,😏 lu masih sama breghseknya...njimmm😌
CEO kok bodoh.