NovelToon NovelToon
Putri Asli Yang Tak Pernah Dipilih

Putri Asli Yang Tak Pernah Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Putri asli/palsu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

"Saat ayahku memilih menyelamatkan putri kesayangannya, dia mengorbankanku tanpa ragu."

Savira Dharma menghabiskan seluruh hidupnya mengejar sesuatu yang tidak pernah ia miliki: pengakuan dari ayahnya.

Sebagai putri kandung keluarga Dharma, ia belajar lebih keras, bekerja lebih lama, dan mengorbankan masa mudanya demi membuktikan bahwa dirinya layak dicintai. Namun ketika skandal penggelapan dana mengguncang Dharma Group, Savira dijadikan kambing hitam untuk melindungi keluarga yang selama ini ia bela.

Ditinggalkan sendirian di tengah hujan fitnah, ayahnya memilih diam.

Malam itu, Savira melompat dari puncak gedung perusahaan yang telah merenggut seluruh hidupnya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Saat membuka mata, ia kembali menjadi gadis tujuh belas tahun—tujuh tahun sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.

Kali ini, Savira tidak akan mengemis cinta.

Ia tidak akan mengorbankan dirinya demi keluarga yang tak pernah memilihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Memakan Sisa Kewarasan

Guntur menggelegar di atas langit kampus, merobek pertahanan mental Savira hingga tubuhnya luruh ke lantai perpustakaan.

Kilatan cahaya putih menyambar beringas menembus celah jendela kaca raksasa. Suara ledakan di udara itu terdengar persis seperti derak tulang rusuknya yang hancur menghantam aspal di kehidupan sebelumnya.

Napas Savira terputus seketika. Oksigen di sekitarnya seakan tersedot habis oleh vakum raksasa.

Gadis itu meringkuk di sudut paling gelap di antara dua rak buku kayu ek yang menjulang tinggi. Udara perpustakaan yang sarat aroma kertas tua dan debu gagal menenangkan sarafnya yang terbakar.

Ia meremas sisi kepalanya dengan kedua belah tangan. Keringat dingin mengucur deras membasahi dahi dan lehernya, menempelkan helaian rambut hitamnya ke kulit yang seputih porselen.

Bibir Savira bergetar hebat. Ia mencoba mengunci rahangnya, tapi trauma itu menguasai memori ototnya tanpa ampun.

Hujan badai ini memutar ulang rekaman malam kematiannya dengan sangat brutal. Angin malam yang menusuk kulit. Keputusasaan pekat saat Wijaya mengabaikan panggilannya. Sensasi gravitasi yang menelan tubuhnya bulat-bulat saat ia melompat dari lantai dua puluh satu.

Tangan kanannya merogoh saku kardigan dengan gerakan patah-patah. Ia sangat butuh jepit rambut melati peninggalan ibunya sebagai jangkar kewarasan.

Jemarinya terlalu kaku dan licin oleh keringat. Benda plastik rapuh itu lolos dari genggamannya, jatuh ke atas lantai kayu dengan bunyi klik yang sangat pelan.

Savira memejamkan mata rapat-rapat. Ia sangat benci kelemahan ini. Ia membenci tubuhnya yang berkhianat pada logika jeniusnya.

Ia telah bersumpah untuk menjadi monster tanpa belas kasihan. Ia telah merancang skenario kehancuran Dharma Group dengan sangat kejam. Namun, satu gemuruh guntur sudah cukup untuk mengembalikannya menjadi gadis kecil yang hancur berkeping-keping.

Langkah kaki berat berdebum cepat mendekati lorong rak buku tersebut.

Seseorang menjatuhkan payung basah ke lantai tanpa memedulikan tatapan protes dari penjaga perpustakaan.

Sebuah bayangan raksasa memblokir sisa cahaya lampu yang masuk ke lorong sempit itu. Aroma tajam pinus, air hujan segar, dan kopi hitam langsung menginvasi indra penciuman Savira.

Aaron Jayanegara berlutut di hadapan gadis yang gemetar itu.

Setelan jas mahal pria itu basah kuyup di bagian bahu. Napas Aaron memburu tidak teratur. Mata hitam kelamnya yang selalu memancarkan dominasi buas kini dipenuhi oleh kepanikan murni.

Titik merah dari pelacak GPS kecil di layar ponsel Aaron telah menuntunnya menembus badai gila ini. Insting predatornya tahu bahwa gadis ini sedang terjebak dalam bahaya.

"Savira," panggil Aaron dengan suara bariton yang pecah dan parau.

Gadis itu sama sekali tidak merespons. Savira hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam di antara kedua lutut. Bahunya berguncang keras seiring dengan suara guntur susulan yang kembali mengoyak langit sore.

Aaron tidak membuang waktu untuk mengajukan pertanyaan konyol. Pria itu menyadari ada luka psikologis menganga yang sedang memakan sisa kewarasan sekutunya.

Tangan besar Aaron terulur ke depan. Ia menarik tubuh Savira yang sedingin es ke dalam dekapannya secara paksa.

Savira tersentak hebat. Insting bertahannya meronta liar. Ia menekan kedua telapak tangannya ke dada bidang Aaron, mencoba mendorong pria itu menjauh sekuat tenaga.

Ia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya hancur. Ketergantungan dan kelemahan adalah racun yang akan membelenggu kebebasannya kembali.

"Lepaskan aku," desis Savira dengan suara serak yang bergetar parah.

Tenaga gadis itu sama sekali tidak berarti di hadapan postur raksasa Aaron. Pria itu menolak mundur seinci pun dari posisinya.

Aaron justru mengeratkan dekapannya dengan posesif. Ia menyandarkan kepala Savira ke dada kirinya yang bidang dan memancarkan suhu panas.

"Dengarkan detak jantungku," perintah Aaron pelan, setengah berbisik di atas puncak kepala Savira. "Fokus pada detaknya, Savira. Jangan dengarkan badai itu."

Cahaya kilat kembali menyambar terang. Guntur meledak seketika dengan volume yang memekakkan telinga.

Sebelum gelombang suara ledakan itu sempat menembus gendang telinga Savira, kedua telapak tangan Aaron yang tebal sudah menutupi telinga gadis itu dengan sangat rapat.

Keheningan buatan langsung tercipta di dalam kepala Savira. Suara badai yang mencekam teredam sempurna oleh perlindungan tangan pria itu.

Savira membuka matanya perlahan. Aroma melati dari tubuhnya kini berbaur utuh dengan wangi maskulin dari jas basah Aaron.

Ia bisa merasakan detak jantung Aaron yang stabil di balik kemejanya. Ritme kehidupan yang sangat nyata dan hangat ini sukses melabuhkan kesadarannya kembali ke bumi.

Tubuh Savira berhenti menolak. Ia membiarkan keningnya bersandar pasrah pada dada Aaron. Kepalan tangannya yang kaku perlahan mengendur, menyisakan jari-jari yang mencengkeram erat pada kain jas pria itu.

Ia menyerah pada kelemahan manusiawinya, khusus untuk saat ini saja.

Aaron menatap ujung jepit rambut patah yang tergeletak di lantai. Pria itu memungutnya dengan sebelah tangan, lalu menyelipkannya kembali ke dalam saku kardigan Savira dengan gerakan yang sangat hati-hati.

Aaron memeluk tubuh gemetar itu erat-erat di dadanya, berbisik di telinganya, "Aku di sini. Kau aman bersamaku."

1
DdCantik
ironis banget, baru bab1 padahal 👍
sukensri hardiati
itu kalau permen strawberry terus dikonsumsi....mk begitu wijaya tumbang...maka kamu juga bisa tumbang kena diabet
Sulati Cus
adu kekuatan sm bokap yg kental kelicikan ternyata g ada seujung kuku nya, terlalu dini pgn balas dendam mlh hancur sendiri
gina altira
makin rumit pertarungannya
tutiana
luar biasa
gina altira
Sosiopat itu sangat mengerikan
sukensri hardiati
hadeeeh savira....ganti permen straberimu dengan camilan sehat....otak geniusmu jadi lengket nanti...
gina altira
jgn" Savira yg akan jadi tumbal
gina altira
kuat Savira,, jgn menyerah
nur
ngeselin bpkmu vir
Pawon Ana
terus terang sampai sini perkembangan karakter Savira agak lambat, yng aku pahami Savira ini masih terbelenggu dengan trauma dimasa kehidupan sebelumnya, dia belum bisa benar2 lepas, egonya yang merasa mampu sendiri masih tinggi...🤦
Pawon Ana
ih itu otak Savira kok tidak ngebul ya....aktif terus tidak berhenti...🤦
Wega Luna
sebenarnya ceritanya bagus entah kenapa musuh lebih kuat dari para MC,panik panik panik sedang musuh hanya dengan diam tapi bisa melihat segala nya, ,dan sekarang Savira ditanya siapa pelakunya, Savira hanya menambah luka, jika tidak dicintai buat hatimu menjadi tembok besar, jangan sampai menambah luka, dengar berita ini langsung sakit hati,aku dulu juga gitu dengan orang tua ku,aku memilih cuek dan tidak memasukkan ke hati,, sampai bab ini aku belum bisa bangga dengan savira
Pawon Ana
berhadapan dengan sumber trauma terkadang memang menguras kewarasan mental 💪✌️
Cty Badria
ya hancurkan
Pawon Ana
ayo aku menunggu aksi duo genius selanjutnya 💪
kymlove...
mari🫡
watno antonio
lanjut thor
sukensri hardiati
tolong masukkan cerita ini ke perpus on going dong....biar gampang nyarinya ...
sukensri hardiati
aduuuhh...klo boleh menyayangkan awal yg tragis...bunuh diri...nggak cocok untuk gadis kuat yg merupakan tokoh utama cerita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!