NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi

Status: tamat
Genre:Berondong / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina rifky

WARNING!!!
JANGAN DI BOOM LIKE YAH PLEAS🙏🙏🙏


Cerita ini mengisahkan tentang seorang remaja yang genius namun sangat nakal, dan arogant, usianya baru saja menginjak di angka 20 tahun. Remaja ini hobbynya senang dengan melakukan Balapan Liar, dan Tawuran antar remaja semenjak di bangku SMA.

Remaja ini terlahir dari keluarga yang cukup berada, namun dia menjadi korban broken home kedua orang tuanya. Remaja ini terpaksa tinggal bersama sang Papa, karena Pengadilan menjatuhkan hak asuh atas dirinya.

Banyak lika-liku yang di hadapi remaja ini, hingga terjadi satu insident yang menimpa dirinya. Hingga dia terjebak di sebuah lingkungan Pesantren khusus wanita, di sanalah dia menemukan cinta, kasih sayang, perhatian, akhlak dan juga pengetahuan Agama.

Ingin tahu kisahnya? Ayo simak dan ikuti cerita ini terus yah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Bersama

🥰🥰Happy Reading🥰🥰

Abi bergeming mendengar pertanyaan Noval, dia langsung teringat dengan Ibu Ningrum, yang sekarang berada di Rumah Sakit.

"Abi.. Abi.. ditanya malah ngelamun?"

"Eeh.. iya Val, itu.. Ibu Ningrum sekarang sedang dirumah sakit."

"Iya, gue sudah tahu kata Ibu Sari. Emangnya, Ibu Ningrum sakit apa Bi?"

"Gue juga engga tahu Val, gue keburu balik ke Sekolah sebelum tahu hasil Labnya."

"Ooh.. ! Terus yang jagain Ibu Ningrum siapa?"

"Tadi pas gue tinggal sih ada Pak Sabar."

"Pak Sabar? Sepertinya mereka cocok yah Bi, secara mereka sama-sama single, Ibu Ningrum cantiknya pake banget, kalau Pak Sabar lumayan ganteng lah, walau kalah ganteng sama gue. He.. he.. he.."

"Deg..." Jantung Abi terasa sakit saat mendengar pernyataan Noval, yang mengatakan Ibu Ningrum cocok sama Pak Sabar.

"Kenapa dengan jantung gue? Kenapa hati gue terasa sakit dengan pernyataan Noval?" Bathin Abi terus bertanya.

"Abi.. menurut loe, gimana pendapat gue?"

"Dasar loe Val, suka jodoh-jodohin orang saja. Kalau Ibu Ningrumnya engga mau bagaimana? Atau Ibu Ningrumnya sudah ada yang punya? Kasian dong Pak Sabar!"

"Yah, gue sih cuma berandai-andai saja. Kasihan 'kan kalau mereka sudah usia segitu belum nikah. Kalau gue jadi Pak Sabar, sudah engga pikir-pikir lagi, detik ini juga kalau ada kesempatan kayak gitu, langsung gue ajak serius."

"Huuuh.. dasar loe Val, untung Pak Sabar engga kayak loe." Ucap Abi kesal, seraya menoyor keningnya.

"Aduh... Ha.. ha.. ha.. kenapa loe sewot Bi?" Tanya Noval, seraya mengusap jidatnya pelan.

"E.. engga.. gue biasa saja."

"Heemm.. yakin Bi?"

"Yakin, Val."

"OMG, si Firman lama banget di kamar mandi. Ngapain saja sih dia?" Gerutu Noval heran, saat mengingat si Firman engga keluar-keluar.

"Loe panggil saja si Firman, gue mau ke Bu Tami dulu yah, loe mau minum apa? Biar nanti gue minta bikinin sama Bu Tami."

"Okey Bi, gue minta jus saja deh, terserah loe jus apa saja, yang penting jus."

"Ya sudah, si Firman samain kayak loe saja yah?"

"Terserah loe Bi, gue sih ikut sajalah."

"Sip.."

Abi berjalan gontai, seraya mencari Bu Tami. Di lihatnya Bu Tami sedang memasak di dapur.

"Bu Tami.." Panggil Abi pelan.

"Eeh.. Aden Abi, nanti makan bareng sama temannya yah Aden. Ibu Tami buatkan sop iga sapi kesukaan Aden, pasti Aden suka, bukan?"

"Iya.. terserah Bu Tami, sekarang Abi minta tolong buatkan minuman jus jeruk dua gelas, dan susu coklat satu gelas, nanti Bu Tami langsung antar ke kamar Abi saja, terima kasih."

"Iya.. siap! Aden Abi yang ganteng." Ucapnya tegas, seraya memberi hormat dengan jari tangan kanan di keningnya.

"He.. he.. he.." Abi terkekeh melihat tingkah Bu Tami yang lucu menurutnya.

Abi kembali ke kamarnya, ternyata Firman sudah selesai dari kamar mandi, dan berganti Naval yang tidak ada.

"Hai Abi..." Sapanya nyengir sendiri.

"Kenapa loe Fir? Habis dari toilet, kenapa loe cengar-cengir gitu?" Tanya Abi heran.

"Gue tadi numpang buang hajat, alias pup di toilet loe, he.. he.. he.."

"Cuma itu doang, sampai cengar-cengir engga jelas gitu. Dasar loe Fir!" Seru Abi heran, menggelengkan kepalanya pelan. Sedang Firman masih terkekeh sendiri.

"Apa Noval juga sekarang ke toilet?"

"Iya Bi, tapi baru masuk sih."

"Kenapa? Loe pada ngomongin gue yah?" Tanya Noval yang baru saja keluar dari toilet, mendengar namanya disebut.

"Aiish.. anaknya sudah nongol tuh. PD banget loe Val, ngomongin loe mah engga penting kali." Ujar Firman menyeringai.

"Sial.. loe Fir.. he.. he.. he.." Umpat Noval seraya terkekeh.

"Tok.. tok.. tok.. Aden, ini Ibu Tami bawain minumannya."

"Iya Bu Tami, masuk saja engga di kunci."

Bu Tami masuk membawa dua gelas jus jeruk, dan satu gelas susu coklat, serta satu piring roti bakar. Ibu Tami menaruh di atas satu nampan, lalu di letakkannya diatas nakas samping meja belajar Abi.

"Silahkan dinikmati minuman, dan camilannya Aden, nanti kalau sudah selesai belajarnya, makan siang dulu yah." Ujar Ibu Tami ramah.

"Baik Bu Tami, terima kasih." Sahut Abi sopan, lalu di ikuti oleh Firman dan Noval.

"Iya Aden, Ibu Tami mau lanjut masaknya." Sahutnya seraya meninggalkan mereka, sedangkan Abi dan temannya mengangguk kecil.

"Sekarang buka buku pelajaran matematika loe pada, terus apa yang kalian mau tanyain sama gue?"

"Iya Bi, soal-soal matematika yang halaman ini dan itu." Sahut Firman, seraya menunjukan soal-soal itu kepada Abi.

"Kalau gue engga ngerti soal yang ini Bi, rumusnya sudah benar, tapi jawabannya suka masih salah, gue engga paham banget." Sahut Noval. seraya menunjukkan bukunya.

"Yah baiklah, gue jelasin satu-satu dulu yah. Biar kalian paham, dan cepat mengerti, sebaiknya kalian hapalin rumusnya dulu, setelah benar itu rumus soalnya, baru loe cari jalannya." Jelas Abi dengan tenang, lalu Firman dan Noval mengangguk-angguk kecil saja.

"ini contohnya, loe sampai di sini sudah paham belum?" Tanya Abi, setelah mendeskripsikan rumusnya.

"Paham sedikit Bi." Sahut Firman dan Noval bersamaan.

"Ha.. ha.. ha.. ya sudah, nanti gue kasih contoh soal, dan jawabannya." Ujar Abi tertawa.

"Okay Bi." Sahut kedua teman Abi itu.

"Ini contoh soalnya yah."

Tentukan nilai sin a dan cot a, jika diketahui cos a \= 3/5 !

Tentukan nilai cos b dan cosec b, jika diketahui tan b \=  √2 !

"Lalu ini jawabannya, kalian simak dan pahami jalannya yah."

"Sejauh ini kalian sudah mengerti, bukan?" Tanya Abi setelah menjelaskan semua pertanyaan dan jawabannya.

"Sudah Bi, maksih yah Abi, temanku yang genius." Sahut Firman dan Noval bergantian.

"Iya.. sama-sama, gue juga masih sama kayak kalian, sama-sama masih belajar."

"Ini gue buat soal lagi buat kalian, nanti kalian coba jawab di rumah yah. Besok lusa kalian bawa, biar gue chek jawaban kalian." Ujar Abi, seraya menulis soal di dua lembar kertas untuk dibagikan krpada Firman, dan Noval.

"Iya Abi." Sahut Firman dan Noval tersenyum kecut, pasalnya mereka di beri PR sama Abi, sudah kayak mereka anak muridnya saja.

Akhirnya mereka selesai sudah sesi belajarnya kali ini, setelah itu mereka menghabiskan jus jeruk buatan Bu Tami, dan Abi meminum susu coklatnya sampai habis juga. Tidak lupa juga, menghabiskan roti bakarnya. Lalu mereka ikut makan siang bersama, setelah Bu Tami meminta mereka untuk makan.

"Kami pulang dulu yah Abi, terima kasih lessnya hari ini, dan suguhan makan siangnya." Pamit Firman, dan Noval bersamaan.

"Iya.. sama-sama, hati-hati yah kalian di jalan." Pesan Abi.

"Okay.. Assalamu'alaikum." Pamit mereka berdua.

"Wa'alaikumsalam," Sahut Abi tersenyum simpul.

"Ibu Ningrum bagaimana kabarnya yah?Kenapa sekarang ini, aku sering memikirkan Ibu Ningrum?" Tanya Abi dalam hatinya, seraya tersenyum membayangkan wajahnya.

"Sehabis mandi, sebaiknya aku ke Rumah Sakit, untuk menjenguk Ibu Ningrum." Gumamnya pelan.

"Rumah sakit? Siapa yang sakit Aden? Ibu Ningrum itu siapa Aden?" Tanya Bu Tami penasaran, yang tanpa sengaja mendengar gumaman Abi tepat didepannya.

"Eeeh.. Ibu Tami, ngagetin Abi saja." Ucap Abi terkejut.

"Maaf Aden, engga sengaja."

--BERSAMBUNG--

...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan komentar yah. Terima kasih......

1
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Aisha Humaira
lagian ga pake bukti perselingkuhan jg gbisa lah ngasi harta gono gini. harta gono gini itu kalo harta itu dimiliki setelah menikah. kalo sblm menikah ya bukan gono gini. itu milik pak Robby.

masa pak pengacara gabisa buat oembelaan soal itu. apa guna dia sebagai pengacara? semua harta yg dimiliki pak Robby kan bs dicek. harta gono gini harta bersama yg dimiliki setelah menikah.
Tutik Julianti
kalo Abi tau papanya udah pisah sama istri barunya....apakah Abi akan menyetujui papa dan mama nya rujuk🤔
Tutik Julianti
so sweet 😍😍
Tutik Julianti
semoga keluarga pak Robby bersatu kembali
Tutik Julianti
siapa yg gak kaget... ayahnya keluar kota 3 hari pulang2 dah bawa istri dan saudara tiri...kasian Abi...
💮Aroe🌸
cantiknya😍

ternyata dah tamat cerita Abi😅


terimakasih atas ceritamu yg menarik, tor😘 good job👍

maaf, telat aku lanjut bacanya🙏😅
Follow ig : tinatina3627: iya kak🤭🤭
total 1 replies
💮Aroe🌸
Alhamdulillah, langsung jadi😁 gk pake lama😆
💮Aroe🌸
kamar mantenya cantik😍

Abi pinter ngerayu juga😋
Melati Alfino Tino
alhamdulilah ningrum melahirkan bayi nya dengam slamat..... slamat ya adi sma ningrum bayi nya lucu dn imut.. 😊😊😊
Melati Alfino Tino
😊😊😊😊
Melati Alfino Tino
pak robby sungguh darmawan
sekali.. meskipun banyak harta tpi dia tidak sombong..itu sisi baik nya pk robby
Melati Alfino Tino
lanjut pk robby jngan putus asa kebahagian menanti mu
Melati Alfino Tino
semangat pak robbi perjuanga kn lah cinta mu
Setia
penyesalan di akhir kehidupan mu pakk, bpk tega mengusir anak baik seperti abi
Setia
gemes deh
Setia
ada yg rindu nih
Setia
benar harta bukan lah segalanya
Setia
ahk ibu seakan tidak rela berjauhan sama abi
Setia
awwwww aku mesem2 sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!