Genre: Comedy, School, Slice Of Life, friendship
Vani adalah Murid dari salah Satu SMA terbaik di negaranya. Dia memiliki kemampuan yang baik dalam pelajaran, Namun dia tidak memiliki etika yang seharusnya di miliki murid murid teladan lain. Dari pada belajar, dia memilih untuk berkelahi dengan siapapun yang menantangnya dan dia selalu membuat ulah di sekolahnya. Dia menjalani Kehidupan di kelas Satu SMAnya dengan ketiga orang sahabatnya (Agnes, Awani, Putri) yang memiliki sifat tidak jauh berbeda darinya.
Baca Season 2 nya di Cewek Berandal SMA 2
dan
Season 3 di Cewek Berandal SMA 3
_____________________________________________
WARNING!!
Cerita ini hanyalah Fiktif Belaka
____________________________________________
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBS_08
Mendengar penjelasan Vani, Ray masih tetap merasa khawatir
"Kamu punya sim?" Tanya Ray
"Ha? Sim? Umurku baru lima belas tahun, belum bisa buat lah" Jawab Vani terang terangan
"heh?! lima belas?! Kamu belum boleh berkendara!!" Seru Ray
"Kenapa nggak boleh? kalau gitu kamu aja deh"
"umurku udah delapan belas tahun tapi nggak buat SIM, karena nggak bisa nyetir"
"Bhakss... Nyetir begini nggak bisa?"
"Aku lebih suka naik sepeda"
"Wew..." Ucap Vani tercengang
"Dimana alamat mu? biar aku cari di Maps" Tanya Vani sambil mengotak atik maps
"Jalan kenanga nomor dua " Ucap Ray
"Oke.. berangkat" Ucap Vani sambil menyalakan mesin mobil
Vani melajukan mobil dengan cepat, sehingga mereka sampai ditempat tujuan dengan cepat. Setelah Ray dan Yukki turun dari mobil Vani, Vani langsung pamit pulang
"Aku langsung pulang. Oh ya Ray, kamu sekolah?" tanya Vani dari dalam mobil
"aku kelas tiga SMA. Ada apa?" tanya Ray penasaran
"Oh.. Kalau kamu sekolah, kapan kamu ke komunitasnya?"
"Sabtu, minggu kalau nggak sepulang sekolah"
"aku ke komunitas hari sabtu"
"Akan kutunggu. Btw kamu nggak sekolah?" Tanya balik Ray
"Aku sekolah, kelas satu SMA. Tapi aku lagi kena skors"
"udah dulu, bye bye" ucap Vani sembari melajukan mobilnya
"hmm.. skors?"
"bukannya ini baru awal semester?"
"astaga, aku sekolah!" ucap Ray panik
Vani pergi dari rumah Ray dan mengelilingi kota sejenak dengan mobilnya. Karena Vani mengendarai mobilnya terlalu cepat, mobilnya diberhentikan polisi
"Selamat siang" Sapa polisi sembari memberi hormat
"Ahahaha... siang? Masih pagi kali!" Jawab Vani bercanda
"Bisa tolong surat suratnya?" Pinta polisi
"Loh pak? kan saya nggak melanggar apapun"
"Anda mengendarai kendaraan melewati batas kecepatan"
"Cepat apanya? Tadi tuh saya pelan pak!"
"Tolong suratnya" Pinta polisi dengan tegas
"Ini STNKnya dan aduh.. SIM saya ketinggalan di rumah pak, perlu saya ambil?"
"Rumah kamu dekat?"
"Sekitar sepuluh KM dari sini pak"
"Jauh juga, kalau ambil SIM terlalu memakan waktu. Saya juga harus pindah tugas. Kalau gitu saya sita STNKnya. Kamu bisa ambil ke kantor polisi"
"Siyap pak" Ucap Vani sambil tersenyum
"bye bye" sambungnya. dia melajukan mobilnya pergi dari tempat itu
"baru kali ini, ada orang di tilang santai begitu" ucap Polisi heran
("hehehehe, padahal aku ga ada SIM") batin Vani
Vani memutuskan untuk pulang kerumahnya. dia meminta bantuan pamannya untuk mengambil STNK di kantor polisi. paman Vani menyetujuinya dan mengambilkan STNK mobil Vani di kantor polisi. Setelah itu Paman Vani memberikan STNK itu ke Vani
"Thanks Om" Ucap Vani sambil tersenyum
"Ini yang terakhir kalinya ya! Kalau ada apa apa lagi, om nggak mau tanggung jawab" Ucap paman
"Iya om, tadi ku nggak sengaja, gara gara mau jenguk temenku yang sakit"
"Iya, om percaya. Sekarang om mau pulang dulu, kamu kapan kapan main ke rumah om ya. tantemu kangen sama kamu" Ucap Paman sambil tersenyum
"siyap om, hati hati dijalan. Sampaikan salamku ke tante ya" Ucap Vani sambil melambaikan tangannya
Paman Vani pergi meninggalkan rumah Vani dengan menaiki mobilnya. Vani mengetahui bahwa pamannya itu akan selalu membantunya ketika dia sedang susah, jadi Vani merasa bebas melakukan apapun yang dia suka
Setelah itu untuk melatih kemampuannya, Vani memutuskan untuk membeli samsak di toko online. Saat sedang scroll beranda toko online, tanpa sengaja dia melihat boneka beruang dan teringat Yukki. Vani ingat bahwa dia pernah menjanjikan boneka pada Yukki, dia memutuskan untuk membeli boneka beruang itu dan memilih ukuran terbesar yang disediakan penjual barang. Boneka yang Vani pesan akan langsung dikirim kerumah Yukki dan paket akan sampai dalam tiga hari
Karena harus menunggu tiga hari sebelum samsak yang dia beli datang. Vani memutuskan untuk berdiam diri di rumah dan memainkan game
Vani memainkan gamenya hingga sore hari menjelang. ditengah bermain, dia merasa lapar dan memutuskan untuk pergi makan ke restoran favoritenya. Tapi sebelum itu, dia pergi mandi dan bersiap siap. Selesai bersiap siap, dia melangkah keluar dari rumahnya
("hm.. Ke restoran naik apa ya")
("Naik mobil males ngeluarin dari garasi, terus motor juga belum diambil di tempat servis, besok deh ku ambil. Sekarang jalan kaki aja lah") batinnya
Vani berjalan menuju restoran yang dia sukai, walau ada restoran yang lebih dekat dari rumahnya. Tapi dia tetap pergi ke restoran Favorite nya
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya dia sampai di restoran Favoritenya. Vani masuk dan duduk sendirian di kursi yang ada di restoran. Setelah memesan makanan, Vani mendapatkan notifikasi chat dari Agnes
Di Chat
Agnes: "woyyy dimana?:)"
Vani : "lagi makan nih, dari pagi belum makan apa apa!TvT"
Agnes : "aku juga laper nih, kamu makan dimana?"
Vani : "ditempat biasa"
Agnes : "Kalau gitu, jangan makan dulu. Tunggu aku kesana^^"
Vani. : "Yang cepet"
Agnes : "super speed mode on >v<"
Vani : "wkwk"
Lima menit kemudian. Agnes datang dan duduk di kursi samping Vani. dia memanggil pelayan dan memesan makanan yang dia inginkan
"Woy, kemana aja kamu pas nggak sekolah?" Tanya Agnes
"Biasa lah, dirumah main game" Jawab Vani
"Di sekolah gimana? Kakak kelas b*ngsad itu masih gangguin kalian nggak?"
"Hoho, tenang. Aku udah bisa bela diri sekarang. Mereka sih bukan tandingan ku" Ucap Agnes sombong
"Kamu ikut bela diri? Dimana?"
"Aku belajar bela diri di tempat temen papaku, papaku yang suruh malah"
"Wih... Mantab lah"
"Kamu kalau mau gabung, aku bisa bilangin ke pelatih"
"Hmm.. aku nggak suka bela diri yang begituan. Mending langsung berantem"
"oh ya, selama ini kamu bisa berantem dari mana?"
"langsung latihan sama preman preman di jalan yang ngajakin war"
"anjay keren, Kamu nggak pernah kalah?" Tanya Agnes
"Pas pertamanya sih, aku pernah kalah. pas itu aku babak belur di seluruh tubuh gara gara ngajak berantem preman yang lagi malak orang. abis itu aku nggak sadarkan diri, preman preman itu pergi ninggalin aku kayaknya. Pas bangun hari udah malam dan aku masih di jalanan. Trus aku pulang deh, pas pulang rasanya lama banget gara gara kakiku susah digerakin" jelas Vani
"yeee.. segitunya" ucap Agnes
"Nah... Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk menjadi kuat dan membasmi preman preman b*ngsad di manapun mereka berada" Tekad kuat Vani
"bjir lebay"
"but, Hebat... Hebatt"
"Prok prokk prokk..." Ucap Agnes sambil berdiri dari tempat duduknya dan bertepuk tangan
saat itu makanan yang Vani dan Agnes pesan datang. mereka tidak mengobrol kan apapun dan makan dengan lahapnya sampai makanan mereka habis
stresss dah gurunya🤣
S3mangat Author, msih gue pantau ni..
jangan lupa mampir di cerita oertama gue juga
yg berjudul.?
Pelangi Cinta Permata Hardinatta, jangan di bulli yah soalx in itu crita oertama gue, gue jga bru belajar buat crita. jdi msih menyesuaikan dengan pra pnulis yg sudah ad merekx..🤗😍❤