Vella mariska, wanita berusia 24 tahun yang belum pernah pacaran. Tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya yang bercerai karena istrinya memilih pergi bersama pria lain bernama davin.
Duda itu bernama bima argantara, Cucu dari surya argantara seorang pebisnis sukses. Merupakan pria yang sudah sangat mapan dan tentunya tulus mencintai vella. Diawal pernikahan mereka baik-baik saja. Namun ketentraman itu tak berlangsung lama. Mantan istri bima kembali dan mengganggu hubungan mereka. Mantan istri bima mengetahui rahasia yang selama ini telah disembunyikan kakek surya dari semua orang. Yaitu tentang masalah kebakaran di pabrik milik ayah vella 22 tahun lalu, yang merenggut nyawa ibu vella. Dia menggunakan itu untuk memecah hubungan bima dan vella. Dia tidak rela melihat vella yang hidup bahagia bersama mantan suaminya. Sementara dirinya hidup sengsara karena setelah bercerai dari bima, davin malah menikahi perempuan pilihan orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Setelah mengantar semua paket, vella kembali ke kantor dan langsung mendata semua paket yang telah dia dan kurir lain antar. Pekerjaannya selesai dia bersantai menunggu jam pulang. Vella mengambil coklat yang diberikan bima.
"Coklat yang kemarin aja belum aku makan, eh udah dikasih lagi. Tapi kenapa jantungku jadi berdegup kencang saat mengingat mas bima." Vella bergumam sendiri sambil senyum-senyum.
Fadly yang melihat vella senyum-senyum sendiri, merasa semakin penasaran. Apakah benar dia sudah mempunyai pacar seperti yang dikatakan siska. Fadly memutuskan untuk bertanya langsung pada vella.
Tepat jam setengah lima sore, semua karyawan jaya ekspedisi pulang. Vella berjalan menuju parkiran motor. Fadly berjalan menyusulnya.
"Vella... kamu mau langsung pulang?" Tanya fadly
"Iya pak, kenapa?"
"Ada yang mau saya tanyakan sama kamu."
"Mau tanya apa pak?"
"Kamu beneran udah punya pacar?"
Vella tertawa mendengar pertanyaan fadly. Ternyata fadly mendengar perkataan siska kemarin dan dia mempercayainya begitu saja.
"Ahahaha.. pak fadly pasti denger perkataan mbak siska kemarin ya.. Saya belum punya pacar kok pak."
Mendengar itu fadly lega dan langsung berekspresi senang. Siska yang melihat fadly dan vella dekat lagi merasa kesal. Setelah fadly pergi siska mendekati vella dan mengancamnya.
"Hei vella, elo suka ya sama pak fadly?" Ucap siska dengan judes
"Enggak kok mbak."
"Inget ya, Jauhi pak fadly atau elo mau celaka lagi."
"Maksudnya celaka lagi?" Vella bertanya-tanya
"Yang begal elo dan bikin elo jatuh sampek luka itu orang suruhan gue. Gue bisa bikin lo celaka lebih dari itu kalau lo nggak nurutin kata-kata gue. Inget!"
...----------------...
Di malam hari vella duduk di terasnya menatap langit penuh bintang. Dia masih tidak habis pikir kalau siska sampai bisa mencelakainya. Vella tidak bercerita pada ayahnya. Dia ingin simpan sendiri saja masalah siska yang menjadi dalang pembegalan terhadapnya sore itu. Kemudian vella berfikir untuk memakan salah satu coklat dari bima namun dia ragu-ragu.
"Hmmm.. Makan nggak ya? makan aja deh."
Vella membuka salah satu coklatnya dan langsung melahap habis coklat itu. Vella tidak membuang bungkus coklatnya, dia ingin menyimpannya. Tiba-tiba pak arman teriak memanggil vella, memberitahu kalau hpnya berbunyi.
"Vell, hpmu bunyi.." Teriak pak arman
Vella langsung masuk ke dalam dan langsung menjawab telepon itu. Yang menelpon adalah lisa.
"Halo lisa.."
"Halo vella.. gue nggak ganggu kan?"
"Enggak nih, ada apa tumben banget elo malem-malem gini nelpon gue. Kangen ya? ahahaha.."
"Dihh gr banget lu.. Langsung aja ya, Lusa ikut gue kondangan yuk."
"Hmmm.. pas waktu gue libur sih, Tapi siapa yang nikah?"
Lisa menjelaskan kalau dia di undang oleh salah satu pelanggannya. Pelanggannya itu juga bilang kalau dia boleh mengajak temannya datang. Vella menerima ajakan lisa karena kebetulan dia libur kerja hari itu.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali ayah vella sudah sibuk dengan pekerjaannya.
"Ayah pagi-pagi gini kok udah sibuk aja." Ucap vella
"Ini ayah lagi nyiapin baju yang udah selesai dijahit. Mau ayah antar ke rumah bu dewi."
"Emm pakai motor aku aja yah, nanti biar aku naik angkot."
"Makasih ya nak, nanti pulangnya ayah jemput."
"Ah ayah gak perlu terimakasih. Motor itu motor ayah juga."
Kemudian ayah vella langsung pamit dan berangkat menggunakan motor. Vella bersantai di dalam rumahnya. Dia membuka hpnya, ada pesan dari fadly.
Isi pesan fadly "Selamat pagi vell, Semangat kerjanya hari ini :) ."
Namun vella mengabaikan pesan itu. Dia tidak ingin fadly terus mendekatinya dan membuat siska salah paham padanya. Vella menaruh hpnya lagi dan bergegas mandi.
Fadly mondar mandir dikamarnya, dia terus memandangi hpnya. Ternyata dia menunggu balasan dari vella.
"Perasaan tadi pas pesan aku masuk dia online, kok nggak dibaca sih. Sekarang udah offline lagi dia."
Karena pesannya tidak juga dibalas oleh vella, fadly mencoba meneleponnya. Namun tidak juga dijawab oleh vella. Karena dirumahnya vella sedang mandi. Akhirnya fadly memutuskan untuk ke kantor pagi karena ingin segera bertemu vella.
Jam menunjukan pukul 07:35 pagi. Vella sudah bersiap berangkat kerja. Dia mengunci pintu rumahnya kemudian langsung berjalan kaki menuju jalan besar untuk naik angkot. Baru jalan sebentar aryo lewat dan menawari tumpangan untuk vella.
"Hai vella, kok jalan kaki?" sapa aryo yang langsung menghentikan motornya.
"Eh mas aryo, iya nih aku mau naik angkot. Soalnya motor lagi dipakai ayah buat nganter pesanan."
"Yaudah bareng aku aja, kan tujuannya sama. Nih kebetulan pas bawa helm dua. Jodoh kali yak hehehe.. becanda.."
Akhirnya vella berangkat bersama aryo. Aryo lumayan ngebut jadi 10 menit perjalanan mereka sampai. Disana masih terlihat sepi, Karyawan lain belum datang. Karena belum tepat jam 8 masih kurang 15 menit lagi jam kantor dimulai. Fadly malah sudah berada disana sebelum aryo dan vella sampai. Fadly melihat aryo dan vella berboncengan merasa cemburu. Vella terlihat nyaman berboncengan dengan aryo. Mereka juga sangat akrab. Fadly takut kalau dia keduluan oleh aryo. Maka dari itu fadly memutuskan untuk menyatakan perasaanya pada vella hari ini juga.
"Aku harus nyatain perasaanku hari ini, Sebelum aryo mendahuluinya." Ucap fadly lirih
Sepanjang jam kerja fadly terus memperhatikan vella. Dia menunggu waktu yang pas untuk berbicara serius dengan vella. Siska merasa sangat kesal karena fadly terus memperhatikan vella. Bahkan dia mencoba mengajak ngobrol fadly namun pandangannya tetap tidak beralih dari vella.
"Apaan sih pak fadly nih, cantikan juga gue. apa bagusnya sih tuh cewek sampek diliatin terus. Sambil senyum-senyum lagi. Awas aja elo vell!" Siska ngedumel dalam hati.
Jam pulang tiba, Vella menunggu jemputan ayahnya. Aryo menawarinya tumpangan lagi namun vella menolaknya karena ayahnya sudah di perjalanan. Kemudian aryo pamit pulang duluan. Vella menunggu di depan kantornya. Fadly yang melihat vella duduk sendiri di depan kantor tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Vella kamu belum pulang?" Sapa fadly
"Saya masih menunggu ayah saya pak." Jawab vella
Kemudian fadly duduk di sebelah vella. Vella langsung bergeser agar tidak terlalu dekat dengan fadly.
"Vell apa besok kamu ada acara? Bisa temani saya ke kondangan?"
"Maaf pak saya tidak bisa. Saya sudah ada janji dengan teman saya." Tolak vella.
Tiba-tiba fadly memegang tangan vella dan menyatakan perasaanya.
"Vella saya suka sama kamu." Ungkap fadly ya g membuat vella kaget.
Vella langsung melepas pegangan fadly dan berdiri menjauh dari fadly. Bersamaan dengan itu, Pak arman mengirim pesan kalau diperjalanan ban motornya kena paku dan bocor. Jadi pak arman menyuruh vella pulang naik angkot. Karena memakan waktu cukup lama untuk menambal ban di bengkel.
"Maaf pak saya pergi duluan ayah saya sudah menunggu di depan." Vella berbohong demi menghindari fadly. Dia berlari menjauh dari kantor.
"Vella.... vella.. tunggu Aaaarggghh! Mana ayahnya? nggak ada! Vella pasti menghindari aku." Fadly seperti menyesali telah mengungkapkan perasaanya pada vella. Dia takut vella malah jadi menjauh darinya.
Sore itu langit sangat gelap, Vella sudah ketinggalan angkot yang biasanya dia naiki untuk pulang. Dia menunggu angkot selanjutnya di halte. Vella melihat mobil fadly akan lewat, dia segera bersembunyi di balik tiang halte agar fadly tidak melihatnya.
Suara petir mulai bergemuruh. Hujan pun turun sangat deras. Angkot yang vella tunggu pun belum juga lewat. Vella merasa sangat kedinginan karena hari ini dia tidak membawa jaket.
"Uhh... dingin banget, mana sih angkotnya kok nggak lewat-lewat."
Di halte tidak ada orang selain vella yang menunggu angkot. Dia duduk meringkuk sendirian menahan dingin. Tiba-tiba seseorang datang dan langsung menyelimutkan jasnya pada vella.
"Pakai nih biar kamu hangat." Terdengar suara pria. Vella langsung menengok keatas.
sekarang saatnya kiara yang dapat karmanya 😠
langsung terbuka semua rencana mereka sih ini
mantap dah
singkirkan semua penghalang
hempaskan wanita gak tau diri itu