NovelToon NovelToon
Biduan Dangdut Itu, Istriku

Biduan Dangdut Itu, Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: julies

Gimana jadinya jika seorang anak konglomerat menikahi seorang biduan dangdut karena perjodohan kakek mereka di masa lalu.

Kalau Indonesia punya Nela Kharisma, Tristan Trijaya punya Nala Kharina. Gadis delapan belas tahun yang suka dia panggil bocil, yang ternyata seorang biduan dangdut dan suka nyanyi di acara kawinan.

Tristan yang adalah pemimpin perusahaan kakeknya saat ini, harus mau menikah Nala atas dasar janji kakeknya pada sahabatnya (kakek Nala) yang sudah meninggal. Demi mempertahankan harta yang tidak akan dibiarkan jatuh ke tangan sepupunya sendiri yang juga adalah rival besarnya, Tristan setuju menikahi Nala meski ia sendiri sudah punya kekasih.

Tapi sikap Nala yang polos, apa adanya, dan punya badan bak gitar spanyol itu seringkali membuat Tristan hampir gila. Seatap dengan gadis itu bikin hidup Tristan jadi warna warni kayak balonku ada lima. Bisakah Tristan menahan diri dan melupakan perjanjian yang sudah ia buat dengan Nala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nala Goyang, Abang Kejang

"Jam berapa lo mau manggung?" tanya Tristan setelah menghabiskan satu piring nasi berikut seekor nila dan setengah piring cah kangkung buatan Nala. Tristan yang biasanya terbiasa makan steak sekalinya ngerasain masakan kampung malah jadi makan dengan lahap. Beben yang lagi makan pisang ke lima siang ini menatap Tristan dengan pandangan meledek, dasar udik! norak! kayak baru pertama makan ikan!

Tristan juga ngeledek Beben lewat sorot matanya, dasar perut gentong, makan pisang udah mau habis satu sisir! Masih saling mengunyah keduanya jadi perang batin, bikin Nala jadi gantian melihat mereka berdua.

"Jam satu siang. Tristan pulang aja ya habis ini." usir Nala.

"Lo ngusir gue?" Tristan gak terima. Nala mengangguk santai.

"Apa gunanya sih kamu di sini? Piring udah pecah satu. Ntar apa lagi yang mau dipecahin?"

"Elo." jawab Tristan tanpa sadar.

"Apa?" tanya Nala gak ngerti.

"Gue ganti piring lo nanti satu kontainer. Perhitungan banget sih, belom juga jadi bini." Ngedumel Tristan lagi.

"Gak usah, Nala becanda doang tadi. Lagian, tuh." tunjuk Nala pada susunan kardus tak jauh dari kitchen set nya.

Tristan gak ngerti, dia cuma lihat kardus yang berderet rapi. Gak tahu apa yang ada di dalamnya.

"Nih, Nala dapat dari kawinan orang. Mereka tiap dapat kado, pasti kasih juga ke Nala." Nala mengeluarkan berbagai jenis piring, mangkuk dan peralatan rumah tangga lainnya dari kardus-kardus itu.

Tristan dibuat terpanah dan tercengang takjub melihat benda-benda cantik itu keluar dari wadahnya. Di kamus orang kaya hal beginian jarang terjadi. Atau mungkin memang gak pernah ada.

"Serius itu lo dapet gratis?" tanya Tristan antusias. Nala tersenyum lalu mengangguk. "Enak kan jadi biduan?" Nala tersenyum lebar lagi.

"Udah sana kamu pulang aja. Nala masih ada kerjaan, mau siap-siap pergi bentar lagi."

"Iya-iya! Gitu amat lo sama calon suami sendiri." gerutu Tristan setelah ia selesai mencuci tangan.

Setelah selesai dengan perawatan mulut setelah makan, Tristan pamit pulang. Nala melepas Tristan dengan sukarela. Dia benar-benar pusing kalau ada Tristan di dekatnya.

Tapi dugaan Nala sesungguhnya keliru sebab Tristan saat ini masih berada di dalam mobilnya yang tertutup ruko tak jauh dari gang sempit itu. Ia masih menunggu di dalam. Hingga siang menjelang dia masih di sana. Rasa penasarannya pada sosok Nala semakin menjadi-jadi.

Dan pandangannya tertuju lurus ke satu titik di mana seorang gadis cantik alami yang menyajikannya makanan sederhana beberapa jam tadi sedang terlihat menunggu jemputan. Walau memakai jaket yang menutupi gaunnya, Tristan tahu baju seperti apa yang sedang Nala kenakan saat ini. Gaun itu hanya sedikit di bawah lututnya, ketat dan membentuk tubuh indah yang nanti akan disaksikan banyak orang.

"Kenapa gue jadi penasaran gini ya?" Tristan bertanya pada dirinya sendiri. Matanya terbelalak saat melihat ojek berhenti di dekat Nala. Ia menepuk jidatnya sendiri, menyesalkan kenapa Nala gak panggil taksi aja? "Dia segitunya gak punya duit sampai gak bisa bayar taksi?" tanya Tristan lagi, lagi-lagi cuma sama angin sebab Nala jelas gak bisa dengar karena sekarang bunyi motor kang ojek menutup pendengarannya sendiri. Itu kang ojek apa kang Rosi? Knalpotnya udah kayak pembalap kelas teri.

"Tristan masih menjaga jarak mobilnya dengan ojek motor yang sedang membawa Nala pergi. Betis putih Nala semakin terlihat putih ditempa sinar mentari. Tampak Nala memejamkan matanya dari balik kaca helm karena sedang menghindari panas terik sinar mentari yang menyorot tepat ke wajahnya.

Ojek itu berhenti di sebuah lapangan luas yang di tengah-tengahnya sudah ada pelaminan dengan dua pengantin. Tak jauh dari panggung pelaminan, ada panggung lebih kecil dan di sanalah saat ini Nala berada. Sudah membuka jaket dan menyisakan gaun ketat berwarna hitam dengan lengan sesiku, Nala kini bergabung dengan dua biduan lain.

"Gila, jadi begini dia kalo lagi kerja?" Tristan mengamati Nala dari jauh. Kurang puas, dia malah turun dari mobil dan mendekati tempat itu.

Nala belum nyanyi, dia masih membetulkan riasan wajah dengan cermin kecil yang di bawahnya. Terlihat seorang laki-laki yang juga mungkin adalah salah satu pengisi acara mencoba menyentuh Nala yang segera ditepis halus oleh Nala.

"Wah, sialan itu cowok! Belum tahu dia sama gue!" Tristan tiba-tiba panas aja menyaksikan pemandangan barusan.

Resiko pekerjaan Nala, selain banyak hujatan juga kadang tangan-tangan nakal sering mampir dengan sengaja. Nala yang gak mau ribut hanya berusaha menepis halus juga menegur dengan sopan.

Giliran Nala bernyanyi, para pemuda yang tadi duduk di kursi pada maju ke depan dan mulai bergoyang. Suara musik dangdut mulai terdengar, Nala dikasih saweran banyak banget. Tristan jadi gak suka lihat Nala nyanyi dengan bergoyang.

Tristan pusing lihat Nala goyang, pedang jepang jadi kejang. Goyangan Nala yahud bikin yang di bawah minta diurut. Ada berapa banyak pedang yang sekarang ikutan ngerasain itu. Tristan jadi gak terima terus tanpa sadar dia jadi pengen nyamperin Nala buat bawa turun tapi belum sempat deketin Nala, Tristan gak sengaja kesandung kayu, prasmanan berisi kuah kari yang lagi terhidang di atas meja jadi tumpah ruah karena tubuh oleng Tristan dan tumpah sempurna pula di atas kepala seorang bocah yang lagi asyik makan bakso.

"Aaaaaaaaahhhhh apa iniiiiii?!" Bocah itu teriak karena kepala dan baju batiknya udah penuh kuah kari. Jadilah menu hari ini bocah kari ayam.

Tristan menatap semua orang yang kini menatapnya kesal juga musik yang sudah berhenti dengan Nala yang cuma bisa menganga. Dia gak bisa bicara dan lupa lirik seketika.

1
Bahari Sandra Puspita
ceritanya bagus juga lucu..
keren mah pokoknya, suka sama kosakata yg dipakek mak othor..

semoga selalu diberi kesehatan ya mak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun dirimu berkarya..
🙏🏻💪🏻😘😍🥰🤩💕💕💕
nobita
akhirnya happy ending.. makasih thor utk karya yg luar biasa apik ini... semoga author sehat dan sukses selalu...
nobita
para readers mu ngakak parahh dan berjamaah...
july: wkwkwk
total 1 replies
nobita
ya ampun Tristan kamu tuh mengacaukan acara orang aja sihh...
nobita
yaa ampun bengek banget nih cerita.. ku suka ku suka
ren_iren
bagusss
Nur Aiysah
aku udah pernah baca... tapi aku baca lg... kangen soal/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Raufaya Raisa Putri
kyke udah pernah bc deh
Raufaya Raisa Putri
pk koin...
july: ga ada loh kak ini cm di NT
total 1 replies
Raufaya Raisa Putri
kirain nambah momongan
Raufaya Raisa Putri
kyk hewan aja berkembang biak
Raufaya Raisa Putri
coba cara bersihin pembalutnya....jgn diperes.aplg sampai melintir di guyur aj pk air sambil kapas ny buang dlm kloset.jgn diinjak jg.karena itu ibarat rahim kita.kl ngg percaya coba aj.soalny dulu jg gt...pas dikasih tau... Alhamdulillah ngg pernah skt perut lg
Raufaya Raisa Putri
skrg Miyabi yg kena getahnya
Raufaya Raisa Putri
bengkel
Raufaya Raisa Putri
ank lucknut
Raufaya Raisa Putri
berpacu dlm melodi
Raufaya Raisa Putri
dibikinin adek br tau rasa lu wa
Raufaya Raisa Putri
hemm...kok bintang semua...Ng ad inisial ny yg Kuningan ap ijo atw oren gt
Raufaya Raisa Putri
masih bisa karokowean loh nal
Raufaya Raisa Putri
masih bisa dine in loh bang tan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!