NovelToon NovelToon
BAGAI MUSAFIR

BAGAI MUSAFIR

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 3
Nama Author: Gubahan Z

tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...

teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesiangan

•Kesiangan dipondok pesantren

Malam beranjak pagi, Zim membuka kedua kelopak matanya perlahan, seraya bangkit dari alas tidurnya bersama kedua bocah yang masih saja terbaring diatas bantalnya masing-masing.

Dor!!

Dor!!

"Woi Genk sultan cepat keluar!, pak kiyai menyuruh kalian bertiga membersihkan kandang ayam cepat!!!" teriak rohis tiba-tiba, dari luar kamar beberapa kali mencoba mendobrak pintu itu secara paksa, karenanya pintu sengaja Zim kunci secara rapat karena tak ingin ada yang menggangu tidurnya dihari Minggu.

"Iya sebentar" Zim membalas setengah sadar, lalu mulai melangkah kan kakinya berjalan ke arah pintu.

"Ada opo ganteng,

pagi-pagi udah teriak teriak aja!" ujar bocah itu dengan santainya sambil menguap, tidak peduli yang ada dihadapannya itu rohis sekalipun.

"Songong maneh, sudah cepat ikuti saja saya ke ruangan!" titahnya tanpa banyak berbasa-basi, sembari memasang raut wajahnya yang terlihat sangat serius, sehingga memberikan sensasi yang membosankan bagi ketiga bocah pelanggar aturan itu, karenanya tidak mengikuti kegiatan setelah selesai sholat shubuh, dan mereka malah kompak mengunci diri didalam kamarnya, demi bisa kembali melanjutkan tidur.

.

.

.

.

.

"Wanted, wanted, wanted." seru Abdul adudul, seorang senior yang bijak sana dan penuh akan tanggung jawab pada gurunya. Abdul adudul memang sudah lama menjabat sebagai rohis, bahkan karena jabatannya itu, banyak santi putri menyukainya dalam diam, mungkin bisa di bilang mencintai dalan doa. Hal itu sangat sering sekali ketahuan oleh ketiga bocah pemalas dari Genk sultan secara tidak sengaja, seperti ditemukannya sebuah secarik kertas yang bertuliskan mengenai puisi asmara, lalu memajang poto seorang perempuan dari salah satu santriawati sholehah didalam lemarinya, bahkan ia juga pernah terlanjur keciduk sedang menangis didalam kamarnya secara diam-diam hanya karena lagi diputusin cinta oleh si dia. Mungkin menurut sebagian orang bisa dibilang tragis atau bisa juga berakhir Sad ending sih, tapi begitulah cinta terkadang menjadi pembodohan diri.

"Baiklah, karena hari ini kalian bertiga sudah membuat pak kiyai khawatir, oleh karena itu, saya sebagai rohis ingin memberikan kalian bertiga hukuman yang sudah sepatutnya diberikan sesuai aturan!!!" tegas Abdul adudul kepada ketiga bocah pemalas yang sedang duduk santai dihadapannya.

"Malah bengong, cepat sekarang juga bersihkan kandang ayam pesantren!" teriak Abdul adudul sambil melotot, sehingga terdengar suara amarahnya sampai kerumah pak kiyai, bahkan ayam jago blesteran Jawa pun ikut berkokok meski dalam keadaan siang mata hari bolong.

Sontak ketiga bocah itupun bergetar ketakutan dan langsung lari terseok-seok meninggalkan Abdul seorang diri didalam kamarnya, sementara Bang–ke hanya tersenyum tipis melihat mereka kapok dan ketakutan akan amarah yang dilontarkan dari mulut sang rohis.

.

.

.

.

"Apa kata gue juga, kalo udah sholat shubuh gak boleh balik lagi kekamar tanpa alasan,

kan kalo udah kena hukuman jadinya mati rasa semua!" bentak Bono menyalahkan.

"Dahlah, gue sadar diri, gue salah, dan gue selalu salah, lagi... lagi... dan lagi... hari ini Lo nyalahin gue lagi!" balas bocah itu berdalih dihadapan kedua sahabatnya. Hingga pada akhirnya mereka bertiga berkelahi demi bisa membuktikan siapa di antara mereka bertiga yang salah, hampir setengah jam berlalu, namun kandang ayam yang ada dihadapannya belum juga selesai mereka bersihkan, mereka hanya terus berkelahi dan berkelahi. Sampai perkelahian itu terhenti dengan sendirinya, disaat Zim melihat sebuah mobil bewarna silver metalik mewah berhenti di depan gerbang pesantren. Lalu disusul oleh turunnya seorang wanita paruh baya bersama dengan salah satu anaknya yang terlihat gagah dengan rambutnya yang ikal, tengah memandang aneh kearah ketiga bocah pemalas itu yang tengah berdiri memakai bajunya yang kotor, bau, dan kucel penuh debu diwajahnya, "Santri yang sangat rajin..." gumam bocah ikal itu sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah pak kiyai.

"Siapa dia, temen lho?"

" Bukan, mungkin anak baru."

"Kok gayanya lebih parah dari Genk sultan sih?" timpal rinto sambil mengerutkan keningnya sesaat.

1
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Moh Rusno
lanjuuuuut
Qirana
Lanjut Lagi
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Qirana
Keren Thor 💕💕💕💕💕💕
Qirana
7in1
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dania
Hahaha, ngakak deh bang Ke
Dania
Author ga di gc lagi ya
Dirimu tak pernah nongol saat itu
Dania
Nyusul dukungan
dirimu kemana Thor
syafakhaira
ayolah lanjut, masa udah tamat sih 🤔 blm kan , maaf blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
syafakhaira
udah tamat ya, aku blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
RN
like harian datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung
my angels🤟
ceritanya kayak anjing
my angels🤟
aq kangen bgt ma km bee
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
aku mampir kk.... ceritanya bagus
pemimpi
Namanya kok gitu banget othor ...

Bank ke 🤣🤣🤣
Babyba
semangat kakkk
Andremardi
sangat mnyntuh..
nickname
like🔥✌️✌️✌️
αιиυи мαя∂ιαн
ceritanya bagus ba. tapi kenapa gak dilanjutkan seperti planning yang sempat aba bilang sebelumnya🤣🚴🚴
syafakhaira
jaharaaaa masa cwek itu beban 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!