mengira tanda tangan di atas meterai itu adalah tiket emas menuju karier impiannya. Namun, ia salah besar. Akibat kurang teliti membaca pasal demi pasal, Silla justru terjebak kontrak kerja mutlak dari Sagara , sang CEO tampan sekaligus mantan pacar yang paling ingin ia hapus dari sejarah hidupnya.
bagi Silla, menghadapi Sagara bukan sekadar urusan profesional. Sagara adalah mantan kekasihnya-pria yang pernah mengisi hatinya, sebelum hubungan mereka berakhir dengan penuh gengsi.
Sebagai sekretaris, Silla yang memiliki sumbu pendek dan gampang emosi dipaksa harus selalu sigap melayani kebutuhan Sagara. Celakanya, Sagara tahu persis di mana tombol "emosi" Silla berada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon manggiskaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01.SILA
Kamar kos tiga petak itu terasa sejuk berkat embusan AC yang menyala di pojok ruangan. Di atas kasur, Aseiyla Abigail Jasmine Carelin—atau biasa dipanggil Aselly, si pemilik surai bergelombang berwarna karamel gelap—sedang tenggelam dalam dunianya sendiri. Bagi seorang pengangguran, kosan berfasilitas lengkap ini jelas terlihat cukup mewah, tetapi Asei tidak terlalu memedulikannya sekarang. Fokusnya seratus persen tertuju pada layar laptop yang menayangkan drama terbaru.
Sila adalah perwujudan dari kata kontradiktif. Fisiknya mungil dengan tinggi hanya 155 cm, tetapi lekuk tubuhnya yang semok dan berisi membuat penampilannya tetap proporsional. Ditambah lagi, wajahnya yang tampak seperti blasteran Spanyol sering kali terlihat jutek saat diam, membuat orang yang belum kenal segan untuk mendekat. Padahal, aslinya dia adalah gadis yang sangat ceria, ekspresif, dan super moody. Suasana hatinya bisa berubah dalam hitungan detik, persis seperti cuaca yang tidak menentu. Satu hal lagi yang khas dari sila tubuhnya selalu menebarkan aroma manis buah stroberi segar yang pekat, seolah dia baru saja mandi parfum buah.
"Ih, ya ampun! Masa baru baikan udah mau ditinggal pergi lagi sih? Cowoknya buta apa gimana?!" ketus sila tiba-tiba. Suaranya yang renyah memecah keheningan kamar.
Wajah juteknya langsung berubah cemberut. Kakinya yang bebas dari kaus kaki menendang-nendang selimut pelan, meluapkan rasa gemas melihat adegan romantis yang mendadak berubah menjadi penuh kesalahpahaman.
Tidak butuh waktu lama bagi emosinya untuk berputar 180 derajat. Ketika adegan di layar berubah menjadi momen perpisahan yang emosional di bawah guyuran hujan, mata silla langsung berkaca-kaca. Mood cerianya menguap, digantikan oleh rasa sedih yang mendalam. Dia langsung menarik selembar tisu dari kotaknya.
"Jahat banget... kenapa takdir mereka harus begini, sih? Hiks... nangis banget gue," gumamnya sambil menyeka ujung hidungnya yang mulai memerah. Wajah blasterannya kini tampak begitu melankolis, benar-benar menghayati penderitaan si tokoh utama perempuan
Namun, kesedihan itu hanya bertahan dua menit. Begitu karakter antagonis muncul di layar dengan senyum liciknya, silalangsung melempar tisu bekasnya ke tempat sampah dengan kesal. Matanya melotot tajam, dan aura juteknya kembali keluar dengan maksimal.
"Heh, lampir! Muka lu gak usah sok kecantikan ya! Awas aja lu kalau berani ngerebut cowok orang, gue samperin ke lokasi syutingnya nih!" omel sila berapi-api sambil menunjuk-nunjuk layar laptopnya.
Begitulah keseharian sila. Di dalam kamar kos mewahnya, gadis mungil beraroma stroberi itu terus menghabiskan waktu, menjadi penonton paling berisik yang mengomentari setiap jengkal emosi dari drama yang ditontonnya.
di tengah keasyikannya menonton, ponselnya di atas kasur bergetar berkali-kali. Layarnya menampilkan pesan dari beberapa cowok yang selama ini gencar mendekatinya. Wajah cantik blasterannya langsung berubah datar. Sebagai gadis yang moodyan, diganggu saat sedang me-time adalah kesalahan besar.
Banyak cowok yang antre untuk mendapatkan hatinya, tapi silla selalu punya seribu alasan kasar untuk menolak mereka.
Ia meraih ponselnya, mengetik balasan kilat dengan ekspresi dingin.
“Gak bisa jalan. Gue lagi sibuk napas, jangan diganggu,” balasnya ke cowok pertama yang mengajaknya makan malam.
Untuk cowok kedua yang mengirimkan puisi romantis, balasan Sila tak kalah menohok: “Puisi lo mirip tugas kliping SD. Gak usah chat lagi, memori HP gue penuh.”
Alisnya menukik tajam. Tatapan judesnya kembali terpancar.Dengan kasar ia membaca berderet notifikasi dari cowok ketiga yang nekat mendekatinya minggu ini. Nama kontaknya sengaja dinamai 'Cowok Random 3'.
Cowok Random 3: udah makan siang belum?]
[Cowok Random 3: P
Alisnya menukik tajam. Tatapan judesnya kembali terpancar.
Dengan kasar, tubuh mungil namun berisi itu berbalik. Ia menyambar ponselnya. Di layar kunci, berderet notifikasi dari cowok ketiga yang nekat mendekatinya minggu ini. Nama kontaknya sengaja dinamai 'Cowok Random 3'.
Cowok Random 3: Seila, udah makan siang belum?
Cowok Random 3: P
Cowok Random 3: Jangan telat makan ya nanti sakit.
Cowok Random 3: Kamu lagi apa? Udah makan?]
Cowok Random 3: Mau aku GoFood-in makan gak? Balas dong.
Sila mendengus pelan, menatap deretan pesan itu dengan tatapan jijik. Menurutnya, spesies laki-laki yang mendekatinya lewat obrolan basa-basi seperti ini benar-benar tidak penting dan tidak punya kerjaan. Pacaran hanya akan membuang waktu dan membatasi kebebasannya, sesuatu yang paling ia benci karena sila sangat keras kepala dan tidak suka diatur.
Tanpa mereka suruh pun, isi perutnya jelas akan ia urus sendiri. Lagipula, dari mana asal pemikiran kalau perempuan tidak bisa makan tanpa diingatkan oleh ketikan teks?
Dengan jari-jari lentiknya, ia mengetik balasan dengan penuh penekanan, menyalurkan rasa kesalnya karena adegan romantis di laptopnya jadi terdistraksi.
"Gak usah sok perhatian. Lo pikir gue bayi yang gak tahu cara megang sendok? Gak usah spam chat gue lagi, risih. Urus aja hidup lo sendiri!"
Klik. Pesan dikirim, dan detik itu juga nomor tersebut langsung masuk ke dalam daftar kontak yang diblokir. Sila melempar kembali ponselnya ke atas kasur, menghela napas panjang hingga aroma strawberry kembali tercium, lalu kembali memfokuskan atensinya ke layar laptop. Dunianya kembali tenang.
Silla sangat menjaga teritorinya dan tidak membiarkan siapa pun mengatur atau mengusik ketenangannya, terutama para lelaki yang mencoba mendekatinya dengan cara yang dianggapnya mengganggu.
Baginya, komitmen pacaran hanya akan mengekang kebebasannya. Lagipula, untuk urusan berbagi cerita, ia sama sekali tidak butuh pacar. Selama 23 tahun hidup di dunia, Silla hanya memilih dan mempertahankan satu orang saja sebagai teman sejatinya. Satu teman yang sudah sangat memahami tabiatnya yang meledak-ledak dan moodyan itu sudah lebih dari cukup.
Setelah mengirimkan penolakan-penolakan kejam tersebut, Seila melempar kembali ponselnya ke kasur. Ia menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma strawberry dari bajunya sendiri, lalu ia baru saja bersiap melanjutkan dramanya ketika sebuah notifikasi pop-up muncul di bagian atas layar laptopnya. Sebuah logo dari perusahaan besar—perusahaan yang selama ini menjadi impian tertingginya—muncul di sana.
Subjek: Pemberitahuan Hasil Seleksi Karyawan...
Jantung Silla berdegup kencang. Dengan tangan agak gemetar, ia mengeklik email tersebut. Mata indahnya membaca baris demi baris kalimat formal di dalamnya hingga pandangannya terpaku pada kata: Dinyatakan DITERIMA.
Seketika, sifat pemarah dan judesnya menguap entah ke mana. Wajah blasterannya langsung cerah benderang. Silla melompat dari kasur, berjingkrak-jingkrak di dalam kamar kosnya yang wangi stroberi.
"Aaaaaak! Gue keterima! Gue kerja!" teriaknya histeris kegirangan, melupakan sejenak drama Korea dan cowok-cowok menyebalkan yang baru saja ia marahi. Sifat cerianya yang kekanak-kanakan keluar sepenuhnya saat ini. Pengangguran mewah ini akhirnya resmi punya kerjaan!
•••••••••
Ia mengayuh sepedah nya dengan santai.
Sore ini silla memiliki jadwal olahraga tersendiri yakni bersepedah santai di pinggiran dekat pantai dekat kosan nya.
ia berhenti di pinggir jembatan pantai,kemudian selfi dan juga memotret langit senja.
jika dilihat dari wajah nya,ia terlihat seperti gadis anggun elegan juga perfeksionis.
Pukkkk..
Sebuah botol aqua kosong mengenai jidat nya,ia menatap garang ke arah beberapa anak kecil berseragam sd itu kemudian ia berancang ancang
Mengejar para bocah kls 5 sd itu.
"WOY BOCAH SIALANN...JANGAN KABUR LU PADA...KALO KETANGKEP BAKAL GUE GAMPARIN SATU SATU!!!"ia berteriak heboh sambil berlari mengejar para anak kecil itu.
anak anak itu terus berlari,sambil kadang kadang menatap meledek ke arah jasmine ..mereka menjulurkan lidah nya puas.
"WOY BERHENTI!!!DASAR BOCAH BOCAH ANJENGGGGGG!!!"Teriak nya lantang..
Ia berhenti sebentar kemudian melepas satu sepatu nya yang berwarna pink cerah itu..ia
Ancang ancang sambil berlari kemudian.
Duggg
GUK GUK GUK GUKKK
bukan nya mengenai para anak kecil itu,lemparan sepatu nya justru mengenai seekor anjing pitbul yang tidak di borgol.
secepat kilat sila berlari berbalik arah,ke tempat ia menaruh sepedah gunung nya.
"WOYLAH ANJENGGG JANGAN NGEJAR GUE HUEEEEEEEE"ia berteriak heboh sambil terus berlari kencang
percayalah sila ini orang paling mageran ia jarang berlari,waktu sekolah ia termasuk paling lambat jika lomba lari..namun sekarang gadis
Berambut caramel itu tampak seperti pelari
Tingkat internasional..ia berlari kemudian meloncati beberapa kericil kecil .
Anjing besar di belakang nya tak kalah kuat mengejar larian jasmine,anjing itu tampak senang di ajak berlari lari mengelilingi
Jalan pinggiran pantai.
"ANJING PLEASE LAH JANGAN NGEJAR GUE DULU SETANNN!!!"
"HUEEEE TOLONGGGG"
Ia berlari kencang sambil beberapa kali menengok ke belakang.
"Hueeeee anjing babii malah makin kenceng ngejar nyaa"
Menata
"STOP NGEJAR GUE ANJENGGGGGGG!!!!!"
ia berlari dengan posisi tidak memakai alas kaki sepatu nya yang satu ia lempar ke anjing dan yang satu hilang entah kemana ketika ia berlari.
ia tampak sudah ngos ngosan,ia akhirnya berenti .
kemudian ia menatap anjing tersebut dengan tampang melas nya "PLEASEE JANGAN KEJAR GUE,JANGAN GIGIT GUE...DAGING GUE PAIT SUMPAH DAH JINGG"teriak nya memohon.
anjing itu menatap nya dengan tatapan malas.
Kemudian anjing itu melepaskan sepatu pink yang ia gigit,dan ia pun menggeser nya ke arah jasmine menggunakan kaki depan nya.
"HUEE PLEASE GUE JANJI DEH TAR LO GUE BELIIN DAGING YA,TAPI JANGAN GIGIT GUE.."
Teriak nya heboh,ia jongkong sambil menangis dengan menutup mata nya.
"Hueeee tolonggg"
beberapa menit.
Ia membuka mata nya,anjing itu sudah pergi begitu saja.
"WEE DASAR ANJING PANTEKKKK"teriak nya
ia menatap nanar ke arah sepatu nya,sepatu itu sobek bagian depan nya.
"Babi babi...rusak sudah jumat soreku"dengus nya
ia mengelap ingus nya menggunakan baju,kemudian kembali berjalan .
"Loh loh loh...bntr ke ada yang aneh"batin nya.
"SEPEDAH GUE KEMANA ,WALAH ASU!"teriak nya
Ia menatap nanar ke arah kresek sampah bekas cemilan nya di pinggir jalan.
Kepala kena botol,sepatu hilang..di kejar anjing..cemilan nya yang tergantung di sepedah tinggal bekas sampah nya..bahkan sepedah kesayangan nya pun ikut hilang.
Apes apess .
ini akibat ia tidak mendengarkan petuah dari mamak nya,hari jumat adalah hari apes nya
Tapi ia tetep kekeh jalan jalan..beginilah nasib.
ia duduk di pinggir jalan,kemudian ia mengangkat kaki nya untuk melihat ..
Telapak kaki nya merah merah dan lecet karena tadi berlari begitu kencang tanpa sadar.
Ia menghela nafas panjang.
kemudian ia berjalan dengan langkah lesu,wajah di tekuk..jangan lupakan rambut caramel di ika kuda itu tampak berantakan .