NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan Aldo dan katrine.

kedua mata James mencuri pandang ke arah Neta dan Eric yang terlihat begitu sangat akrab, rasanya James ingin sekali segera mengakhiri ke akraban antara Neta dan Eric.

Eric menatap jam di pergelangan tangannya, dia mengulas senyum sesaat sebelum melanjutkan pembicaraannya dengan Neta.

"sepertinya aku harus pergi, jam kunjung di rumah sakit ini sudah hampir habis."

Neta yang mendengar ucapan Eric hanya bisa mengangguk lemah.

"benarkah...? Kalau begitu, ayo sayang kita juga pulang. Biarkan Neta istirahat, agar dia bisa secepatnya pulang dari rumah sakit dan kembali bekerja."

Clara menarik tas mewahnya, dia berdiri menatap ke arah James yang masih setia duduk dan memainkan ponselnya.

"hmm..." jawab James singkat.

Kini ketiga orang itu sama sama berdiri, Eric terlebih dahulu berpamitan di ikuti dengan Clara dan juga James.

"James, sebaiknya kamu tidak usah menemaniku malam ini. Aku tidak ingin Clara mengamuk jika dia tahu kamu menemaniku."

Lirih Neta saat James berpamitan dengannya, James hanya diam, seakan dia tidak ingin merespon ucapan Neta.

Lagi lagi James di buat kesal melihat keakraban Niko dan Eric, kedua laki laki yang bertubuh sedikit gagah itu tampak saling berpelukkan satu sama lain, membuat James menjadi iri di buatnya.

"aku pulang dulu Neta, mungkin sekitar jam sembilan nan aku akan datang mengantikan Niko."

Lirih James takut jika Clara mendengar ucapannya.

Helaan nafas berat keluar dari Neta, James dapat merasakan jika Neta kecewa karena ucapan James yang keras kepala.

dengan tidak tahu malunya Clara menggandeng lengan James mesra, sedangkan Niko berdesis melihat kemesraan yang di tunjukan Clara ke depan Niko dan Neta.

"jangan kaget, dia memang tak ubahnya parasit yang akan menempel."

Niko tergelak mendengar ucapan Eric, Niko setuju dengan apa yang Eric ucapkan tentang Clara.

Ketiga orang tersebut akhirnya pergi dari ruang inap Neta, suasana yang tadinya tegang kini berubah menjadi tenang.

Niko tergelak setelah pintu ruang inap Neta tertutup rapat, perlahan kakinya mendekati Neta yang kembali berbaring ke ranjangnya.

"tuh si Clara seperti parasit aja selalu ingin menempel ke James, kalau aku punya pacar seperti itu mending cari yang lain. Rasanya tertekan aja punya pacar yang protektif bukan main."

Neta melirik sekilas ke arah Niko, seulas senyum terlihat samar dari kedua ujung bibir Neta.

"kapan kamu punya pacar, seingatku kamu belum punya pacar. Dan hati hati kalau berucap, bisa jadi suatu saat kamu akan punya pacar yang sikapnya seperti Clara."

Lirikan tajam Niko berikan ke arah Neta, dia kesal mendengar ucapan Neta.

"makanya kenapa aku sangat selektif memilih pacar kak, aku tidak ingin salah memilih. Bagiku pacar bukan hanya teman yang bisa aku ajak jalan atau aku pamerin, tapi dia juga akan aku ajak menuju jenjang yang lebih tinggi seperti pernikahan, may be..."

Kedua bahu Niko terangkat samar, Neta yang melihat kedewasaan pikiran Niko hanya menggelengkan kepalanya.

"sekarang yang penting selesaikan dulu skripsimu yang berulang kali harus kamu ulang, setelah itu kamu pikirkan buat cari pacar."

Niko berdecak kesal, Neta terlihat meremehkan ucapan dan niat Niko.

Sedangkan di tempat parkir, James yang bersama Clara segera masuk ke dalam mobil. Sedangkan Eric memilih langsung pulang ke apartemennya, terlihat Clara yang dari tadi mengerucutkan bibirnya.

"sudahlah Clara, apa yang kamu kesalkan. Tadinya kita tidak usah ke sini dari pada kamu kesal seperti itu."

James rasanya jenuh melihat sikap kekanak kanak an dari Clara.

"habisnya tuh orang nyebelin banget, rasanya pengen aku tonjok tuh mukanya."

Melihat sikap Clara, James tertawa di buatnya.

"kog kamu ketawa sih, emang ada yang lucu."

James melirik sekilas melihat Clara, tapi tatapan matanya masih menatap ke arah jalanan yang terlihat lenggang dengan laju kendaraan.

"kalian itu sama sama kayak anak kecil, kamu yang tidak ingin di remehkan dan Niko yang tidak ingin merasa di kalahkan."

Clara menatap James, sorot matanya terlihat penuh tanya menatap James.

"dia itu adiknya Neta...?".

Tanya Clara terlihat serius, James hanya mengangukan kepalanya.

"kenapa aku merasa dia cocoknya jadi kakaknya Neta ya, udah mukanya kelihatan dewasa banget lagi."

Clara membenarkan posisi duduknya menatap ke arah depan, James yang dapat melihat Clara hanya tersenyum samar.

"kita pulang atau makan dulu."

tawar James yang ingin mengalihkan suasana.

"kita pulang aja deh, mama suruh aku segera pulang. Katanya ada keponakan aku yang dari Australia datang, jadi aku ingin segera menemuinya."

James mengangukan kepalanya berulang kali, rasanya James sangat bersyukur saat Clara mengajaknya segera pulang.

James menambah kecepatan laju mobilnya, agar mereka segera sampai di kediaman orang tua Clara.

rumah mewah yang terlihat berdiri kokoh terlihat sedang menunggu kedatangan Clara dan juga James, sudah menjadi kebiasaan satpam yang berjaga di rumah Clara segera membukakan pintu gerbang agar mobil James bisa segera masuk ke halaman rumah mewah Clara.

"selamat malam pak."

Sapa James ramah setelah keluar dari mobilnya.

"selamat malam mas James, oh iya mbak Clara. Dari tadi ibu dan bapak nungguin kepulangan mbak Clara, sepertinya bapak dan ibu ada di ruang tengah bersama beberapa tamu bapak dan ibu."

Mendengar penjelasan satpam rumah Clara segera berlari tanpa mempedulikan James yang masih ada di sana.

"mbak Clara kebiasaan langsung pergi tanpa peduli sama mas James."

Batin satpam tersebut melihat kepergian Clara.

"Saya masuk dulu ya pak."

James segera menyusul Clara masuk ke dalam, James hanya ingin menyapa orang tua Clara sebelum pergi.

"mama, papa..."

Seru Clara dengan nada ceria menghampiri kedua orang tuanya.

"hmm .. Malam banget pulangnya syaang...?"

Tanya Cici melihat kedatangan putri cantiknya.

"aku tadi jenguk teman kantor, jadi ya... Pulangnya agak telat."

Clara menjelaskan agar Cici tidak merasa kawatir.

Clara menatap satu persatu orang yang ada di ruang keluarga, Clara merasa sangat asing melihat kedua orang yang juga menatapnya.

"oh iya Clara, kamu pasti lupa sama om dan Tante kamu kan."

Ucap Jhon melihat wajah Clara yang terlihat penasaran.

"halo Clara, kamu sudah besar ya...? Dulu waktu terakhir lihat kamu, kamu masih kelas lima sekolah dasar."

karina mendekat ke arah Clara dan dengan segera memeluknya erat.

Clara hanya terdiam, dia hanya membalas seadanya pelukan Karina.

James yang masuk kedalam merasa sangat tidak enak, dengan pelan James mendekat ke arah Jhon ayahnya Clara.

"oh James, ternyata kamu ke sini. Ayo sini, om perkenalkan kamu sama saudara om dari Australia."

Jhon mengajak James segera mendekat, dengan segera James mendekati Jhon. Dengan jelas James dapat melihat siapa orang yang kini ada di samping Jhon.

"Mister Aldo...?"

Ucap James sambil menautkan kedua alisnya.

"oh... tuan James...!!"

Ucap Aldo sedikit terkejut melihat James.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!