NovelToon NovelToon
BUKAN PELAKOR

BUKAN PELAKOR

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Selingkuh / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Thamie AK

Sebuah kisah, perjalanan cinta seorang gadis desa, bernama Imania Saraswati, yang ditinggal kekasihnya untuk study di negeri Paman Sam. Hubungan asmara mereka tidak berjalan baik. Dan harus terhenti oleh ego masing-masing.

Apa jadinya, bila Imania dipertemukan kembali dengan kekasihnya, yang kini telah menjadi seorang Dokter Tampan karismatik, dengan status yang berbeda. Imania sudah menjadi istri orang, sedang Dimas Adi Wibowo adalah tunangan orang.

Apa yang menyebabkan Imania Saraswati dituduh sebagai PELAKOR? Akankah keduanya dapat bersama kembali? Mampukah mereka menghadapi segala rintangan?

Yuk, baca kisah selengkapnya ... terima kasih ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thamie AK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip Tak Kunjung Usai

"Nia!"

Aku terus berjalan tanpa mengindahkan panggilannya. Aku sudah tak peduli dengan dirinya. Hidupku yang sekarang adalah bersama suami dan anakku. Aku bukan lagi Puteri Angsa yang takluk pada Pangeran Elang. Yang rela menunggu bertahun-tahun di tepi laut hanya demi Pangerannya.

Kuhampiri suamiku yang sedang asyik berbincang bersama teman-temannya. Kulempar senyuman agak terpaksa kepada mereka.

"Mas, ayo pulang. Bukankah acara sudah selesai? Aku mengkhawatirkan Arka."

Suamiku pun berpamit kepada mereka, untuk pulang lebih dulu. Toh, acara inti sudah selesai.

"Tunggu, Bas!"

Seseorang memanggil suamiku. Ah, ternyata dia. Segera kugandeng lengan Mas Bastian. Kuatur aksi manja seromantis mungkin. Layaknya pasangan pengantin baru.

"Ya, Di. Ada apa?"

"Kenapa buru-buru? Acara belum selesai."

"Emm ...."

"Oh, ya. Kami mau jalan-jalan dulu sebentar. Menikmati suasana malam Minggu. Maklum, kami jarang ada waktu khusus berdua. Ya kan, Sayang ...." Sengaja kupotong perkataan Mas Bastian.

"Ah, iya," jawab Mas Bastian menurut.

Kulihat Dokter Elang itu merasa terganggu dengan sikapku.

"Ayo, Sayang, nanti kemalaman!"

"Kami pergi dulu, Di," ucap Mas Bastian agak canggung karena sikapku, yang mungkin terasa aneh baginya.

Ada kepuasan tersendiri di benakku. Memamerkan kemesraan di depan matanya. Meski aku tak yakin bahwa dia cemburu. Tetapi setidaknya aktingku cukup membuatnya merasa terganggu. Lihat saja nanti! Akan kubuat dirinya menyesal karena telah mengabaikanku.

Sambil mengendarai motor, suamiku bertanya, "Sayang? Kamu serius ingin jalan-jalan dulu?"

"Ah, enggak kok, Mas. Kita langsung pulang saja."

Tiba-tiba Mas Bastian menghentikan laju motornya, dan masih bertanya dengan heran padaku.

"Tadi, kamu kan, bilang ingin jalan-jalan dulu?"

"I-iya, tetapi sudah malam banget. Kasihan Arka, Mas. Mungkin lain kali saja," tuturku.

"Baiklah." Mas Bastian kembali melanjutkan berkendara, meski raut mukanya masih terlihat penasaran. Namun ia tak melanjutkan pertanyaan itu. Memang suamiku orangnya kalem, tidak suka cerewet.

Hari yang cukup melelahkan. Kami pun sampai di rumah mertua. Syukurlah Arka tidak rewel.

***

"Pagi ... Ibu, Ayah, mari sarapan dulu?" tawarku sambil meletakkan hidangan di atas meja makan.

"Lihat, tuh! Mama sudah masak, Arka mau sarapan juga?" canda Ibu mertuaku yang sedang menggendong cucunya.

Arka seakan menjawab dengan suara mungilnya.

Aku sangat bersyukur mendapatkan mertua seperti mereka. Ibu mertua sangat menyayangiku dengan tulus. Sedangkan ayah mertua, beliau pengertian dan bijak. Selama hampir dua tahun, hubungan kami selalu baik. Terlebih lagi, Arka adalah cucu yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka. Karena dua kakak perempuan Mas Bastian, tinggal di Jakarta ikut dengan suaminya.

Sore setelah Mas Bastian pulang kerja, kami pun pamit untuk pulang.

***

Seperti biasa, aku berbelanja sayuran di depan rumah Pak RT.

"Pagi, Bu Wati?" Kusapa tetangga yang merupakan salah satu ratu gosip di desaku ini.

"Pagi ... eh! Gimana tuh kelanjutan kisah kamu, Ima?"

"Maksud Bu Wati apa ya?"

"Itu loh? Soal kemarin itu. Pas kamu dilabrak sama si Dewi, tetangga sebelah kita?" ucapnya sambil memonyongkan bibirnya yang tebal.

"Iya, tuh, Ma. Makanya jadi orang jangan suka gatel, godain suami orang!" Ucap tetangga yang satunya lagi.

"Ih, amit-amit deh! Tidak tahu diri banget, ya! Awas loh, Bu-ibu. Entar suaminya digodain sama si Ima!" Ucap Bu Ani.

"Astaghfirullah ... eh, Bu-ibu. Tidak baik bicara seperti itu. Kita juga kan, belum tahu yang sebenarnya terjadi. Mungkin saja Bu Ima memang di fitnah. Bukannya kalian semua tahu sifat suami Bu Dewi?" Ucap Bu Rahma, istri pak RT.

"Halah! Palingan perempuannya duluan yang ganjen! Sudah tahu suami teman sendiri, eh, tahu-tahunya malah, TEMAN MAKAN TEMAN!" Celoteh Bu Wati, Si Ratu Gosip.

"Istighfar, Bu! Jangan seperti itu! Kasihan Bu Ima. Dia juga berhak menjelaskan, apa yang sebenarnya terjadi. Jadi tolong jangan nge-judge orang, apalagi tanpa bukti yang akurat!" tambah Bu RT sambil merangkulku.

"Sudah tidak apa-apa, Bu RT. Biar saja, yang salah pasti akan tampak jelas dengan sendirinya. Begitu pun yang benar, akan nampak jelas dengan sendirinya. Karena Allah SWT Yang Maha Tahu, apa yang sesungguhnya terjadi. Mau dijelaskan bagaimana pun juga, mereka tidak akan percaya. Jadi, biarlah mereka membenciku. Silahkan, aku ikhlas menerima." Seperti biasa, segera kubayar belanjaanku.

Yang salah pasti akan tampak jelas dengan sendirinya. Begitu pun yang benar, akan nampak jelas dengan sendirinya. Karena Allah SWT Yang Maha Tahu, apa yang sesungguhnya terjadi. Mau dijelaskan bagaimana pun juga, mereka tidak akan percaya.

Aku tidak ingin menanggapi bibir-bibir pedas mereka. Cukup bagiku, Tuhan bersamaku. Bersama hamba-Nya yang bersabar. Meski hatiku terasa sakit sekali mendengar ucapan-ucapan kasar mereka. Kupikir masalah sudah selesai. Ternyata tidak semudah itu hidup di lingkungan ini. Harus siap dikritik, dikomentari, dan di-bully. Meski untuk kesalahan yang sama sekali tidak kuperbuat.

"Halah! DASAR PELAKOR!" ucap Bu Wati kasar.

Kulangkahkan kakiku meninggalkan mulut-mulut nyinyir mereka. Sebelumnya aku tidak pernah bermasalah dengan mereka. Jika mereka masih menggosipkanku, itu bukan masalah bagiku. Justru merekalah yang bermasalah dengan mulut dan hatinya.

Sebelumnya aku tidak pernah bermasalah dengan mereka. Jika mereka masih menggosipkanku, itu bukan masalah bagiku. Justru merekalah yang bermasalah dengan mulut dan hatinya.

-- BERSAMBUNG --

1
Siti Ma'ripah
gagal
Zia Sazia
bagus
Alfa
Lumayan
Alfa
Biasa
Alfa
Lumayan
Sugiyanto Samsung
hm
Sugiyanto Samsung
dimas
Uang Kaget
Lumayan
Baihaqi Sabani
huft jmania terlalu polos.......
Baihaqi Sabani
klw suami aneh knp g d dselidiki🤣🤣🤣 imsnia pura2 g thu ap botol
Baihaqi Sabani
bnr2 pns nih thor🤣🤣🤣🤣
Rahmawaty❣️
Widiihhhh pengacara nya ga kaleng kaleng ini.. Mantap dahh..lgsug ketuk palu hakim nya😁😁
Marchel
halo kakak mampir ya di cerita aku yang berjudul " Bos and me " Dan " Gadis cantik itu milikku" Terimakasih Kakak 🙏
Rahmawaty❣️
Betullll
Rahmawaty❣️
Alah alibinya doang itu.. Bilang aja dirimu msih blm bisa jauh² dr nia
Mamake Nayla
Allohu akbar.........koncone🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Rahmawaty❣️
🤣🤣🤣
Baihaqi Sabani
dosa.....niaku
Mamake Nayla
astaghfirulloh...asli gregetan sma dimas...
Rahmawaty❣️
Abel itu mungkin bella
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!