memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7 dika
Bab 7
Seperti rencana nya semalam setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya ia bersiap siap untuk pergi melihat laahn yang akan ia jadikan tempat warungnya nanti,sebelum itu ia mengirkan pesan ke dika terlebih dahulu bahwa ia telah siap dan akan berangkat
Sementara di tempat lain dika sendari tadi sibuk memeriksa ponselnya berharap pesan dari aeri muncul di ponselnya,ia sudah siap dari 3 jam yang lalu,Ia bahkkan lebih rapi dari hari hari biasanya bahkan mamaya sempat menayakan ia mau kemana dengan rapi seperti ini dan dengan sampai ia menjawab akan jalan dengan calon istri nya ,jawaban itu membuat mamanya heran sendiri “emang ada gadis mau sama kamu mas?”eyy dia ini merupakan pemuda tertampan di desa apakah mamanya meragukannya?
Mungkin bisa di katankan dika mandi parfum sekarang,setiam menit ia akan menyemprotkan parfumnya,hingga sebagian rumah terkena aroma nya
“mas,wangi mu berlebihan,pusing kepala lilis nyiumnya”ujar lili yang baru datang dari arah kamarnya sambil menutup hidung,mas nya ia sebenarnya mau kemana,tidak biasa nya ia seperti ini,
“mas udah ganteng ngga dek?”
“mas aneh,mau kemana dulu?”bingun lilis,tidak mungkin kan masnya itu pergi ke empang dengan kondisi begini,sebenarnya wajar saja toh pakainnya yang di gunakan dika biasa saja hanya mungkin ia terlihat lebih bersih kali ini dan lebih rapi,padahal di hari hari sebelumnya ketika pulang dari empang pasti ada asem asemnya
“mau ketemu mbak mu”jawabnya dengan malu malu
“mbak?”
“mbak apa to mas?” bingun nya
“ck kamu kamu kecil nda tau beginian,udah mas mau pergi dulu,doain mas yo”ujarnya setela melihat pesan yang di kirimkan oleh aeri bahwa ia sudah siap,sebelum pergi pun ia bersempat untuk berkaca dulu merapikan rambutnya,ganteng nya ucapnya dalam hati
Dengan bermodalkan motor supra kesanyanggnya kini ia melaju ke rumah aeri untuk menjemputnya,sebenarnya aeri sempat menolak dan mengatakan akan bertemu dengan dika di tempat lokasi saja tapi apalah seribu alasan dika hingga membuat aeri luluh untuk di jemput olehnya
Sebut saja suasana hati dika sedang berbunga bunga,bayangkan saja ia akan berboncengan sepajang jalan dengan aeri dan menhabiskan sebagaian hari bersamanya,padahal ini adalah sebuah kerjaan tapi kesempatan tidak datang dua kali,ia akan mengambil hati aeri kali ini
Saat sampai di depan rumah aeri bisa ia lihat sang pujaan hati lagi duduk menunggu nya,ketika mata mereka bertemu aeri langsung bangkit dan berjalan ke arahnya
“maaf ya mbak,lama nungunya”ujar dika basi basi sambil membukan footstep motornya
“iya ngga papa mas” ucapnya sambil naik ke atas motor
Aduh manis sekali aeri hari ini,dengan setelah santainya cardingan biru di padukan dengan drees kuning selutut membuatnya tampak manis,apakah ini sudah boleh ia cium?
“mas ayo jalan” ujar aeri,karna sejak ia menaiki motor dika hanya diam saja ia bahkan tidak nit untuk menyalakan mesin motornya
“eh iya mbak,pengangan mbak takut jatuh,jalan disini masih batuan”ujarnya sambil menarik tangan aeri ke pinggannya ,dengan posisi duduk aeri yang menyamping membuat mereka sangat manis,dengan gerakan tiba tiba dari dika mebuat aeri merasakan ketenganan,ia merasa dejavu dengan hal manis karna selama ini hanya kenna yang memeperlakukan ia dengan manis
Selama perjalanan aeri hanya diam saja, mungkin efek tiba tiba nya tadi,tapi walaupun hal itu terjadi ia tidak menarik tangannya,bahkan tangan nya dengan nyaman berteger di pinggan dika
“mbak mau singgah beli minum tidak?”ujar dika pasalnya pans matahri ini lumanya terik
“ngga mas,”jawab aeri
Setelah mendengar itu kini motor dika tetep melaju hingga ia sampe di titik lokasi nya,jarknya dengan rumah aeri lumanya jauh,mungkin karna efek rumah warga yang sangat berjauhan membuatnya terasa lama,disana sudah ada pemilik tanah yang akan aeri beli,jujur saja aeri tidak paham dengan urusan seperti ini untungnya ada dika aeri hanya perlu menjelaskan ingin seperti apa nantinya,setelah merasa cocok dengan tanah ia mumutuskan membelinya
“nanti warungnya mau di kerja kapan mbak?”ujar diak saat mereka berdua lagi berteduh di bawah pohon mangga dekat sini,
“maunya secepatnya,tapi saya belum tau tukang nya “ujarnya
“kalau gitu ,nanti saya yang carikan aja mbak”timpalnya membantu,
“beneran mas,saya takut merepotkan”
“saya merasa terrepotkan mbak,kan saya sendiri yang menawarkan diri”ujarnya ia tau aeri kali ini merasa di repot kan olehnya
Mendegar jawaban itu aeri hanya mampu mengiyankan ia juga tidak mampu untu meneloknya to ia juga butuh apalagi ia tidak tau banyak hal baru disini,ia merasa berhutang banyak sama dika
“nah nanti malam,saya ke rumah mbak,sambil bawah tukangnya ,nanti mbak cukup bilang mau bentuk seperti,mbak tenang aja tukang kita itu sudah berpengalaman”ujarnya
“iya mas”
Setelah itu mereka membicarakan banyak hal tentang bagaimana aeri bisa pindah kesini dan banyak hal yang membuat mereka lebih dekat