NovelToon NovelToon
CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Dua puluh tahun lalu sebuah praktek satanisme gagal. Ijah diringkus lalu dibakar hidup-hidup oleh masa sebab dianggap petaka.

Lima orang dipanggil kembali oleh satu sosok yang datang di dalam cermin. Mereka diberitahu untuk menuju ke salah satu tempat yang sempat mereka tinggali dahulu.

Tempat itu sudah lama ditutup. Huruf arab ditempelkan dibanyak pohon hutan sebelum menuju bangunan itu.

Huruf arab itu konon katanya adalah sebuah ayat sebagai penghalang apa yang ada dibangunan itu supaya tidak keluar dari dalam sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 035 : Cepat Sudahi!

Author POV (Poin of View)

Sekiran-kirannya kerakusan itu membuat manusianya sengaja buta. Di situlah penyesalan datang paling akhir. Parman, menyesali segalanya. Dia sudah menerima konsekuensi besar setelah apa yang terjadi di masa lalu.

Cerita perihal dua puluh tahun lalu sudah dia beritahu kepada kelima darah dagingnya.

"Lalu, di mana Rossa sekarang?" tanya Rifki kali ini. Sungguh, hatinya benar-benar tersiksa setelah Parman membawa pandangan mereka kembali ke masa lalu. Menyaksikan, bagaimana saat itu Ijah diperlakukan bak binatang.

Dengan sorot mata sendunya. Jelas saja, pertanyaan itu menyita perhatian Parman pada Rifki.

"Rossa yang bersalah di sini, anakku!" kata Parman. Rifki masih memperhatikannya. Dia memperhatikan kedua mata Parman, tersirat banyak penyesalan di sana.

Rifki memilih menahan amarahnya sekarang. Ada rasa tak terima yang cukup besar tersemat di dalam di dadanya kini sehingga dia rasanya ingin memukuli Parman sekarang juga.

"Dia berdosa! Kau, juga!" kata Rifki marah. Farah yang tahu bahwa kondisinya sudah mulai tidak kondusif pun memilih untuk mundur selangkah.

 Dia melipat kedua tangannya. Tanpa ekspresi, tatapannya dingin, dia sekarang juga menatap ke arah Parman.

Kelima anak Parman menatap Parman dengan tatapan yang sulit diartikan. Saat itulah, Parman pun tidak tahu harus melakukan apa?

"Apa kamu membutuhkan validasi?" tanya Haikal pada Parman.

"Tidak, nak! Rossa bersalah, yang bersekutu dengan iblis akan menjadi budaknya. Aku sangat menyesali segala kesalahannya yang sudah membuat kalian berlima seperti ini!" tutur Parman sangat menyesal.

Ada rasa iba rasanya sekarang di dalam hatinya Farah.

"Aku paham!" kata Farah, jawaban yang memaklumkan itu sontak membuat Rifki tersentak. Dia melirik ke arah Farah yang kini berada tepat di sampingnya.

"Farah, mendua saja sudah salah! Kenapa kamu memakluminya. Coba lihat, ibu kita dibakar hidup-hidup dalam keadaan hamil muda. Ditambah, setelah kebakaran itu pun," kata Rifki, sengaja memotong perkataanya ketika sorot matanya teralih ke arah Parman.

Parman yang ditatap dengan penuh kebencian itu pun tidak melawan. Dia paham, betapa sangat sakit hatinya kelima anaknya ini.

 Sesungguhnya, dia sendiri juga sangat sakit hati. Jikalau saat itu, Ijah tidak menyelamatkan dia. Mungkin, diapun juga akan menjadi budaknya iblis sama seperti Rossa.

"Kebakaran itu, membawa dampak seumur hidup pada kami! Kau, statusnya memang ayah kami. Tapi, kau tidak mampu melindungi kami, itu kegagalan!" kata Rifki semakin menjatuhkan mentalnya Parman.

Parman tersenyum tipis. Itu benar!

"Kamu benar, aku memang bapak yang tidak becus, nak! Tapi, percayalah, aku sangat menyayangi kalian semuanya. Seandainya, kejadian kejam itu tidak terjadi. Mungkin, kalian masih akan berada di sini. Menjadi anak dari seorang saudagar kaya!" kata Parman, pilu sungguh.

Tapi mau bagaimana lagi? Para hati yang sudah dikoyak, tidak akan pernah kembali utuh semula seolah baru. Koyakkannya masih ada.

Akan tetap membekas sekalipun ribuan tahun berlalu. Untuk menjadi manusia lapang, akan sangatlah sulit. Sebab tidak semua, manusia berhati bersih!

"Sudah!" sekarang, Aldi mulai menengahi percakapan mereka yang saling memojokkan.

Baik Rifki dan Parman di sana teralih ke arahnya. Aldi kini berdiri di depan mereka. Dia benar-benar menjadi seorang penengah mengingat sekarang posisi dia merentangkan kedua tangannya seakan mengukur jarak antara Parman dan Rifki.

"Ingat, tujuan kita, adalah bertemu Ibu Ijah! Apa kalian akan terus berdebat di sini? Cukup, aku tahu kamu merasakan sakit hati yang cukup besar, Mas! Kami semua juga! Tapi gak bisa kita cuma fokus pada satu hal yang terlalu bertele-tele ini, secara waktu hidup kita diukur dengan durasi jam sekarang!" kata Aldi menyadarkan Rifki bahwa betapa sangat pentingnya waktu yang mereka miliki.

 Mengingat, di lantai bawah sana. Rachel sedang berjuang melindungi mereka.

"Benar!" kata Parman, bukan Rifki yang menimpali perkataan Aldi. Justru Parman.

Parman memperhatikan kelima anaknya itu. Sebelum dia akan mengucapkan sesuatu. Haikal, membulatkan kedua matanya tatkala suara-suara gadis kecil yang tak lain adalah anak keenam kembali berseru,

"Panggillah, dia Ayah atau Bapak! Aku paham, kalian sangat membencinya setelah tahu apa yang terjadi di masa lalu. Aku pun begitu! Tapi, Ibu, masih sangat mencintainya. Dia percaya bahwa pria itu korban. Kasih sayangnya pada Ibu, sangat tulus. Antagonis di dalam skenario hidupnya hanya Rossa. Ibu meminta, kalian untuk hanya membenci Rossa. Lagi pula, kisah cinta Parman dan Ijah berakhir selamanya. Sebab Ibu, tidak ingin ditemui olehnya setelah mati. Itulah mengapa dia hanya berada di lantai ini. Dia tidak bisa menjangkau, Ibu! Ibu, terlalu suci untuk dijamah oleh tangan-tangan kotor!"

Katanya, Haikal mengernyitkan keningnya. Cukup panjang kalimatnya itu. Farah dan Aldi yang menyadari bahwa Haikal mendapatkan pesan baru pun segera bertanya,

"Apa yang disampaikan oleh anak keenam?" tanya Farah pada Haikal sekarang.

Haikal menatapnya, dia hanya tersenyum tipis. Sebelum dia menjawabnya, dia menoleh ke arah Parman.

"Dia sudah menemukan karmanya! Ibu tidak Sudi menemuinya. Itu sudah cukup! Ibu hanya ingin ditemukan oleh kita. Maka, mari temukan, Ibu! Lalu, segera keluar dari tempat mengerikan ini." kata Haikal.

"Baguslah kalau begitu, mari kita cari Ibu Ijah lagi!" kata Desta, Rifki menganggukkan kepalanya.

Sebelum mereka melangkah ke depan. Haikal pun berkata lagi,

"Ada satu hal, yang harus aku katakan lagi!" kata Haikal.

Perkataan itu, tentu saja menciptakan tanda tanya besar pada seluruh saudaranya yang kini sedang memperhatikan Haikal.

"Apa itu?" tanya Rifki pada Haikal yang nampak cukup sukar untuk mengatakannya.

Saat itu, Haikal menundukkan kepalanya. Dia tahu betul, kekesalan dalam hati saudaranya masih ada. Tapi, ini adalah kemauannya Ibu Ijah yang disampaikan oleh anak keenam jauh di sana.

Setelah cukup yakin, setelah mampu menguatkan diri dia sendiri. Haikal, pada akhirnya mampu melihat sorot mata seluruh saudaranya satu persatu.

"Kita, harus memanggilnya Ayah atau Bapak! Untuk membuka jalan ke lantai ketiga, itu katanya anak keenam padaku!" kata Haikal.

Gemertak gigi Desta serta Rifki beradu. Bayangan masa lalu yang baru saja mereka saksikan tadi membuat lidah mereka keluh rasanya. Ini berat, tapi ini adalah kunci untuk pergi ke gerbang selanjutnya.

Farah membuang kasar nafasnya. Sementara Aldi, dia menoleh ke arah Parman. Di sana, jelas tersirat kesedihan yang teramat dalam pada dirinya.

Aldi mengigit bibir bawahnya. Dia harus segera mengatakan kata-kata penyemangat bagi para saudaranya supaya segera melakukannya. Sebab waktu mereka masih berjalan.

"Kita gak ada waktu lagi sekarang! Tolong mengertilah! Ayo segera ucapkan panggilan itu pada sosok tercela di depan kita ini!" kata Aldi sekarang memberi perintah.

Mendengar fakta yang cukup pahit itu, benar memang! Tidak ada pilihan lain selain melakukannya.

Saat itu, ketika penglihatan masa lalu yang begitu kejam, terlintas di dalam kepala mereka bak rentetan film. Sambil menguatkan hatinya.

Mereka berlima menatap ke Parman. Tidak ada kasih sayang di dalam sorot mata mereka untuk Parman.

Hanya ada tatapan dingin. Parman hanya tersenyum miring melihat itu. Dia paham, dia layak mendapatkannya. Saat itu, ketika hati kelima saudara itu mulai yakin. Maka mereka pun secara bersamaan memanggilnya,

"Tunjukkan kami, arahnya," kata mereka bersama. Sejenak memberi jeda lalu melanjutkannya,

"Ayah!" panggil mereka berlima kepada Parman.

Sebuah panggilan yang membuat Parman tersentuh. Parman mundur selangkah, tangan kanannya memegangi dadanya sendiri.

Sungguh suasana di sana hawanya dalam sekejap menjadi hangat. Saat itu, ketika Parman mundur lalu beridiri menyamping.

Sebuah kepulan asap putih berkumpul. Asap-asap itu, perlahan mulai menghilang, membentuk sebuah anak tangga. Inilah tangga untuk menuju ke lantai ketiga. Tempat di mana Ijah berada!

Sorot mata mereka langsung terfokus pada anak tangga yang mengarah ke atas itu. Selesai dengan apa yang diperintahkan oleh anak keenam.

Mereka berlima secara bersamaan segera menghampiri anak tangga itu. Melewati Parman begitu saja lalu naik ke atas sana. Ketika derap langkah kaki mereka satu persatu mulai naik.

Seorang wanita berambut hitam panjang di atas sana tersenyum. Dia duduk di kursi goyangnya. Membelakangi pintu. Dia menatap ke arah jendela.

Dia adalah Ijah, di sinilah tempat dia bersemayam selama ini. Dia sengaja ada di sini, menunggu kedatangan anaknya selama dua puluh tahun lamanya.

1
Nurul
Zed mampir thor
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: loh kak Nurul 🙊🙊🙊
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ayo Ardin selamat kan mereka
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
cepatlah ardin
Safitri Agus
menari apa si Dhani apakah tarian tradisional Jawa Thor?
Teuing Saha🙃
Akhirnya, mereka bisa bertemu dengan ibunya🤧
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ayoo bebaskan anak2 Ijah .. semangat terus
Teuing Saha🙃
Apa sih.. Baca yg begini aja air mataku sampe bleberan😭
Teuing Saha🙃
Jangan gegabah lho, jangan sampai perjuangan mereka gagal karena kecerobohan anda!
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
deg degan gak sih ....wih banyak banget rintangan nya 🤭
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: hidup memang kudu banyak rintangan kak... wajar 🚶✨ mereka kan kandidat ninja warrior tahun depan
total 1 replies
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
semoga mereka semua berhasil keluar dari hutan itu
Teuing Saha🙃
Semoga kamu, Farah dan saudaranya, semua pulang alam keadaan selamat..
Kang Dhani: aamiin
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
harga harga pada naik eh ini malah umur yang didiskon
Kᵝ⃟ᴸᏒᎥҽ_ϒαη.POTEK.ѕͣυͣηͪηͪ💋💋
kayaknya gue ketempar deeh🫠
Teuing Saha🙃
Keras kepalamu gak ilang² Hel, yg ada makin menjadi😒
Teuing Saha🙃
Diskonan kok umur, coba kalau minyak sama beras, aku antri paling depan deh/Facepalm/
Teuing Saha🙃: Maklum, pemburu diskon🤭
total 2 replies
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
sebenarnya bukan salahnya sepenuhnya
Teuing Saha🙃
Hallahh... Pagi² dah dibikin mewek🤧
Nyai Aksara 👩‍🦯
Hah, eh waduh, semoga dia terjungkal
SANG
Aku hadir ya Thor, turut meramaikan💪👍
SANG
Aku tidak tau ayah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!