NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Fall In Love With You

Seperti biasa, Dohee dan Youngha kali ini bangun tepat pukul 5 pagi. Youngha mencium kening Dohee lalu mencium perut Dohee, setelah itu mereka membersihkan badan. Dohee sudah memasak, kali ini dia memasak agak banyak.

“Pagi sayang” sapa Youngha yang sudah memakai seragam rapi lalu memeluk Dohee dari belakang,

“Pagi sayangku, bagaimana tidur malam hari ini? Nyenyak?” tanya Dohee sambil melihat ke arah Youngha,

“Nyenyak sekali” jawab Youngha lalu mengecup pelipis Dohee lama, “Sayang, sepertinya kita harus meyakinkan Jungha” ujarnya usai melepaskan kecupannya,

“Kamu merasakan apa? Ganjal ya?” tanya Dohee,

“Iya, aku merasakan anak itu menikah hanya main-main saja, aku ingin dia mematangkan persiapannya lagi, sifatnya yang kekanak-kanakan juga” jawab Youngha,

“Kak Youngha, kamu harus turun tangan dia harus melewati ujian apakah dia benar-benar ingin menikah karena tanggung jawab dan cinta atau hanya ingin mengulang kembali” ujar Dohee,

“Pakai leluhur ibu kan sayang?” tanya Youngha,

“Iya sayang” jawab Dohee mencubit gemas pipi Youngha.

Jungha dan Miran tiba-tiba sudah turun dan berpamitan untuk segera pergi bekerja,

“Jungha, kenapa tidak sarapan dulu?” tanya Youngha sambil menyajikan makan di meja,

“Nanti saja kak” tolak Jungha halus,

“Miran, makan dulu ya” ajak Dohee,

“Eh kak, tapi—” jawab Miran ingin menolak,

“Kalau ke daerah kota cukup waktu kok, naik bus nanti Jungha yang suruh mengantarkan ke halte” ujar Dohee sambil memegang pundak Youngha yang berdiri sambil memegang tepi meja itu,

“Tapi kak, nanti kan ada Eunjoon yang mengantarkan ke kantor Miran” ujar Jungha menolak,

“Ouw, bagaimana Kak Youngha?” tanya Dohee,

“Lalu Eunjoon harus kembali lagi ke markas?” tanya Youngha lalu memiringkan bibirnya,

“Kak Jungha, aku bisa sendiri kok... Nanti kalau aku sudah pindah di daerah sini kamu yang antar” ujar Miran,

“Miran, kalau masih belum bisa pindah kamu selesaikan dulu ya disana... Jangan terburu-buru, tugasmu masih banyakkan yang harus di selesaikan? Perjanjiannya kamu sudah siap menikah baru bisa pindah kan?” tanya Dohee,

“Iya kak” jawab Miran,

“Ya sudah, makan dulu baru berangkat” ajak Dohee lagi,

Miran menggandeng Jungha duduk untuk pergi sarapan bersama,

“Jadi hari ini, jika Jungha mengantar Miran sendiri sampai bus datang bagaimana ya? Kan halte sama markas bukannya dekat ya?” tanya Dohee,

“Tapi kak—” jawab Jungha terputus,

“Jungha, ingat hari sabtu dalam minggu ini kamu sudah menjadi suami Miran. Belum tentu dia pindah setelah menikah denganmu” putus Youngha lalu menyuap makanannya,

“Sayang, hari ini aku lupa memberitahu. Hari ini aku ada universitas yang berkunjung ke rumah sakit jiwa” ujar Dohee sambil menatap Youngha,

“Naik apa kamu kesana sayang? Sama siapa? Kalau sendirian aku temani saja, aku juga ada pertemuan dengan Dewan Perwakilan di tengah kota nanti” jawab Youngha,

“Aku naik bus, diantar Jieun... Kamu pukul berapa rapat dengan Dewan Perwakilan?” tanya Dohee,

“Berangkat sekitar 8 pagian sih, nanti pulangnya aku jemput ya?” jawab Youngha,

“Tidak usah, nanti aku kan naik bus lagi sama Jieun” jawab Dohee,

“Kalau begitu aku antar aja ya kamu di halte habisini, pulangnya aku tunggu di halte sini sama Hain” ujar Youngha,

“Oke sayang, terima kasih” jawab Dohee tersenyum sambil memegang lengan Youngha,

“Jungha?” tanya Dohee,

“Wah, Kak Youngha keren” celetuk Miran,

“Jungha, tidak semuanya harus cepat-cepat... Dari sini kita masih punya banyak waktu, jika kau ingin menikah dengan Miran tapi permasalahan kecil pun kamu belum bisa menyelesaikan, bagaimana dengan permasalahan besar mu nanti setelah menikah? Seperti kakak yang sempat tak ada komunikasi? Belajar tanggung jawab” ujar Youngha,

“Iya kak baik” jawab Jungha, “Miran, maafkan aku... Hari ini aku antar kamu di halte ya” ujar Jungha,

“Iya Kak Jungha, terima kasih” jawab Miran,

“Nanti Jungha juga menjemput mu, Miran jangan khawatir dia selalu pulang kok setelah dari markas” ujar Youngha,

“Siap kak” jawab Miran,

“Dohee, maaf ya hari ini aku tidak bisa menemani mu... Aku harus jaga” ujar Youngha mewek,

“Tak apa-apa Kak Youngha-ku... Besok kamu juga pulang pagi kan?” tanya Dohee,

“Pulang sore, sayangnya” jawab Youngha dengan wajah sedih,

“Sayang, tak apa-apa... Negara lebih membutuhkan mu daripada aku” ujar Dohee,

“Sayang, tapi aku pengen elus perut” jawab Youngha manja,

“Iya, usai itu ya... Nanti aku kirim foto” ujar Dohee lembut,

“Oke, janji ya sayang” jawab Youngha sambil mengacungkan jari kelingkingnya, Dohee membalas acungan jari itu sambil tersenyum manis.

Jungha dan Miran berpamitan untuk segera pergi ke halte. Youngha memeluk Dohee yang badannya kini mulai terlihat berisi, Youngha mencium kening Dohee lalu mengecup bibir Dohee berkali-kali dengan cepat. Kemudian Youngha mencium bibir Dohee agak lama, dia sempat menghelai rambut Dohee yang panjang itu.

“Nanti setelah aku pulang, kamu harus minum vitamin dan aku ingin bermain denganmu” ujar Youngha lalu mencolek hidungnya,

“Sayang, tidak boleh... Disini kan masih belum jadi” jawab Dohee sambil memegang perutnya,

“Tidak mau, harus kuat sepuluh ronde” ujar Youngha sambil mendekatkan wajahnya ke Dohee,

“Sayang, nanti kalau jadi kembar bagaimana?” tanya Dohee,

“Akan aku rawat semuanya dan aku akan pulang setiap hari... Argh!” jawab Youngha girang,

“Sayang... Hahahaha” ujar Dohee diikuti dengan tawanya melihat Youngha yang girang,

“Sudah aku berangkat dulu ya sayang, jaga diri baik-baik dirumah... Nanti aku telfon kalau sudah sampai” ujar Youngha berpamitan,

“Iya sayang hati-hati di jalan ya... Jangan lupa minum vitaminnya ya, jangan lupa juga berikan pada yang lain” ujar Dohee,

“Oke siap sayang” jawab Youngha lalu mencium kening Dohee,

Youngha mulai berjalan menjauh dari Dohee sambil melambaikan tangan sangat tinggi, setelah Youngha berangkat ke kantor Dohee masuk ke dalam rumahnya. Waktu tepat menunjukkan pukul 8 pagi, tiba-tiba ada tamu di rumahnya. Dohee cepat-cepat membuka kunci gerbangnya, ternyata mereka adalah Ibu dari Hain, Raon, Sion, dan Jieun.

“Haiya, Dohee... Tambah berisi saja kamu” ujar ibu Hain sambil menggandeng Jieun,

“Aiya, ini ada isi berapa?” celetuk Ibu Sion sambil memegang perut Dohee,

“Hahaha... Ibu Sion bisa saja” jawab Dohee di ikuti dengan tawa lembutnya, “Mari masuk” ajaknya lembut.

Mereka semua membawakan masakan yang lezat dan tidak amis, kemudian di dalam rumah itu mereka membersihkan sebagian rumah Dohee, mereka bertukar cerita mulai dari sedih, senang dan bahagia. Mereka saling bertukar cerita, dan dari situ Dohee merasa hidupnya lebih hidup dari biasanya setelah tinggal oleh kedua Ibunya. Jieun yang dari tadi memegang Dohee terus karna takut jatuh, terpeleset, dia juga mengantarkan Dohee ke kamar mandi. Mereka disana sampai sore hari, setelah sore hari mereka kembali pulang kecuali Jieun karena dia diminta tolong dengan ibu Raon tetap tinggal disana. Malam hari tiba, datanglah pasukan personil seperti Raon, Hain, Sion kerumah Youngha dan Dohee.

“Haii kalian sudah datang” sambut Jieun,

Mereka membawa makanan camilan, makan malam sangat banyak. Dohee terkejut saat kedatangan mereka semua, tapi di sisi lain dia senang karena banyak yang menjaga. Setelah makan malam, Dohee menyiapkan beberapa kamar untuk para laki-laki.

“Jieun kamar ini khusus untuk mu ya” ujar Dohee,

“Terima kasih Kak Dohee” jawab Jieun,

“Kak Dohee, jangan khawatirkan kami... kita tidur di sofa saja sudah nyaman kok kak” ujar Raon,

“Jangan begitu kalian semua anggota Kak Youngha... Disana kalian ikut Kak Youngha bagus dan nyaman masa dirumah tidak diberikan yang terbaik?” jawab Dohee sungkan,

“Wah, aku setuju dengan Kak Dohee!!” ujar Sion girang,

“Baiklah, terima kasih sudah hadir semuanya... Nikmati istirahat kalian” ujar Dohee.

Dohee masuk ke dalam kamar, ponselnya bergetar. Lalu dia mengangkat telfon video itu,

“Sayang!” sapa Youngha,

“Sayang, kenapa kamu mengirim semua pasukanmu kerumah... Aku jadi sungkan dengan mereka” ujar Dohee protes kecil,

“Aku hanya bilang jaga hari ini, lalu mereka kesana semua... Padahal aku tidak menyuruhnya” jawab Youngha,

“Benarkah?” tanya Dohee,

“Iya sayang, sungguh aku tidak menyuruh mereka” jawab Youngha lagi,

“Wah, aku terharu dengan teman-teman mu” ujar Dohee dengan kedua matanya berbinar-binar,

“Sayang, sudah jangan menangis, disini mereka juga aku muliakan bak pangeran, hahaha” jawab Youngha lalu ketawa,

“Sayang” ujar Dohee lembut,

“Sayang, kamu sudah makan? Makan apa saja hari ini?” tanya Youngha,

“Sudah sayang, hari ini full aku makan masakan dari para ibu-ibu” jawab Dohee,

“Puji tuhan, syukurlah kalau begitu” jawab Youngha lega,

“Kamu sudah makan sayang?” tanya Dohee,

“Sudah sayang.” jawab Youngha, “Bagaimana keadaanmu? Apa mual lagi?” tanya Youngha,

“Syukur, sudah tidak... Tapi badanku cuman agak berisi saja” jawab Dohee,

“Hahahah... Tak apa-apa, kamu masih tetap sama cantiknya kok” ujar Youngha, “Oh ya sayang, Jungha hari ini pulang sama Miran?” tanya Youngha,

“Tidak tuh, tadi mereka sudah sempat aku kirim pesan sih tapi tidak ada balasan” jawab Dohee,

“Dasar anak-anak muda, biarkan saja mereka merenungkan masalah pernikahan itu” ujar Youngha,

“Sayang, besok kita mau jalan kemana akhir pekan? Atau kita piknik saja ya bersama keluarga besar kita?” tanya Youngha,

“Kita adakan piknik saja gimana sayang? Lebih seru bersama teman-teman yang lain” jawab Dohee,

“Oke nanti aku atur” jawab Youngha,

“Sayang kamu—” tanya Dohee terputus, dia mendadak mual,

“Sayang, kamu baik-baik saja kan?” tanya Youngha agak panik,

“Iya sayang, tak apa sudah biasa seperti ini yang penting tidak setiap full satu hari” jawab Dohee,

“Sayang, kamu istirahat ya wajahmu sudah pucat... Tunggu aku besok ya.... Dadah sayangku” suruh Youngha yang harus menutup telfon videonya karna wajah Dohee yang pucat itu setelah mual.

Keesokan harinya,

Jieun dan Dohee menyiapkan sarapan, mereka sarapan pagi bersama. Dan menjalani kegiatan sehari-hari, tapi kali ini Jieun pamit pulang di sore hari sebelum Youngha pulang, akhirnya Dohee memberikan satu box sayuran segar yang sudah dipotong. Tak lama, Youngha pulang kerumah. Dohee diangkat langsung dengan Youngha lalu dicium bibir dan keningnya. Saat malam harinya, mereka bermain dengan pelan sesuai kata Youngha, sepuluh ronde.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!