Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bahaya qi kental
saat kembali, revan dan han li juga sudah pulang dari berlatih.
ardan menghampiri mereka.
"van, aku mau ngomong bentar" ajak ardan.
revan menurut, dia mengikuti ardan ke tempat yang lebih sepi.
"bagaimana perkembangan-mu setelah menyerap inti binatang"
"cukup baik, sekrang aku sudah berada di penempaan tubuh puncak."
"bagilah kalau begitu. sebenarnya aku mengajakmu ke sini, untuk meminta pendapatmu"
"katakan saja, tidak usah ragu"
"aku ingin membentu faksiku sendiri, kamu sebagai ajudanku. aku tau ini egois karena kamu sudah pernah mengatakan jika kamu bisa memiliki kekuatan seperti yang di novel kamu ingin berpetualang. di sini aku tidak akan memaksamu, jika kamu tidak mau aku juga tidak apa apa" ungkap ardan serius.
revan berjalan mendekati ardan, ia menepuk bahunya.
"dan, sebenarnya kau menganggapku apa" tanya revan.
"tentu teman sekaligus keluargaku"
"jika begitu kenapa kau meragukanku?. ingat dan kita pernah bersumpah kalau kita akan menjadi keluarga selamanya, buat apa kau memikirkan tentang ucapanku dulu".
ardan terdiam, dia merenungkan apa yang di ungkapkan revan.
" sudah dan, ingatlah aku adalah tanganmu dan kau adalah otakku. jika salah satunya pergi atau terpisah, bagian lain akan sulit bertahan."lanjut ardan.
ardan tersenyum, ia berdiri.
"kau benar, maaf aku meragukan itu" ucap ardan.
"nah, ini baru ardan yang ku kenal."
"oh ia dan, sebenarnya wei Rey tadi menanyakanmu"
"untuk apa" tanya ardan.
revan menaikkan kedua bahunya.
"entahlah, tapi dia bilang kau di suruh menemuinya hari ini jika bisa" jawab revan.
ardan menatap, langit.
melihat matahari yang masih tepat di atas kepala, ardan mengangguk.
"kalo begitu, ayo kita ke sana"
sebelum pergi, ardan memberi tahu han luo dan han li.
setelah mendapatkan izin, mereka memutuskan untuk langsung berangkat.
setalah sampai.
ardan berniat mengetuk pintu, tapi baru tangannya akan terangkat.
"masuklah" suara wei Rey sudah terdengar dari dalam.
mereka masuk, di dalam ardan langsung duduk di depan wei Rey.
"ada apa" tanya ardan.
"sebelumnya aku lupa memberi tahumu. dengan qi milikmu ini kau harus cepat naik ke pembukaan qi, karena dengan kultivasi sekarang kau tidak akan bisa menahan qi itu. hanya dalam 7 hari setelah pembukaan meredian kemungkinan kau akan meledak jika tidak mengeluarkannya. untuk mengeluarkan qi itu kau memerlukan kultivasi pembukaan qi"
"apa hanya 7 hari" tanya revan.
hal ini mendapatkan anggukan dari wei Rey.
"apa tidak ada solusi lain" tanya revan lagi.
"tidak ada, jika dia memang serius untuk bertahan hidup, dia perlu meningkatkan kultivasi. ini bukan ancaman, lagi pula hidup dan matinya bukan urusanku"
ardan hanya diam, tidak ada kekhawatiran di wajahnya saat mendengar ini.
"hanya pembukaan qi kan"ucap ardan.
"untuk sekarang ia"jawab wei Rey.
"maksudnya untuk sekarang itu apa" tanya revan.
"begini, aku akan menjelaskan tentang kekuatan temanmu ini, karena qi yang terlalu kental dia perlu memperkuat merediannya juga. mungkin ada cara untuk dia tetap bisa bertahan 50 tahun ke depan jika kekuatannya berasa di pembukaan qi, tapi itu hanya 50 tahun. karena hanya dengan bisa mengeluarkan qi berkala saja tidak akan memperkuat meredian, karena untuk memperkuatnya minimal dia harus memiliki kultivasi yang cukup"
revan ingin berkata lagi, tapi ia di tahan oleh ardan.
"baiklah, Terima kasih sudah memberi tahuku, jika begitu aku pamit dulu" ucap ardan yang menarik revan.
"kenapa kita pergi dan, ini semua salah wanita itu. kenapa dia tidak memberi tahu ini sejak awal"
"sudah lah, lagi pula semua sudah terjadi. lebih baik kita kembali dulu"
mereka akhirnya kembali, saat malam tiba ardan ke luar. ia duduk di tempat duduk sebelumnya.
"apa ada masalah" tanya han Luo yang baru datang.
ia duduk di sebelah ardan.
"ya, memang ada sedikit masalah"
ardan menuangkan teh ke gelas lalu ia sodorkan ke samping han luo.
"apakah tuan han luo tau tentang qi yang terlalu kental"
"qi kental?"
"aku memilikinya, dan karena itu aku perlu terus meningkatkan kekuatanku agar tidak mati"
han luo menyeruput teh yang ada di gelas.
"aku, akui kau tidak bodoh. bahkan setiap pergerakan kau selalu memikirkannya. tapi ada satu hal yang kau tidak sadari"
"kau ingin membangun kekuatanmu sendiri, tapi aku bisa melihat kalau kau tidak memiliki ambisi untuk menjadi kuat. padahal jika kau membuat suatu faksi kau perlu memiliki kekuatan yang kuat juga. ingat nak, dunia ini bukan dunia tempat kau tinggal sebelumnya. di sini kekuatan adalah segalanya, bahkan jika temanmu itu kuat, itu tidak akan cukup untuk membuat orang percaya dengan faksimu. mungkin kau menganggap kau bisa mengakalinya dengan membuktikan strategi, walaupun itu kuat dan bisa di andalkan untuk sementara. tapi dunia ini kejam nak, kau membuat faksi baru, itu artinya kau menantang kekuatan kekuatan yang sudah ada. jika kau lemah maka mereka akan menyerangmu tanpa ragu. berbeda jika kau memiliki kekuatan setara dengan mereka, walaupun anggotamu sedikit, mereka akan tetap menghargaimu"jelas han luo.
"ingat dan renungkan kata kataku tadi, bisa jadi dengan qi kental ini bisa membantu semangatmu" lanjut han luo.
setelah mengatakan itu, han luo kembali masuk.
setelah, kepergian han luo.
ardan kini benar benar merenung.
"aku hampir melupakan kalau ini adalah dunia kultivasi, mau sebagus apapun strategi yang ku miliki, itu tidak akan berarti di kekuatan absolute" batin ardan.
ardan masuk, tapi ia tidak pergi ke kamarnya.
dia lebih memilih pergi ke ruang belajar.
di sana penuh dengan buku tentang kultivasi, ardan membaca satu per satu buku buku ini.
sepanjang malam, ardan menghabiskan waktu untuk membaca.
bahkan tanpa sadar, ia tertidur di sana.
ia baru terbangun, setelah ada tangan yang menyentuhnya.
ardan sedikit membuka matanya, dan melihat siapa yang Membangunkannya.
"tuan han luo" ungkap ardan.
"bersiaplah, aku akan mengajakmu mencari kekuatan" ungkapnya.
ardan berdiri, ia mencuci muka terlebih dahulu sebelum makan.
saat keluar, ardan melihat han li dan revan sudah siap dengan pedang di tangan mereka.
"kita akan berburu hari ini" ucap han luo dari dalam.