Hai readers dukung karya ku dengan selalu meninggalkan jejak VOTE LIKE KOMEN dan share.
Maya adalah teman masa kecilku.
Dulu, kami begitu dekat hingga pada akhirnya kami harus terpisah. setelah sekian lama akhirnya kami bertemu kembali, dan benih benih cinta pun mulai bersemi.
kami menjalin sebuah hubungan, seakan tak ingin berpisah darinya. bahkan aku telah melamarnya, akan tetapi aku justru menikah dengan wanita lain, dia adalah Cecilia.
pernikahan yang kami jalani tanpa dasar cinta. Hatiku masih tertutup untuknya. aku masih mencintai Maya dan berharap kembali padanya.
hingga suatu hari Cecilia pergi disaat aku mulai mencintainya. aku jatuh terpuruk setelah kepergiannya. cinta ku kepada Maya lenyap begitu saja.
hingga takdir mempertemukan aku dan Maya kembali.
bagaimana kisah selanjutnya, apakah aku dan Maya akan bersatu??
ikuti kisahnya dalam Maya Janda Memikat
selamat membaca 🤓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahbana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 7 Jebakan
Maya menceritakan pertemuannya dengan Pak David tadi siang, kepadaku.
Maya mengirimkan pesan singkat kepada Pak David untuk menemuinya di sebuah kafe dekat kantor, ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan kepada kekasihnya.
Tanpa curiga, Pak David segera menemui Maya, dia sangat berharap jawaban atas lamarannya kepada Maya beberapa hari yang lalu.
Selama ini hubungan mereka baik-baik saja, tidak pernah ada pertengkaran. Aku dapat melihat ketulusan cinta Pak David, aku melihat banyak perubahan pada dirinya.
Tak lama setelah mereka bertemu, Maya berniat mengatakan maksudnya meminta Pak David menemuinya.
Namun di luar perkiraannya, melihat wajah berseri-seri dan kepercayaan diri yang tinggi dari wajah Pak David, Maya mengurungkan niatnya.
Dia merasa tak tega jika harus melukai hati kekasihnya.
Seperti biasa, Pak David menggenggam erat tangan Maya, dia juga tak sungkan mengelus wajah wanita pujaannya di depan umum.
Pak David terlihat begitu romantis, tatapan matanya dan tutur katanya membuat semua wanita meleleh dibuatnya.
Mungkin hal itu juga yang tengah terjadi pada Maya. Setelah sekian lama bercengkrama, Maya tak kunjung mengatakan yang sebenarnya.
Dia bimbang dengan perasaannya, di satu sisi Maya telah menemukan cintanya, namun di sisi lain dia tak ingin melukai perasaan kekasihnya.
Maya meminta maaf padaku, dia berjanji akan secepatnya menyelesaikan urusannya dengan Pak David.
"Aku tidak akan memaksamu May, lakukan apa yang menurutmu terbaik untukmu."
"Maafkan aku Rend, aku akan mencoba mengatakannya sekali lagi kepada David. Bersabarlah untukku Rend."
Maya menggenggam tanganku, mencoba meyakinkanku.
"aku percaya padamu May"
aku tersenyum melihatnya
"Terima kasih atas pengertian mu Rend"
Sebenarnya apa yang aku katakan tidak sepenuhnya sama dengan yang kurasakan.
Aku memang tidak memaksanya namun aku sangat mengharapkannya. Aku takut jika Maya berubah pikiran, namun aku harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.
Meskipun ada rasa lega karena aku telah menyatakan cintaku kepada Maya, dan dia pun membalasnya, namun melihat hubungannya dengan Pak David yang hingga kini masih berjalan, membuatku sedikit ragu.
Bisa jadi kejadian malam itu tak begitu berarti bagi Maya.
Aku masih ingat betul bagaimana malam itu, aku dan Maya sama-sama menikmatinya.
Aku masih bisa merasakan ketika tubuhku bersatu dengan tubuhnya.
Kini aku takut jika terlalu dekat dengan Maya, aku takut akan mengulangi kejadian malam itu, sedangkan dia belum resmi menjadi istriku.
Aku merasa candu dengan setiap lenguhannya, rasanya sesuatu bergolak dalam diriku, ada rasa ingin menikmatinya lagi.
Setelah menemui Maya aku kembali ke kosanku.
Kejadian malam itu terus terbayang-bayang di ingatanku.
Hingga larut malam, aku masih belum bisa menutup kedua mataku.
Aku sangat merindukan Maya, merindukan hangat tubuhnya, aku akan menunggu Maya sampai dia menyelesaikan urusannya dengan Pak David.
Untuk sementara waktu mungkin aku tidak akan menemuinya.
Pagi menjelang, sejuknya udara pagi membuat tubuhku terasa lebih segar. Seperti biasa sebelum berangkat bekerja aku menyempatkan diri untuk berolahraga meskipun hanya sekedar berjoging.
Tak Butuh waktu lama, sekitar 15 menit aku sudah menyelesaikan olahraga pagi ku. Aku segera membersihkan diri dan bergegas pergi ke kantor.
Aku tidak melihat Maya hari ini, dia juga belum menghubungiku. Kulihat layar ponselku ada beberapa pesan masuk dari Maya.
Maya:
Rend, sepertinya hari ini aku tidak ke kantor, David mengajakku pergi ke suatu tempat, mungkin hari ini juga aku akan menyelesaikan urusanku dengannya.
Entah apa yang tengah aku rasakan, jika cemburu itu sudah makanan sehari-hari ku. Maya selalu berhasil membuatku cemburu.
Namun kali ini rasanya sangat berbeda terasa lebih menyakitkan, Maya kekasihku, pergi dengan seorang pria ke suatu tempat yang aku tidak mengetahuinya, dan mereka pergi hanya berdua.
Lagi-lagi pikiran kotor merasuki ku. Aku membayangkan jika kejadian malam itu terulang lagi, namun bukan denganku melainkan dengan pria lain yang saat ini bersama Maya.
Aishh..... apa yang aku pikirkan. Seharusnya aku percaya kepada Maya, dia akan mampu menjaga dirinya.
Maya telah mengetahui perasaanku dia juga telah membalas cintaku. Seharusnya aku percaya padanya, aku putuskan untuk membalas pesannya.
Aku:
Baiklah May, aku percaya padamu Jaga dirimu😘
Ada perasaan tak menentu dalam diriku, apakah aku harus menanyakan ke mana David membawanya, tapi tidak itu akan membuat Maya berpikir jika aku tidak mempercayainya.
Aku tunggu saja sampai dia kembali membawa kabar bahagia untukku. Hingga jam kantor usai aku tak mendapat pesan atau telepon dari Maya.
Tiba-tiba saja Faruq mengajakku pergi ke suatu tempat, dia ingin aku menemaninya untuk menemui seorang wanita, mungkin wanita itu kekasihnya.
Tak butuh waktu lama untuk aku dan Faruq sampai di tempat yang dituju.
Di sebuah motel tepatnya, aku menunggu di depan motel dan Faruq masuk seorang diri.
Setelah lama menunggu, ada seorang pelayan motel datang ke arahku dan memberi segelas air, karena sudah merasa kepanasan dan kehausan tanpa berpikir panjang aku meneguk minuman tersebut. Rasanya segar namun sedikit aneh.
Tak lama kemudian Faruq keluar dari motel, aku tak melihatnya bersama wanita yang tadi sempat ia ceritakan.
Tiba-tiba kepalaku terasa pening, ada hawa panas menguasai tubuhku, sesuatu dalam diriku seperti bergejolak. Faruq yang melihatku tidak seperti biasa, membawaku masuk ke dalam motel.
"lu Kenapa Rend..?" Tanya Faruq sedikit panik.
"nggak tahu tiba-tiba saja gue ngerasa ada yang aneh"
"Lu tunggu di sini gue carikan minum"
Panas di tubuhku semakin menjadi, sepertinya aku membutuhkan pelepasan saat itu.
Tak lama setelah Faruk pergi meninggalkanku di kamar, datanglah seorang wanita berparas cantik dengan pakaian seksi.
Kesadaran ku hampir sepenuhnya hilang, aku seperti menemukan sesuatu yang aku butuhkan saat itu, entah apa yang tengah menimpaku, aku melampiaskan hasrat ku kepada wanita yang telah mendatangiku.
Tak ada penolakan, sepertinya ini semua sudah direncanakan.
Aku telah terjebak, ada yang sengaja memberikan obat pada minuman yang tadi aku dapat dari pelayan motel.
Setelah sedikit mereda, aku dengan segera meninggalkan wanita itu sendirian di kamar.
Aku tak menjumpai faruq setelahnya. Aku pulang dengan mengendarai motor ku, dengan hawa panas yang masih tersisa di tubuhku.
Yang ada di pikiranku hanya Maya, aku merasa telah mengkhianatinya aku sangat berharap Maya mempercayaiku namun kini aku telah menghancurkan kepercayaannya.
Setelah kejadian ini, masih mampukah aku menampakan wajah ku di hadapan Maya.
Aku yakin Faruq dalang semua ini, dia yang membawaku ke motel itu, dia juga telah meninggalkanku di kamar seorang diri, hingga seorang wanita datang menghampiriku dan perbuatan hina itu pun terjadi.
Di tengah perjalanan, aku kalut kemana aku selanjutnya.
Apakah aku harus menemui Maya di rumahnya atau kembali ke kosanku, sedangkan saat ini tubuhku masih merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Aku masih butuh pelepasan, entah apa yang menuntunku hingga motorku terparkir di depan rumah Maya.
Aku lihat pintunya sedikit terbuka, tanpa berpikir panjang aku masuk ke dalam rumah dan menemukan Maya sedang beristirahat di kamarnya.
Maya yang sempat terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba, tidak menolak ketika aku mulai me******hi dirinya dan sekali lagi kami melakukan hal yang tidak seharusnya kami lakukan.
Kali ini aku benar-benar menuntaskannya kepada Maya, aku lihat tubuh maya terkulai lemah di sampingku, yang nampak kelelahan karena kejahatan ku.
Tak lama setelah itu, aku pun terlelap hingga pagi menjelang.
Saat kubuka mata, aku melihat Maya telah membersihkan dirinya, dia duduk di sampingku.
Aku yang melihatnya merasa sangat bersalah, aku memeluknya dan minta maaf padanya. Namun Maya hanya tersenyum dia sama sekali tak marah dengan apa yang telah kulakukan padanya.
Jangan lupa vote like and comment
Tunggu episode berikutnya ya.... Terimakasih😘
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun ❤️
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-Suamiku Posesif (Adam & Alina)
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengawal Tampan Nona Judes
-BELOVED
-Pengantin Pengganti Tersakiti
dan rendy dan maya bisa kembali romantis lgi.
dan trll prcya sm david.itu kesalahn ny trll bodoh,klo mya msh suka sm david satukn aj lh thor klo menurutmu itu bgus.aku jd ilfeel sm peran cewek ny yg trll murahan dn gk menghargai pasangan nya.katany cinta sm rendy tp gk bs jga hrga diriny.kesel