NovelToon NovelToon
Me Vs Police

Me Vs Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:511.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nad Nanad

kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Saat ini aku dan Ify sedang berada di tempat favorit kami dikala sedang banyak pikiran atau sedang stres. Di sebuah pantai ditemani dengan semilir angin pantai yang membuat hati ini sedikit tenang.

Aku dan Ify bermain seperti seperti anak kecil sesekali kami tertawa, bersama Ify aku jadi merasakan kebahagiaan saat orang tuaku sedang tidak berada di sisiku entah kapan papa dan mamaku pulang kesini.

Kami bermain hingga langit mulai gelap dan setelahnya kami berniat untuk pulang. Sayup-sayup kudengar suara anak kecil yang menangis, aku sedikit merinding begitu pun dengan ify.

kami melangkah pergi meninggalkan tempat itu dengan buru-buru namun suara itu masih tetap ada bahkan semakin jelas.

"Fy dengar gak?" Tanyaku pada Ify yang mulai pucat karena ketakutan.

"Udah, gak usah didengerin kita pergi cepet!" Jawab Ify berusaha setenang mungkin walau kutau dia juga takut.

"Ini udah mau malam fy, disini juga sepi terus suara anak kecil itu siapa? Gak mungkin kan itu han ..." Belum kuselesaikan omonganku tiba-tiba Ify mendekap mulutku dengan tangannya.

"Hustt mending kita pulang."

"Aku penasaran fy gimana kalo kita cari tau? Kayaknya suara itu dari sana deh." Ucapku menunjukan sebuah tembok besar yang mungkin adalah sebuah pagar.

"Yuk kesana." Ajakku seraya menarik tangan Ify ke arah tembok yang tidak jauh dari tempat kami tadi.

Sesampai di depan pagar yang lumayan cukup tinggi itu, aku memutuskan untuk memanjatnya. Untung saja ada sebuah tangga disana jadi mempermudahkan kami untuk menyeberangi tembok itu.

"An! Ini rumah orang."

"Daripada penasaran? mending cari tau, siapa tau anak itu lagi sendirian di rumahnya terus gak ada yang denger dia nangis."

Aku dan Ify terus berjalan mengelilingi rumah itu dan berakhir di pintu depan. Sepertinya aku mengenali tempat ini tapi dimana? lalu aku mengintip sedikit ke dalam rumah itu melalui jendela yang gordennya masih terbuka dan suara anak menangis itu ternyata Nayla dan berarti rumah ini?

Aku mengalihkan pandanganku ke sebuah papan nama yang ada di samping bel rumah itu disana terpampang jelas nama

Pak Andrean.

Aku mengamati sekeliling komplek perumahan ini dan benar saja ini adalah komplek perumahan polisi yang pernah kukunjungi. Aku sekali lagi melihat ke dalam rumah itu dan Nayla melihatku lalu tangisnya bertambah pecah

"Momma momma." Ia terus merengek sambil melihatku di jendela. Pak Dean yang sedang menggendongnya pun juga berbalik dan Yap melihatku juga di sini.

Sebenarnya aku rindu sekali dengan Nayla namun pamannya itu yang membuatku malas jika harus bertemu dengannya lagi.

Baru tadi siang aku bertemu masa mau ketemu lagi.

"Anna! Ngapain disini?" Tanya pak Dean yang keluar dari balik pintunya.

"Eh ... emm." Aku tak tau harus mengatakan apa masa aku bilang kalo aku sama Ify manjat pagar

"Gini pak, saya sama Anna tadi denger anak kecil nangis jadi kami cari tau kesini." Jawab Ify.

"Kalian lewat mana? kok bisa masuk kesini?"

"Manjat pager lah pak yang di belakang rumah bapak itu." Ucapku spontan tanpa sadar.

"Manjat? emang kalian darimana?" Tanya Pak Dean lagi

"Dari pantai pak terus denger suara anak nangis jadi kita kesini."Jawab Ify memberi penjelasan.

"Oh yaudah ayo masuk." Ajak pak Dean pada kami.

"Gak usah pak kita mau pulang kok ya kan fy?"

"Liat Nayla! kamu mau dia nangis terus sampai pagi? Dia lagi kangen sama kamu". Pak Dean memberikan Nayla padaku.

"Yang kangen kayaknya pak Dean" Lirihku dengan sangat pelan mungkin aku saja yang dapat mendengarnya.

"Momma?"

"Iya ini momma." Aku berjalan masuk ke dalam rumah pak Dean sambil menggendong Nayla yang tangisnya sudah mereda.

Disusul oleh Ify di belakangku.

Kamu duduk di sebuah sofa dan kemudian pak Dean menyusul duduk di sampingku dan Nayla.

"Papa dada?" Ujar Nayla lagi sambil menunjuk pak Dean.

"No papa, Ayah". Jawab pak Dean yang berusaha mengubah nama panggilannya untuk Nayla.

"Yayyayya yayyayayya". Ucap Nayla lagi yang membuatku gemas ingin mencubit pipi gembulnya itu.

"Momma?" Nayla mulai menunjukku kali ini

"No momma, bunda."

"Nda nda."

"Ayah, bunda." Ucap pak Dean lagi sambil menunjuk dirinya kemudian menunjuk diriku. Aku hanya terdiam tak tau harus berbuat apa, mau protes tapi ini demi Nayla. Kulihat Ify mesem-mesem sendiri di tempatnya sambil menatapku.

"Yayyayya nda nda."

"Yeah pinter anak ayah". Pak Dean kemudian menggelitik perutnya hingga ia tertawa.

Tak terasa malam mulai larut dan Nayla tampaknya sudah mengantuk begitu pun diriku dan kulihat Ify sudah tidur di tempat duduknya.

Aku mencoba menidurkan Nayla yang terus menguap berulang-ulang. Sementara Pak Dean? Dia dengan santainya tidur di bahuku.

Aku memeriksa ponselku yang sedari tadi kusilent jam sudah menunjukkan angka 00.00 lama sekali aku bermain dengan Nayla hingga tak menyadari waktu.

Kulihat beberapa panggilan telepon sebanyak 20 kali dari papa dan 5 kali dari bang Satya. Mungkin bang Satya mengadu pada papa mengapa jam segini aku belum pulang juga.

Aku pun membangunkan Ify dan juga pak Dean untuk berpamitan pulang. Namun motorku ada di pantai bagaimana bisa kami pulang.

"Pak saya sama Ify mau pulang." Ucapku membangunkannya.

"Biar saya anter." Jawabnya sambil menahan kantuknya.

"Gak usah pak kami bisa sendiri." Tolakku padahal aku bingung mesti bagaimana pulangnya tengah malam begini mana ada ojek.

"Kita pulangnya gimana An? kan motor kamu ada di pantai." Ujar Ify yang juga bingung.

"Saya anter kalian!"

"Tapi Nayla gimana pak?"

"Ya dibawa lah masa ditinggal disini."

Akhirnya kami menerima tawaran dari pak Dean untuk mengantarkan kami pulang dengan turut membawa Nayla yang sudah nyenyak tidurnya.

Sesampainya di rumah, aku melihat seorang pria berbadan tegap sedang melipat kedua tangannya di depan dada. Itu papa, papa pulang? berarti di dalam juga ada mama. Aku senang sekaligus takut bagaimana pikiran papa saat tahu aku pulang larut malam dan diantar oleh seorang pria.

Aku turun dari mobil pak Dean dengan gugup aku takut papa marah dan berpikiran yang tidak-tidak tentangku. Ditemani pak Dean yang juga turun dari mobilnya.

"Dari mana kalian?" Papa mulai membuka suara

"Da ...dari rumah pak Dean pa." Jawabku terbata.

"Jam segini baru pulang? sama laki-laki? kamu mau bikin papa malu?" Ucap papa dengan suara meninggi.

"Saya bakalan tanggung jawab om." Ucap pak Dean membuka suara.

"Apa buktinya?"

"Saya nikahin anak om." Ujar pak Dean yang membuatku sangat kaget.

"Oke kalo begitu bawa orang tua kamu besok kesini! Kamu Anna, masuk sekarang."

"Tapi pa Anna belum mau nikah." Bantahku pada papa

"Masuk papa bilang."

Aku hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya kurasa Pak Dean memanfaatkan kesempatan agar bisa nikah denganku dasar laki-laki licik.

To Be Continued ...

note: kalo ada yang nanyain Ify sama Nayla dimana? Ify udah turun duluan terus Nayla tidur dalam mobil pak Dean:v

1
Dwi Ratnaningsih
part 41-43 mana nih
Ridho Widodo
sip simple..
thor...
Ridho Widodo
ana istri goblok.g jujur..sok nutupi mantan pacar pengganggu..cerein aja dean....
sumiati
lanjoot donk thoor
Nurhayati Nia
aku mampir thorr
Hartini Bayu Pratama
lanjut,thor
Sadiah Syarief 🐻😸: next kk
total 1 replies
Maizuki Bintang
lagi thor
rahima humaira(bundae rizky)
tetep semangat thorrr
rahima humaira(bundae rizky): insya allah klw da wktu luang
total 2 replies
bakri Rjaya cell
lanjut thor
Maizuki Bintang
bgs
husnul
lanjut kak syang bgt klo gak d lnjutin 😁 suka ma cerita nya mski gak selesai tetep aj d bca bolak blik dan berharap d selesaikan 🤭
husnul: harus kak semangat buat revisi sm lnjutin cerita nya y 🤗
total 2 replies
indri ramadani
cerita nya di lanjut tor,,.
Nad Nanad (hiatus): Siap, bakalan saya baca ulang dulu soalnya udah lupa sama alurnya hehe...
total 1 replies
Elmiyati
thor tokoh anna jangan dibuat cengeng ,nggak asik dikit2 nangis kyk ank kecil aja
Arie Chrisdiana
suami yg sabar banget tlg anna klau bicara sm suami jgn kasar2, sesabar2nya org ada batasnya nanti klau ditinggal br nyesel dech
Azlen Haslina
luar biasa
Anna Susiana
aku mampir menyimak cerita ini, banyak up nya ya biar tambah seru
Nadia Krismayanti
lanjut donk thor ceritanya bagus, saya nunggu" pas bka gx up up up.
ErNa Nur AnNisa
ceritanya padahal bagus bngt lho Thor
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗
Yuliana Susanti
lanjut lah knp Hiatus pdhal critanya bagus Lo, penasaran banget gimn akhir nya lanjut lah
Mmh Gio
iiih ngga usah kaya gitu kenapa thur. serem banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!