NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah! Siapa?

Kita beralih ke kastil mewah milik Marsel, tentunya sebelum pernikahan Rayya dan Riko akan di adakan, atau situasi setelah Marsel mendatangi rumah Rayya, yang dulunya tidak seperti sekarang namun kekuasaan Marsel yang meroket pesat dan mengubah rumah yang dulunya biasa saja menjadi megah bak Kastil.

Di ruang bawah tanah jika mencoba cari dengar dengan teliti, akan sering mendengar jeritan penghianat yang tiada habisnya.

Semua orang takut padanya, sehingga dengan mudahnya Ia memaksa penggusuran warga untuk membangun kastil megah di tengah kota. Halaman yang berhektar-hektar itu juga di bangun tembok yang menjulang tinggi di segala arah.

Tentu saja itu Marsel lakukan agar musuh tidak mudah menyusup dalam kekuasaan nya yang bisa di bilang telah bercabang, baik di dunia gelap maupun secara legal. Perusahaan miliknya ada di mana-mana. Oleh sebab itu banyak yang membencinya namun tidak sedikit juga yang selalu mengagungkan kekuasaan yang Ia miliki di usia yang terbilang cukup muda untuk mencapai semua itu.

"Kak, tumben aku dan Mama di suruh tunggu kamu. Ada apa, Kak?" tanya Mona, Adik Marsel namun beda Ibu. Lily, Ibu Mona juga sudah ada di sana bersama putrinya. Cukup lama mereka menunggu Marsel dan hal tersebut tentu membuat rasa jengkel, tapi mereka tidak berani mengungkapkan nya.

"Hanya kalian berdua?" 

Bukannya menjawab, Marsel justru mencari keberadaan sang Ayah yang tidak memunculkan batang hidung nya. Walau kesal, tapi Marsel tidak peduli ada atau tidak orang tua itu.

"Papa ada urusan penting, mungkin sebentar lagi juga pulang," jawab Lily tenang. 

Marsel tidak kembali menanggapi, Ia hanya melanjutkan langkah nya yang masih ada banyak pekerjaan.

"Kak, mau kemana? Katanya ada yang ingin di bicarakan."

Sejujurnya dalam hati Mona menggerutu dengan sikap Marsel, hal itu sangat bertolak belakang dengan apa yang Ia munculkan ke permukaan.

"Biar Alex yang memberitahu kalian," kata Marsel melanjutkan langkah. Ia malas meladeni dua ular betina itu.

"Kenapa tidak kak Marsel saja yang bicara?" pertanyaan Mona tidak berarti apa-apa. Lily juga segera menahan tangan putrinya itu agar tidak usah mengharapkan Marsel yang bersuara. Lagipula sudah ada Alex di sana dan pasti tahu apa yang akan di bicarakan.

"Saya tidak ingin berbasa-basi. Bos Marsel akan menikah tidak lama lagi."

Setelah mengatakan itu Alex juga hendak pergi, karena memang hanya itu yang ingin ia sampaikan, sekedar memberitahu mereka saja.

"Tunggu Alex. Dengan siapa Marsel akan menikah?" tanya Lily.

"Pasti dengan Monica, kan?" lanjut nya karena mereka sudah berusaha menjodohkan Marsel dengan gadis itu.

"Mungkin."

Tidak ada penjelasan selain satu kata itu membuat Lily dan Mona menduga apa yang mereka kira benar adanya.

Setelah memberitahu mereka, Alex segera pergi menyusul Marsel yang pasti sudah menunggu dirinya. Ia sudah berusaha berbicara sesingkat mungkin, semoga Bos nya itu tidak marah karena telah di buat menunggu.

"Ma, ini kabar baik. Tapi kenapa Monica tidak memberitahu kita kalau mereka akan menikah," seru Mona.

"Entahlah. Biar Mama telepon dia," kata Lily dan segera mengeluarkan handphone untuk menelepon wanita itu.

"Monica, selamat ya. Akhirnya kamu akan segera menjadi menantu ku," ucap Lily bersemangat.

Jika Monica berhasil menguasai Marsel, maka rencana nya yang selama ini telah tersusun rapi pasti akan dengan mudah tercapai.

"Maksud Tante, apa?" tanya wanita yang bernama Monica itu, Ia tidak mengerti dengan perkataan Lily yang tiba-tiba. Mungkinkah Marsel akan menikahinya?

"Bukankah kalian akan menikah?" tanya balik Lily dengan ekspresi bingung dan dahi berkerut.

"Menikah? Siapa?"

Di balik telepon juga tidak kalah bingung nya.

"Kamu dan Marsel," jawab Lily.

"Tidak Tante. Kemarin aku bahkan hampir di habisi oleh nya, bagaimana mungkin tiba-tiba kami akan menikah," kata Monica.

"Tunggu! Apa jangan-jangan Marsel akan menikah?"

Dari nada suaranya Monica terdengar tidak terima dengan sedikit kemarahan.

"Iya, baru saja tadi dia berkata seperti itu. Kita kira menikah nya dengan kamu. Lalu, kalau bukan dengan mu, dengan siapa Marsel akan menikah."

Lily dan Mona saling pandang, bisa gagal rencana mereka kalau Marsel tidak menikah dengan Monica.

"Tunggu, Tan, aku akan segera ke sana."

Sambungan langsung terputus.

"Ma, dengan siapa Kak Marsel akan menikah."

Terlihat Mona memang sepertinya juga ingin agar Marsel menikah dengan Monica.

"Biar Mama cari tahu."

Jemari Lily kembali menari di atas handphone dan seperti nya menghubungi seseorang.

Sepertinya Ia punya mata-mata yang selalu memantau segala gerak gerik Marsel. Mungkin juga hal ini tidak di ketahui oleh anak sambungnya itu jika Lily menempatkan seseorang untuk selalu mendapatkan informasi tentang dirinya.

"Bagaimana, Ma?" tanya Mona.

"Benar, bukan Monika. Nama wanita itu adalah Rayya," kata Lily.

"Rayya? Siapa Rayya itu?" Mona tidak pernah mendengar nama tersebut. Siapa dia sampai bisa mau menikah dengan Marsel.

"Aku tidak terima kalau orang itu mau menikah dengan kak Marsel," kata Mona tidak suka.

"Tenang saja, mereka itu hanya orang susah dan miskin, pasti mudah kita menyuruh nya untuk mundur," ucap Lily di angguki oleh Mona.

"Biar aku yang mengurus nya," kata Mona.

________________

Selang beberapa jam lamanya,ternyata Mona sudah berada di kediaman keluarga Rayya. Tampaknya mereka dengan mudah mencari tahu tentang Rayya. Tentu saja, karena Lily punya mata-mata di dekat Marsel.

"Cari siapa?" tanya Tuti karena kembali dirinya yang membuka pintu untuk tamu asing tersebut, kali ini adalah seorang perempuan, yaitu Mona. Tuti agak bingung hari ini banyak tamu asing yang berdatangan. Sebelum nya Marsel bersama para bawahan nya dan sekarang seorang wanita dengan koper di tangan nya.

"Aku mau menemui Rayya, antar saya bertemu dengannya," nada perkataan Mona seperti memerintah.

"Sebentar ya, Non. Saya panggil kan dulu Non Rayya nya," kata Tuti lagi tetap membalas dengan baik dan sopan.

"Cepat."

Tapi tanggapan Mona malah seperti itu, macam rumah nya saja, Ia bahkan langsung masuk tanpa di persilahkan.

"Rumah nya jelek banget sih, iiuuu."

Walau enggan, Mona tetap duduk karena takut betis nya membesar jika kelamaan berdiri.

"Lama banget sih," gerutu Mona saat melihat kemunculan Rayya dan Sella. Kebetulan Rayya sudah ambil cuti,  jadi tidak kemana-mana, sedangkan Rio sedang keluar mengurus persiapan pernikahan Rayya. Untuk indah, wanita tua itu malas melihat, paling cuma teman Rayya, begitu pikirnya.

"Maaf, Bibi Tuti bilang kamu mencari saya, ada apa?" tanya Rayya setelah duduk berhadapan dengan tamu tersebut, di samping nya juga ada Sella menemani Rayya.

"Oh, jadi kamu yang bernama Rayya itu?"

Mona meneliti penampilan Rayya, bibirnya mencibir meremehkan.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: Terimakasih sudah mampir, kak. Saya sangat senang jika cerita nya kakak suka🥰

mungkin sepi karena tidak ada yang tahu kalau ceritanya bagus😁😁😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!