NovelToon NovelToon
Sebait Doa, Sekeping Asa

Sebait Doa, Sekeping Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

"Tuhan!, tidak banyak yang ku pinta, hanya kuatkan hati ku, bimbing langkahku, agar aku selalu sabar dan ikhlas dengan semua kehendak dan ketentuan mu ini".

Kisah perjuangan hidup seorang anak manusia, seorang remaja miskin, putra dari seorang penderita odgj bernama Kaenan.

Hinaan, caci maki, fitnah dan perundungan bahkan kekerasan fisik, sudah menjadi lauk makan sehari hari.

Meskipun hidup dalam kemiskinan dan tak punya siapa siapa, satu hal yang masih di yakini Kaenan, dia masih punya Allah dan doa doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Kaenan pulang mengendarai motor metik nya dengan santai, menyusuri jalan yang masih padat merayap.

Saat itu terjadi kemacetan parah di depan Hotel Lestari, ada kecelakaan tabrakan beruntun.

Sambil menunggu kemacetan terurai, Kaenan berhenti di pinggir jalan, tepat di dekat parkiran mobil Hotel Lestari.

Sebuah mobil baru saja memasuki parkiran mobil di dekat pagar tempat Kaenan berhenti.

Dari dalam mobil, keluar sepasang muda mudi, mungkin suami istri, yang berjalan kearah lobby hotel.

Yang membuat Kaenan terhenyak, wanita muda itu adalah wanita yang sangat saat ia dan nenek nya pergi ke Mall dulu, wanita yang berpakaian serba kekurangan bahan itu.

Kali ini wanita itu mengenakan blus Levis yang hanya panjang sejengkal, dengan ujung paling bawah tanpa jahitan, alias di biarkan berjumbai.

Sementara baju wanita muda itu bahan kaos Tampa tangan, sehingga ketek nya yang putih jelas terlihat, beserta payu&ara nya yang besar agak terlihat dari samping.

Sepasang muda mudi itu berjalan kearah lobby hotel sambil berpelukan, seperti nya mereka baru menikah. Namun dilihat dari payu&ara wanita itu yang nampak membengkak, mungkin si wanita seorang janda beranak.

Setelah beberapa saat, akhirnya sepasang muda mudi itu masuk kedalam lobby hotel, sementara Kaenan meneruskan perjalanan, karena kemacetan jalan mulai terurai, setelah beberapa orang polisi tiba.

Perjalanan malam ini terasa begitu melelahkan, baik lahir maupun batin bagi Kaenan .

Setibanya di rumah, Kaenan segera mandi di kamar mandi di kamar tidur nya sendiri, berendam air hangat beberapa saat, hingga Lamat lamat pintu kamar tidur terdengar di ketuk, suara sang nenek memanggil nya.

"Kae!, ayo buru buru nak, kakek sudah menunggu mu di ruang tengah!" suara nenek Carla kamar Lamat.

Kaenan buru buru menyelesaikan mandi nya, berpakaian, lalu turun menemui kakek nya yang sudah menunggu di ruangan tengah.

"Bagai mana Kae?, sukses?" tanya tuan besar Baskoro menyambut kedatangan sang cucunya.

"Mang Ujang, sama mang Nandang, besok mau kerumah, mengambil RAB nya, sedangkan mang Hamit sudah saya serahkan RAB nya, pekerjaan nya yg dahulu tinggal finishing saja, jadi bisa mengambil kerjaan baru" sahut Kaenan.

"Uang hasil kerja mu, rencana nya, mau kau gunakan untuk apa?" tanya tuan besar Baskoro pada cucunya itu.

"Belum ada rencana kek!, masih saya masukan tabungan saja, kalau sudah banyak, mungkin untuk beli tanah, atau apalah nanti kek!" sahut Kaenan lagi.

Tuan besar Baskoro tersenyum mendengar ucapan dari cucu nya itu, ada rasa bangga di dalam hati nya, meskipun Arifin dan Irfan selalu menghambur hambur kan uang, namun tuhan punya cara lain agar cucunya tidak ikut didikan Irfan.

"Bagus itu nak!, Investasi tanah adalah satu kebijakan jangka panjang yang tidak ada rugi nya, yang pasti, kau pastikan dulu tanah nya tidak bermasalah, mau kakek bantu dana?" tawar tuan besar Baskoro pada cucunya itu.

Kaenan hanya tersenyum kikuk mendapat tawaran dari sang kakek, "tidak deh kek!, biar Kae usaha sendiri, supaya ada kebanggaan di hati Kae, kakek tolong Carikan saja dulu tanah yang tidak bermasalah, sisanya biar Kae usaha sendiri" ujar nya.

"Lalu!…… bagai mana tanggapan mu dengan perjodohan itu nak?, pertentangan antara paman Arifin dan papah mu semakin menghawatirkan saja, mereka tidak lagi saling sindir, tapi sudah membuka front secara langsung, kalau perpecahan ini kian melebar, kolega kakek akan pergi satu persatu nanti nya, mereka akan menilai jika Hanggada group tidak punya masa depan lagi" ujar tuan besar Baskoro dengan wajah sendu.

Kaenan hanya diam membisu, tidak membantah atau mengiyakan.

Sejujurnya, didalam hati Kaenan , tidak ingin buru buru menikah di usia nya yang masih sangat muda itu, dia masih ingin bekerja sampai bisa membeli tanah yang cukup luas, lalu akan dia bangun komplek perumahan, itulah rencana Kaenan yang sudah dia rancang.

Tetapi bila dia hanya menuruti egois nya sendiri, efek nya adalah keluarga inti nya akan berantakan semua nya.

"Nak!, hidup ini adalah lautan takdir, kalau kau ingin selamat, harus ikhlas mengikuti arah arus takdir itu membawa mu, jangan melawan arus, karena jika kau bersikeras melawan arus, kau tidak akan tiba dengan selamat, yang ada kau akan hancur nak!" nasehat Kiai Nuruddin tiba tiba bergaung kembali di ingatan Kaenan.

Kaenan mengangkat wajah nya, memantapkan hati nya, dia akan mengikuti arah arus takdir yang akan membawa nya kelak, dia akan ikhlas dengan hasil akhirnya nanti.

"Kek!, saya serahkan semua nya kepada kakek, saya akan mengikuti semua keputusan kakek, yang kakek anggap terbaik buat kita semua, Kae yakin Allah punya cara dan rencana buat kita semua!" sahut Kaenan.

Tuan besar Baskoro dan istri nya nyonya Carla, saling berpandangan, lalu keduanya tersenyum.

Meskipun di dalam hati nyonya Carla ada rasa perih dan tidak rela, namun hanya itu cara agar putra putra mereka bisa hidup akur.

"Baiklah Kae jika itu keputusan mu, kakek akan atur waktu pertunangan kau dan Caca nanti, kau tidak usah repot , cukup iya kan saja, selebih nya biar kakek dan nenek yang melakukan nya" ujar tuan besar Baskoro menepuk pundak Kaenan.

Di dalam pandangan tuan besar Baskoro, meskipun usia Kaenan masih sangat belia, namun pikiran anak muda ini jauh melampaui pagar batas usia nya.

Yang lebih membuat tuan besar Baskoro kagum, meskipun sekarang hidup bergelimang harta benda, namun tidak membuat Kaenan lupa diri, tidak mentang mentang, tidak aji mumpung, apalagi sampai berubah menjadi angkuh dan sombong.

Bahkan kartu ATM yang dia berikan, belum pernah di pergunakan sama sekali, hal itu terus terpantau oleh tuan besar Baskoro.

Beda kepala, beda pula pemikiran, itulah kenyataan. Meskipun nyonya Carla adalah istri setia tuan besar Baskoro, namun hati kecilnya yang paling dalam, terasa perih bukan main, ada rasa tidak tega mengorbankan cucu kesayangan nya itu, sekedar untuk di jadikan tumbal harta benda milik sang kakek nya.

Ya!, terasa sangat perih, nyonya Carla ingin sekali menjerit dan menangis, melontarkan protes dan ketidak setujuan nya. Tapi apa daya, dia hanyalah seorang wanita yang menumpang hidup pada sang suami.

Namun di depan semua orang, wanita tua yang masih terlihat awet muda dan cantik itu berusaha mengubur seluruh beban batin nya dalam dalam, mengulas senyum kepalsuan seperti sebuah topeng, agar hanya dia sendiri yang tahu rasa perih itu seperti apa.

Di usia usia senja nya, tidak ada ambisi apapun di hati nyonya Carla, hanya bagai mana berpulang kepada sang pencipta nya, dengan hati yang lapang.

Akhir akhir ini, nyonya Carla rutin mengikuti pengajian yang di berikan oleh ummi Nazeha di lingkungan RT setempat, bahkan nyonya Carla sudah beberapa kali mengajak suami nya untuk pergi umrah atau bahkan naik haji'. Namun sang suami selalu beralasan sibuk, belum ada waktu, masih banyak kerjaan.

Perih hati nyonya Carla bila memikirkan kata kata ustazah ummi Nazeha dalam satu tausiyah nya, "Allah tidak akan perduli dengan apa kesibukan mu?, apa halangan mu?, apa beban mu?, jika waktu nya tiba, nyawa mu akan tetap di cabut nya, meskipun kau meninggalkan bayi merah yang perlu disusui, Allah tidak perduli kau siap atau tidak!, punya bekal atau tidak!, rela atau tidak rela, jika waktu nya tiba, roh mu akan tetap pergi meninggalkan jasad mu yang kelak akan terhina, tidak ada lagi wajah cantik dan tampan, tubuh indah dan seksi, kulit putih bak susu baru diperas, yang ada bau busuk dari raga mu yang mulai hancur, rupa mu yang kelak akan berubah mengerikan, jangan kata istri setia, anak tercinta mu pun tak Sudi berlama lama bersama mu!" ....

Namun nyonya Carla berusaha mengubur semua itu dalam dalam, karena dia tahu jika ucapan nya, hanyalah desauan angin menerpa dedaunan, setelah angin berlalu, daun tidak akan pernah berubah apa apa, hanya usia daun itu saja yang berubah.

Nyonya Carla juga tahu apa yang dirasakan Kaenan cucu nya, perih nya batin Kaenan berselubung senyum kepalsuan dia tahu.

Namun dia juga sadar, jika dia tidak punya hak apa apa dengan hidup nya sendiri.

Nyonya Carla bangkit berdiri, memeluk tubuh Kaenan dari belakang, "sudah malam sayang, tidurlah!, biarkan kakek yang atur semua nya" ucap nya sedikit bergetar, dengan seulas senyum yang nampak terlalu dipaksakan.

Hari hari pun berjalan seperti biasa nya, rutinitas tak ada yang berubah, Kaenan masih sibuk dengan proyek baru nya, mengawasi dan mengontrol jalan nya pembangunan.

Seminggu sesudah pembicaraan dengan tuan besar Baskoro itu, malam Minggu berikutnya, tuan muda Arifin dan tuan muda Irfan sekeluarga berkumpul di Rumah kediaman tuan besar Baskoro.

Sesungguhnya tidak ada pembicaraan terlebih dahulu dengan Kaenan, mungkin tuan besar Baskoro ingin membuat acara kejutan.

Bahkan tuan muda Arifin dan tuan muda Irfan tidak di beritahukan terlebih dahulu oleh tuan besar Baskoro, pria tua itu hanya mengatakan ingin mengadakan jamuan makan malam bersama seluruh keluarga besar nya.

Hadir saat itu, tuan muda Arifin, istri nya nyonya Mona, dan Gracia putri mereka.

Lalu tuan muda Irfan, bersama sang shanty istri nya yang kini kesehatan nya telah pulih seratus persen, serta Syafea.

Saat makan malam, duduk di ujung meja, tuan besar Baskoro dan nyonya Carla di samping kiri nya, serta di samping kanan nya.

Lalu di sisi kanan tuan muda Arifin sekeluarga, berhadap hadapan dengan tuan muda Irfan sekeluarga.

Kaenan tersentak kaget beberapa saat, waktu keluarga paman nya memperkenalkan diri.

Meskipun kali ini Gracia atau Caca datang dengan penampilan cukup tertutup dengan gaun panjang nya, namun Kaenan masih mengenali jika Gracia adalah wanita yang dia lihat di Mall tempo hari, serta yang masuk kedalam Hotel bersama seorang pria.

Kaenan terdiam beberapa saat, dia baru sadar, jika pria yang dia lihat di Mall dan pria yang bersama Gracia di Hotel saat itu adalah pria yang sama.

Meskipun Kaenan mengeluh dalam hati, tetapi keputusan telah dia ambil, langkah pun telah dia mulai, dan tidak ada istilah kembali lagi sekarang. Atau semua rencana kakek nya akan hancur berantakan, hanya karena ego nya semata.

...****************...

1
Was pray
buah berasa manis dan pahit serta asam tumbuh dari tanah yg sama, ketulusan hati juga bisa tumbuh dari semua manusia yg mempunyai nurani, banyak sidok manusia yg punya hati tapi tanpa nurani maka akan jadi buah yg asam bahkan pahit, tapi jadi buah yg manis jika sosok manusia itu punya hati nurani sehingga akan muncul empati tanpa menuntut untuk dihargai,, tetap jadi manusia yg punya nurani kae agar dirimu tetap jadi buah yg manis bagi siapa saja
Night Watcher
beda ya 'memaafkan' dgn 'melupakan' pebuatan kejam terhadap kita, walau bisa memaafkan blm tentu bisa melupakannya, bahkan bisa 100 X lipat sulitnya..
Night Watcher
lah, ternyata emaknya safea gila jg, tp suka ngatain kae anak org gila..😇😇
Night Watcher
katanya yg punya kakeknya safea,
Night Watcher
coba mampir, kayane ngenes temen mbok..
Was pray
anak Sholeh gak harus mengalah terus dan mengandalkan nasib pada takdir tab ikhtiar, cocok sama sikap kae menolak perjodohan dan melepaskan semua harta warisan dan hidup mandiri
Was pray
kalau dari dulu kamu tolak perjodohan dengan Grace maka kejadiannya gak serunyam sekarang kae, kau terlalu lemah mental sih, sok mau jadi pahlawan untuk keluarga kandungmu yg cuma Mikirin harta doang, apagunanya kamu sholat istikharah dulu? kalau kamu tetap salah waktu mengambil keputusan?
Was pray
betul... kae yg blo'on mesti gampang dikubulin.. di iming2u masuk surga kae udah pasrah nyerahin segalanya, mungkin disuruh bunuh diri kalau diembel embi masuk surga mesti kae lakukan, kae terlalu polos mesti mudah dikubulin... 🤣🤣
Was pray
tapi mau dijodohkan sama biancabe cabean ya sama juga bo'obg kae, kau pengecut , gak punya ketetapan hati, itu bukan tipe muslim yg Sholeh tapi orang Islam yg plin-plan tapi bersampul m/berkedok sholeh
Was pray
ke.....ce....wa.... mau kasih jempol jadi gak semangat
Was pray
kecewa.......... kae menerima perjodohan, berkorban buat keluarga itu mulia tapi bila dia sendiri masuk ke jurang kesengsaraan ya konyol.... jadi males nerusin bacanya
Was pray
aku mau denger bagaimana keputusan kaenan dalam menyikapi urusan perjodohan. menerima dan jadi orang kaya tapi masuk lubang neraka dunia atau tnenolak tapi tetap hidupnya damai walau miskin. menerima tawaran perjodohan ibarat dirinya jadi umpan buaya rakus. berkorban untuk orang tamak gak ada mashkahatnya
Was pray
inti cerita novel ini menjadikan kae sianak Sholeh jadi tumbal ya Thor? dulu waktu belum tau Arifin itu ortu kandungnya jadi bahan kekerasan, sekarang setelah tau tetap berubah tetap jadi tumbal, jadi tumbal keserakahan, padahal kae emang Sholih tapi gak punya keberanian melawan dengan dalih takdir dan nasib
Was pray
berharap tanpa tindakan berarti pemalas, ibarat mau kenyang tapi gak mau menyuapkan ke mulut, semua butuh tindakan rreaistis kae
Was pray: aku suka baca karya cetak dan teks digital, terkadang iseng buat syair, puisi dan skrip lagu, cuma buat menyalurkan hobi corat-coret sederhana, untuk piknik otak kok bang
total 4 replies
Was pray
langkahmu masih panjang kae ! tapi semua harus dirajut sejak dini, sepotong baju butuh beberapa proses untuk mewujudkannya, mulai dari seirat dipintal menjadi benang, benang ditenun menjadi kain baru kain dijahit menjadi baju, jadi semua butuh ikhtiar untuk mewujudkannya, berdoa tanpa usaha berarti pemalas, berusaha tanpa doa berarti sombong, jadi ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan, benang tak akan jadi baju jika hanya diam tanpa mau dirajut demikian juga cinta dan cita2 kae
Hentri Gunawan
bagus dan buat pelajaran
Was pray
kapan kaenan mau hidup damai? waktu miskin diinjak injak oleh ortunya sendiri, setelah diketahui kae anak orang kaya bukan makin tenang hidup kae malah tambah runyam, diperalat oleh keluarga ortunya demi harta
Was pray
harta adalah fitnah yg mempirak porandakan segalanya, harta bisa menjadi barokah tapi juga gak laknat jika ditangan yg serakah
Was pray
memaafkan belum tentu harus menerima kehadirannya kyai! takdir anak dan orangtua kandung memang tidak bisa diubah kyai, mengakui tidak harus menerima, durhaka itu jika si anak gak mau mengakui kalau dia orangtuanya kemudian berbuat dholim kepadanya , tidak berbakti terhadap kedua orangtuanya yg Sholeh/Sholehah, juga jika kamu diposisi kaenan apakah yg kau katakan sanggup kau lakukan kyai Nurudin? ceramah itu mudah melaksanakan apa yg diceramahkan itu yg belum tentu bisa
Was pray
kelurga pak Irfan yg waras akal budinya cuma Bu shanty, pak Irfan hanya kebetulan darahnya mengalir di tubuh kaenan, syafea bukan kakak kaenan hanya takdir yg membuat keduanya terpaksa lahir dari ibu dan bapak yg sama, orang2 seperti gak pantas dapat gelar ayah dan kakak kandung, luka hati dan penderitaan yg disebabkan oleh sosok orang yg terpasang berkedudukan jadi ayah dan kakak kandung lebih dalam lukanya dan tak kan hilang selamanya , pak Irfan syafea lebih rendah dari binang babi yg najis dan haram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!