Karina, seorang wanita cantik yang sangat mandiri. Karena di usianya yang baru 23 tahun sudah memiliki toko bakery sendiri hasil kerja kerasnya.
Namun, tiba-tiba saja hidupnya berubah drastis saat ada seorang laki-laki yang datang ke tokonya mencari roti untuk sang ibu, hingga membuat hidupnya terus di hantui oleh laki-laki itu yang ternyata seorang duda.
Andrian Jayatama Persadha, seorang duda berusia 41 tahun, yang sudah menduda selama 7 tahun tiba-tiba saja di paksa menikah lagi oleh ibunya, hingga dia bertemu seorang wanita cantik yang menurutnya tipe idaman ibunya sekali.
Akankah perjuangan Andrian membuahkan hasil untuk mendapatkan hati Karina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdua
Sejak pembicaraan mereka beberapa waktu lalu, Adrian tidak lagi menghubungi Karina. Dia mencoba menerima kenyataan, bahwa tidak mungkin Karina mah menerimanya. Dan memegang benar, jika usianya tidak mungkin untuk bersanding dengan wanita secantik dan masih muda seperti Karina bukan.
"Pak, bapak baik-baik saja?" tanya pak Diman supirnya Adrian.
"Ah, iya pak. Saya baik-baik saja." jawab Adrian sadar dari lamunannya.
Malam ini, hujan turun dengan begitu derasnya. Bahkan jalanan terlihat sepi malam ini. Seperti hatinya yang terasa hampa.
Namun, tiba-tiba saja Adrian melihat pada supirnya untuk berhenti di halte bus. "Pak, berhenti pak." ucapnya tiba-tiba membuat pak Diman langsung mengerem mendadak.
"Karina?" gumam Adrian yang berusaha memastikan apakah itu Karina atau bukan.
Ternyata itu memang Karina. Wanita itu hanya berdua dengan sopir ojek online. "Pak, bapak mau ke mana Pak?" tanya Pak Diman ketika melihat Adrian hendak keluar dari mobil.
"Saya mau jemput Karina, Pak." jawabnya begitu saja turun dari mobil.
Dia membawa payung, dan kita berdiri tepat di hadapan Karina. Melihat ada seseorang yang datang ke arahnya membuat Karina langsung kaget saat mengetahui bahwa laki-laki itu adalah Adrian.
"Om?" gumamnya ketika melihat laki-laki itu datang ke arahnya.
"Ayo masuk mobil." ucapan Ryan begitu saja pada Karina.
"Gak deh om, makasih. Sebentar lagi hujannya pasti berhenti." tolaknya secara halus karena dia tidak ingin merepotkan orang lain.
"Masuk ke mobil sekarang Karina. Ini hujan deras, dan tidak baik bagi seorang perempuan masih di luar jam segini dengan seorang laki-laki yang tidak di kenal."
"Lah, kita juga nggak saling kenal. Terus kenapa aku harus ikut sama om?" jawaban dari Karina benar-benar menguji kesabaran Adrian.
Jika itu bersama dengan orang lain, mungkin sudah Adrian tinggalkan dia begitu saja. Tapi, entah mengapa dengan Karina dia banyak mengalah. "Kamu mau masuk baik-baik atau saya paksa?"
"Maaf, Pak. Kalau mbaknya gak mau jangan si paksa." ujar driver ojek online tersebut.
Adrian melirik ke arah driver ojek online tadi, dan menatapnya dengan tajam. "Jangan ikut campur dengan urusan saya. Berapa biaya yang harus saya ganti untuk membatalkan orderan ini?" tanya Andrean to the point.
"Om, plis jangan kayak gini!" kata Karina meminta pada Adrian.
"Saya hanya ingin memastikan bahwa keadaan kamu baik-baik saja Karina. Ini sudah hampir jam 10.00 malam dan kamu masih di luar. Bahkan keadaannya saat ini sedang hujan, Saya tidak mungkin membiarkan kamu begitu saja dengan pakaian kamu itu." Adrian melirik pakaian dipakai Karina saat ini. Hanya sebuah kemeja lengan panjang, yang berbahan tipis.
Tidak, ada yang tidak mungkin membiarkan Karina begitu saja.
"Masuk ke mobil Karina..." ucap Adrian dengan suara rendah membuat Karina langsung berjalan melewati Adrian begitu saja.
"Ambil ini!" kata Adrian memberikan uang pada driver ojek online tadi, dan menyusul Karina.
"Karina, tunggu!"
Brak!
Karina masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya begitu saja tanpa peduli siapa pemiliknya.
Sementara pak Diman yang melihat interaksi Adrian dengan wanita itu sejak tadi merasa penasaran. Bahkan tiba-tiba saja wanita itu masuk ke dalam mobil, dan disusul bosnya.
"Kenapa meninggalkan saya begitu saja? lihat baju kamu sudah basah." Adrian membuka jasa miliknya, dan ingin memakaikannya pada Karina.
Namun, gadis itu langsung menolaknya mentah-mentah. "Gak usah, aku gak apa-apa kok!" tolak Karina.
Tapi, Adrian tetap memakai hadiahnya pada tubuh mungil karena dia tahu bahwa gadis itu kedinginan.
"Saya tidak ingin kamu sakit nantinya. Jadi pakai jas saya oke."
"Aku bilang nggak apa-apa, aku baik-baik aja kok." masih berusaha menolak tapi Adrian menahannya.
"Karina, Saya tahu kamu tidak menyukai saya. Tapi tolong, perhatikan diri kamu. Pakaian kamu sudah basah dan tidak mungkin kamu pulang dalam keadaan pakaian basah seperti ini bukan? apa yang ibu kamu katakan nantinya?"
Nyes...
Karina merasa getir ketika membicarakan soal ibu. Mana mungkin ibunya khawatir dengan keadaannya. Karena yang ada di pikiran ibunya hanya bagaimana cara dia menghasilkan uang. Selebihnya wanita itu tidak akan pernah peduli padanya.
"Aku tinggal sendirian om." jawab Karina sambil tersenyum getir ketika membicarakan soal ibu.
"Maaf, Saya tidak tahu jika orang tua kamu-"
"Mama masih hidup, cuman aku yang nggak punya papa." potong Karina langsung.
"Oh, saya pikir kamu-"
"Jalan Pak, ini udah malam. Saya mau istirahat." ujarnya pada pak Diman membuat Adrian merasa ada sesuatu yang disembunyikan Karina saat ini.
Mendapatkan kode dari Adrian membuat pak Diman langsung menjalankan mobilnya.
"Taman anggrek blok 3 nomor 11 pak." ucap Karina pada pak Diman lagi.
Setelah itu dia membuang pandangannya ke arah jendela mobil dan menatap jalanan yang basah, karena hujan semakin deras
Sepanjang perjalanan, tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Karena Karina sibuk dengan pikirannya sendiri.
***
belajar memangil mas jan om