NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyatuan Tabu dan Kelahiran Qi Ungu

Episode 25

Keheningan di dalam Ruang Meditasi Jiwa Murni Paviliun Seribu Harta terasa begitu mencekam, seolah-olah ruangan itu sendiri sedang menahan napas untuk menyaksikan sebuah kelahiran yang terlarang. Suara rintik hujan dari luar bangunan tidak lagi terdengar, tertelan oleh dengungan energi yang sangat rendah namun kuat yang memancar dari tubuh Gu Sheng.

Gu Sheng duduk bersila di tengah formasi batu energi yang kini telah berubah menjadi tumpukan abu putih. Seluruh energi spiritual dari batu-batu itu telah dihisap habis dalam waktu singkat. Tubuh pemuda itu tidak lagi hanya diselimuti oleh kabut hitam, kini percikan cahaya emas yang tajam terus-menerus meledak dari pori-pori kulitnya, bertabrakan dengan aura kegelapan yang mencoba menekannya.

"Argh... Ugh..."

Gu Sheng mencengkeram lututnya sendiri hingga jari-jarinya menembus jubah hitamnya. Wajahnya memerah, lalu membiru dan akhirnya berubah menjadi pucat pasi. Di dalam tubuhnya, sebuah peperangan kosmik sedang berlangsung.

Esensi dari Tulang Dewa adalah energi Yang yang paling murni, melambangkan cahaya, keteraturan, dan penciptaan. Sementara itu, Qi Penelan Langit miliknya adalah energi Yin yang paling pekat, melambangkan kehampaan, kekacauan, dan kehancuran. Dua energi ini seharusnya saling memusnahkan saat bersentuhan. Namun, di bawah paksaan Dantian Lubang Hitam milik Gu Sheng, mereka dipaksa untuk berada di satu ruang yang sama.

“Bocah, kau harus bertahan! Jangan biarkan kesadaranmu goyah!” suara Kaisar Iblis menggelegar di dalam batin Gu Sheng, memberikan tekanan mental agar ia tidak jatuh pingsan. “Tulang Dewa itu sedang mencoba meledakkan Dantian-mu dari dalam! Gunakan Gerbang Pertama (Kai Men) untuk membagi aliran energinya menjadi ribuan helai kecil, lalu lahap mereka satu per satu!”

Gu Sheng menarik napas yang terasa seperti menghirup serpihan kaca tajam. Ia memicu Gerbang Pertama di otaknya hingga matanya memancarkan cahaya ungu yang menyilaukan. Dengan kemampuan pemrosesan informasi yang luar biasa dari gerbang tersebut, ia mulai membedah ledakan energi emas dari Tulang Dewa menjadi jutaan partikel energi yang lebih kecil.

Ia kemudian menggerakkan Qi hitamnya untuk mengepung setiap partikel emas tersebut. Rasanya seperti mencoba menjinakkan jutaan lebah yang mengamuk di dalam pembuluh darahnya. Rasa sakitnya begitu hebat hingga Gu Sheng bisa merasakan setiap saraf di tubuhnya seolah-olah sedang dikuliti hidup-hidup.

Setiap kali partikel emas itu dilahap oleh energi hitamnya, sebuah reaksi kimiawi energi terjadi. Warna hitam pekat dan warna emas terang perlahan-lahan mulai memudar, meleleh menjadi satu warna baru yang sangat asing bagi Benua Azure: Warna Ungu Tua.

Ungu adalah warna bangsawan, namun bagi praktisi kultivasi tingkat tinggi, ungu melambangkan sesuatu yang jauh lebih menakutkan, penyatuan antara dua ekstrem yang mustahil. Ini adalah Qi Iblis Penghancur Bintang.

Sementara Gu Sheng sedang bertarung dengan maut di dalam ruang meditasi, Kota Azure di luar sana sedang mengalami gejolak yang luar biasa. Berita tentang kehancuran Keluarga Mu dan pembantaian murid inti Sekte Pedang Langit telah menyebar seperti api yang ditiup angin kencang ke kota-kota tetangga.

Di jalanan Kota Azure, suasana tampak sangat mencekam. Keluarga-keluarga bangsawan yang selama ini menjilat Keluarga Mu sibuk mengemasi barang-barang berharga mereka ke dalam kereta kuda, mencoba melarikan diri sebelum matahari terbit. Mereka takut akan ancaman Gu Sheng. Suara derit roda kereta dan teriakan kepanikan terdengar di setiap gerbang kota.

Namun, di tengah kekacauan itu, sosok Su Mei berdiri di balkon tertinggi Paviliun Seribu Harta, menatap ke arah kerumunan yang melarikan diri dengan tatapan yang sangat cerdik. Ia memegang sebuah gulungan kertas yang berisi daftar aset Keluarga Mu yang baru saja ia sita secara hukum dagang.

"Nyonya, tim eksekusi kami sudah menguasai gudang senjata dan gudang pil Keluarga Mu," lapor Zhao Hu yang berdiri di belakangnya. "Namun, beberapa tetua dari klan kecil mencoba untuk menjarah di tengah kekacauan ini."

Su Mei tersenyum dingin, ia menyesap teh hangatnya dengan elegan. "Siapa pun yang berani mengambil satu keping emas milik Tuan Muda Gu, potong tangan mereka dan gantung di gerbang kota. Berikan pengumuman, Kota Azure kini berada di bawah pengawasan Paviliun Seribu Harta atas mandat dari Gu Sheng. Siapa pun yang tetap tinggal dan setia, mereka akan mendapatkan perlindungan. Siapa pun yang melawan... biarkan mereka menunggu kunjungan sang Iblis saat ia bangun nanti."

Zhao Hu membungkuk hormat dan segera pergi melaksanakan perintah. Ia tahu bahwa Su Mei bukan hanya sedang mengurus bisnis, ia sedang membangun fondasi bagi kekaisaran baru untuk Gu Sheng.

Di kamar sebelah ruang meditasi, Qing Er duduk di lantai sambil memeluk lututnya. Ia terus menatap pintu besi tempat Gu Sheng berada. Panas Phoenix di dalam tubuhnya terasa bergejolak, seolah-olah ia ingin menembus pintu itu untuk membantu tuannya.

"Tuan Muda... jangan mati..." bisik Qing Er, air mata menetes di pipinya. "Qing Er masih menunggu Anda untuk melihat dunia yang Anda janjikan."

Kembali ke dalam ruang meditasi.

Dua hari telah berlalu. Gu Sheng tidak lagi bergerak sedikit pun. Tubuhnya kini tertutup oleh lapisan kerak berwarna ungu tua yang keras, seperti kepompong iblis yang sedang mengerami sesuatu yang mengerikan di dalamnya.

Di dalam tubuhnya, peperangan energi itu hampir berakhir. Lautan Ruh (Spirit Sea) hitam Gu Sheng kini telah berubah total menjadi lautan cairan ungu yang sangat tenang namun memiliki kepadatan yang tidak masuk akal. Setiap tetes Qi ungu ini mengandung daya hancur yang sepuluh kali lipat lebih besar dari Qi hitam sebelumnya.

“Berhasil...” gumam Kaisar Iblis dengan suara yang hampir tidak percaya. “Bocah, kau benar-benar melakukannya. Kau tidak hanya memasang Tulang Dewa, kau telah 'Mencerna' takdir dewa itu menjadi kekuatan iblismu sendiri. Sekarang... pecahkan kepompongmu dan tunjukkan pada dunia apa yang telah kau ciptakan!”

KRAK!

Retakan pertama muncul di permukaan kerak ungu yang membungkus tubuh Gu Sheng. Cahaya ungu yang sangat tajam memancar dari retakan tersebut, membelah udara di dalam ruangan.

KRAK! KRAK! BOOM!

Seluruh lapisan kerak itu meledak menjadi serpihan energi yang halus. Gu Sheng berdiri perlahan di tengah ruangan. Tubuhnya kini tampak sedikit lebih tinggi, dengan kulit yang memancarkan kilau perak redup, hasil dari Gerbang Ketiga yang mulai terketuk karena luapan energi baru ini.

Ia membuka matanya. Pupil mata Gu Sheng kini benar-benar berwarna ungu tua, dengan lingkaran merah darah yang masih tersisa di tepinya. Auranya kini tidak lagi meluap-luap; sebaliknya, ia terasa sangat kosong. Namun, siapa pun yang memiliki kultivasi tinggi akan tahu bahwa kekosongan ini adalah kekosongan sebuah lubang hitam yang siap menelan apa saja yang mendekat.

Gu Sheng mengepalkan tangannya. Sebuah getaran energi ungu melingkar di jari-jarinya.

SPIRIT SEA TINGKAT KELIMA.

Hanya dalam tiga hari, ia naik satu tingkat lagi setelah menyerap esensi Tulang Dewa sepenuhnya. Namun, kekuatannya yang sebenarnya bukan pada tingkatannya, melainkan pada kualitas Qi Iblis Penghancur Bintang miliknya.

Ia berjalan menuju jendela dan membukanya. Sinar matahari pagi yang cerah menyinari wajahnya. Ia menatap ke arah kejauhan, ke arah utara di mana Sekte Pedang Langit berada.

"Satu bulan..." bisik Gu Sheng. "Aku akan memberikan waktu satu bulan bagi Sekte Pedang Langit untuk merayakan hari-hari terakhir mereka. Setelah itu... aku akan mendaki gunung mereka dan memastikan tidak ada satu pun pedang yang akan tetap tegak di sana."

Gu Sheng mengambil pedang Penebas Dosa. Pedang hitam itu kini tidak lagi terasa berat baginya. Saat ia menyentuhnya, pedang itu memancarkan dengungan ungu yang harmonis dengan energinya.

"Su Mei, Qing Er... kita berangkat," ucap Gu Sheng, suaranya bergema melewati dinding-dinding paviliun, mencapai telinga kedua wanita itu secara instan.

Pembersihan di Kota Azure hanyalah pemanasan. Sekarang, sang Iblis Penelan Langit telah menyempurnakan bentuk pertamanya. Perjalanan sesungguhnya menuju pusat benua, tempat di mana para kaisar dan dewa bersembunyi, baru saja dimulai.

Dan mereka semua tidak tahu bahwa predator yang paling lapar sedang berjalan menuju pintu mereka.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!