NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:747
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

Sarapan pagi, pagi itu terasa hambar, tak ada percakapan hangat antara kanaya dan kala. Kanaya makan dengan tenang, menatap kala yang mengunyah makanan dan memainkan ponselnya.

Suasana di meja makan begitu hening, hanya dentingan suara sendok beradu dengan piring terdengar begitu jelas, kanaya ingin bertanya, ia ingin bersuara,kanaya ingin memecah keheningan diantara mereka, tapi ia ragu.

"Anu...saya ingin mengembalikan ini", tukas kanaya menyodorkan kartu kredit kearah kala yang kelihatan sedikit tersentak.

'Apakah dia termenung?' 

"Tidak usah...", geleng kala cepat, dan menolak.

"Selama kamu dirumah ini, gunakan kartu itu untuk semua keperluanmu"

"Tapi..."

Belum selesai kanaya menyahut, kala meninggalkan meja makan, berjalan dengan lesu menuju ruang tengah.

Kanaya merasa kala sedikit linglung,  kanaya merapikan meja makan, kemudian beranjak menuju kamarnya. Diruang tengah kanaya melihat kala tiduran diatas sofa, matanya terpejam, tapi ia yakin kala tidak tidur, kernyitan di antara matanya menunjukkan kala sedang berpikir keras.

Biasanya walau hari libur, kala tidak pernah kelihatan begitu santai, ada saja yang ia kerjakan di ruang kerjanya.

Kanaya ingin bertanya, tapi ia tidak ingin mengganggu istirahat pria itu di hari liburnya. kanaya memutuskan untuk merapikan taman di samping rumah, perlahan ia melangkah meninggalkan kala yang kelihatan tidak ingin di ganggu. kanaya merasa kevin kembali masuk kedalam benteng pertahanannya, kembali menutup diri, dingin dan kaku.

Hati kanaya berdenyut sakit, merasakan perubahan kala yang kembali tertutup, sebenarnya ia ingin masuk ke dalam kehidupan kala, ia ingin pria itu lebih terbuka padanya.

benar—dia bukan siapa-siapa bagi kala,

Benar—bahwa perjanjian di kontrak mereka, rumah tangga ini hanya sampai batas 6 bulan.

benar—bahwa tidak boleh ada cinta di antara mereka tapi kanaya tidak bisa membohongi hatinya.

Kanaya telah jatuh hati kepada pria itu, pria dingin yang selalu hadir dalam mimpinya.

Dia tidak mau bohong, walaupun kanaya juga tidak bisa mengakui perasaan yang ia punya untuk kala.

Ucapan kala ketika mengatakan alasan mengapa harus dirinya yang kala ajak dalam pernikahan palsu ini, cukup membuat kanaya sadar diri, bahwa tak pernah ada kesempatan baginya untuk bisa menjadi wanita didepan kala.

Kanaya sadar, dia bagaikan upik abu disisi kala, jangankan untuk menjadi kekasihnya, menjadi istri palsunya saja, kanaya merasa  tak pantas.

'Hanya mengagumimu dan mencintai dalam diam yang bisa aku lakukan '

'Bagiku...bayangmu sudah cukup untukku'

"Hmmmmmmm, akhirnya rapi juga"

Kanaya menatap puas hasil kerjanya, bunga-bunga mati dan daun kering telah ia siangi, keringat mengucur dari pelipisnya. Ada kepuasan di mata indah kanaya melihat taman sudah bersih dan rapi.

"Apa yang kamu lakukan" tanya kala tiba-tiba mengagetkan kanaya, entah sejak kapan pria itu berada disitu, kanaya tidak tahu, tapi yang pasti ia hampir saja terlonjak kaget karena sedang fokus pada taman itu.

"Ah...ehhh", tergagap kanaya tak mampu menjawab karena masih dalam keadaan terkejut.

" anu..., saya membersihkan bunga-bunga ditaman ini", jawab kanaya tenang setelah mampu menguasai dirinya.

"Kenapa repot-repot, ada pak yatmo yang biasa merapikannya",sahut kala menatap kanaya dengan sorot dinginnya.

"Jangan repotkan dirimu, untuk hal yang tidak ada untungnya bagi kamu"

Ucapan kala biasa saja, tanpa ada nada marah atau nada menyindir di dalamnya, tapi entah mengapa di telinga kanaya seperti sebuah sindiran.

Kanaya menatap mata kala yang menatapnya tanpa ekspresi, ia mencari sesuatu dimata itu, tapi kanaya tidak menemukan apa yang dia cari, mata itu menatapnya lekat, ada luka dimata itu ada luka yang berusaha pria.dingin itu ditutupi.

"Jangan berusaha jadi istri, ketika kita dirumah..., nanti kamu lelah dan itu juga tidak ada dalam kontrak kita"

"Baik..."sahut kanaya singkat dan ketus, membuka sarung tangannya.

"Entah kenapa, saya melakukan ini, maaf...", kanaya melangkah melewati kala yang masih berdiri di ambang pintu.

"Kamu marah?", tanya kala, menahan langkah kaki kanaya.

"Tidak...kenapa saya harus marah?" Jawab kanaya diiringi dengan ketawa yang terdengar sumbang.

"Yang kamu katakan tadi benar, untuk apa saya bertingkah seperti istri diŕumah ini...hahahahha, tugas itu saya lakukan jika didepan publikkan?"

"Terima kasih sudah menyadarkan saya...",

Kanaya melangkah pergi meninggalkan kala yang tergugu, kala tidak menyangka dania tersinggung oleh ucapannya, kala yakin pasti wanita itu marah.

Kanaya termenung memeluk kedua lututnya, ia duduk disamping jendela kamarnya, malam mulai merayap di senja yang gerimis. Untuk makan malam pun kanaya enggan turun.

Sejak makan siang tadi kanaya tidak  turun untuk makan, hatinya masih terasa sakit. Kanaya tersinggung, walaupun yang dikatakan kala benar.

Tapi tak bisakah kala melihat sedikit saja kedalam hati kanaya, bahwa ia tidak sedang berpura-pura jadi istri, tak maukah pria dingin itu menjenguk hatinya sebentar saja, untuk melihat bahwa dalam hati kanaya ada nama kala disana.

Kanaya kesal melihat ekspresi dan ucapan kala,

 "ahhhhhh, ternyata hanya aku yang berharap ada sesuatu diantara kami",

"Bodohnya aku...", keluh kanaya kesal memukul kepalanya lembut.

Tok...tok...

Terdengar ketukan dipintu kamar kanaya, ia tersentak dari lamunannya, melangkah perlahan membuka pintu kamar.

Kala...

Pria itu berdiri disana, membawa nampan berisi makan malam, menyodorkan kedepan wajah kanaya yang masih tercengang melihat kala. Tangan kanaya terulur menerima nampan itu, tapi kala tak juga beranjak pergi.

"Boleh saya masuk?", tanya kala, namun pria itu masuk tanpa menunggu jawaban dari kanaya. Ia mengikuti dari belakang, menatap punggung pria itu penuh heran.

 "kesurupan apa dia", gumam kanaya lirih, meletakkan nampan diatas meja.

"Kenapa tadi siang tidak turun, makan?"

"Saya ketiduran...", bohong kanaya singkat, ia duduk di pinggiran tempat tidurnya, kaki kanaya menjuntai dan dia mengoyang-goyangkan kakinya santai seperti anak kecil.

Tingkah kanaya tak luput dari pandangan kala, ada senyum diujung bibir pria itu melihat tingkah kanaya.

"Trus, kenapa tadi gak turun, makan malam?"

"Saya sedang diet..."jawab kanaya lagi, asal. Tanpa melihat ke arah kala sama sekali.

'Dia masih marah'

Batin kala, tapi malah lucu senyum kala semakin lebar.

"Jadi besok pagi kamu juga gak akan turun untuk makan?", tanya kala usil menahan senyumnya.

"Mungkin...",

"Hahahahahha...."

Tak tahan ketawa kala akhirnya pecah melihat ekspresi jutek dari wajah kanaya, perempuan itu semakin jutek mendengar tawa kala yang tak kunjung berhenti.

Dengan wajah ditekuk, kanaya cemberut melihat kala. Bukannya takut atau berhenti, tawa kala malah semakin kencang melihat wajah cemberut kanaya yang kelihatan imut di matanya.

Melihat tawa kala yang lepas dan tulus, membuat kanaya tersenyum, kanaya tak mampu marah, lebih tepatnya, tak mau marah.

Ahhhh ternyata kanaya sudah jatuh semakin dalam, ia menyadarinya. Tapi kanaya sudah tak mampu keluar dari lubang itu, lubang yang ia gali sendiri yang dengan penuh kesadaran ia melompat kedalam lubang itu tanpa persiapan dan safety.

"Saya minta maaf naya...", lirih suara kala terdengar, setelah terdiam sesaat.

"Saya tahu kamu tersinggung oleh kata-kata saya tadi"

"Saya tahu, tadi saya keterlaluan"

Kanaya menatap kala dengan tenang, ada debar indah dihati mungilnya, mendengar permintaan maaf itu.

Kanaya berharap semoga ini awal dari hal-hal baik yang akan terjadi.

Ia berharap, walaupun ia tak mampu menggapai hati kala sebagai seorang wanita, paling tidak mereka bisa lebih akrab dan hangat ke depannya.

kanaya masih menatap kala dengan bola mata yang membesar indah.

Kala, pria itu termangu menatap bola mata kanaya, ada pendar indah dari mata itu, baru kala sadari ternyata kanaya secantik itu.

"Ehem..."

Kala berdehem , memecah kecanggungan yang tercipta sesaat barusan.

Kanaya juga tersadar, pipinya merona merah, ia cepat menunduk menutupi kecanggungannya sendiri. Dan itu tak luput dari pandangan kala, hati pria itu menghangat melihat kanaya yang tersipu malu.

"Kamu mau maafin saya kan? naya..?",

kanaya hanya mampu mengangguk kecil, ia masih menunduk dan tersipu malu.

"Terima kasih..."ucap kala tulus, tangannya mengelus kepala kanaya lembut, melangkah keluar dari kamar kanaya yang terkejut.

Kanaya membeku, ia masih tertegun beberapa saat, jantungnya berdetak tak karuan. kanaya hampir lupa bernafas, ia memegang kepalanya yang baru di elus kala.

Hatinya membuncah indah, bagaikan ada ribuan kembang api di perut kanaya, ribuan kupu-kupu terbang didalam perutnya, memberikan efek yang sangat indah, mulas dan tak bisa dijelaskan.

'Nafas...naya...bernafas'

'Ya tuhan...apa yang terjadi dengan hatiku'

POV kala

Keluar dari kamar kanaya, kala tersenyum mengelus tangannya yang tadi mengelus kepala perempuan itu.

'Dia lucu...dan juga cantik'

Yah ternyata gadis itu cantik, kala masih tersenyum, di benaknya saat ini, kanaya sungguh berbeda.

Kadang dia lucu, kadang kelihatan dewasa, kala menyadari ada sesuatu yang terjadi dengan hatinya.

Kala tak bisa pungkiri, jika beberapa hari ini moodnya membaik.

Tapi seketika kala sadar, bahwa dia tak layak memiliki perasaan itu lagi, pria seperti dirinya tak layak menerima  'cinta ' lagi.

Wajah kala kembali sendu, berjalan gontai, memasuki ruangan kenangan dimana ia meninggalkan semua hatinya disana.

Hati kala berdenyut indah, mengenang kehangatan yang tercipta dengan kehadiran kanaya dirumah dan dihatinya.

'Bolehkah?ya tuhan...'

Aku memiliki rasa itu kembali?

Bersambung........

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!