NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 7

...왕신...

...-----ᏇᏗᏁᎶ ᏕᏂᎥᏁ----...

𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓻𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰!

.

.

“Eiji Sho tidak bisa datang, dia mengutus putri angkatnyaーNona Aiko Hart. Gadis itu sekarang sudah berada di Hotel Peony bersama pengawalnyaーTakeda Origaru.” Dokyung, salah satu dari enam orang kepercayaan Sol Gibaek memberitahu. Perannya memang sebagai pengurus data termasuk menerima informasi dari berbagai sumber.

Kening Gibaek sempat mengerut sebelum kemudian berubah menjadi makna tersirat. “Ah, jadi putrinya, ya?”

“Benar.”

Semua tatapan tertuju ke titik samaーSol Gibaek, menunggu keputusan. Tidak terkecuali Shin yang memerhatikan dengan pupil bening yang sulit ditebak. Entah ketertarikan, atau malah tidak peduli dan hanya menunggu perintah saja. Dia berada di posisi paling belakang.

“Shin!”

Dalam ketenangan malah namanya yang diserukan, itu agak riskan, tapi juga bukan hal yang mencemaskan. Perlakuan Gibaek pasti terhubung dengan pengakuannya tentang jati diri mantan prajurit negara. “Ya!” Dia menanggap. Gestur tangan Gibaek memintanya mendekat dan dia lekas menurut. “Apa yang bisa kulakukan?”

Memang cukup aneh saat Gibaek mendadak banyak tersenyum. Namun, meski tidak bertanya, alasan di balik itu semua anak buahnya sudah bisa menebakーWang Shin.

Mungkin suara dalam pikiran mereka pun sama: Akhir-akhir ini Gibaek lebih sering menggunakan Shin si anak baru dibanding siapa pun. Bahkan tak segan memberi bonus yang sangat besar saat tugas kecil dikerjakannya.

Jangan katakan Shin hanya dimanfaatkan lalu dibuang?

Jangan katakan Shin mulai dianakemaskan?

Jangan katakan ... yang lain tidak berguna lagi?

Resah saling beradu pandang dengan masing-masing pikiran, tapi Dokyung, yang paling bisa bersikap dewasa dibanding semua, melempar senyum ke satu per satu wajah rekannya sambil menggerakkan bibir; “Gwenchana.” ーTak apa-apa.

Dia tahu, Gibaek paling cerdas menilai sesuatu yang menguntungkan.

“Begini, Shin ... kurasa ... wajah tampanmu itu bisa kita manfaatkan untuk menarik perhatian Nona Hart.”

Tepat! Itulah yang dimaksud Dokyung.

Shin memang sangat banyak manfaatnya, terutama urusan wajah dan penampilan. Jadi begitu yang Gibaek mainkan.

 “Menarik perhatian? Maksudmu?” Shin bertanya ingin tahu.

Sebelum menjawab, Gibaek mengempaskan badan lebih santai dan membuat kakinya bersilang angkuh. “Kau dingin dan karismatik. Aku yang pria saja bisa merasakan itu dan langsung tertarik. Kau pandai bicara, tiga kata saja bisa menjadi mantra. Dan Nona Hart, dia pasti merasakan hal yang sama. Jadi, Shin ... bersiaplah. Besok kau ikut aku ke Hotel Peony untuk menemuinya."

Diam untuk sekian detik hanya untuk bermain pikir yang sebenarnya tidak begitu kusut, lalu Shin menemukan tatapan rekan-rekan di sana seperti menantikan jawaban dari mulutnya sekarang juga.

“Baiklah. Akan kucoba.”

“Bagus. Lagi pula kau tidak punya celah untuk menolak.”

Shin mengedik bahu.

Bukan tanggapan yang enak sebenarnya. Ada perasaan miring di hadapan yang lain tentang bagus rupa yang diucapkan Gibaek, seolah dia terlalu percaya diri dan mengolok mereka yang wajahnya biasa saja, atau bahkan tidak beruntung karena jelek.

Tapi ya ... mau bagaimana lagi.

Dan yang meminta adalah Gibaek, memangnya bisa menawar? Saat dia menunjuk, harga mati tak terbantah walau dengan dengusan napas. Shin juga perlu memainkan perannya sebaik mungkin.

...----------ᏇᏗᏁᎶ ᏕᏂᎥᏁ----------...

Esok yang ditunggu sudah dipijak.

Shin kembali berperan sebagai supir yang membawa Gibaek sebagai tokoh utama. Lagi-lagi hanya mereka berdua saja.

Kepercayaan Gibaek padanya tidak lagi ada kerikil. Aktor yang baik memang harus seperti itu.

Hotel Peony, tujuan jelas tertera dalam agenda.

Dua pria belum tua itu sudah ada di sana.

Tidak di kamar Aiko Hart atapun bodyguard-nya, melainkan di bagian ekor hotel di mana kolam renang terbentang lebar dengan air bergelombang ringan.

Kursi-kursi dengan payung di atasnya diduduki Gibaek dan Shin berhadapan, menunggu Nona Hart yang sedang asyik berkecipak di dalam air. Di atas meja tersaji dua minuman berwarna lemon dengan milik Shin sudah sisa setengah.

Wajah keduanya memandang ke arah sama, melihat bagaimana Nona Hart sesekali menyembulkan kepalanya ke atas lalu tenggelam lagi, meliuk-liuk indah seperti duyung dengan ragam seni gerakan renang. Rambutnya panjang, terbawa geraknya di air, menjadi seperti kibaran selendang hitam yang berkilauan.

Setelah beberapa waktu akhirnya selesai.

Takeda Origaru, si bodyguard sudah siap di tepi. Sehelai handuk diberikannya pada sang nona. Digunakan wanita itu untuk mengusap wajah, lalu mengasak rambut.

“Wanita yang sempurna. Bentuk tubuh dan kulitnya indah. Wajahnya seperti pahatan dewi rembulan." Gibaek sedang memuji. Di sana, Aiko Hart masih dengan bikini, posisi bersebrang. “Sayangnya ... aku lebih suka Ana.”

Shin terentak mata, nama istrinya disenggol. Terhalang peran, dia berusaha mempertahankan riak agar tak pecah karakter di depan Gibaek.

Tunggu sampai setidaknya misi ini selesai, keparat itu akan mendekam di balik jeruji hukum, atau terburuknya ... mati saat pemburuan akhir oleh polisi. Dia tak boleh belok sendiri.

Saat ini, Aiko Hart sudah membalutkan handuk kimono putih ke tubuhnya, bikini merah tenggelam di dalamnya tidak terlihat lagi. Kurang lebih 168 sentimeter tinggi badan, didukung langsing semampai dengan dada medium. Kaki jenjang melangkah mendekat ke arah dua pria yang sudah dengan setia menunggunya puas berenang.

“Selamat sore, Tuan-Tuan.” Sapaan lembut dengan bahasa Korea yang terdengar kurang lancar, mendorong wanita cantik itu duduk di hadapan dua tamunya.

“Selamat sore, Nona Hart,” Gibaek membalas ramah, seraya menegakkan tubuhnya yang mula santai. “Aku terkesan, selain cantik, pandai berenang, kau juga bisa bahasa kami rupanya.”

Aiko tersenyum. “Terim kasih. Soal bahasa, aku hanya bisa sedikit, dan itu tidak begitu baik.” Dia membalas Gibaek, tapi matanya tertuju ke arah Wang Shin. “Kau tampan sekali. Sekali lihat aku langsung sulit berpaling.”

Pujian yang berani, Shin tersenyum dengan satu anggukan tipis. “Terima kasih, Nona. Anda juga cantik sekali.”

Sikap tenang yang sangat menarik, melahirkan simpul senyuman lebih melebar di bibir Aiko. “Aku sangat terkesan.”

Dari keadaan itu, sorot mata Gibaek bercahaya. Binar terang menandakan satu langkah awal sudah terjalin mulus. Belum bicara saja, Shin langsung menarik perhatian wanita itu. Bagaimana jika sedikit ditenggelamkan dalam drama yang mengesankan, tentu bisnis besar mereka akan berjalan lebih dari sekedar lancar.

Tujuan besar harus dimulai dengan sesuatu yang disebut tumbalーWang Shin.

“Kalian membawa sampel-nya?” tanya Aiko Hart, tidak basa-basi lagi. Membuka pembicaraan tentang tujuan utama pertemuan mereka sekarang.

“Tentu saja!” jawab Gibaek. Tangannya menadah ke arah Wang Shin. Sebuah tas kecil kemudian diterimanya lalu disodorkan ke hadapan Aiko. “Ada di dalam sana.”

Bening mata Aiko melirik tas kecil di hadapannya, diam untuk beberapa detik kemudian menggestur Takeda yang sedari tadi berdiri di belakangnya untuk mengambil.

Pria dengan rambut plontos itu meraihnya segera.

“Kami akan mengecek kualitasnya di kamar.” Aiko berdiri. “Kalian berdua ikuti dari belakang, aku akan izinkan masuk setelah selesai berganti baju.”

“Oke.” ---Gibaek.

Tatapan Takeda tidak begitu murah baik terhadap Gibaek maupun Wang Shin. Tidak sepatah pun kata yang keluar dari mulutnya entah sebagai ajakan ataupun pamit, langsung berbalik badan mengikuti nonanya yang sudah lebih dulu berjalan di depan.

“Kenapa matanya seperti ingin membunuh kita?” celetuk Gibaek seraya berdiri.

“Dia sudah mencium aroma konspirasi, sudah paham kita akan mengganggu nona yang dihormatinya,” tukas Shin seraya melenggang mengikuti dua orang yang lebih dulu, tanpa menunggu Gibaek.

Gibaek terkesiap, berdiri berkacak pinggang sambil menggeleng-geleng menatap punggung lebar Shin yang mulai jauh. “Dia mulai berani bicara bahasa prajurit!”

...----------------...

^^^ LIKE, ya!^^^

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!