ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesibukan semua orang
Laras bergegas masuk kerumah dan meninggalkan mobil dewa.
"asallamualikum,aku pulang".ucap Laras dengan kencang
"wah wah wah adik bungsu ku dampak senang sekali hari ini".ucap kak Irfan meledek
"bener fan Laras terlihat bahagia jalan jalan dengan lelaki tampannya".ucap kak Rama meledek juga
"apaan sih minggir aku mau kekamar".ucap Laras dengan nada kesal.
"Laras makan malam dulu yuk ibu udah siapin" ibu ikut berbicara dari arah dapur
"nanti aja buk Laras capek mau mandi dulu".jawab Laras sambil menaiki tangga
"mandi lah dek nanti kak Febby antar makanan mu keatas".jawab kak Febby
"baiklah terimakasih".ucap Laras menaiki tangga
sesampai dikamar Laras langsung menuju kamar mandi dan meletakkan tas,topi dan handphonenya di atas kasur
"ya ampun ini bukan hari Jumat yang menyenangkan seperti biasanya melainkan hari Jumat yang melelahkan bahkan menjengkelkan".ucap Laras geram
setelah mandi Laras Bergegas menggunakan pakaian tidur dan memakan makanan yang telah kak Febby antar dan turun meletakan piring kosongnya didapur dan beristirahat.
tak lama kemudian Laras tertidur dan terbangun tapi bukan karena suara alarm karena hari itu hari Sabtu melainkan suara gemuruh dari bawah.
"duhhh,berisik banget sih ".ucap Laras
"ini hari libur nggak bisa apa aku tidur nyenyak".Laras terbangun dan menuruni tangga
"buk,ada apa sih berisik banget Laras kan lagi tidur".ucap Laras memanggil ibunya
"kamu udah bangun nak ini ada Tante Novi dan dewa sayang".ucap ibu dengan lembut
saat itu Laras yang belum sepenuhnya sadar dan belum sepenuhnya membuka matanya langsung tersadar
"ehhh maaf Tante Laras baru bangun".jawab Laras sambil merapihkan wajahnya
"iya nggak apa apa kok Laras".jawab Tante Novi senyum
"Laras mandi sana nggak malau ya dilihat calon mertua dan suami mu dengan penampilan acak cak gitu".ucap ibu sambil menggelengkan kepala
"ehh iya maaf saya permisi mandi dulu" .ucap Laras berlari ke kamar
"apa apaan nih ,nggak tau apa aku nih capek pengen tidur seenaknya dateng sepagi ini."ucap Laras mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi
setelah mandi Laras memiliki menggunakan baju kaos dan celana trening lalu bergegas turun.
"isshh, wanita ini jelek sekali tampilan yang norak bikin mataku sakit bagaiman bisa kakek menjodohkan aku dengan perempuan sejelek ini."dalam hati dewa
"eh Laras udah selesai mandi ya,sini duduk liat liat model dekorasi".ucap Tante Novi mengarah ke buku
"iya Tante tentu saja".jawab Laras
"Laras coba kamu lihat nak bagus yang mana."jawab ibu menyuruharas duduk disampingnya
"semuanya bagus buk,tapi lebih bagus lagi kalau yang memilih ibu dan Tante Novi saja pasti akan menjadi wow".jawab Laras dengan senyum
"ya ampun manisnya anakmu jeng Pipit."ucap Tante Novi mencubit pipi Laras
"iya dia emang seperti itu buk Novi selalu manja" . jawab ibu
setelah beberapa lama akhirnya kedua ibu ibu itu memutuskan memilih dekor bernuansa putih dan elegan sangat cocok dengan ruang resepsi pernikahan.
"yasudah jeng pipit saya telepon pengurusnya dulu ya."ucap Tante Novi mengambil handphone
tak lama setelah Tante Novi mengangkat telpon ada sekertaris Juan datang dengan beberapa wanita.
"permisi nyonya,ini saya sudah membawakan perancang baju yang nyonya minta". ucap sekertaris Juan
"oh iya,jeng pipit tolong panggilkan anak anak anda untuk mencoba pakaian untuk dipernikahan anak kita nanti".kata Tante Novi
"oh iya tunggu sebentar buk Novi" jawab ibu bergegas mencari anak anaknya
setelah ibu memanggil semua kakak laras, mereka berkumpul diruang tamu
"nah ini ambil sesuai nama kalian yah dan coba".kata Tante Novi menunjukan beberapa kotak
semua kakak laras menurut dan mengambil kotak sesuai namanya lalu membukanya
"wahhh pakaiannya benar benar bagus terimakasih ya Tante".ucap kak Lia berterimakasih dan menundukkan kepala
"iya sama sama sekarang kalian coba dan bilang kalau bajunya pas atau tidak".ucap Tante Novi
"jeng Pipit ini untuk anda dan pak Edi".ucap Tante Novi sambil memberikan bingkisan untuk bapak dan ibu
"wah terimakasih maaf merepotkan".jawab ibu mengambil.
"tentu saja tidak merepotkan sama sekali ,saya hanya ingin semuanya tampil memukau dan sempurna saat acara pernikahan besok".ucap Tante Novi senyum bahagia
"apa besok bukanya baru hari Rabu kemarin lamarannya kenapa secepat ini menikah".ucap Laras dalam hati dan bengong
"buk, Tante saya permisi kekamar ada tugas sekolah yang belum saya kerjakan".ucap Laras tidak percaya bahwa dia akan menikah besok
"tunggu dulu,aku belum punya nomor handphone mu tolong simpan nomor mu di handphone ku."ucap dewa sambil memegang tangan Laras
"iya ini."Laras mengambil handphone dewa dan memberi nomor handphonenya dan bergegas masuk kekamar.
"gila masa aku harus menikah besok ,bukanya beberapa hari lalu baru lamaran dan membahas perjodohan kenapa secepat ini memutuskan menikah'.laras berbicara dengan isi hatinya dan menagis tak lama setelaharas menangis dia tertidur hingga matahari terbenam
"aduhhhh,kenapa aku bangun sih seharusnya aku tidur lama dan kalau bisa aku tidak Bagun".Laras berbicara dengan kesal dan meneteskan air mata.
lalu Laras mandi dan turun makan malam karena jam menunjukan setengah tujuh malam.ia makan seperti biasanya dan masuk kedalam kamar dan menguncinya
"aku sedih sekali kalau aku berbicara kepada ibu atau bapak mereka pasti hanya bilang sabar saja kalau berbicara sama kakak kakakku mereka pasti meledek ku sebaiknya aku telpon sahabat ku".ucap Laras dalam hati
"hallo."ucap Laras dengan suara sengaunya
"ada apa Laras kamu nagis lagi ada apa".jawab Erni khawatir
"hey kenapa kamu Laras Jagan diam aja dong bicara dan cerita".jawab ema dengan nada khawatir juga
Laras menceritakan semua kejadian yang ia alami sampai Laras menagis terisak-isak.
"sudah Jagan menangis lagi ras,aku yakin kamu akan baik baik saja percaya dengan ku". ucap emi menyemangati sahabatnya
"benar nanti kalau terjadi apa apa sama kamu aku dan emi akan membantu kamu ,jadi kamu Jagan menangis dan senyumlah ok".ucap Erni yang ikut menangis juga mereka bertiga berbicara ditelpon sangat lama hingga.
kamar dewa
"ishhh gadis ini sudah ku telpon berapa kali dia masih asik menelpon orang lain,apa dia menelpon pacarnya dan berbicara untuk kabur dari pernikahan."ucap dewa dengan nada kesal sementara itu Laras masih asik berbincang dengan sahabatnya
"nomor siapa nih banyak banget nelpon eh tunggu ada pesan juga."ucap Laras sambil menekan pesannya
isi pesan dewa
hey gadis bodoh
angkat telpon ku ,kamu ini kurang ajar sekali
kamu berencana kabur kan
dasar perempuan jelek
telpon aku balik atau aku akan datang kerumahnya mu
melihat isi pesan tersebut Laras langsung menelpon balik bergegas
"hallo ada apa".tanya Laras
"kenapa tidak mengangkat telpon ku".jawab dewa dengan keras
"aku tadi menelpon sahabat ku ada apa katakan sekarang aku mengantuk."jawab Laras ketus
"mengantuk katamu tadi kau menelpon dengan pacarmu saja lama kenapa sekarang dengan calon suamimu mengantuk".jawab Rama kencang dan emosi
"yasudah terserah kamu mau berfikir apa katakan mau bicara apa" ucap Laras sambil membaringkan badannya di kasur
"aku ingin besok pagi kamu bisa terlihat bahagia bagaiman pun caranya aku tidak ingin semua orang tau kalau kita menikah tanpa persetujuan mengerti".ucap dewa
"iya aku sudah tau ,aku akan melakukannya bukan demi dirimu tapi demi keluarga ku sudah aku tutup teleponnya".jawab Laras dengan datar
"tunggu dulu,aku juga mau kamu memberitahu teman yang kamu telepon untuk hadir ke acara pernikahan besok dan ingat harus ikut bersama keluarga kalian".ucap dewa menantang Laras karena dewa tidak percaya kalau Laras menelpon sahabat melainkan kekasihnya
"baiklh akan aku sampaikan" Laras langsung menutup telponnya
Laras langsung memberitahu emi dan Erni untuk ikut keacara pernikahannya dengan kedua sahabatnya menyetujuinya.