NovelToon NovelToon
365 Day

365 Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Murni
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.

Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Alfaro terlihat sangat murka saat ini saat mendengar kata bahwa hubungan mereka berakhir karena semua itu adalah hal yang tidak ia inginkan setelah berjuang cukup lama untuk membuat Embun berada di samping nya.

"Ah sakit Al!"teriak Embun ketika Alfaro menjambak rambutnya dan membawa Embun masuk kedalam mobil nya meskipun Alvin sudah berusaha untuk menghentikan itu.

"Tuan jangan kasar terhadap perempuan, lepaskan Embun dia berhak untuk memutuskan dengan siapa dia ingin hidup."ucap Alvin yang kini berusaha untuk melepaskan Embun dari cengkraman tangan Alfaro yang begitu kuat terutama di bagian lengan ramping itu.

"Sebaiknya anda tidak usah ikut campur jika anda tidak ingin terjadi sesuatu pada perusahan anda."ancam Alfaro yang kini menutup pintu mobil dan dia pun pergi mengitari mobilnya lalu masuk kedalam dan langsung tancap gas.

"Embun maaf aku tidak bisa menolong mu saat ini."ucap Alvin yang akhirnya hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.

Sementara itu di dalam mobil tidak ada percakapan diantara mereka Embun sibuk dengan tetesan air matanya, sementara Alfaro tengah fokus pada jalanan karena dia sedang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Hingga akhirnya mereka tiba di rumah yang selama ini ditempati oleh Embun, Alfaro langsung memasukkan mobilnya kedalam garasi rumah tersebut, dan bergegas turun dari mobil lalu mengitarinya dan membuka pintu untuk Embun dengan tatapan datar nya.

"Al kamu sudah punya tunangan kenapa terus menahan ku di sisimu. Dia jauh lebih baik dariku dan aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia."ucap Embun yang kini menolak untuk di sentuh tangannya oleh Alfaro.

"Aku tau itu dan aku tidak pernah bilang bahwa dia berada di bawah mu. Dia jelas jauh lebih sempurna dibandingkan kamu yang hanya mainan bagiku."ucap Alfaro yang kini menatap tajam kearah Embun yang benar-benar terluka saat mendengar hal itu.

"Aku benci kamu Alfaro! Aku benci!!"teriak Embun yang kini hendak berlari tapi lagi-lagi tangan itu ditarik dengan kasar oleh Alfaro yang kini membawa nya masuk kedalam rumah.

"Lepaskan aku bajingan, aku tidak sudi lagi tinggal di sini, kau jahat kau lebih kejam dari para manusia biadab yang hidup di rumah terkutuk itu."ucap Embun yang kini terus mencoba melepaskan diri sambil memukul-mukul dada bidang Alfaro.

Alfaro tidak menggubris perkataan Embun dia terus membawa Embun kedalam kamarnya hingga tiba di tepi ranjang ia pun melempar Embun keatas ranjang empuk nya itu.

Alfaro pun langsung bergegas naik dan dia mengikat tangan Embun dengan dasi yang ia kenakan tadi, dan kini Embun hanya bisa berteriak memaki Alfaro tapi tidak lama kemudian Alfaro sudah berada di atas tubuh Embun yang kini sudah tidak bisa melakukan perlawanan.

Hingga akhirnya Embun hanya bisa pasrah menerima perlakuan Alfaro yang kini memaksa dirinya untuk bercinta dengan nya bahkan sampai Embun tidak sadarkan diri dibuat nya.

Hingga tengah malam larut Embun terjaga dari pingsannya tapi sayang dia tidak bisa melakukan apa-apa karena tangannya tidak bisa lepas dari borgol yang entah kapan terpasang di tangan nya dan tidak hanya ditangan nya, tapi borgol itu tersambung ke pergelangan tangan Alfaro.

Embun sudah mencoba untuk melepaskan borgol tersebut tapi tidak berhasil yang ada dia malah membangunkan Alfaro.

"Sudah bangun sayang."ucap Alfaro yang kini bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

Sementara Embun hanya memalingkan pandangannya kearah lain karena dia benar-benar tidak ingin melihat wajah itu lagi meskipun Alfaro jauh lebih tampan dari pria yang pernah ia kenal.

"Babe, sekarang kita bisa lakukan aktivitas apapun bersama-sama jadi kamu tidak usah berfikir untuk pergi dariku."ucap Alfaro.

"Kita lihat saja tuan siapa yang akan bertahan dengan semua ini."ucap Embun.

Perkataan Embun tidak mendapatkan balasan kecuali senyum licik dari bibir manis itu.

"Aku mau mandi jadi lepaskan borgol ini."ucap Embun.

"Kita bisa mandi bersama."ucap Alfaro.

"Mandi bersama jangan harap, sekalipun aku harus memotong jariku sendiri aku tidak akan pernah melakukan hal itu."ucap Embun.

"Babe please jangan seperti ini aku tidak ingin menyakiti mu karena aku sangat mencintaimu itulah kenapa aku begitu takut kehilanganmu."ucap Embun.

"Yang kau rasakan itu bukan cinta tuan Alfaro tapi nafsu serakah."ucap Embun yang kini membuat Alfaro menahan matah.

"Babe kamu tidak tau rasanya jadi aku harus mengelabui keluarga ku demi menemui orang yang sangat aku cintai. yang selalu membuat ku rindu siang dan juga malam, yang membuat ku bisa terlelap dengan nyaman di setiap malam yang bahkan sulit untuk hanya sekedar memejamkan mata karena beban yang aku tanggung terlalu besar, belum lagi tekanan batin dari mereka yang menuntut ku harus menjadi yang terbaik dan selalu mengikuti keinginan mereka. Sekarang salah kah jika aku mencintaimu apa aku salah jika aku berharap bisa hidup dengan mu bahkan walau hanya sekejap saja?."ucap Alfaro.

Embun langsung terdiam dan tidak lagi bicara karena dihatinya tumbuh rasa bersalah atas perkataanya pada Alfaro yang ternyata lebih mencintai dirinya dibandingkan dengan wanita itu meskipun cara yang Alfaro ambil sangatlah salah.

"Babe please bertahanlah di sisiku meskipun itu sangat tidak mudah tapi setidaknya sampai waktu yang aku tentukan."ucap Alfaro dengan lembut.

"Aku tidak bisa berjanji Al, aku mungkin tidak sekuat itu menanggung beban dari beban moral yang harus aku tanggung nantinya."ucap Embun.

"Aku akan selalu ada di sisimu babe meskipun aku tidak bisa langsung membela mu secara terang-terangan, mulai sekarang kamu bisa menjalani hari mu dengan normal dan kamu bisa bergabung dengan siapapun yang sekiranya membuat mu nyaman tapi ingat jangan pernah melanggar isi kontrak karena aku tidak akan mentolerir hal itu."ucap Alfaro yang membuat Embun mengerutkan keningnya.

Dia bahkan tidak pernah tau isi dari kontrak pernikahan tersebut,"Aku tidak tau isi dari kontrak tersebut."kata Embun yang kini terlihat sangat menggemaskan bagi Alfaro.

"Ah kenapa tidak bilang aku menyimpan salinan nya di ruang kerja ku, nanti sore aku akan membawa nya kemari."ucap Alfaro yang kini mendekap erat Embun dan mendaratkan kecupan sayang di puncak kepalanya dan Embun pun memejamkan matanya.

"Babe I love you more."ucap Alfaro yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Embun.

Alfaro pun meraih sesuatu di samping nya dan dia melepaskan borgol itu sambil berkata."Mandilah honey kita akan sarapan pagi bersama sebelum aku pulang nanti."ucap Alfaro dengan lembut.

...🍄🍄🍄...

Satu bulan telah berlalu sejak kepergian Alfaro di pagi hari itu, Alfaro hanya datang satu minggu sekali dan Embun pun terus fokus membuat berbagai macam busana dan juga beberapa tas cantik dari bahan jeans atau pun ataupun kulit, tidak hanya itu ada topi pantai dan yang serupa dengan itu meskipun fungsi nya beda yang terbuat dari bahan jeans dan juga beberapa bahan lainnya.

Semua itu dirancang oleh nya sendiri dan dikerjakan sendiri tanpa bantuan siapapun dan kini Embun sudah mulai membuka butik nya di tempat yang tidak jauh dari area tempat tinggal nya saat ini meskipun semua itu menggunakan uang pemberian Alfaro yang kini memberikan dia kebebasan untuk beraktivitas di luar.

Alfaro sendiri belum tau akan hal itu karena dia sibuk dengan pekerjaannya hingga sering lembur dan saat ini dia tidak tau bahwa Boutique milik Embun ramai dikunjungi orang.

Saat ini bahkan mereka mulai memesan berbagai macam gaun atau dress yang Embun harus urus satu persatu karena dia tidak punya karyawan penjahit atau pelayan di boutique nya itu.

Embun pun mulai membuka lowongan kerja satu untuk karyawan boutique nya, dua orang penjahit profesional untuk membantu dia menyelesaikan pekerjaan dari pesanan customer nya.

Tidak butuh waktu lama Embun pun mendapatkan orang-orang tersebut dan entah karena keajaiban tuhan atau memang ada seseorang yang membantu dia secara diam-diam.

Embun pun merasa lega karena dia bisa memenuhi keinginan pelanggan yang setiap hari berdatangan.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau Embun memilih bahan yang kualitas terbaik meskipun bukan yang premium seperti yang dulu pernah diberikan oleh Alfaro yang jelas kenyamanan.

Kini Alfaro yang baru saja kembali dari luar kota dia tidak mendapati istrinya itu berada di rumah dan seketika itu dia menghubungi Embun dan setelah menunggu beberapa saat panggilan telepon tersebut pun diangkat.

"Kamu dimana babe kenapa lama sekali jawab telfon dariku?"kata Alfaro yang kini terlihat sangat kesal.

"Aku di boutique Al tunggu sebentar aku pulang sekarang juga."ucap Embun.

"Sherlock saja biar aku yang jemput kamu kesana."pinta Alfaro yang kini bergegas ke luar rumah dan Embun pun mengirimkan lokasi tempat dia berada.

"Tunggu dan jangan kemana-mana."ucap Alfaro dan itu membuat Embun sangat senang karena saat ini dia sedang melayani banyak pelanggan yang datang.

Sampai sepuluh menit kemudian Alfaro tiba di sebuah boutique yang terlihat sangat menarik perhatian dari mulai bangunan yang sudah seperti galery pakaian yang kini menjadi tempat usaha Embun selama satu bulan ini.

Tidak hanya itu tempat nya cukup strategis dan memiliki area parkir yang cukup luas boutique tersebut terlihat sangat indah dari penataan manakin yang kini menggunakan dress dan pakaian lainnya yang terpajang di etalase toko tersebut.

Alfaro pun masuk kedalam tanpa sepengetahuan Embun hingga bunyi derap langkah sepatu yang embun kenali dengan aroma parfum yang tidak asing lagi di indra penciumannya itu.

"Al."ucap Embun yang kini menatap kearah suami kontraknya itu.

"Kamu buka usaha tapi tidak memberitahu ku babe."ucap Alfaro.

"Aku sudah berusaha untuk menghubungi mu tapi kamu sepertinya sangat sibuk."ucap Embun jujur.

"Aku memang sangat sibuk hingga tidak punya waktu untuk bisa melepas rindu, dan bahkan untuk sekedar tau apa yang telah istriku lakukan saat ini."ucap Alfaro.

"Maaf Al jika kamu tidak suka aku akan berhenti."ucap Embun.

"Ayo pulang biarkan asisten mu yang menangani semua ini."ucap Alfaro yang kini menatap kearah wanita dewasa yang tengah melayani pelanggan tersebut.

"Tunggu aku ambil tas ku dulu."ucap Embun yang menghampiri meja kasir kemudian meraih tas miliknya dan kembali menghampiri Alfaro yang kini merangkul pinggang nya dan mereka berjalan berdampingan menuju mobil mewah tersebut.

"Al sudah makan belum, kalau belum aku beli dulu di depan sana ada restaurant?"tanya Embun.

"Sejak kapan kamu malas masak?"ucap Alfaro yang terlihat gusar karena dia sudah sangat merindukan masakan Embun.

"Aku tidak belanja karena akhir-akhir ini kamu tidak pulang ke rumah."ucap Embun.

"Bukankah kamu juga perlu makanan lalu kenapa tidak belanja?"tanya Alfaro.

"Aku tidak ribet Al, aku bisa beli makanan itu di luar jadi tidak perlu repot-repot masak, lagipula tidak ada teman di meja makan rasanya tetap tidak bisa menikmati menu yang ada."ucap Embun yang kini turun bersamaan dengan Alfaro dari dalam mobil dan langsung membuka pintu masuk.

Mereka sudah ada di dalam rumah dan Embun langsung menuju dapur membuka kulkas untungnya masih ada ayam fillet dan juga telur.

Dia pun membuat steak ayam dan telur gulung untuk makan siang mereka berdua, dan tidak butuh waktu lama semua selesai dengan sempurna.

Alfaro yang sedari tadi tengah mencari tahu tentang boutique yang Embun sewa itu pun langsung meletakkan handphone nya saat dua menu sederhana itu terhidang di hadapannya.

Alfaro me bernafas lega karena bisa mencicipi masakan istrinya lagi saat ini meskipun hanya makanan sederhana seperti yang ada di hadapan nya saat ini.

Embun menyajikan makanan tersebut di piring makan milik Alfaro ada tiga sendok nasi dan satu steak juga telur gulung.

Hingga Alfaro mencicipi makanan tersebut, dia tidak banyak bicara dan Alfaro makan dengan lahapnya hingga akhirnya makanan itu tandas tak bersisa.

Embun bisa bernafas lega setidaknya Alfaro tidak akan marah lagi. hubungan yang mereka jalani saat ini sudah empat bulan lamanya berarti sisa delapan bulan lagi, Embun merasa tidak sabar untuk segera mengakhiri nya karena dia terkadang merasa jengkel dengan sikap Alfaro yang semena-mena.

"Nanti sore kita belanja sekarang temani aku istirahat."ucap pria itu sambil berjalan menuju lantai dua dimana kamar mereka berada.

Sementara Embun hanya bisa pasrah seperti biasanya karena bukan istirahat seperti yang dia katakan setelah berhari-hari tidak melakukan hubungan intim.

Embun yang sudah selesai membersihkan peralatan makan dan meja pun langsung bergegas keatas dan benar saja Alfaro sudah berada di sofa tengah menunggu kedatangan dan pria itu baru saja selesai mandi.

"Aku bersih-bersih dulu Al"ucap nya lirih.

Alfaro pun hanya mengangguk sementara Embun berlalu pergi menuju kamar mandi.

Waktu terus berlalu sudah hampir lima belas menit Embun berada di dalam kamar mandi, dia tidak berani keluar dan menghampiri Alfaro saat dia mendapati tamu bulanan nya yang kini membuat dia merasa takut karena sudah pasti Alfaro akan meminta dia untuk memuaskan hasratnya dengan cara lain seperti dulu saat ia disekap di villa.

1
partini
berbakti pada orang tua tapi bikin orang lain sengsara hah ada gitu yah apa itu ga dosa ,busehhhhh gampang amat
ajaran dari mana itu ????????
Erny Su: Itulah ciri-ciri orang yang keliru.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!