Ares Geraldi Darmadji hidup serba mewah, namun sayangnya keluarga baru ternyata terlilit hutang besar kepada renternir, ia pun terpaksa memanfaatkan paras ketampanan untuk memperdaya setiap wanita yang menyukainya dengan menjadi 'Cowok Mokondo' yang ingin serba gratis.
Suatu hari pertemuan dengan Athena Sudarsono di sebuah tempat kebugaran membuat Ares merasa sakit hati karena hinaan Hena, hingga ia berniat untuk membalas dendam dengan cara membuat Hena jatuh hati, namun lambat laun Ares terpikat akan paras cantik Hena. Ia pun mulai jatuh cinta sungguhan dan melupakan balas dendamnya.
Mrs Arrogant penasaran dengan latar belakang Ares, ia pun menyuruh Violin untuk menyelidiki siapa pria yang kini mencoba mendekatinya, namun sayangnya Violin juga jatuh hati pada Ares
Mungkinkah cinta mereka bisa bersama, jika di balik payung emas itu ada peristiwa yang tak terduga.
penasaran dengan kisah cinta mereka?
Beri dukungan ya Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Drama cinta Hena & Ares
...⚠️ WARNING!...
...Konten di bawah ini mengandung adegan kekerasan yang mungkin tidak nyaman bagi beberapa pembaca. Harap berhati-hati dan lanjutkan membaca dengan kesadaran penuh....
......................
...Happy Reading!...
...Jangan lupa follow akun Ig;...
...Pocipan_Pocipan...
...Tik-tok: Fanie_liem09...
...supaya bisa mengetahui update tentang novel ini ya...
...Terima kasih...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Angin bertiup sangat kencang menghembus permukaan kulit, gemuruh berkumandang dengan awan gelap yang menyelimutinya
Tik
Tik
Tik
Rintikan hujan mulai bergema di seluruh penjuru bumi, semua orang mulai menyambut hujan dengan membawa payung di musim ini
Seorang pria berparas tampan saat ini sedang memakai hoodie berwarna merah marun di bawah tetesan air hujan ia selalu menutupi kesedihannya.
Ares sama sekali tidak pernah memakai payung setelah peristiwa yang lampau merenggut nyawa ibu kandungnya, bagi Ares saat ini semua payung merupakan sebuah malapetaka.
Ares dengan sengaja menunggu gadis arogan di parkiran universitas Golden Mark karena hari ini dia akan memulai aksinya untuk mendekati Hena yang saat ini sedang berjalan gontai menuju mobil mewahnya
Ares yang mengintip dari kejauhan pun mulai memberikan komando untuk para preman melakukan sesuai dengan perintahnya
"Itu dia, gadis sombong yang tidak mau berkenalan dengan gua. Kalian rampas apa pun juga yang dia miliki nanti gua akan datang sebagai pahlawan, mengerti kan tugas kalian?" tanya Ares
"Iya mengerti tapi kami ingin uang muka terlebih dulu," ucap preman.
Ares pun terpaksa merogoh saku celana dan mengeluarkan dompet berwarna hitam, lalu berkata:"Soal uang saja kalian cepat, awas saja kalau tugas ini tidak berhasil. Kalian akan tahu akibatnya!"
"Tenang bos, semua lancar jaya jika ada uang sudah di tangan kami," ucap salah satu preman dengan mencium salah satu lembar uang berwarna merah.
Sesuai perintah dari komando Ares, kedua preman itu pun bergegas setelah melihat foto gadis arogan yang mereka akan lakukan eksekusi dari kode Ares yang sudah bersiap untuk menjadi sosok pahlawan
"Duh, ini gadis yang di foto mana ya? Lama banget dia lewat jalan sebelah sini," ucap Darman.
"Noh gadisnya ternyata lebih cantik dari yang di foto, jadi merasa kasian kalau kita merampok," ucap Firman.
"Eh, dodol garut!! lembek banget jadi cowok! sudah jangan lihat parasnya. Kita sikat bersama," ucap Darman.
Percakapan mereka pun terhenti ketika mereka melihat gadis arogan ingin masuk ke dalam mobil.
'Hai nona cantik, bolehkan kami bertanya alamat jalan ini," ujar Darman dengan mengedipkan bola matanya.
"Siapa kalian! gua nggak kenal sama kalian berdua. PERGI," bentak Hena dengan nada oktaf
"Sialan, berani sekali! Dasar gadis arogan!"umpat Darman
Pengalihan pembicaraan antara Darman dan Hena itu terhenti ketika Firman secara paksa mengambil tas yang berada di pundak Hena
"Kembalikan atau gua teriaki kalian maling," ancam Hena.
"Teriak saja, kami tidak takut sama sekali," ucap Darman.
Kedua preman itu pada akhirnya mempermainkan tas mewah seharga ratusan juta dengan cara melemparkan dari tangan ke tangan, hingga membuat Hena yang mengejar tas mewah itu naik pitam.
"TOLONG, MALING!" Teriak Hena
Seketika itu juga sang pahlawan kesiangan berlari ke arah Hena
"Kembalikan tas gadis ini," ucap Ares dengan nada tinggi
"Kami tidak mau, kamu bisa apa?" tanya Darman
Tanpa banyak bicara lagi Ares melayangkan pukulan keras ke arah muka Darman, alhasil Darman yang tak sempat menghindar pun terpental begitu saja. Namun dari arah belakang pukulan Firman mengena di kepala Ares.
Ares yang merasa geram melihat orang bayarannya memukulnya dari belakang pun mulai membalas kembali dengan tinju yang sangat keras
Hena hanya bisa mematung melihat perkelahian yang terjadi di antara mereka, tangan dan kakinya pun ikut bergetar begitu hebat melihat perkelahian sengit terjadi di kedua bola matanya
Perkelahian berlangsung cukup sengit antara Ares dan kedua preman tersebut untuk meyakinkan Hena bahwa ini pertarungan yang sungguhan.
Akhirnya, Ares tak tahan ingin segera menyudahi perkelahiannya di bawah guyuran hujan yang sudah semakin deras, ia pun mengedipkan kedua bola matanya kepada kedua orang suruhannya untuk segera menghentikan drama pertarungan dengan cara kedua preman bayaran tersebut pura-pura tumbal di depan mata mereka, lalu lari terbirit-birit bagaikan angin yang di tiup.
Ares pun menghampiri Hena," Kamu baik-baik saja? ini tas kamu."
"Makasih." Ucap Hena
"Kok hanya makasih saja?" tanya Ares
"Lalu kamu maunya apa sih?!" Geram Hena
"Minta kenalan plus minta nomer ponsel kamu dong." Pinta Ares
"Gua nggak pernah minta di tolong sama lu, sudah syukur gua bilang makasih." Geram Hena
"Ya ampun, gadis sombong sialan ini benar-bener menguji iman gua, tapi gua harus sabar demi balas dendam sama dia, gua harus berpura-pura sabar dan manis." batin Ares.
Tanpa banyak bicara, Ares pun kini secara sengaja mengambil ponsel milik Hena seusai ia kembalikan, ia pun mulai merogoh tas mewah untuk mengambil ponsel berlogo apel, lalu dengan sengaja Ares pun menekan nomer ponsel miliknya untuk bisa menghubungi ponsel milik Ares, dengan begitu nomer Hena terpampang jelas di layar ponsel pipih milik Ares
"Yes, akhirnya gua dapat nomer gadis arogan ini. Gua akan terus membuat dia jatuh hati, lalu gua bisa manfaatin dan buang dia." Batin Ares
Hena yang tak terima ponselnya di ambil Area dengan sengaja pun kini geram dengan tingkah laku Ares
Hena pun menunjukan cincin berlian yang bertengger di jari manisnya, lalu memperlihatkan kepada Ares di depan kedua bola matanya,"Gua sudah punya tunangan, jadi gua mohon jangan pernah menganggu gua."
Sontak Ares terkejut dengan apa yang di ungkapkan oleh gadis arogan yang saat ini sedang memayungi dirinya dengan payung emas, kedua bola mata Area membulat sempurna.
"Aku tidak peduli kamu sudah punya tunangan atau belum yang jelas aku hanya ingin berteman apa salahnya?"tanya Ares
"Gua tidak butuh teman! teman gua itu banyak jadi untuk apa gua berteman dengan manusia rendah seperti lu yang hanya modal tampang saja, tapi kendaraan pun gua lihat lu hanya berjalan kaki," hina Hena.
Ares yang tak terima dirinya kembali di hina hanya bisa menahan rasa amarah melalui mengepalkan kedua tangan dengan sangat erat sambil tersenyum menyeringai
"Gadis arogan, sialan! berani sekali dia menghina gua hanya karena gua berjalan kaki. Lihat saja akan gua bikin lu jatuh cinta hingga gua bisa memeras semua kekayaan lu.l," batin Ares.
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
dulu dia bersikap sangat arogan itu karena kesalahan ibunya dalam mendidik hena anaknya. 😅😅
semoga di karya berikutnya mendapatkan rating tinggi!