NovelToon NovelToon
BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Perperangan / Persaingan Mafia / Dokter Ajaib / Dunia Masa Depan / Zombie / Roman-Angst Mafia / Action / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

Sebuah pandemi menghancurkan kehidupan manusia. Jennifer Gothard seorang perawat militer yang sedang mengejar gelar CRNA menyangka kehidupannya membaik. Dia menemukan cintanya dan dia menjalani kehidupan yang diinginkannya.

Tapi hidup tak pernah sempurna. Hidupnya akan menjadi sebuah medan perang uang harus dia perjuangkan setiap harinya.

Hanya agar dia bisa bertemu dengan orang yang dicintainya kembali. Sebuah mutasi parasit menginfeksi otak manusia membuat otak sepenuhnya rusak dan hidup mereka hanya berdasarkan insting mencari makanan.

DEFCON 3 diberlakukan, para perawat dan dokter militer disebar ke daerah terdampak, zona hitam dimana para infected mengancam hidupmu, semua orang panik, semua orang kehilangan seseorang. Hidupnya tak akan pernah sama lagi bagi semua orang. Dan bersama teman-temannya dan bersama seisi dunia dia berjuang.

Ini adalah BATTLEFIELD OF LOVE.
Fight for your Life, Fight for your Love

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7. Perfect Love

"Kita kemana?" Aku menoleh pada Fred dengan kuatir. Dia tidak menjawabku, aku menjadi takut. Aku punya tebakan menakutkan atas pertanyaanku sendiri.

 

"Fred, ..." dia menatapku sebentar dan mengengam tanganku.

 

"Aku mencintaimu Jen. Kau tahu itu."

 

"Fred, kenapa kau melakukan ini..." Aku memohon kami tidak melanjutkan ini, dia tahu aku tak berdaya menolaknya.

 

"Aku sudah bersedia menunggumu Jen. Aku akan memegang janjiku sampai kau memintaku sendiri melanggarnya dari mulutmu sendiri. Aku berjanji aku akan membuatmu mengatakannya." Aku merinding mendengar kata-katanya. Aku tersanjung tapi juga takut.

Aku mencintainya tapi sesuatu menahanku untuk tidak mengapainya. Dendam dan sakit hati.

Aku tak bisa bicara.

Dia berhak punya kesempatannya.

 

"Kenapa kau melakukan ini,  aku cuma gadis biasa yang menolakmu berbulan-bulan yang lalu. Banyak gadis cantik yang mengejarmu. Kau bisa mendapatkan siapapun..."

 

"Itu pertanyaan yang sama yang aku tanyakan pada diriku sendiri." Fred tertawa dan menghela napas, dia menatapku sebentar.

 

"Entahlah, mungkin karena kau terlalu jujur saat kau jatuh cinta padaku. Kau tak pernah berniat memanfaatkan aku. Kau terlalu jujur dan apa adanya. Aku bisa mempercayaimu. Saat gadis yang lain melihat apa yang ada dibelakangku, aku benci melihat itu saat pertama berhadapan dengan mereka, mereka palsu. Kau tak pernah meminta apapun walaupun aku ingin kau bisa mengandalkanku. Kau membuatku merasa aku harus berusaha keras membuatmu terkesan, dan jika kau memintaku untuk melakukan satu hal saja itu membuatku merasa seperti seorang pria..."

Itu perkataan paling jujur yang pernah kudengar. Wajahku panas, jika dia bisa melihatnya. Dan aku tak bisa menahan rass terharuku karena mendengar kata-katanya.

 

"Apa kau sudah memikirkan kata-kata ini berbulan-bulan?" Dia menatapku.

 

"Cukup lama aku memikirkannya. Berbulan-bulan aku baru menyadarinya, setelah mencoba membencimu tapi aku tak berhasil. Bahkan berkencan dengan wanita lain sambil membayangkanmu sejujurnya. Kenapa?Apa kata-kataku terlalu menyentuhmu..."

 

"Shut up..." Aku meringis dan Fred tertawa.

 

Kami diam, dia terus memegang tanganku. Sementara tanganya yang lain memegang  kemudi. Bibirnya tersenyum, aku menatapnya. Dia terlihat bahagia dengan ini.

 

"I love you sweetheart. Aku tak bisa membencimu. Jangan suruh aku melakukannya lagi. Itu sangat menyiksa." Aku cuma tersipu dan menyandarkan kepalaku dibahunya.

 

Dia menarikku keluar mobil segera setelah kami sampai ke rumahnya. Menciumku dengan cepat saat pintu tertutup. Mendekap  tubuhku begitu dekat padanya, sehingga kupikir aku akan kehabisan napas.

 

"Jen! Aku benar-benar merindukanmu. Shit! Kau benar-benar harus membayar beberapa bulan ini..." Aku tertawa saat merasakan bagian dari dirinya menekanku, tapi kemudian tak bisa mengendalikan desahanku karena aku juga menginginkannya.

Dia mengendongku dan melemparkan aku ke bednya. Dan aku dengan tak sabar mencengkram kausnya meminta ciumannya lagi. Merasakan jariku menjelajahi kulitnya yang panas.

 

"Fred, ..." Aku menyebutkan namanya dengan mendamba ketika dia menyatukan dirinya. Menghela napas melihat pahatan tubuhnya yang membuatku memimpikannya.

 

"Aku takkan bertahan lama sayang. Sudah terlalu lama, shit!..." Aku tak perduli. Merasakannya mendekapku dengan kuat sudah cukup bagiku. Dan membiarkannya mengendalikan sudah cukup memberikanku dorongan yang kubutuhkan untuk ke ujung pelepasanku.

 

"F*ck you..." Aku mengumpat ketika dia memelukku begitu kuat saat dia terpicu dan melepaskan tekanannya didalam tubuhku. Dia menggeram disamping telingaku dan sebuah gelombang kecil menyerangku lagi.

"Awesome,..." dia menatapku dengan wajah puas dan napas tersengal.

 

"Kenapa denganmu rasanya begitu luar biasa." Fred menatapku dan aku tersipu begitu saja. Dia menciumku lagi.

"My God, I love you Jen...how can you just blushing like that... Say that you love me sweetie..."

 

"I love you..." It's a release yet a relieve.

 

-------------

 

 

It's only matter of time when you face the true love.

You will know it.

When your heartbeat race slowly and you can stop looking your lover face.

When you feel butterfly over all your body and you want your lover kiss you again and again.

 

Aku menatap wajahnya di keremangan sinar matahari pagi. Mendapatkan diriku bahagia  berada disisinya lagi.

 

Tak ada yang lebih membahagiakan dari ini. Aku menyentuh keningnya yang menyebabkan dia terbangun.

 

"Morning love, jam berapa. Kau harus pergi ke rumah sakit?"

 

"Aku bisa pergi sendiri..."

 

"Biarkan aku mengantarmu. Aku harus tiba di bengkel lebih pagi. Banyak perkerjaan hari ini."

"Aku mesti kerumah berganti baju..."

"Bajumu masih ada di lemari. Kenapa kau harus pulang..."

 

"Kau belum membuangnya?"  Freddie tersenyum. Dia menarikku mendekat dan memelukku erat. Sebelum ciuman menyasar keningku.

 

"I can't sweetheart, don't you understand. I can't replace you with another one..." Aku hanya diam dan memeluknya erat.

 

"Why you so stupid..." Sebuah perkataan yang tidak disangka-sangka itu membuatnya tertawa.

 

"I'm a stupid man and you're dating with me, we're stupid soulmate, validating by yourself, how that sounds...great isn't?!"**

 

"Yeah absolutely great!"  Aku tertawa mengikutinya.

"Setelah terasa berabad-abad di kegelapan, pagi ini terasa sempurna."

"Kau sangat berlebihan." Aku menggelengkan kepalaku tertawa.

 

"Aku berlebihan? Kau tahu rasanya setelah kau menolak lamaranku dan kau memberitahu alasannya... Semua pikiran dan mimpiku buyar. Baru kali itu aku merasa hidupku begitu melelahkan. Rasanya dunia menjadi kelabu...dan baru kali itu aku tahu bagaimana rasanya dunia menjadi kelabu. Aku sangat marah tapi tak bisa membencimu ... kau tahu rasanya." Kali ini dia serius. Aku hanya bisa memandangnya. Dan aku merasa bersalah pada Fred.

 

"Maafkan aku..."

 

"Dimaafkan..." dia menciumku dan memelukku beberapa saat sebagai jawabannya.

"Go, get ready... Or we will do something else than cuddling this morning..." ( cuddling = ndusel ndusel)

"Hmm... something else?" Aku tersenyum jahil.

"Jangan mencobanya honey,  kau tahu resikonya, aku tak pernah mundur..." Dia menatapku dengan tajam.

 

"Why you so sexy..." Jariku membuat lingkaran didadanya. Membuat dia menghela napas panjang.

"Kau yang meminta ini ..."

🍁🍁🍁🍁

Terjemahan "

It's only matter of time when you face the true love. = Hanya masaalah waktu sebelum kau menemukan cinta yang sebenarnya.

You will know it. = Kau akan mengetahuinya

When your heartbeat race slowly and you can stop looking your lover face. = Ketika derakan jantungmu melambat dan kau tak bisa berhenti memandangi wajah kekasihmu.

When you feel butterfly over all your body and you want your lover kiss you again and again.

Ketika kkau merasakan kupu-kupu diseluruh tubuhmu daan kau menginginkan kekasihmu menciummu lagi dan lagi

 

 

I'm a stupid man and you're dating with me, we're stupid soulmate, validating by yourself, how that sounds...great isn't?!"**

Aku pria bodoh dan kau berkencan denganku, kita adalah belahan jiwa bodoh satu sama lain, disetujui oleh dirimu sendiri, bagaimana kedengarannya, sangat hebat bukan?"

 

 

 

 

1
siti salamah
saya baca ulang cerita ini, entah yang ke berapa kali nya,, semoga Author nya khilaf balik ke NT lagi🤭🤭
siti salamah
Baca lagi karya Kaka Author ini,
Lala Lisa
Ini penulisnya orang medis ya?
PHSNR👾
mampur 😍😍
PHSNR👾: duuh typo, mampir maksudnya 😅
total 1 replies
ms. yati74
Luar biasa
GegeSter
jangan² titisan keluarga Greene yg sama kaya di Alexa 🤣
Muti 🍭
bikin emosi banget benerann dah, dari awal munculnya anak itu emang udah ga srek🗿
Istichomah Adja
good job
Dyah Oktina
👏👏👏👏👏👏😍 happy end... 👍🏻
Dyah Oktina
bolak-balik montreal moskow kali ya.... Bukan montreal canada... kan emang d canada
Dyah Oktina
bukannya art nya alex namanya maria? apa art baru thor... 🤭✌️🤭
Dyah Oktina
paman d moskow... apa paman d paris????
GegeSter: ini maksudnya kalo alex-monic punya anak, anaknya punya paman sergie di paris..
#ide paman siap membunuh ponakan yg bahkan belum eksis.. 🧐
total 1 replies
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
waduh...
Dyah Oktina
kenapa ngak d rekam semua pembicaraan antara ibu & anak tiri juga dgn adiknya/sergei.. kan ada waktu u alex mempersiapkan semuanya... jd paling ngak ada bukti.. sedikitnya
Dyah Oktina
iya yg betul gillian & eliza
Dyah Oktina
iya betul... lebih baik terus terang... mungkin malah dpt dukungan dari gilbert
Dyah Oktina
ahhh... meleleh ...baca nya... ❤️
Dyah Oktina
bagaimana mau jd kekasih hati... kan ngak boleh ngerayu... hanya boleh jd teman... makanya kla suka bilang aja duluan monica..
Dyah Oktina
eliza thor.... bukan monica... typo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!