Aku yang dikhianati sahabat dan suamiku kembali ke masa lalu. Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mereka lagi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sia Masya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7(Pov Dinda)
01.23
Aku minta maaf Dinda
Sepertinya aku nggak bisa pulang malam ini soalnya ada pekerjaan di kantor yang harus ku selesaikan. Kamu nggak marah kan?
01.37
kamu sudah tidur ya?
Dinda membalas pesan dari Lex meskipun ia tahu sudah sangat terlambat.
Maaf Lex aku baru membaca pesanmu
Semalam aku ketiduran. Aku nggak marah kok.
Lex membaca pesanku, tapi tidak di balas sama sekali.
Dinda bangun dari tempat tidurnya. Namun, tiba-tiba saja notifikasi pesan dari handphonenya berdering. Ia membuka untuk memastikan siapa pengirimnya.
"Itu pasti dari Lex"
Dinda sedikit kecewa saat tahu bukan Lex yang mengirim pesannya, tetapi nomor yang tidak dikenali kemarin. Tetapi ia tetap membuka isi pesan apa yang dikirim orang itu. Dia tidak pernah berhenti untuk mengganggu nya. Dinda sangat yakin orang itu pasti menyiapkan berbagai cara untuk menipunya lagi. Namun Dinda dibuat terkejut saat melihat gambar yang dikirim. Lex berciuman mesra dengan wanita meskipun wajahmu belum terlihat dengan jelas. Mereka terlihat lebih mirip pasangan kekasih.
Apa orang ini berusaha memberitahu ku kalau Lex selingkuh. Tapi siapa dia? Dari mana dia bisa punya foto-foto Lex? Dan bagaimana dia bisa punya nomor ku? Dan ada apa dengan gambar ini, kenapa Lex bisa setegah ini kepadaku. Apa salahku padanya. Pernikahan kami baru seumur jagung dan dia sudah bermain dengan wanita lain. Bagaimana jika orang tua kami tahu. Tapi untuk saat ini aku tidak ingin kejebak. Aku harus tau siapa sebenarnya orang ini.
Dinda merasa tidak puas. Dia harus tahu orang yang mengirim pesan itu padanya.
Siapa kamu sebenernya?
Apa maumu mengirimkan ini semua kepada ku?
Aku tahu ini pasti akal-akalanmu kan untuk menghancurkan suamiku?
Orang asing : Siapa aku itu tidak terlalu penting.
Tapi aku cuma ingin kamu tahu kalau suami kamu itu adalah seorang yang busuk.
Nggak kamu pasti bohong. Lex nggak mungkin selingkuhi aku. Dia bukan tipe orang yang seperti itu.
Orang asing : Apa kamu yakin, kalau kamu sudah sangat mengenal Lex?
Dinda mencoba menelepon nomor tersebut tetapi tidak diangkatnya.
Kalau perkataan mu benar, kenapa kamu nggak menjawab panggilan dari ku?
Saat mencoba menelpon sekali lagi, nomor itu sudah tidak aktif.
Sepertinya tidak ada petunjuk darinya lagi. Dia mungkin hanya ingin memberitahuku kalau Lex selingkuh. Aku harus cari tahu kebenaran nya. Dan juga siapa sebenarnya wanita yang menjadi selingkuhan dari Lex. Meskipun aku dianggap istri durhaka karena memata-matai suamiku, aku tidak peduli. Dinda bergelut dengan pikiran nya sendiri.
Lex pulang sekitar pukul 13 lewat 53 menit. Dari penampilan nya Dinda bisa menebak kalau dia tidak masuk kerja hari ini. Apalagi baju itu adalah baju yang ia kenakan kemarin.
"Kamu nggak ke kantor?"
"Nggak. Aku lelah. Aku pengen istirahat dulu. Kepalaku juga lagi sakit."
Lex naik ke atas dan berjalan menuju kamar. Dinda berniat menanyakan gambar tersebut, tetapi karena Lex mengatakan kalau kepalanya sakit, Dinda mengurungkan niatnya. Ia berjalan ke arah dapur untuk membuatkan Lex teh jahe. Masalah fotonya, ia masih punya banyak waktu untuk menanyakan secara langsung pada Lex. Saat tiba di dalam kamar, Lex sudah tertidur pulas. Dinda meletakan minuman teh jahe disamping meja. Sebenarnya hari ini ia ingin mengajak Lex ke rumah sakit mengunjungi papa Ferdi yang tiba-tiba terkena serangan jantung. Syukurnya tidak parah. Mungkin kali ini dia harus pergi sendiri.
Dinda pergi diantar pak Burhan. Sebelum pergi ia menitipkan pesan pada pembantunya untuk disampaikan pada Lex, kalau seandainya Lex menanyakan keberadaan nya.
"Bi, kalau nanti tuan Lex bertanya tentang ku, bilang saja kalau aku ke rumah orang tuaku. Ada keperluan."
"Baik nyonya akan saya sampaikan."
Karena kondisi papa Ferdi yang tidak terlalu parah. Dokter mengatakan kalau papa Ferdi bisa pulang dan melakukan perawatan dari rumah. Dinda membayar semua biaya rumah sakit lalu mengantar kedua orang tuanya pulang.
"Makasih ya sayang, kami sudah sangat merepotkan kamu."
"Tidak ma, jangan katakan hal itu. Aku tidak merasa direpotkan. Kalian berdua butuh bantuan dari ku sebagai seorang anak tentu aku harus membantu."
"Maafkan mama, tadi karena khawatir sama papamu, mama sampai lupa bawa dompet. Bahkan handphone juga. Padahal kami bisa bayar biaya rumah sakit sendiri. Syukurlah sopir kita punya nomor mu."
"Kok mama bilang seperti itu, meskipun sekarang aku sudah menjadi istri Lex, tetapi aku tetaplah anak kalian."
"Ya sudah. Makasih Dinda. Papa sangat senang kamu datang."
"Iya pa, cepatlah sembuh. Jangan sampai hal ini terjadi lagi. Aku ingin papa menjaga kondisi tubuh papa. Aku tidak ingin kalian berdua jatuh sakit di saat tidak ada anak-anak kalian di rumah."
"Iya, iya. Setelah ini papa akan lebih menjaga kesehatan papa agar tidak membuat kalian khawatir."
Dinda yang kebetulan mempunyai banyak waktu bersama kedua orang tuanya hari ini, memutuskan untuk pulang agak malam. Dia hanya ingin melepaskan rasa rindu kepada kedua orang tuanya. Padahal Dinda ingin pulangnya jam 8 malam, namun dia malah kebablasan. Mereka banyak bercerita sampai-sampai lupa waktu. Dinda pamit pada kedua orang tuanya untuk pulang. Meskipun mama Bella menyuruhnya menginap tetapi hari ini, ia tidak bisa.
Dinda dan pak Burhan tiba di rumah sekitar pukul 22 lewat 35 malam. Ia langsung ke kamar karena merasa lelah.
Lex sedang duduk di sofa sambil membaca korannya. Ia menghentikan kegiatannya saat melihat Dinda datang.
"Kamu lama sekali?"
"Iya ada urusan sebentar."
"Bagaimana kabar mama dan papa?"
"Baik." Dinda merasa tidak perlu menceritakan masalah papa pada Lex. Lagian ia masih meragukan kejujuran Lex setelah tahu dia selingkuh. Dinda berjalan ke ruang ganti untuk melepaskan semua pernak-pernik yang terasa berat di tubuh serta menggantinya dengan piyama.
"Makasih untuk tehnya tadi." Kata Lex saat Dinda keluar. Namun Dinda bersikap dingin dan tidak ingin menggubris perkataan Lex. Saat ini yang dibutuhkan nya ialah beristirahat, karena ia sudah sangat lelah.
ansk perempuan klu pacaran RUSAKKKK.