NovelToon NovelToon
Istri Kecil Kapten Josh

Istri Kecil Kapten Josh

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / Tamat
Popularitas:871k
Nilai: 4.9
Nama Author: Astuty Nuraeni

Cinta pada pandangan pertama, sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang gadis bernama Freesia Lovina.

Pertemuannya dengan seorang Pilot tampan bernama Joshua Janzsen membuat gadis yang baru berusia 18 tahun itu tergila-gila pada pria yang usianya terpaut jauh darinya.

Namun sepertinya takdir berpihak kepada gadis yang masih duduk di bangku SMA tersebut, sebuah kejadian tak terduga mengharuskan Frey menikahi Josh, pria yang dia claim sebagai miliknya.

Apakah Freesia akan menemukan kebahagiannya setelah menikah dengan Josh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astuty Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria seratus tangkai bunga

"Urusan hati, gue pengin berduaan sama loe," batin Axel, sudah lama pemuda itu memiliki perasaan terhadap Freesia, namun Axel ragu untuk mengungkapkannya karena tak sedikit pun Freesia menunjukkan ketertarikannya kepada Axel.

"Ada lah, loe nggak perlu tau," sahut Axel sok ketus, pria itu lalu beranjak dari duduknya saat mendengar suara beberapa murid yang mulai berdatangan. "Gue cabut," pamit Axel terdengar cuek, namun sebenarnya dia sangat bahagia karena bisa berduaan bersama Freesia selama beberapa menit.

"Itu bocah kenapa ya, aneh banget," Freesia bergumam setelah Axel keluar dari kelasnya.

Tak lama kemudian beberapa siswa mulai berdatangan, salah duanya Kayli dan juga Cia, kedua gadis itu berdiri di ambang pintu dan menatap aneh ke arah Freesia yang duduk di bangkunya.

"Kai, gue nggak lagi berkhayal kan, itu Frey kan?" ujar Cia seraya menunjuk Freesia.

Lalu tanpa aba-aba Kayli mencubit pinggang Cia hingga gadis itu menjerit kesakitan. "Sakit be*go," geram Cia.

"Tandanya elo nggak berkhayal Cia," sahut Kayli dengan wajah tersenyum tanpa dosa, baginya umpatan dan makian yang keluar dari mulut Cia hanya angin berlalu, Cia memang gadis tomboi yang kerap berkata kasar.

"Kalian berdua mau jadi penjaga pintu," celetuk Freesia seraya menatap kedua sahabatnya bergantian.

Kayli dan Cia lalu berjalan menghampiri Freesia dengan tatapan penuh tanya.

"Loe kesambet setan dimana jam segini udah di kelas?" telisik Cia, gadis itu duduk di sisi lain meja Freesia dengan tangan bersedakap, sementara Kaily berdiri tepat di hadapan Freesia.

"Kaki gue terkilir dan bibi Anne maksa mau nganterin gue ke sekolah, dan inilah hasilnya. Gue jadi penunggu kelas," jawab Freesia.

"Kok bisa terkilir sih Frey?" tanya Kayli yang tampak khawatir.

"Kemarin gue kesrempet mobil."

"What?" pekik Cia dan Kaily bersamaan.

"Biasa aja kali," ujar Freesia menanggapi keterkejutan kedua sahabatnya.

"Gimana ceritanya?"

Freesia lalu menceritakan kejadian yang membuat kakinya pincang, tak lupa Freesia juga menceritakan tentang Josh yang memaksanya untuk berobat.

"Tapi gue heran, dari mana dia tau gue ada di toko bunga bibi?" Tanya Freesia bingung, pasalnya dia tak sempat bertanya kepada Josh dari mana pria itu bisa menemukannya.

"Mungkin dia dukun," sahut Kaily dengan wajah polosnya.

"Dukun cinta."

Ketiga gadis yang duduk di bangku kelas tiga SMA itu saling mentertawakan satu sama lain hingga kelas mereka terisi penuh dan pelajaran segera di mulai. Freesia nampak begitu serius mengikuti mata pelajaran, kini dia memiliki cita-cita lain, selain ingin mendapatkan beasiswa untuk berkuliah, Freesia juga ingin menjadi gadis yang cerdas di mata seorang Joshua.

Setelah jam sekolah selesai, Anne kembali menjemput Freesia ke sekolah, wanita itu lalu membawa keponakannya ke salah satu restoran yang cukup mewah dan berada tak jauh dari sekolah Freesia.

"Bi, kita ngapain ke sini?" tanya Freesia bingung, pasalnya sang bibi tak pernah membawanya ke restoran mewah.

"Makan," jawab Anne singkat, dia lalu memapah keponakannya masuk ke dalam restoran yang menjual beraneka ragam steak, namun langkah kaki Anne terhenti saat Freesia tiba-tiba berhenti. "Kenapa?" Anne menoleh dan menatap keponakannya dengan rasa penasaran.

"Makanan di sini sangat mahal bi, lebih baik kita makan di Warteg saja," tolak Freesia, meski gadis itu ingin mencicipi makanan dati restoran mewah tersebut namun kondisi keuangan mereka mengharuskan Freesia memendam keinginannya.

"Kau tak perlu khawatir, bibi punya uang!"

Anne kembali memapah Freesia, namum lagi-lagi langkah keduanya terhenti karena Freesia tak ingin masuk ke dalam restoran. "Tapi bi..."

"Cepat masuk!" potong Anne sebelum Freesia menyelesaikan kalimatnya.

Meski sedikit ragu akhirnya Freesia mengalah dan mengikuti bibinya masuk ke dalam restoran tersebut, keduanya lalu duduk di kursi yang berada di dekat jendela kaca sehingga mereka bisa melihat keluar restoran.

"Oh waow," pekik Freesia saat steak daging tersaji di hadapannya.

"Makanlah!" ucap Anne seraya menatap wajah bahagia keponakannya.

"Terima kasih banyak bi," Freesia tersenyum bahagia, dengan semangat gadis itu memotong steak di hadapannya dan melahapnya dengan mata berbinar. "Ini sangat enak," puji Freesia dengan mulut penuh.

"Jangan banyak bicara, makanlah!" tegur Anne dengan lembut.

Keduanya lalu menikmati makanan yang jarang sekali mereka makan, Freesia tak henti-hentinya tersenyum saat sedang mengunyah, senyumnya semakin bertambah lebar saat Freesia melihat seseorang keluar dari mobil yang terparkir di depan restoran.

"Oh my God, sepertinya kita memang berjodoh Josh," cicit Freesia hingga menggundang rasa penasaran Anne, wanita itu menoleh dan menatap keluar jendela tepat dimana Josh berada.

Seketika senyum Freesia luntur saat menyaksikan Josh membukakan pintu untuk seseorang dan seorang wanita cantik keluar dari dalam mobil. Mata Freesia mendelik sempurna saat melihat wanita yang tak lain adalah Jennifer bergelanyut manja di lengan Josh, keduanya pun masuk ke dalam restoran dengan mesra.

"Kau mengenalnya?"

Pertanyaan Anne sontak mengembalikan kesadaran Freesia, gadis itu terlihat gugup saat Anne menatapnya.

"Pria seratus tangkai mawar merah," jawab Freesia dengan wajah sedih.

"Oh tuan Josh," sahut Anne sambil mengangguk-anggukan kepalanya, dia ingat nama pria yang sering memesan seratus tangkai mawar merah di tokonya.

"Bibi tau namanya?"

"Hanya sekedar tau saja. Sudahlah habiskan makananmu!"

Dengan bibir mencebik Freesia memotong steaknya asal-asalan, gadis itu merasa kesal melihat tingkah sok manja wanita yang bersama Josh. Freesia semakin uring-uringan saat melihat Josh dan Jennifer berada di dalam restoran, apalagi kedua orang itu duduk tak jauh dari tempat duduk Freesia dan Anne.

"Apa wanita itu kekasihnya?" batin Freesia yang sejak tadi mencuri pandang pada Josh.

"Sayang, setelah menikah nanti aku ingin honeymoon ke Eropa."

"Apa? Menikah?"

BERSAMBUNG...

1
Jayy
mungkin yang namanya lynda sudah meninggal
Mukmini Salasiyanti
udahlah frey...
ma axel aj. ..
😃🤣
Mukmini Salasiyanti
Lynda lagi...

. sabar, Free
Mukmini Salasiyanti
salken thor
Astuty Nuraeni: salken juga kak,makasih dah mampir yaa
total 1 replies
Julietta Hutapea
Luar biasa
Julietta Hutapea
Lumayan
Maya Imuch
makin seru
Sumarni Tina
mantap
muti mau
terimakasih banyak thor. ...semangat terus..
Astuty Nuraeni: terima kasih juga supportnya kak♥️
total 1 replies
TDT Angreni
ceritanya bagus
TDT Angreni
kisahnya bagus, dan cara penulisnya rapi. Nyaman untuk di baca. Sukses selalu ya kakak.
👑Keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐
Citoz
hadir kk😘
Risfa
Hadir ka
Rapunzel🌹
Keren ceritanya ❤️❤️
Karakter Frisia lucu. apalagi sllu ngucapin mantra yg kadang bkin ngakak 😂
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
sudah aq favoritkan kak
myla amalia
bagus ceritanya
Aca
setangkai mawar untuk freesia meluncur 💐
Astuty Nuraeni: makasih sayangkuh
total 1 replies
Aca
yuhu..... aca comeback nih😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!