NovelToon NovelToon
My Teacher

My Teacher

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:323.2k
Nilai: 5
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Nessa Ibrahim Halana, seorang gadis berjilbab yang baru menduduki bangku SMA. Dipertemukan dengan seorang guru baru yang penampilannya membuatnya selalu mendapat cemooh oleh murid-muridnya sendiri. Berbeda dengan Nessa yang tidak pernah menjelekkan gurunya itu.



Tiba-tiba suatu kejadian yang membuat mereka dinikahkan padahal status Nessa masih anak sekolahan. Berawal dengan ketidaksengajaan tidur bersama malah membuat orang tua mereka memutuskan untuk menikahkan keduanya.



"Menikah dan membina rumah tangga di usia muda bukanlah keinginan dan tujuanku." ~ Nessa Ibrahim Halana.


"Nessa, izinkan saya mencintaimu." ~Dimas Endi Rey.


Sama-sama awam persoalan cinta dan perasaan. Berusaha saling memahami. Mereka hanya mengikuti naluri hati masing-masing. Berjalan sesuai garis yang sudah ditetapkan Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MT part 7

Nessa melongo di tempat dan baru tersadar saat tangan itu melambai tepat di hadapannya.

"Ah ya?" sentak Nessa terkejut.

"Kamu kenapa?"

"Ah, e-enggak, Pak. Bapak kok bisa ada di sini?" tanya Nessa.

Ya, di hadapannya adalah Pak Endi, guru yang mengajar mata pelajaran agama Islam di sekolahnya. Mungkin jika Nessa terawang, Pak Endi baru berusia kepala dua.

"Kamu juga kenapa di sini?"

"Haa?" beo Nessa tidak mengerti.

"Maksud saya kamu sendirian ke sini? Teman kamu yang itu mana?" tanya Pak Endi menjelaskan.

Nessa mengangguk-angguk. "Dia izin ke luar kota, Pak, kebetulan lagi ada acara keluarga."

"Eh ya, kamu sudah dapat bukunya? Memangnya mau cari buku apa?"

Tampak Nessa menunjukkan buku di tangannya, rupanya gadis itu telah mendapatkan buku yang tepat.

"Ini Pak. Lagi cari buku kamus istilah. Bapak cari buku apa?"

"Oh, biasa. Ini!" balas Pak Endi juga menunjukkan buku di tangannya. Tampak cover bergenre islam tertampang di hadapan Nessa membuat gadis itu mengangguk mengerti.

"Saya duluan ya, Pak? Mau ke sana sebentar." ucap Nessa menunjukkan meja di pojokan.

"Bapak juga mau ikut?" tawar Nessa sebelum beranjak pergi.

"Boleh."

Nyatanya sesampainya di meja di sebelah sudut, Nessa hanya membuka bukunya sebentar. Lalu beralih ke meja di depannya tempat Pak Endi duduk. Keduanya tidak menggunakan meja yang sama namun secara terpisah.

"Pak." panggil Nessa.

"Iya?" tanya Pak Endi seraya menoleh.

"Saya mau tanya boleh?" ujar Nessa.

"Boleh. Silahkan, mau tanya apa?" jawab Pal Endi lalu menutup bukunya.

"Apa pendapat Bapak tentang islam?" tanya Nessa tepat sekali dengan profesi gurunya itu.

"Islam ya?" Nessa mengangguk.

"Menurut saya islam itu agama yang suci. Agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah, Agama semua Nabi-nabi, Agama yang sesuai dengan fitrah manusia, Agama yang menjadi petunjuk bagi manusia, Agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama, Agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam juga merupakan satu-satunya agama yang diridhoi Allah dan agama yang sempurna." (Maaf, ini copyan google karna author bukan paham agama🙏 cuman mau berbagi aja sedikit😄)

"Yaaa ayyuhallaziina aamanudkhuluu fis-silmi kaaaffataw wa laa tattabi'uu khuthuwaatisy-syaithoon, innahu lakum 'aduwwum mubiin. Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu"

"Surah Al-Baqarah ayat 208. "

"Paham, Nessa? Kalau mau lanjut silahkan kamu cari di internet atau bisa tanya langsung ke saya."

Nessa terdiam sebentar, menatap wajah gurunya lalu langsung menunduk sambil mengangguk.

"In Syaa Allah, Pak. Terima kasih atas ilmunya." jawab Nessa.

"Saya hanya bisa menyampaikan apa yang saya tau, selebihnya kamu cari tau." balas Pak Endi dengan sedikit kekehan di akhir kalimatnya.

"Rumah Bapak di mana, Pak?" tanya Nessa to the point.

"Kenapa kamu tanya alamat rumah saya?" tanya Pak Endi balik.

"Gak pa-pa kok, Pak. Saya cuman tanya aja, siapa tau nanti bisa belajar sama Bapak."

Pak Endi langsung tertawa, dan sedetik kemudian langsung terdiam.

"Saya ngekost, saya tidak punya rumah karena itu milik orang tua saya."

"Wah! Mandiri dong ya, Pak? Trus sebelumnya Bapak pernah ngajar di mana?" tanya Nessa ingin tau riwayat pendidikan gurunya.

"Sebelumnya ya? Mmm... sebelumnya saya pernah menjadi dosen di universitas Depok, lalu menjadi guru di sekolah mts, dan biasa juga guru privat."

"Wuih! Hebat. Apa alasan Bapak mengajar di SMA Anak Bangsa sekarang?"

"Ada satu alasan yang tidak bisa saya katakan. Intinya sekarang saya sudah berhasil sampai di titik ini."

"Maaf, Pak." ucap Nessa tidak enak hati, saking antusiasnya gadis itu sampai tidak sadar.

"Tidak apa-apa, Nessa. Mungkin lain kali saya bisa jelaskan?"

"Humm, iya, Pak." balas Nessa mengangguk.

"Sekarang saya yang ingin bertanya kepada kamu. Kamu beneran tidak ilfeel dengan saya?" tanya Pak Endi membuat Nessa reflek tertawa.

"Sesama manusia harus saling menghormati dan menghargai, apalagi dengan orang yang lebih tua. Dan pandangan orang itu beda-beda, Pak." jawab Nessa membuat Pak Endi sedikit takjub tidak percaya ada anak remaja zaman sekarang yang bisa berbicara seperti itu.

"Saya salut sama kamu. Semoga apa yang kamu lakukan menjadi berkah untuk diri sendiri dan orang sekitarnya."

"Aamiin." koor Nessa mengaminkan.

🌼🌼🌼

Saat ini keduanya sudah keluar bersama-sama dari perpustakaan. Nessa berjalan berdampingan dengan jarak.

"Pak, Bapak udah nikah ya?" tebak Nessa dan langsung dibalas gelengan oleh Pak Endi.

"Kok belum?" reflek Nessa, sesaat ia langsung menepuk pelan bibirnya. "Maksud saya... ah lupakan aja, Pak." ucap Nessa denga kalimat di kepalanya hilang seketika, alhasil bibirnya macet.

Tampak Pak Endi tersenyum simpul dan mata menyipit di balik kacamata kebesarannya. Kali ini pria itu tampil lebih santai dengan atasan batik bercorak.

"Mungkin belum ketemu jodohnya."

Nessa hanya manggut-manggut. Kemudian sesaat langsung menampar bibirnya dengan sedikit kuat saat kalimat yang kurang sopan keluar dari bibir mungilnya.

"Bapak bukan gay, kan?"

"Apa? Pft." Pak Endi sampai-sampai speechless mendengar ucapan frontal dari siswinya, ah salah mereka hanya berstatus siswi dan murid saat berada di lingkungan sekolah. Dan kalau di luar?

"Ah, maaf Pak maaf. Beneran saya gak sengaja, sekali lagi maaf Pak. Kalimat itu tiba-tiba keluar, soalnya banyak anak-anak yang bilang begitu." jelas Nessa meringis sambil menundukkan kepalanya beberapa kali. Nessa merasa dirinya sangat kurang ajar, apa-apaan mengatai gurunya dengan sebutan gay.

"Santai aja, Nessa. Saya sudah mendengar hal itu , bukan hanya dari satu orang saja, tapi orang terdekat saya pun juga bilang begitu." balas Pak Endi.

"Tapi, Pak... saya tuh ngerasa bersalah banget. Masa guru sendiri dikatain seperti itu."

"Guru dan murid hanya untuk di lingkungan sekolah, Nessa. Jadi kalau di luar, anggap saja saya ini teman. Kamu mau kan?"

Nessa berhenti membuat Pak Endi juga menghentikan langkahnya.

"Kenapa?" tanya Pak Endi saat merasa dirinya diperhatikan.

"Bukan apa-apa, Pak. Jujur mengobrol dengan Bapak itu menyenangkan, saya kira Bapak sombong dan gak mau berteman dengan muridnya."

"Haha... ngomong apa kamu, Nessa? Saya juga manusia, ya jelas perlu berinteraksi dengan orang-orang dan memiliki teman. Ya walaupun menyendiri itu asik."

"Hati-hati kalau suka menyendiri, Pak. Nanti ditemenin sama Mbak kunti." ujar Nessa ngawur sekali.

"Kalau takut ya pasti hantunya makin suka, kalau dilawan, ya mereka yang takut sama kita. Takut itu hanya kepada-Nya." Pak Endi mengdongak, menatap langit biru yang cerah, dan dihiasai awan-awan putih serta burung-burung terbang.

"Ma Syaa Allah." gumam Nessa.

Selain berpendidikan, Pak Endi juga berilmu agama. Jika dilihat lebih teliti, pria itu tidak jelek-jelek amat. Rasanya Nessa ingin mencopot kacamata itu dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih cocok dengan porsi tubuhnya.

"Pak, Bapak rabun? Atau itu hanya kacamata eksis?" tanya Nessa tiba-tiba.

Pak Endi tampak sedikit gugup. Pria itu membetulkan kacamata yang sedikit turun ke bawah.

"Jelas ini kacamata untuk orang yang rabun. Saya rabun jauh."

"Owh, rabun jauh ya, Pak?" Pak Endi mengangguk.

Nessa berlari menjauh hingga membuat mereka berjarak beberapa meter membuat alis Pak Endi menyatu sempurna.

"Kalau di sini keliatan gak, Pak?" tanya Nessa sambil melambaikan sebelah tangannya.

Pak Endi menggelengkan kepalanya, Nessa mendekat beberapa jarak dan bertanya lagi. "Kalau di sini?"

Lagi-lagi Pak Endi menggeleng. Pria itu menoleh ke arah parkiran di mana masih banyak motor yang tertata rapi di sana. Saat pria itu menghadap lurus, ia jelas terkejut.

"Di sini, Pak?" tanya Nessa.

"Astaghfirullah, Nessa. Tolong jaga jarak!" peringat Pak Endi yang terkejut reflek menutup matanya.

Nessa tersadar, ia menggelengkan kepalanya berkali-kali. Walaupun jarak mereka tidak terlalu dekat, namun itu membuat keduanya tampak salah tingkah. Gadis itu mengucapkan kata maaf berkali-kali dan kini pandangannya menunduk ke bawah.

🌼🌼🌼

Rabun deket itu Nes😆🤣

1
Ummi Mimi
akhirnya.....buka puasa
dyve
pohon*
Bungsu_Fii: makasih koreksinya kak😅
total 1 replies
Tri Susanti
lanjutkan thor.....
Tri Susanti
nessa hamillllllll
Bungsu_Fii: bengek😂😂😂
total 1 replies
Tri Susanti
lanjut
Tri Susanti
lanjut thor
Tri Susanti
senengnya...... moga cepet saling jatuh cinta
Tri Susanti
lanjut thor
Tri Susanti
ok siip lanjut thor
Tri Susanti
lanjut thor... semangat... 💪💪
Tri Susanti
huuuuu.... bau bau cembokur nich... siap siap.....
Tri Susanti
oohhh... begono ceritanya.... sangat mengharukan ampe nangis thor aku nya kakek emang baik banget.......
Tri Susanti
lanjut thor sukses selalu yaaa......
Bungsu_Fii: Aamiin kak, makasih🤗sukses juga buat kk❤
total 1 replies
Tri Susanti
lanjut thor...
R2
sangat rekomen, i like it
R2
sangat baguss, i like it
nurul jannah
lah kok jadi satu bulan usia kandungannya nesa padahal di bab sebelumnya sdh dua bulan thor.tetap semangat thor ngetiknya💪💪😊
Bungsu_Fii: hehe😅😅mau revisinya lagi males kak😂
total 1 replies
Tutian Gandi
hamil kembar to ternyata???....kasih hukuman yg berat Thor ke sisi apa siapa cwek rese...kesel juga q..😡😡
Bungsu_Fii: sabar sabar😂😂
total 1 replies
Tutian Gandi
aduh Thor gntung nih....🥹🥹
Tutian Gandi
selamat kan Nessa Thor..jgn smpe kndungan nya kenapa2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!