Sequel : Burning Passion In Love!
Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.
Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.
Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.
Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPIL2 - Wedding Day!
Queenaia menatap dirinya di cermin dengan pandangan kosong. Air mata luruh deras mengingat hari ini akan menikah dengan orang yang dia benci. Komisaris Demetrius telah menghancurkan masa depannya, dan karena Demetrius Queenaia harus menikah di usia muda.
"Demetrius, bajingan. Andai saja Ayah tidak sakit jantung mana sudi aku menikah. Karena komisaris busuk itu aku merelakan masa remaja. Jangan harap kebahagiaan menyertaimu, Demetrius."
Queenaia duduk di pinggir ranjang sembari menangis memilukan. Teringat 2 minggu lalu, Ayahnya memohon agar dia menikah dengan komisaris Demetrius. Saat menolak tegas penyakit Ayahnya kambuh dan koma beberapa hari.
Akibat insiden itu, Queenaia menyetujui perjodohan. Saat di hari kelulusan, teman-temannya membicarakan Demetrius. Rasa benci menguar mendengar kalau komisaris Demetrius adalah sosok bengis, licik, Casanova dan bajingan. Banyak wanita tidur dengan komisaris dan parahnya pria itu begitu arogan. Apa Queenaia sanggup hidup bersama lelaki iblis?
Setitik air mata terus berjatuhan tanpa di cegah. Hati Queenaia sakit sampai tidak sanggup menjabarkan. Dia teringat akan cinta pertamanya yaitu Stefano. Pria dewasa dengan tampang tegas penuh karisma membuat Queenaia jatuh cinta.
Dua pertemuan mampu membuat Queenaia jatuh hati. Semua berakhir setelah dia menjadi Istri komisaris Demetrius. Lalu, cintanya akan pergi bersama sakit hatinya.
"kak Stef, aku tidak sanggup bertahan dan menjadi gadis kuat. Apa Kakak tahu, aku sangat mencintaimu saat pertama bertemu. Karisma memikat itu mampu membuat aku luluh. Mata tajam itu mampu menarikku. Sikap gantle serta kebaikan Kakak membuatku jatuh hati. Sekarang, aku tidak sanggup menatap masa depan bersama, Demetrius. Selamat tinggal cinta, dan selamat datang kehancuran."
Queenaia menangis sesenggukan mengingat cinta pertamanya belum di mulai sudah kandas. Pintu terbuka membuat dia menghapus air mata kasar.
Jofina dan Adam menunduk sedih melihat Putri bungsu menangis. Ibu dari 3 anak itu tidak kuasa menahan tangis melihat Queenaia.
"Sayang, maafkan Ibu dan Ayah tidak mampu mempertahankan kamu. Nak, kami mohon berjuang menghadapi masalah. Ingat kami selalu support kamu dalam keadaan buruk. Kemari, Nak peluk kami."
Jofina begitu kalut mengatakan itu. Karena sejatinya dia tidak sudi Putrinya menikah dengan komisaris Demetrius.
Queenaia merengkuh Ibunya erat sembari menangis memilukan. Ini tidak adil tetapi harus kuat demi orang tuanya.
"Semua akan baik-baik saja, Nak. Kami sangat mencintai kamu, bertahan demi kami."
"Papa," lirih Queenaia.
"Mari, acara akan di mulai."
Queenaia menggeleng lemah tatkala mendengar perkataan Ayahnya. Tangisnya tidak mau berhenti saat Adam mengecup keningnya penuh kasih sayang. Begitu pun Jofina mengecup keningnya dengan duka.
Kedua Kakak lelakinya, ikut merengkuh dan memberikan semangat untuk Queenaia. Andrew dan Kenneth begitu terpukul melihat Queenaia melangkah menuju altar.
***•~•***
Stefano menghela napas berat mengingat sebentar lagi statusnya bukan lagi lajang melainkan menikah. Dia menatap potret keluarganya dengan pandangan sendu. Entah kenapa air mata luruh begitu saja.
"Ayah dan Ibu, apa tindakan ini benar? Apa aku harus menikah dengan Putri seseorang yang sangat ku benci? Semoga kalian tenang di alam sana, Stef sangat mencintai kalian. Ayah, berikan kekuatanmu agar Stef mampu bertahan. Ibu, maafkan Putramu yang tega menghancurkan hati gadis tidak berdosa. Aku mohon maafkan perbuatan hina ini, Ayah Ibu. Dengan ini semua berakhir, dendam dan kebencian akan mengiringi langkah kaki. Berharap gadis yang kunikahi pergi dari altar agar tidak terikat dengan iblis sepertiku. Ayah, Ibu doakan Stef agar bertahan menghadapi badai."
Stefano mengecup kaca bingkai dengan derai air mata. Sejatinya dia sangat lemah jika teringat mendiang kedua orang tuanya. Di usap kaca dengan sendu, di sana terlihat Zeferino, Yara dan Stefano tersenyum menghadap kamera. Ini foto terakhir sebelum tragedi mengerikan terjadi, menyebabkan dirinya kehilangan segalanya.
Stefano menghapus air mata kasar ketika pintu terbuka. Di sana Kai, Anastasiya serta dua saudaranya berdiri kokoh. Stefano berusaha terlihat biasa nyatanya tidak ketika Bibinya merengkuh erat dirinya.
"Nak, beri keadilan untuk orang tuamu. Bibi sangat menyayangimu, Stef. Berjuanglah seperti Ayah dan Ibumu. Buat mereka tenang di alam sana. Ingat kamu juga akan berjuang memberi keadilan pada Paman, Bibi dan Adikmu yang telah tiada. 5 nyawa harus tenang, dan itu ada di tanganmu. Kami sangat mencintai, Stef."
Anastasiya begitu sakit mengatakan kalimat itu, tetapi ini demi kebaikan bersama. 5 nyawa harus damai dengan keadilan. Teringat kembali akan sosok Kakak-Kakaknya dan keponakan yang meninggal. Sedih dan ngilu itulah Anastasiya jika teringat pembantaian itu.
Stefano mengaguk tidak bersuara. Beban berat akan dia tanggung demi 5 nyawa yang sangat dicintai.
Kevin menunduk sedih mengingat Ayah, Ibu dan kembarannya ikut serta dalam pembantaian. Dia sangat terpuruk mengingat mereka telah tiada.
Grep
Stefano merengkuh Kevin dengan keyakinan membara dalam hati. Dia berjanji akan membalas kematian mereka.
"Kevin, aku janji nyawa kedua orang tua dan Adik kita akan terbayar. Nyawa di balas dengan nyawa, darah di balas dengan darah. Kepedihan kita akan terbalas dengan kematian keluarga Weldon. Doakan aku agar semua baik-baik saja!"
Kevin menitikkan air mata mendengar perkataan Stefano. Kakaknya memikul beban berat untuk menegakkan keadilan. Sementara dia hanya bisa berlindung di belakang Stefano. Kevin berharap semoga saja dendam itu lekas berakhir demi akhir bahagia.
"Kak, maafkan Kevin hanya bisa berlindung di bawahmu. Aku sangat menyesal tidak mampu membantu apa pun. Maaf menumbalkan Kakak dengan sadis. Karena balas dendam kebebasan Kakak terlenggut. Maafkan, Kevin."
"Cerewet, ini takdir. Aku hanya perlu doa dan mari ke altar. Ucapkan selamat datang atas kehancuran Weldon!"
***~•~***
Queenaia menunduk tidak mau menatap calon Suaminya. Dia tidak ingin mengumpat kasar di hari pernikahan. Demi Tuhan, Queenaia ingin mencekik komisaris Demetrius.
Adam memberikan tangan mungil Putrinya pada Stefano. Rasanya tidak Ikhlas menyerahkan Queenaia pada iblis di depannya.
"Tolong jaga Putriku. Berjanji pada kami, kamu akan menjaga, melindungi, memberi cinta, kenyamanan dan kebahagiaan!"
Adam berkata begitu tegas, tetapi siapa sangka hatinya menangis tidak rela. Queenaia adalah harta berharga di keluarga Weldon. Putri kesayangan yang sangat berharga.
Stefano menggenggam tangan mungil terasa familiar. Dia berusaha tenang untuk menghalau emosi. Sejatinya Stefano tidak tahu dengan siapa mau menikah. Bahkan sampai sekarang tidak tahu wajah Putri Weldon.
"Saya tidak mampu berjanji, pasalnya janji di buat untuk diingkari. Namun, saya Stefano Eugene Demetrius akan berusaha keras melindungi dan memberikan segala kebahagiaan, kenyamanan serta cinta. Izinkan saya menjadikan Putri Anda sebagai Ratu!"
Stefano tersenyum mengejek dalam hati, pasalnya semua ucapan itu bohong. Tidak akan ada cinta melainkan dendam, kebencian dan penderitaan.
Queenaia menegang mendengar suara familiar dan nama Stefano. Entah kenapa jantungnya berdegup sesak sampai tidak mampu bernapas untuk beberapa detik.
Adam tersenyum tipis mendengar jawaban Stefano. Sejatinya dia tahu itu semua palsu sungguh sangat menyakitkan. Andai dia kuat, pasti Queenaia tidak menjadi tumbal. Entah kenapa, ada yang di sembunyikan Stefano tetapi apa? Biarkan Adam menyelidiki konspirasi komisaris Demetrius.
Ritual pernikahan di mulai, hingga keduanya menyatakan "Saya Bersedia!" dengan lantang. Cincin bertakhta berlian sudah melingkupi jari manis Stefano dan Queenaia hingga acara inti.
"Kalian sudah sah menjadi pasangan Suami dan Istri. Di perkenankan mempelai pria mencium mempelai wanita!"
Stefano menyingkap tudung pengantin, Istrinya. Hingga semua terbuka menampilkan sosok cantik bak boneka dan sialnya sangat dikenal.
Stefano mundur satu langkah karena terkejut, begitu pun Queenaia. Mata mereka membulat sempurna dengan deru napas memburu.
"Queen / kak Stef," lirih Stefano dan Queenaia.
Terasa di sambar petir di siang bolong, itulah keadaan mereka. Stefano begitu terkejut begitu pun dengan Queenaia. Mereka bungkam dengan napas memburu. Mata mereka saling menatap penuh arti dan serat akan emosi.
Stefano menetralkan diri agar terlihat biasa saja. Dia kembali mendekat ke arah mempelainya yang sangat cantik. Dia rengkuh pinggul Queenaia lembut. Satu tangan kanan Stefano digunakan untuk menangkup pipi gembil Queenaia.
Queenaia menangis dalam diam saat bibir mereka bersatu. Inikah takdir? Kenapa harus Stefano yang menjadi komisaris Demetrius. Rasanya tidak mungkin orang sebaik Stefano sebejat itu. Sakit sekali hatinya tanpa mampu di jabarkan.
"Kenapa harus kamu, Queen? Mana tega aku menyakiti kamu. Kenapa harus kamu Putri si tua bangka tidak berperasaan itu? Kenapa harus kamu anak dari Monster pembunuh keluargaku? Kenapa takdir begitu kejam padaku? Tuhan, permainan apa ini? Ayah, Ibu tolong berikan aku kekuatan. Apa yang harus kulakukan sekarang?" monolog Stefano dalam hati.
Stefano bertanya pada siapa, dan tidak ada jawaban. Ia ingin meluapkan emosi dengan segala pertanyaan. Namun, sampai sekarang tidak menemukan jawabannya. Hati Stefano begitu miris melihat Queenaia akan menjadi korban kebencian membara.
Queenaia hanya mampu menangis dalam diam tatkala Stefano merengkuh erat. Pria yang sangat dia cintai ternyata sumber kehancuran. Tidak mungkin Stefano pria baik-baik bukan monster. Queenaia yakin kabar burung tentang Suaminya hanya buaian.
sukses
semngt
mksh
keren