Bercerita tentang seorang gadis cantik berusia 20 tahun yang bernama Kayla Syakira Narendra. Dia harus menerima perjodohan yang sudah disepakati oleh orang tuanya dengan pria yang bahkan tidak ia ketahui siapa.
Namun siapa sangka cinta datang begitu cepat kepada Kayla. Dan ternyata pria yang telah menjadi suaminya itu merupakan cinta pertamanya.
Bagaimanakah reaksi Kayla setelah mengetahui bahwa pria yang sudah menjadi suaminya adalah cinta pertamanya? Ikuti terus kisahnya ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulian Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersikap dingin kepada Lena
Tama yang baru saja keluar dari kamarnya dan turun untuk bergabung dengan kedua orangtuanya.
Ia mengernyitkan keningnya merasa heran mendapati ayah dan bundanya terlihat tersenyum bahagia sambil berpelukan.
"Ehem ... kayanya lagi pada bahagia nih. Bagi-bagi dong kebahagiaannya sama Tama," kata Tama sambil tersenyum.
"Pastinya kami akan bagi kebahagiaan ini denganmu, Nak," ucap Bu Sukma.
"Kebahagiaan apa, Bund?" tanya Tama penasaran
"Ayah sama Bunda akan segera mempunyai menantu," ucap Bu Sukma dengan semangat.
"Tunggu!! maksud Bunda apa? Menantu siapa?" tanya Tama lagi.
"Ya menantu Bunda sama Ayah lah ..." ucap Bu Sukma terhenti. "Putri dari Pak Ruri bersedia dijodohan dengan kamu, Nak," lanjutnya.
"Serius Bund?" tanya Tama seolah-olah tidak percaya. "Alhamdulillah kalo gitu." Seulas senyum terukir di bibirnya.
"Jadi, rencananya Minggu ini kita akan datang untuk melamarnya secara resmi," sahut Pak Daniel. "Kamu bisa, kan?"
"Jelas bisa dong Yah," balas Tama dengan semangat 45. (udah kek mau perang aja 45 segala wkwk)
"Semua yang diperlukan biar Bunda yang urus."
"Terimakasih, Bund. I Love you," Mencium pipi Bu Sukma.
Kebahagiaan tampak jelas di wajah Tama. Ia sangat-sangat bersyukur kepada sang pencipta karena doa-doanya selama ini dikabulkan oleh Allah.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Pagi ini Kayla sudah siap untuk pergi ke kampus. Setalah sarapan dan pamit kepada orang tuanya, ia berjalan ke luar menuju mobilnya.
"Kak ... tunggu!" teriak Al memanggil kakaknya.
Kayla seketika menoleh dan mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil.
"Ada apa sih teriak-teriak?" tanya Kayla
Al berjalan mendekati kakaknya. "Kak gue nebeng mobil lo ke sekolah ya," ucap Al dengan senyum imutnya.
"Dih ... biasa aja lo ngga usah sok imut gitu, geli gue liatnya," ucap Kayla. "Udah ayo buruan masuk!" ajaknya.
Al masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Kemudian mobil pun melaju menuju ke sekolah Al dengan kecepatan sedang.
Dalam perjalanan Kayla membuka percakapan terlebih dahulu dengan adik satu-satunya itu.
"Gimana sekolah lo, Dek? Lancar kan?" tanya Kayla.
"Lancar lah, Kak. Malahan kaya jalan tol lancarnya," jawab Al santai.
"Alhamdulillah ... terus ujian akhirnya kapan?"
"Satu Minggu lagi kak."
"Ingat loh ya, lo harus belajar yang rajin biar bisa dapet nilai tertinggi. Jangan mikirin cewek dulu! Lo harus fokus dulu sama sekolah biar bisa banggain mami sama papi," ucap kayla menasehati adiknya.
"Iya, ya bawel banget sih," jawab Al. "Adekmu ini memang tampan, banyak cewek yang ngejar-ngejar, tetapi sejauh ini ngga ada yang bisa menarik hati gue hahaha." Sambungnya dengan membanggakan diri.
Kayla mendengus kesal dengan jawaban adiknya. Ia lebih memilih diam daripada harus meladeninya, bisa-bisa akan semakin menjadi-jadi kalau terus-terusan ditanggapi.
Setelah perjalanan selama dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di sekolah Al.
"Udah sampai,sana lo turun!" perintah Kayla pada sang adik.
"Ok, thanks Kak."
"Hmm ... jangan lupa belajar yang rajin!"
Kayla segera tancap gas menuju ke kampusnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di kantor, Tama sudah disibukan dengan berkas-berkas kantornya. Hari ini ia akan meeting dengan Bastian Corp.
"Tam ..." panggil Kin membuka pintu ruangan Tama tanpa mengetuknya dulu.
"Hmm," jawab Tama dengan deheman.
"Perwakilan dari perusahaan Bastian Corp sudah datang dan sekarang sudah ada di ruang meeting," ucap Kin memberi tahu
"Ok ... gue segera kesana," jawabnya beranjak dari tempat duduknya dan keluar menuju ruang meeting diikuti Kin dibelakang.
"Ohh iya, siapa perwakilan dari Bastian Corp?" tanya Tama.
"Bastian Corp diwakili oleh Nona Lena,"
"Ck ... malas sekali harus bertemu wanita itu lagi," decaknya lirih.
Kin lebih memilih diam dan hanya menjadi pendengar decakan kesal dari bos sekaligus sahabatnya.
Ia memang sudah tau jika Tama tidak pernah menyukai Lena. Tama sudah terlalu muak dengan Lena yang selalu saja mengejar-ngejarnya dari zaman kuliah sampai sekarang.
"Selamat pagi semua ..." sapa Tama sambil berjalan menuju kursinya.
Mendengar suara dari orang yang dirindukannya selama ini, Lena sangat bahagia bisa melihat dan bertemu lagi dengan Tama.
Meeting berjalan dengan lancar, kontrak kerjasama sudah di tanda tangani oleh kedua perusahaan.
Sepanjang meeting tadi Lena tak henti-hentinya memandang Tama.
Ingin rasanya ia memeluk Tama, tapi itu tidak mungkin terjadi mengingat sikap Tama yang selalu saja acuh dengannya.
"Meeting hari ini cukup sampai disini, terimakasih atas kerjasamanya dan selamat siang," ucap Tama berdiri dan berlalu meninggalkan ruang meeting bersama dengan Kin.
Lena yang melihat Tama keluar dari ruang meeting pun langsung mengejarnya.
"Tam ... Tama tunggu!" panggil Lena seraya berjalan menghampiri Tama.
Tama yang merasa namanya dipanggil pun menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang.
"Anda memanggil saya Nona Lena?" tanya Tama.
"Tidak usah terlalu formal lah Tam. Aku berbicara sebagai temanmu bukan rekan bisnismu," ujar Lena. "Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu ..." ucap Lena hendak memeluk Tama, namun Tama segera mundur dan menghindar.
"Maaf Nona, ini di kantor tolong bersikaplah dengan sopan," tandas Tama yang mulai emosi.
"Aku hanya merindukanmu, Tam. Dan aku ingin mengajakmu makan siang," ucap Lena dengan suara yang dibuat manja.
Tama menajamkan matanya menatap Lena, ia sangat muak dengan wanita yang ada dihadapannya itu.
"Kin, kau urus wanita ini!" perintahnya kepada Kin. Ia kemudian berlalu pergi meninggalkan Lena dan Kin.
"Awas saja kau Tama, beraninya kau bersikap dingin kepadaku. Akan ku pastikan jika aku bisa mendapatkanmu bagaimanapun itu caranya," batin Lena dengan senyum menyeringai menatap kepergian Tama.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Kelas pertama telah usai. Kayla dan Vina keluar dari kelas menuju ke kantin.
"Gue laper banget gara-gara itu dosen jelasin materi muter-muter bikin pusing, udah gitu nggak kelar-kelar lagi," cerocos Vina dengan kesal sambil berjalan ke kantin.
Dukkk ...
Tiba-tiba ada seseorang yang menabrak Kayla dan membuatnya terjatuh.
"Awww ..." pekik Kayla merasa sakit saat dirinya terjatuh.
"Ehh, kalo jalan tuh punya mata dipake buat ngeliat!" maki Vina. Ia kemudian membantu Kayla berdiri.
"Upsss, sorry," ucap Eva dengan senyum mengejek ke arah Kayla dan Vina.
"Lo hobby banget yah cari gara-gara terus sama kita," ucap Vina yang sudah mulai geram dengan tingkah Eva yang selalu mencari gara-gara dengannya dan Kayla.
"Kerena gue ngga suka sama kalian!" ucap Eva penuh dengan penekanan.
Vina yang sudah emosi hendak menjambak rambut Eva, namun malah dilarang oleh Kayla.
"Udah ngga usah diladenin! Mending kita ke kantin aja ayo," ajak Kayla menarik tangan Vina agar menjauh dari Eva supaya tidak bertambah emosi.
Sesampainya di kantin, mereka duduk berdua dan memesan makanan seperti biasa.
"Lo kenapa Kay, kok muka ditekuk gitu? Apa gara-gara kejadian tadi?" tanya Vina yang heran melihat muka sahabatnya kusut seperti pakaian belum disetrika.
"Lo tau nggak, Vin ..." ucap Kayla terhenti.
"Enggak," jawab Vina polos.
"Isshhh, gue belum selesai bicara udah main potong aja," protes Kayla.
"Iya, ya udah sih bicara aja, emang ada apa sih?"
"Gue dijodohin sama orang tua gue," sahut Kayla.
bhuurr ... Vina menyemburkan minuman yang baru diminumnya. Ia sungguh kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Kayla.
"Lo yang bener aja Vin, ngga usah pake nyembur segala kali. Lo dah kaya Mbah dukun aja doyan nyembur," protes Kayla karena mendapat semburan dari Vina.
"Habisnya gue kaget lo bilang gitu," ucap Vina membela diri. "Lo seriusan Kay mau dijodohin?"
"Seriusan lah ngapain juga gue boong."
Saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba Leon datang bergabung. Ia tidak sengaja mendengar obrolan Kayla dan Vina barusan.
"Apa gue ngga salah denger tadi? Lo mau dijodohin, Kay?" tanya Leon.
"Kalo iya emang kenapa hah? Bukan urusan lo juga, kan," Jawab Kayla ketus.
"Jelas itu urusan gue lah, lo itu kan cuma punya gue," ucap Leon.
"Cih, sorry ya gue ngga pernah punya perasaan sama lo," ucap Kayla santai sambil memakan makanannya.
"Ini tidak bisa dibiarin, gue ngga mau Kayla dijodohin. Dia cuma buat gue, milik gue!. Gue harus cari cara buat dapetin Kayla." ucap Leon dalam hati.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Hai hai aku ngga bosen-bose nya nih ingeti buat jangan lupa like, komen, rate and Vote ya,.
😘😘
mampir ya