"Aku menemukanmu, Si Culun pemilik ranjang terhangat."
Dusan Atlemose atau lebih akrab disapa Usan, Usan adalah seorang cassanova yang sangat suka berburu wanita-wanita yang mampu menghangatkan ranjangnya. Namun, dari sekian banyak wanita yang dicobanya, hanya satu yang dia cap sebagai wanita pemilik ranjang terhangat yang benar-benar dapat membuatnya merasa begitu puas. Wanita itu adalah Gadis Culun yang pernah dibelinya di sebuah pelelangan ilegal.
Cukup lama Usan mencari keberadaan wanita langka baginya itu. Tiga tahun berlalu, siapa sangka wanita itu datang dengan sendirinya dan menjadi partner kerjanya. Dengan kelicikannya, Usan ingin menjerat Desainer Seksi bernama Dasha Drace dalam jangka waktu yang lama, Usan akan menjadikan Asha sebagai wanita penghangat ranjangnya.
"Kamu tidak akan mampu menjeratku, Tuan. Akulah yang akan menjeratmu."
Usan tak tahu bahwa gadis culun yang dikenalnya dulu, sudah berubah menjadi rubah betina yang sulit dikalahkan. Ya, Asha kembali setelah berhasil mengubah takdirnya, dia kembali untuk membalaskan dendamnya.
Akankah Usan berhasil menjerat Asha ke ranjangnya? Atau malah Asha yang akan berbalik menjeratnya? Saling menjerat, akankah keduanya saling Terjerat?, dan berhasilkah Asha membalaskan dendam-dendamnya?
***
Harra Atlemose ❤️ Simone Atlemose
"Aku mencintai Kak Simone, titik." Arra.
"Meski bukan Kakak kandungnya, pantaskah aku untuknya?" Simone.
***
Sekuel Terjerat Dendam CEO Impoten❤️
Follow IG Othor di @Oniya_99🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 ~ Misteri Tersembunyi
"Makanlah yang banyak, karena setelah ini akulah yang akan memakanmu."
"Tuan pun juga harus makan yang banyak, karena ada meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan dan harus Tuan hadiri. Tuan hanya punya waktu lima belas menit untuk makan siang," jelas Sekretaris Evan yang tiba-tiba saja sudah ada di dalam ruangan tanpa sepengetahuan kedua makhluk yang tengah duduk di sofa.
"Kau ini selalu saja mengaturku!" bentak Usan, hanya bentakan, Usan tak dapat melanggar apa yang telah dikatakan Sekretaris Evan, karena Sekretaris Evan adalah orang kepercayaan Daddy Lolan. Sepertinya, Daddy Lolan sengaja memilih Sekretaris yang tegas seperti Evan, hingga Usan tak punya kesempatan untuk bermain-main dalam pekerjaannya sebagai CEO.
"Karena mengatur adalah tugas saya, Tuan." Ucap sekretaris berwajah kaku itu sambil menundukkan badannya memberi hormat setelahnya barulah dia keluar dari ruangan Tuannya.
"Haha ... Tidak perlu khawatir, Sayang. Bukankah kita masih punya banyak waktu lainnya," tutur Asha menenangkan.
"Maaf mengecewakanmu, Sayang." Usan mengusap pelan rambut Asha. Asha hanya tersenyum manis sambil berkata dalam hati. Sayangnya aku malah senang, Tuan Usan.
***
Di Mansion keluarga Bredariol.
"Bagaimana persiapan pernikahanmu, Sayang?, sudah sampai tahap apa?" tanya Tuan Riol yang terlihat pucat wajahnya kala kondisinya akhir-akhir ini kurang membaik. Untuk itulah Istrinya Kiyaura yang kini menggantikannya sebagai CEO sementara di RL Grup hingga kondisinya benar-benar membaik.
"Semua sudah, Ayah. Hanya gaun pengantin saja yang belum siap," jawab Laura yang adalah putri kedua dari Tuan Riol.
"Kenapa? Bukankah kamu dan Ibumu sudah memesannya dua bulan lalu," sahut Tuan Riol heran.
"Desain gaun yang mereka buat terlalu biasa, Ayah. Aku tidak ingin mengenakan gaun biasa di acara pernikahanku nanti," Laura mencebikkan bibirnya guna berakting imut.
"Bagaimana mungkin bisa begitu, Sayang. Butik itu adalah butik terkenal di kota kita, desain mereka selalu unik dan tidak biasa."
"Sayang, Butik mereka sekarang sudah tidak sebagus dulu lagi sejak ada saingan yang kini tengah naik daun," sambung Ny. Kiya, Ibu dari Laura.
"Maksudmu Asha?" tanya Tuan Riol tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya tampak amat sangat marah. Melihat ekspresi murka Suaminya, tentu saja Ny. Kiya merasa senang.
"Iya, Ayah. Aku ingin Kak Asha yang mendesain gaun pengantin untukku," mohon Laura dengan mata berbinar.
Tuan Riol menghela napas berat sambil mengepal erat kedua tangannya. "Ayah tidak akan pernah setuju!" bentaknya murka.
"Sayang, sampai kapan kamu akan terus menelantarkan Asha. Ingatlah, bagaimana pun buruknya sikap dan tingkah lakunya, dia tetap adalah Putri kandungmu. Sekarang, sudah saatnya dia kembali. Kamu lihat kondisimu saat ini semakin memburuk, apa kamu tidak ingin Putrimu Asha juga menemani masa tuamu. Sayang aku mohon, izinkan Asha kembali, lupakan masa lalu. Bukankah sekarang aku baik-baik saja," tutur Ny. Kiya berusaha membujuk Suaminya agar mau membiarkan Asha kembali. Ketika saat itu tiba, maka dia akan lebih mudah untuk melenyapkan Asha.
"Aku tidak akan membiarkan anak kurang ajar itu masuk ke dalam rumah kita, titik!" bentaknya sambil bangkit dan pergi masuk ke dalam kamarnya. Dia terlihat benar-benar telah murka.
"Ibu, bagaimana ini? Sepertinya rencana kita gagal. Tapi Ibu, aku mau gaun pengantinku Kak Asha yang desain. Dia adalah desainer terkenal sekarang, aku pasti akan sangat cantik bila dibuatkan gaun olehnya. Ayolah ibu, ayo bujuk Ayah," desak Laura.
Para sahabatnya selalu memamerkan gaun yang mereka pesan di Dash Boutique milik Asha, Kakak tirinya. Bahkan, mereka mengatakan bahwa Laura tidak akan mampu membeli gaun dari Dash Boutique lantaran harganya yang terkadang bisa sebanding dengan rumah mewah.
Setelah mengetahui bahwa Dash Boutique adalah milik Kakaknya, tentu Laura ingin mendapatkan gaun harga selangit secara cuma-cuma dengan memanfaatkan kekeluargaan.
"Kamu tidak usah khawatir, Sayang. Ibu akan membujuk Ayahmu dulu," Laura tersenyum senang.
Setelah kembali dari dapur dengan segelas teh hangat, barulah Nyonya Kiya menyusul Sang Suami sambil berucap dalam hati. Bagaimana pun caranya, Asha harus tinggal lagi di rumah ini agar aku bisa menghabisinya dengan mudah.
"Sayang," panggilnya lembut sambil mengelus punggung Sang Suami yang tengah duduk di pinggir ranjang sambil menghadap ke balkon kamar.
"Aku tidak akan mengubah keputusanku!" tegasnya.
"Iya, Sayang. Aku tahu itu, ini minumlah dulu dan tenangkan pikiranmu," Tuan Riol menerima teh itu dan langsung meminumnya dengan sekali tegukan.
"Sekarang Istirahatlah, jangan biarkan hal tidak penting seperti ini mengganggu kesehatanmu," Ny. Kiya menuntun Suaminya hingga terbaring lemah di atas ranjang.
"Kamu melarang Asha masuk ke rumah ini dan tinggal bersama kita. Tapi, kamu tidak akan melarang Asha untuk membuatkan gaun untuk Putri kita Laura, bukan?" tanya Ny. Kiya lembut.
"Kalau hanya mendesain gaun pengantinnya silahkan, tapi aku tidak akan setuju bila putri kurang ajar itu masuk ke dalam rumah kita. Aku tidak ingin punya putri seorang kriminal," jawab Tuan Riol.
"Terima kasih, Sayang. Aku tidak akan lagi memintanya untuk tinggal bersama kita."
Apa pun yang terjadi, Asha tidak boleh kembali ke rumah ini. batin Tuan Riol menggenggam tangannya hingg berkeringat.
*
*
*
masih baru mulai baca ini..
mau lanjut baca kisah2 lainnya..
semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berkarya.. 😘😍🤩🥰