Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 7 PULAU PRIBADI DI JEPANG
Pulau pribadi
Seorang lelaki berompi hitam datang menghampiri kami. Dia memberitau jika hanya vila utama saja yang bisa ditempati, sedangkan yang lain sedang sibersihkan untuk acara pesta pantai besok. Kakek memaksaku untuk satu kamar dengan Han Yu. Karna tidak mungkin bagi Han Yu untuk menolak kakek, akhirnya dia mengiyakan perintahnya.
✨
“Mandilah lebih dulu” ucap Han Yu sambil membuka pintu kamar
Kamar ini terletak di lantai 3 dan langsung menghadap ke bibir pantai. Memiliki kaca lebar di dua sudut membuat kamar yang bernuansa nautical terasa sanggat nyaman dan cocok untuk berlibur.
< Han Yu >
Wanita itu keluar kamar mandi dengan rambut yang setengah basah. Harum legit aroma tubuhnya tercium begitu dia melewatiku. Untuk sesaat aku benar benar terpesona, wajah polosnya yang tanpa riasan itu tetap membuat lelaki terpikat.
“Bos Han, aku akan tidur disofa. Begitu katanya sambil mengambil guling yang ada dikasur.
Suara brisik terdengar pelan diluar, seperti yang aku duga kalo kakek akan memeriksa keaslian hubungan kami. Aku mendekat ke arah Na na yang bersiap tidur.
“Bos Han?? Mau apa??”
“Sssssttttt” aku menutup mulutnya dengan jari telunjuk
“Bekerja samalah, kakek sedang menguping diluar. Dia ingin memastikan hubungan kita” begitu bisikku ketelinganya.
“Ma..maksudnya”
“Kamu cuma perlu sedikit mengeluarkan suara itu, seperti kita sedang melakukan sesuatu. Aku ngak akan nyentuh kamu kecuali kamu ngijinin aku”
Dia terlihat gugup, raut wajahnya berubah seketika.
“Aku..aku ngak bisa” begitu katanya sambil mengeleng kepala.
“Aku akan membayarmu. Jika kakek tau hubungan kita ini hanya pura2 maka perjanjian kita akan batal”
Aku menatap wajahnya, keningnya mulai mengeluarkan kringat.
“Ba..baik.. aku akan coba”
Dia menarik nafas dalam-dalam, membuat ancang-ancang seakan ingin perang. Cara dia seperti ini ngak seperti seseorang yang jual diri. Wanita simpanan seperti dia ngak mungkin ngak bisa buat suara seperti itu kan.?
Keningnya dibanjiri kringat. Bulir kringat sebesar kacang itu menetes dari kening dan mengalir membasahi lehernya.
Aku memegang kedua tangannya. Dia menatapku penuh ketakutan.
Kalo begini terus kakek bakal tau kalo dia cuma wanita yang aku bayar. Cciiihh mau gak mau harus turun tangan.
“Bos Han, aku gk bisa lagi” ucapnya dengan tangan yang gemetar
“Kalo gitu aku harus terpaksa”
Aku mengenggam tangannya yang gemetar itu dengan tangan kiriku, memegang pipinya dan langsung menciumnya.
“Eemm B..bos Han” ucapnya sambil berusaha memberontak
“Sssssttt panggil Han Yu, kakek mendengar kita”
Aku menaruh kedua tanganku dipundaknya lalu mendorongnya.
Wangi sanggat wangi. Harum legit wangi tubuhnya memecah suasana yang sedang cangung diruangan.
“Ha...han... aku beneran ngak bisa. Tolong berhenti”
“Tenanglah, kakek segera pergi begitu dia cukup puas untuk memastikan hubungan kita” ucapku sambil memegang erat kedua tangannya.
“Cukup Bos Han.! Aku ngak nyaman” sahutnya.
Suasananya sungguh cangung, aku beneran ngak bisa maksa dia dan kakek juga masih menguping.
Gimana .??? Gimana supaya dia teriak.?
Gigit!! Benar.
“Aaahhhh...!!!” Teriak Na Na keras saat aku mengigit telinganya.
Dia mencengkram dadaku kuat, air matanya mengalir bercampur dengan kringat dan membasahi pipi yang mulai memerah.
“Maaf” bisikku perlahan.
Terdengar langkah kaki dari luar yang perlahan menghilang.
Huhhh
Akhirnya kakek pergi juga.
Dia terlihat tengah menahan air mata, wajahnya merah entah karna marah atau kesal. Aku membetulkan pakaiannya yang berantakan, sebelum akhirnya mengangkat tubuhnya ke tempat tidur.
“Maaf”
Ucapku pelan sebelum pergi meninggalkan kamar.
✨
✨
✨
Hayoo nungguin apa😂😂
Sabar yaahh
Tar Kay bakal kasih chapter yang epik banget.
Jangan lupa jempol ke atasnya👍🏻👍🏻👍🏻
sambil munggu ani ani up 🤭