Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?
Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.
Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.
Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.
Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Yang Ti.
Namun ketika melewati areal permainan anak-anak, Akbar melepaskan tangannya yang menggenggam jari ayahnya. Dengan secepat kilat Akbar langsung lari ke tempat areal permainan.
“Akbar,” panggil Faisal.
Namun batita satu setengah tahun itu tidak memperdulikan panggilan ayahnya. Ia terus berlari menuju areal bermain. Faisal tidak bisa mengejar Akbar karena sedang menuntun Amelia. Dengan cepat Almira mengejar bayi satu setengah tahun itu. Beruntung hari ini Almira tidak menggunakan gamis. Ia menggunakan celana panjang dan tunik serta kerudung yang dipakainyapun kerudung segiempat biasa sehingga ia tidak kesulitan ketika lari mengejar Akbar. Dengan sigap Almira menangkap batita lucu itu.
“Ayo mau kemana?” tanya Almira ketika menangkap Akbar.
“Mama, Albal au ain,” kata Akbar sambil menunjuk ke tempat permainan.
“Nanti, ya sayang. Sekarang Akbar makan dulu. Nenek sudah menunggu Akbar,” jawab Almira.
“Nene?” tanya Akbar bingung.
“Maksud Tante, Yang Ti.” Almira meralat perkataannya.
“Yang Ti? Ana? Albal mau Yang Ti,” kata Akbar dengan gembira.
“iya, kita ketemu Yang Ti.” Almira lalu menuntun Akbar menuju ke Faisal.
Semuanya datang menghampiri Almira dan Akbar.
“Terima kasih Almira,” ucap Faisal.
“Sama-sama, Mas.”
Lalu Faisal beralih kepada Akbar.
“Haduh Akbar, jangan lari begitu saja! Kamu bikin Ayah jantungan,” seru Faisal kepada Akbar.
Namun batita itu tidak memperdulikan teguran ayahnya.
“Ayah, Yang Ti,” kata Akbar dengan mata berbinar.
“Iya, kita ke Yang Ti. Tapi Akbar jangan lari kemana-mana,” jawab Faisal.
“Ayo Akbar jalannya sama Tante,” kata Almira sambil menuntun Akbar.
Akhirnya mereka kembali berjalan menuju restaurant. Ketika sampai di restaurant yang dituju, ternyata Dini dan Rafi sudah duluan sampai. Mereka sedang duduk menemani Ibu Rosita.
Akbar dan Amelia langsung melepaskan tangan Almirah dan Faisal mereka langsung lari menghampiri nenek mereka.
“Yang Ti,” seru Akbar dan Amelia dengan kegirangan.
Yang Ti langsung memeluk Akbar dan Amelia.
“Sayang, cucu-cucu Yang Ti,” kata Yang Ti sambil memeluk kedua cucu kembarnya.
Putri sulung Faisal juga menghampiri Ibu Rosita.
“Akbar Amelia, cium tangan Yang Ti!” seru perempuan itu dengan judes.
Kemudian Akbar dan Amelia mengikuti perintah kakaknya, mereka mencium tangan Ibu Rosita. Setelah itu giliran kakak mereka yang mencium tangan Rosita.
“Naura, bagaimana dengan sekolahmu?’ tanya Rosita sambil memeluk cucu sulungnya.
“Baik Yang Ti,” jawab Naura.
Lalu pandangan Rosita tertuju kepada Almirah yang berdiri di sebelah Faisal.
“Itu siapa?” tanya Rosita sambil menunjuk ke Almirah.
“Nggak tau. Tadi ketemu di mall,” jawab Naura dengan acuh tak acuh.
Sekarang giliran Faisal yang menghampiri Ibu Rosita.
“Mah, Mamah sehat?” tanya Faisal sambil mencium tangan Mamahnya.
“Alhamdullilah Mamah sehat,” jawab Ibu Rosita.
“Bagaimana dengan perusahaan? Udah dapat sekertaris baru?” tanya Ibu Rosita.
“Perusahaan alhamdullilah lancar-lancar aja tidak ada kendala. Kalau sekretaris, Faisal belum ada pengganti Intan,” jawab Faisal.
“Sabar, nanti juga dapat pengganti Intan,” kata Ibu Rosita.
Pandangan Ibu Rosita kembali tertuju kepada Almira.
“Faisal itu siapa?” tanya Ibu Rosita sambil menunjuk ke Almira yang berdiri di belakang Faisal.
“Oh, itu Almira. Kakak sepupunya Rafi,” jawab Faisal.
Faisal menoleh ke Almira.
“Almira sini,” panggil Faisal.
Almira menghampiri ibu Rosita dan Faisal.
“Kenalkan ini Ibu saya,” kata Faisal.
Kemudian Almira menciunm tangan Ibu Rosita. Almira terbiasa diajarkan oleh mendiang orang tuanya untuk mencium tangan orang yang lebih tua.
“Cantik,” puji Ibu Rosita ketika melihat Almira.
Almira hanya tersenyum mendengar pujian Ibu Rosita.
“Ayo duduk, Almira.” Ibu Rosita mempersilahkan Almira untuk duduk.
“Terima kasih, Tante,” ucap Almira.
Almira duduk di sebelah Rafi sedangkan di sebelah kiri Almira ada Amelia yang duduk di kursi bayi. Para pengasuh Akbar dan Amelia duduk di meja lain.
Sambil menunggu pesanan datang Ibu Rosita mengajak Rafi berbicara.
“Jadi tadi Rafi mengejar Almira?” tanya Ibu Rosita.
“Iya, Tante,” jawab Rafi.
“Memang kenapa harus dikejar?” tanya Ibu Rosita.
“Teteh Almira sudah sebulan ini menghilang ditelan bumi, gara-gara suaminya menghamili sekretarisnya,” celetuk Dini tanpa sadar.
Dengar jawaban Dini semuanya yang langsung diam dan memandang ke arah Dini. Wajah Almira langsung berubah jadi pucat.
“Dini!” bisik Rafi.
“Kenapa?” tanya Dini dengan wajah tidak bersalah.
Rafi memberi kode menunjuk ke Almirah dengan menggunakan kepalanya. Dini melihat wajah Almira berubah menjadi pucat.
“Maafkan Dini, Teh. Dini keceplosan,” ucap Dini dengan penuh penyesalan.
Almira tersenyum.
“Tidak apa-apa, Din. Yang penting semuanya sudah berakhir,” jawab Almira.
Faisal menoleh ke Almira.
“Saya kira Tomy sudah insyaf setelah menikah denganmu,” kata Faisal.
Almira dan Rafi terkejut mendengar perkataan Faisal.
“Mas Tomy dulunya playboy?” tanya Rafi dengan penasaran.
“Ya, begitu deh,” jawab Faisal.
“Pantesan waktu Teteh bilang mau menikah dengan Mas Tomy, Ayah terus menerus menyuruh Teteh untuk pikirkan kembali,” kata Rafi.
“Sudah, tidak baik membicarakan aib orang. Yang penting sekarang Almirah sudah tenang,” kata Ibu Rosita.
.
.
.
Maafkan kalau ada kesalahan cara memanggil Eyang Putri, karena saya bukan orang Jawa.
Panggilan Eyang Putri adik ipar saya, berbeda dengan panggilan Eyang Putri teman saya. Jadi saya bingung harus pilih yang mana?
Nanti malam saya teruskan lagi story nya.
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
mbah putri
uti