NovelToon NovelToon
Cinta Di 2 Hati

Cinta Di 2 Hati

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:350.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Sebulan pernikahan sirinya, Jingga harus berhadapan dengan kenyataan baru yang menyakitkan. Aris, suami yang dicintainya menikah resmi dengan perempuan lain.

Menjadi yang pertama tapi serasa yang kedua. Pada akhirnya Jingga menyerah. Perceraian dengan Aris pun tak terelakkan.

Di saat bersamaan Rangga yang merupakan sahabat Aris juga bercerai dengan istrinya. Kesamaan kisah membuat mereka Rangga dan Jingga semakin dekat.

Aris kembali datang dengan kepastian dan perjuangan yang lebih nyata. Membuat Jingga goyah. Kembali pada cinta lama atau memulai cinta yang baru ?

Persahabatan Aris dan Rangga pun di pertanyakan.

Di hati manakah cinta Jingga akan berlabuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disela - sela menemui tamu

Aris berbicara di ponselnya dengan setengah berbisik. Jingga tidak bisa mendengarnya. Tidak sampai tiga menit, Aris sudah mengakhiri pembicaraannya.

" Temenku boleh main ke sini gak yang ? " tanya Aris. Jingga menarik nafas lega ,karena sebelumnya sudah mengira Aris akan pergi lagi.

" Kita sudah menikah mas, mas boleh undang teman ke rumah ataupun ke kafe. Milik Jingga, milik mas juga " jawab Jingga.

" Iya sayang, tapi kan ini rumah orangtuamu. Mestinya kita beli rumah sendiri. Masak malah mas yang numpang " ucap Aris, melepas sepatunya lalu mengambil sandal rumahan di bagian terluar kopernya.

" Buat apa lagi mas ? sayang uangnya. Tinggal di sini juga nggak masalah. Lagian belum pasti juga mas bakalan rutin pulang " ucap Jingga, pesimis.

" Jangan ngomong gitu, percayalah kita akan lebih sering bersama mulai sekarang " janji Aris.

" Sering itu berbeda dengan selalu. Ketika mas masih menggunakan kata sering, itu artinya akan ada waktu di mana mas akan menghilang tiba - tiba " ucap Jingga.

" Mas akan buktikan " kata Aris.

Jingga tidak menanggapi karena matanya sudah lelah dan enggan untuk diajak kompromi. Jingga pun dengan lelap memasuki alam mimpi. Aris ikut merebahkan diri di samping istrinya, salah satu tangannya membentuk sudut menumpu kepala, Aris mengagumi kecantikan Jingga yang memikatnya di awal pertemuan. Kecantikan yang tersaji natural dan tidak berlebihan.

" Kenapa mas ? "tanya Jingga membetulkan posisinya hingga badannya lebih menempel pada Aris.

" Kamu cantik sayang, mas bersyukur sekali menjadi suamimu " ucap Aris begitu lembut.

" Kalau mas merasa bersyukur, jaga Jingga baik - baik, jangan di tinggal terus " kata Jingga, sedikit manja.

" Mas kangen Jingga yang manja begini, kayaknya lama banget kita nggak ngobrol santai ya. Dulu sebelum nikah malah tiap hari ke kafe di temani bu owner, sekarang sudah nikah malah banyak berantemnya ya " ucap Aris.

Jingga mengusap lembut pipi Aris " seharusnya kita tidak menikah dulu mas " kata Jingga.

" Bukan, seharusnya mas menikahimu dengan cara yang lebih pantas. Semoga segera ya yang " harap Aris, Jingga menenggelamkan kepalanya di dada Aris.

" Aku kangen sekali sama mas Aris yang dulu, waktu masih pendekatan, mas pantang menyerah sekali. Sekarang mas malah setengah - setengah " Jingga melirik jam tangannya. " temen mas ke sini jam berapa ? " tanyanya.

" Setelah ini. Mas mandi dulu ya "

" Iya mas, Jingga ke bawah sebentar ya. Bajunya biarin dulu di koper mas, nanti aku yang tatain di lemari. Bajunya emang sesedikit itu ya ? " jingga kembali menyindir. Jelas saja disindir, baju yang di bawa Aris hanya cukup untuk tujuh hari andai kata dianggap sedang traveling.

Pukul setengah delapan malam, Evan dan Rangga sampai di rumah Jingga. Aris yang memang sudah menunggu santai di ruang tengah, langsung menyambut kedua sahabatnya.

Jingga keluar membawa nampan berisi tiga cangkir kopi latte. Jingga sudah hafal kesukaan suaminya dan Evan. Setiap ke kafe kopi latte tidak pernah absen di pesan. Untuk satu teman suaminya, Jingga belum tahu. Karena baru kali ini bertemu.

Rangga tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya begitu melihat kemunculan Jingga.

" Itu bininya Aris ? " bisik Rangga pada Evan yang langsung mengangguk tanpa ragu.

Jingga juga tak kalah terkejut melihat keberadaan Rangga di rumahnya. Tapi Jingga segera menguasai keadaan kembali.

" Silahkan mas Evan, mas Rangga " ucap Jingga sambil meletakkan satu per satu cangkir ke atas meja.

" Sayang Kok sudah kenal Rangga ? " tanya Aris heran.

" Mas Rangga pernah bantuin aku ganti ban malem - malem, aku tinggal ke atas dulu ya. Silahkan dilanjut ngobrolnya " ucap Jingga, tanpa menunggu jawaban, Jingga segera mereka bertiga.

" Ris, Mami kamu sudah kenal Jingga kan ? " tanya Rangga dengan nada keheranan.

" Sudah, aku beberapa kali ajak Jingga ke rumah. Mami tetap gak bisa menerima Jingga " jawab Aris.

" Gila sih ini. Harusnya kamu cari tau alasan mamimu apa. Sorry nih, ini pendapatku secara pribadi. Nggak tau kalau pendapat Evan. Misal nih yang dijodohin kamu stefanie, mamimu nolak mentah - mentah Jingga itu masuk akal, ada kelebihan kekurangan yang nggak bisa diadu. Tapi yang dibawa mamimu ke rumah ? Kamu harus cari tahu Ris. Buat aku ini sudah gak masuk akal " ucap Rangga begitu bersemangat tapi dengan suara dipelankan.

" Kali ini aku sependapat sama Rangga. Ngerasa nggak sih kamu kalau Irma itu seperti bukan bener - bener gadis desa, dia gak ada lugunya sama sekali, nggak ada sungkan atau risih bagaimana. Satu hal lagi hubungan mami kamu sama Irma kayak nggak kayak baru kenal " sahut Evan.

Aris mencerna apa yang diucapkan kedua sahabatnya. Sepertinya memang Aris harus mencari tahu sendiri, dia harus memikirkan cara memulai semua dari mana tanpa membuat mamanya curiga.

" Mami kamu nggak setuju bukan karena Jingga cuman seorang manager kafe kan ? " Rangga ingin meyakinkan pikirannya.

" Manager kafe ? " tanya Aris dan Evan kompak.

" Iya, di kafe sebelah kantormu. Aku ketemu Jingga pertama kali di sana. Aku ada sedikit complain, aku minta manager kafe menemuiku. Jingga yang dateng " jelas Rangga.

" Jingga itu ownernya Ngga " ucap Evan.

" Pantes bawaannya beda, sudah mau ngomel lihat wajahnya adem " puji Rangga, sebuah pukulan mendarat di bahu belakangnya dengan keras disertai tatapan tajam Aris.

" Lebih adem kalau disiram pakai air es. Mau ? " tanya Aris ketus.

" Tetep adem lihat binimu Ris " goda Rangga.

" Sudah, kalian seperti anak kecil saja " lerai Evan.

" Ris, aku serius kali ini. Kamu harus berani menentang mamimu untuk pertama kalinya " ucap Rangga.

" Aku tau apa yang harus aku lakukan, semoga aku tidak salah langkah " harap Aris.

" Kamu sendiri kenapa malam - malam kelayapan cari teman ? bukannya enak berdua sama istri ? " tanya Aris.

" Enggak, Stefanie lagi party sama temennya. Pasti juga pulang pagi " jawab Rangga.

" Kalian tunggu di sini sebentar, kita bisa ngobrol sampai pagi. Aku minta ijin sama Jingga dulu " pamit Aris.

" Lima menit berarti murni minta ijin, sepuluh menit pasti lebih dari ijin. Kita tunggu saja Van " bisik Rangga.

Aris menaiki dua anak tangga sekaligus untuk mempercepat langkahnya. Jingga baru saja selesai mandi, begitu Aris membuka pintu kamarnya.

" Kok mandi lagi ? "tanya Aris, heran tapi tetap mendekati Jingga yang wanginya menggerakkan hasrat kelelakian Aris.

" Gerah mas habis masak. Ajak teman - teman mas makan malam " jawab Jingga agak mendesah, tubuhnya mengeliat karena tangan Aris sudah menyusub di belahan bathrobe memainkan pucuk hitamnya yang menegang.

" Mas, nanti saja. Di tunggu temen mas di bawah. Nggak enak " suara Jingga makin terdengar mendesah. Satu tangan Aris juga sudah sampai di bagian intinya. Jari telunjuk Aris maju mundur membuat Jingga mengeliat keenakan.

Aris menarik tali bathrobe Jingga,melepasnya perlahan dan tampaklah keindahan yang selalu Aris bayangkan.

" Sebentar saja, mas nggak tahan sayang " Aris membuka celana dan kaosnya dengan cepat. Lalu mengarahkan miliknya yang sudah tegak sempurna pada tempatnya. Aris mengangkat tubuh Jingga, secara natural Jingga melilitkan kedua kakinya di pinggul Aris. Hentakan demi hentakan pun dilakukan Aris. Keduanya menjadi lupa, ada dua kepala sedang mendongakkan kepala menunggu pintu kamar mereka terbuka.

1
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Shifa Burhan
ini lah lucunya wanita mereka lebih menjaga perasaan pria lain dari pada perasaan suaminya
mereka merasa bersalah pada pria lain tapi sama sekali tidak merasa bersalah pasa suaminya
dan lucu sikap kayak gini dibenarkan oleh novel ini

coba author bayangkan suaki author merasa bersalah pada wanita lain tapi tidak peduli dengan perasaan author yang tidak suka dan cemburu???

saran sebelum mengatang cerita banyak pada diri author dulu itu baik atau tidak
lihat juga dari sudut pandang lain, sudut pandang pemeran utama pria jangan hanya karena author wanita author hanya lihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

coba author menila sesuatu pake penilaian dari diri author baik tidak yang dilakukan jingga hanya karena rasa bersalah dan menjaga perasaan pria lain dia mengabaikan perasaan cemas, sakit hati karena cemburu suaminya sendiri
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
tadinya pen baca dan no coment alias silent disini... tp kok rasanya pen nimpuk pala aris pe benjol yah..!!!!
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Sambil nungguin UPnya sebelah mak mampir dimari. Bagus ceritanya.. mau baca dan silent ya..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ilove novel² D😘😘😘😘
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
kalau evan naksir jingga, jangan cemburu ya ris.. km yg kasih dia kesempatan 🙈
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
awal yg menarik💗
Nadisya
selamat author yg selalu bisa mengacaukan perasaan setiap membaca cerita nya... keren 👍👍👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kuberi rating
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
@D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐ novel ini yang mau dibikin dubbing?
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Iya, kak Ismi. semoga kakak berkenan mengisi suaranya. 😍
total 1 replies
Diii
suka alurnya...meski sad ending tapi banyak pesan mendalam
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kaka. ini novel kedua. masih banyak typo dan acak adul penulisan. Belum sempat diperbaiki. terimakasih sudah membaca
total 1 replies
Diii
love you deh mas Rangga...the best
Diii
aku nangis bukan karena warungku sepi....tapi aku mewek baca novel mu Thor😭😭
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Dan aku nangis karena kak Dii baca karya satu ke karya yang lain.. makasih, kak. aku terharu
total 1 replies
Diii
yang kuat ya mas Rangga.....masih akuuu
Diii
aduh jingga kasih waktu istirahat dong ...tower kalo bekerja tanpa henti kasihan
Diii
wkwkwk....wah towernya berulah lagi
Diii
😂😂😂jingga ...aduh jadi bikin ga konsen
Diii
waktunya mewek oiii
Diii
dilema ya....mana ada mantan serasa teman...atau teman serasa pacar..atau temannya mantan tapi rasa pacar
ainatul hasanah
akta lahir anakmu bagaimana jingga ?!!!
Gak ada surat nikah juga... kasihan anakmu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!