Emma adalah seorang gadis di sebuah panti asuhan. Ia sangat ingin memiliki kedua orang tua yang menyayanginya sepenuh hati.
Tinggal di panti asuhan sedari bayi, membuatnya selalu bermimpi suatu saat akan ada pasangan suami istri yang mengadopsinya.
Hingga pada suatu hari, impian itu menghampirinya. Dan Emma diadopsi pasangan blasteran yang memiliki 4 orang anak laki-laki yang super tampan.
Akankah Emma bahagia bersama keluarga barunya?
Saya sebagai penulis, ingin sekali mengajak para pembaca yang budiman untuk mengikuti kisah Emma, Si Gadis Panti Asuhan. Berharap para pembaca senang dan terhibur oleh novel ini.
Terima kasih🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUARA MUSIK YANG LEMBUT ITU
Emma terkesima dengan suara musik yang terdengar lembut.
Sepertinya berasal dari belakang rumah ini! gumam Emma dengan mata mencari-cari asal muasal suara biola yang merdu itu.
Ternyata rumah ini memiliki halaman belakang yang tak kalah menakjubkan dari halaman depan yang indah penuh taman bunga.
Dibelakang rumah ternyata lebih indah dengan danau kecil dan pohon bunga flamboyan yang begitu eksotis indah dipandang mata.
Bunganya yang berwarna merah oranye penuh disetiap dahan-dahannya yang rindang. Membuat mata Emma tak berkedip menyaksikan alam indah ciptaan Tuhan didepannya.
Dibawah pohon itu ada anak laki-laki tengah memainkan alam musik biola dengan penuh penghayatan sambil memunggungi Emma memandang danau.
Tuan muda Excel! Ia terlihat begitu lembut dengan permainan musiknya! suara hati Emma menggema menghangatkan jiwanya.
Emma mulai mengenali nada musik yang keluar dari biola yang dimainkan Excel. Emma ingat pelajaran seni budaya disekolahnya ketika masih tinggal di panti asuhan.
Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Airmatanya berlinang
Mas intannya terkenang
Hutan, gunung, sawah, lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang sedih
Merintih dan berdoa
Emma bersenandung mengikuti alunan nada indah yang Excel mainkan. Ia sangat suka lagu ini. Emma duduk menyender dibalik tembok rumah. Bernyanyi tanpa sadar mengiringi suara biola Excel.
"Hmmmm.... ternyata suara nyanyian itu dari sini rupanya!"
Emma kaget Excel sudah berdiri dihadapannya. Ia menelan ludah. Menunduk malu dan meminta maaf dengan suara gemetar.
Excel ikut duduk berjongkok disamping Emma membuat Emma menggeser duduknya ketakutan.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Excel dengan suara lembut.
"Mengangkat pakaian, tuan muda!"
"Hahahaha...tuan muda? Berarti kau memanggil papi dengan sebutan tuan tua dong?"
Emma ternganga melihat Excel tertawa. Indahnya suara tawa tuan muda Excel! gumam hati kecil Emma takjub. Selama ini ia sudah terbiasa dengan suara teriakan tuan muda Diego dan tuan muda Rimba.
Emma memang sudah melihat hanya Excel yang berbeda dari ketiga saudaranya. Nyonya Farida pun sudah memberitahukannya tentang tata cara membangunkan tidur Excel yang lemah lembut.
"Siapa namamu?" tanya Excel membuat Emma kembali tersadar.
"Emma, tuan!"
"Emma saja?"
"Emma tidak pakai saja!"
"Oke, Emma tidak pakai saja! Apa kau sudah membereskan pekerjaanmu?"
"Be...belum, tuan muda!" Emma gugup perlahan berdiri dan hendak berlari tapi tangannya ditahan Excel.
"Jangan coba-coba menjilatku ya, Emma!"
"Saya tidak menjilat tuan muda. Saya tidak suka rasa kulit orang. Kulit saya sendiri tidak pernah saya jilat!"
"Hahahaha.... Kamu sudah sekolah? Kelas berapa? Kamu polos terkesan bodoh! Hahaha...!"
Lagi-lagi Emma ternganga dengan pesona tawa Excel yang renyah. Persis bintang iklan ditivi yang muncul setiap saat ditengah-tengah sinetron kesayangan ibu dan bunda.
"Sudah, kelas 2 SD tuan muda!"
"Jadi kamu belum tahu arti kata 'menjilat' Emma?!?!"
"Saya tahu. Menjilat permen, menjilat es krim...."
"Bukan itu! Hahahaha.... Kamu lucu ya ternyata!" Excel tertawa sampai terpingkal-pingkal hingga terbatuk-batuk.
"Menjilat maksudku adalah berakting, bersandiwara hanya untuk menarik perhatianku!"
Ia pergi meninggalkan Emma sendirian yang terpaku dengan ketampanan dan kebaikan Excel. Hingga kesadaran Emma pulih dan bergegas mengangkat jemuran yang tadi pagi ia cuci.
Diciuminya pakaian yang kemarin tuan Excel pakai.
Hmmmmm..... Harum khas tuan muda Excel yang lembut. Selembut wajah dan hatinya.
Emma tersenyum malu mendapati dirinya yang masih belia tapi seperti orang dewasa yang baru mengenal cinta.
Hhhhh.....
💞BERSAMBUNG💞
anak kecil dijadiin babu
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
coba singgah dulu... seperti nya awal yang sedih...