NovelToon NovelToon
My Ceo

My Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Indriani Sonaris

Apa yang akan kau lakukan jika harus menjadi sekertaris dari seorang CEO tampan, HOT, menggoda, tapi sangat Bossy dan menyebalkan? Apakah itu sebuah keberuntungan? Ataukah sebuah kutukan?
"Saat berdekatan dengannya, jantung ini selalu berdebar-debar. Ucapannya yang selalu mengintimidasi, selalu membuatku menjadi tak berkutik. Aku tidak tau alasan semua yang terjadi dengan diriku. Karena saat bersama tunanganku, aku tak merasakan itu semua." -Keysa adeeva myesa-
"Aku tak pernah percaya dengan yang namanya cinta, cinta itu penuh kebohongan dan hanya membuat orang menjadi sengsara. Bukan cinta yang aku rasakan kepada sekretaris itu, aku hanya senang bersamanya dan senang mengganggunya. Ini hanya sebuah kebutuhan." -Felix ernest blandino-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Happy Reading guys....

--------------------------------------------------------------------------------

Dari sejak pagi aku sudah di suguhkan setumpukkan pekerjaan. Hingga siang menjelang, aku masih sibuk dengan pekerjaanku,,

Drrrt drrrtt

Nama myReno muncul dilayar hpku. Akupun segera mengangkatnya.

"Halo"

"......"

"Tapi aku masih banyak pekerjaan Ren"

"....."

"Ya maksudnya yank" 

"....."

"Ya sudah nanti pulangnya saja,, kita ketemu"

"......"

"Iya"

Aku mematikan sambungan telpon, dan kembali fokus dengan pekerjaanku.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, sudah waktunya pulang.

Akupun segera membereskan dokumen-dokumen di atas mejaku dan beranjak hendak melangkah tetapi tiba-tiba seseorang menarik tanganku membuatku terpekik kaget.

Siapa sih ini orang, main tarik-tarik saja, memangnya aku ini kambing apa ditarik-tarik.

Ternyata dia bosku yang super galak.

Kami sama-sama masuk kedalam lift.

"Bapak ini apa-apaan sih  main tarik-tarik saya, memangnya saya ini kambing apa ditarik-tarik" gerutuku dengan kesal.

Tetapi dia tidak bergeming dan terus memegang tanganku seakan takut aku akan pergi.

"Betah banget pa pegangin tangan saya" sindirku dan barulah dia menengok kearahku, baru sadar yah di sampingnya ada orang.

"Kamu tidak bisa diam yah, berisik sekali" ucapnya dengan datar

"Tapi kita mau kemana pak? Ini waktunya pulang, saya sudah ada janji dengan seseorang" ucapku

"Siapa? Reno kan?" ucapnya dengan sinis

Dia kenapa sih,,?

aneh sekali...

Adakan yang bisa memberitahuku, ada apa dengan bunglon ini?

"Iya tapi kita mau kemana pak?" tanyaku lagi

"Diamlah,, nanti juga kamu tau" ucapnya

"Kita kan gak ada meeting atau pertemuan diluar pa" ucapku lagi

"Ishhhh banyak sekali bicara" ucapnya terlihat kesal.

Yah, habis bibirku gatal kalau tidak berbicara. aiisshhh pak bos ini so misterius.

Dia kenapa sih? Tiba-tiba saja menarik tanganku, ditanya malah sewot.

Ting

Pintu lift akhirnya terbuka,, dia masih menarikku membuat para karyawan yang baru keluar dari lift khusus karyawan melihat kearah kami.

"Pak tolong lepaskan,, semua orang melihat kearah kita" aku sungguh malu sekali dengan berbagai tatapan mengarah kepadaku.

Saat kami akan sampai lobby, aku melihat Reno sedang berdiri di sana sambil menghubungi seseorang, sepertinya Reno sedang mencoba menghubungiku karena handphoneku terus berbunyi. Aku hendak mengangkat telpon dari Reno.

"Jangan diangkat" ucapnya tegas membuatku mengernyitkan keningku bingung,,

Ada apa dengannya?

Apa obatnya sudah habis?

Tapi tunggu deh, kok arah kami ke pantri sih...

"Pak, kok kesini sih?" tanyaku tetapi dia tidak menjawab

"Pa,, itu Reno sudah didepan. Aku harus menemuinya pa. Lepaskan tanganku" ucapku mulai kesal.

Maksudnya apa sih...

"Kamu pulang dengan saya" perintahnya penuh penekanan seakan tidak ingin dibantah

"Ta...tapi saya ada janji dengannya pa?" tanyaku heran

"Kita keluar lewat pintu pantry" ucapnya lagi tanpa menjawab pertanyaanku

"Lho kenapa pa? Tumben banget,, masa CEO harus keluar lewat pantry sih" tanyaku dan dia berhenti berjalan membuatku ikut berhenti.

Dia melihat kearahku dan berjalan mendekatiku, menghapus jarak di antara kita membuat jantungku berpacu dengan sangat cepat.

"Saya tidak mau kamu bertemu sama laki-laki itu" ucapnya penuh penekanan membuatku heran

"Dan jangan banyak bicara lagi,, rapatkan mulut bawelmu itu kalau tidak ingin saya sumbat" ucapnya tegas membuatku replek menutup mulutku dengan tangan kananku.

"Gadis penurut" ucapnya tersenyum dan melanjutkan perjalanannya

Kami melewati pantry membuat OB disana melihat heran dan kaget karena baru pertama kali ceonya melewati jalan ini. Bahkan karyawan biasapun tidak pernah melewati jalan ini.

Akhirnya kami sampai diparkiran dan dia membukakan pintu untukku tetapi saat aku hendak masuk ke dalam mobil.

"Keysa" panggil seseorang dan aku mengenal suara itu, itu adalah suara Reno

Aku berbalik kearahnya ternyata dia sudah berada dibelakangku. Membuatku tersenyum dan aku melirik kearah bosku, dia terlihat tegang dan terlihat rahangnya mengeras.

'Dia kenapa yah? Apa dia membenci Reno? Tetapi kenapa?'

"Sayang, aku telpon kamu berkali-kali tetapi gak diangkat" ucap Reno

"Maaf tadi gak kedengeran yank" ucapku ngeles

"Ya sudah kita pergi sekarang" ucapnya menarik tanganku tetapi belum sempat aku melangkah Felix memegang tanganku yang satunya lagi membuatku bingung.

"Dia bersamaku" ucap Felix dingin.

Reno melihat kearahnya dengan tatapan tajamnya,, keduanya saling bertatapan tajam seakan sedang perang laser melalui pandangan.

Aku harus apa? Suasana menjadi tegang seperti ini.

"Bukannya sudah waktunya pulang? Jadi anda sudah tidak ada urusan apa-apa lagi dengan calon istri saya bapak Felix yang terhormat" ucap Reno penuh penekanan.

Aku melihat Reno mulai kesal

"Kami ada janji dengan desainer buat fitting baju pengantin kami,," tambah Reno membuat Felix terdiam tetapi aku tidak bisa mengartikan eskpresi wajahnya yang datar

"Maafkan saya pa,, saya harus pergi" ucapku menengahi dan akhirnya Felix melepas pegangannya dan Reno langsung menarikku.

Aku kembali melihat ke arah Felix tetapi dia sudah masuk kedalam mobilnya.

Akupun masuk kedalam mobil Reno dan Renopun mulai menjalankan mobilnya.

"Aku tidak suka kamu terlalu deket sama bos kamu" ucap Reno tegas

"Aku kan sekretarisnya yank, lagian kita gak ada hubungan apa-apa hanya sebatas atasan dan bawahannya saja" ucapku

Tapi apa iya hanya sebatas bos dan bawahannya saja? Kita kan pernah berciuman malahan dia nyuri ciuman pertamaku

"Kenapa melamun?" tanya Reno membuatku tersadar dari lamunanku

"Agh tidak apa-apa yank" ucapku tersenyum

"Aku pengen kamu jangan dekat-dekat dengannya lagi kalau perlu kamu keluar saja dari sana" ucap Reno penuh penekanan

"Kamu kenapa ngatur-ngatur aku sih? Aku gak akan pernah keluar dari pekerjaanku. Ini keinginanku" ucapku lantang

"AKU CALON SUAMIMU KEYSA,, AKU GAK INGIN DIBANTAH. AKU GAK SUKA LIAT KAMU DEKAT DENGANNYA" bentak Reno

Pertama kalinya dia membentakku,, apa karena dia sudah berpaling ke Sanas jadi seenaknya dia bentak-bentak aku

"Maafkan aku sayang,, aku gak bermaksud ngebentak kamu. Aku cemburu, kamu dekat-dekat dengannya, aku gak mau kamu berpaling dariku" ucap Reno memegang tanganku

"Bukankah kamu juga dekat dengan Sanas" sindirku

"Sayang, bukankah aku sudah minta maaf tentang hal itu dan aku juga sudah menjelaskan semuanya padamu. Aku sungguh minta maaf" ucapnya dan aku hanya diam saja.

"Aku sungguh tidak mau kehilangan kamu, Key" ucap Reno seraya mencium tanganku

Apa benar yang dia ucapkan?

Haruskah aku mempercayainya?

***

Kamipun sampai dibutik,, kami berjalan bersama. Reno menautkan jemarinya ke jemariku.

Sebenarnya aku menikmati kebersamaan ini,, Reno memang seseorang yang aku cintai. Tetapi aku sudah terlanjur kecewa padanya,, perselingkuhannya dengan Sanas benar-benar membuatku terluka.

Kami masuk kedalam dan ternyata sudah ada Sanas disana,,

"Key" Sanas berjalan mendekatiku, aku tidak ingin melihatnya.

Sungguh hatiku sakit, mengingat kejadiam malam itu dimana mereka berdua...

Ah, sudahlah aku tak sanggup menjelaskannya. Itu terlalu menjijikan dan sangat menyakitiku.

"Apa maksudnya ini?" Tanyaku pada Reno

"Aku meminta Sanas datang untuk meminta maaf padamu, dia akan membantu kamu memilih gaun pengantin. Dia ingin menebus kesalahannya" ucap Reno

"iya Key, aku ingin menebus semua kesalahanku" ucapnya

"Baiklah" jawabku dan berlalu pergi memasuki butik sendirian.

Aku mulai mencoba memakai gaun pertamaku,, terlihat sangat pas dibadanku tapi aku kurang menyukainya karena telihat glamour.

Aku berjalan keluar dimana Sanas dan Reno menunggu.

Tetapi apa yang aku lihat,, mereka tidak menyadari kehadiranku, mereka terlihat bersitegang.

Ck,, acting yang buruk. Didepanku saja masih terlihat seperti itu,, benar-benar membuatku muak.

"Ekhem,,, kalian berbicara serius sekali sampe tidak menyadari kehadiranku" ucapku seraya membuang muka dan berhasil membuat keduanya menengok

Dan lihatlah ekspresi kaget kalian,,,

"Apa ada masalah? atau ada yang tidak terima disini?" Sindirku

"Aghh tidak sayang,, bukan apa-apa hanya ada sedikit masalah pekerjaan." Reno menghampiriku

"Maafkan aku yah sayang karena disaat fitting baju pengantin kita, aku masih sibuk dengan pekerjaanku" ucapnya membelai kepalaku dan mencium puncak kepalaku, aku melihat Sanas membuang wajahnya

Lebih tepatnya bukan masalah pekerjaan tetapi masalah kalian berdua,. Ck

Apa loe mencintai Reno, Sanas?

Gue sebenarnya masih tidak paham maksud kalian berdua mengkhianati gue.

" ya tidak apa-apa sayang,," aku memaksakan untuk tersenyum.

"Gimana gaun ini?" tanyaku

"Emmpzz" dia mengamatiku dari atas sampai bawah.

"Lumayan,, coba yang lain sayang" ucapnya

Bilang saja kalau kalian hanya ingin terus berduaan.

"Sanas menurut loe gaun ini gimana?" tanyaku padanya

"Ini terlalu glamour Key,," ucapnya tersenyum

***

Beberapa gaun sudah aku coba dan akhirnya aku dapat juga gaun yang sesuai,, kini kami bertiga menuju restoran untuk makan malam bersama.

Kami memesan makanan dan akhirnya pesanan kami datang. Kami memilih makan steak,, dan seperti biasa Reno memotongkan steak dan memberikannya kepadaku.

Manis sekali bukan....

"Selamat makan tuan putri" ucapnya membuatku merona dan aku sempat melirik kearah Sanas, dia hanya menunduk.

Maafkan aku Sanas,, sebenarnya aku heran kenapa bisa kamu berselingkuh dengan tunanganku, bahkan kamu tau kami berpacaran sudah cukup lama dan aku mencintainya. Tapi kenapa kamu lakuin ini  Sanas?

Dan Reno,, apa kamu bener-bener cinta sama aku? Kenapa kamu buat aku jatuh cinta kalau akhirnya kamu mengkhianatiku dengan sahabatku sendiri? Siapa yang salah disini? Apa aku yang merebut Reno dari Sanas? Atau memang mereka yang mengkhianatiku? Kenapa kalian begitu manis dihadapanku

"Sayang" Reno memegang tanganku membuatku tersadar dari lamunanku

"Agh ya,," ucapku

"Kenapa kamu melamun sih sayang?" tanya nya

"Emm,, enggak kok" aku langsung memakan makananku.

"Sayang, aku ketoilet sebentar yah" ucap Reno dan aku mengangguk.

"Manis sekali yah" ucapku

"Siapa?" tanya Sanas menatapku

"Ya Reno lah,, siapa lagi. Dia sangat perhatian, baik, romantis apalagi dia juga tampan" ucapku tersenyum dan Sanas hanya terdiam

"Apa loe begitu menyukai Reno?" tanyaku dan Sanas menatapku

"Kenapa loe menanyakan itu?" tanyanya

"Sanas loe tau gak, saat melihat kalian berdua. Hati gue sangat hancur, gue gak nyangka loe melakukan ini sama gue. Gue udah anggap loe sebagai sahabat gue sendiri, tetapi kenapa loe lakuin ini?" tanyaku

"Key, gue mohon maafin gue. Gue terbuai saat itu, gue sungguh menyesal. Gue mengutuk diri gue sendiri" ucap Sanas dengan tangisannya.

"Gue harus bagaimana agar loe percaya kalau gue tidak mencintainya" ucap Sanas

"gue ingin sekali menampar loe Sanas, sungguh. Tapi gue tidak bisa, karena loe saudara gue. Loe sahabat gue" ucapku dengan nada yang sangat terluka

"Kalau itu memang bisa buat loe maafin gue, maka tampar gue sekarang Key" ucapnya menatap mataku.

"Sudahlah, sekarang tolong bantu gue menyiapkan segala keperluan pernikahan kami" ucapku memalingkan wajahku ke arah lain.

"itu pasti" ucapnya.

Tak lama Reno datang dan kami kembali menikmati makanan kami, Reno sangat perhatian sekali.

Tiba-tiba saja handphoneku berbunyi,, Felix menelponku dan aku segera mengangkatnya.

"Ya pa"

"......."

"Saya masih diluar,, apa ada masalah?"

"......."

"Iya masih"

Dia memutuskan sambungan telpon tiba-tiba,, ada apa sih sebenarnya

Hanya bertanya apa aku masih diluar dan apa masih bersama Reno lalu langsung ditutup. Aneh banget.

"Siapa?" tanya Reno

"Ohh,, pak Felix"

"Apa katanya?"

"Dia hanya bertanya aku ada dimana"

"Ngapain dia nanya-nanya? Mengganggu saja, harusnya jangan kamu angkat" ucap Reno terlihat kesal

"Memang ada masalah? Kan kamu tau dia bosku" ucapku tak mau kalah

"Bos kan bukan pacarmu,, kenapa pake nanya dimana segala lagian ini bukan jam kerja kan" ucap Reno meninggikan suaranya

"Sudahlah Ren,, malu dilihatin orang"

"Aku gak suka kamu deket sama dia" ucapnya penuh penekanan membuat Sanas kaget hingga menjatuhkan garpuh yang sedang dia pegang.

"Maaf" ucapnya

***

Kami bertiga berada didalam mobil untuk pulang,, Reno mengantarkan Sanas pulang. Setelahnya menuju rumahku, di dalam mobil tak ada yang membuka suara. Kami berdua sama-sama membisu.

Kejadian ini membuat kepalaku pening,

Reno...

Sanas...

Pak Felix...

Mereka bertiga membuatku pusing.

Sesampainya di depan rumahku, Reno tidak memasukkan mobilnya ke pekarangan rumah.

"Kenapa?" tanyaku

"Aku tidak mampir, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, sayang." ucapnya membuatku curiga

Entahlah, semakin kesini. Aku terus mencurigainya.

"Oh begitu yah,, kamu kerja keras sekali sayang" sindirku

Pekerjaan yang belum selesai,, ??

Setelah menuruni mobil, aku berjalan perlahan menuju pekarangan rumahku. Dan saat mengetahui mobil Reno sudah berlalu pergi, aku segera menghentikan taxi yang kebetulan sekali lewat.

"Pa,, ikuti mobil didepan itu" ucapku

Aku terpaksa mengikutinya,

aku hanya ingin memastikan kalau kecurigaanku ini tidak benar.

Mobil Reno berhenti disebuah rumah sederhana dan aku tau itu rumah bekas peninggalan orangtua Sanas yang sekarang ditempati Sanas. Sebelumnya kami dari sini untuk mengantar Sanas pulang, dan dia kembali kesini.

Aku semakin menaruh kecurigaanku pada mereka berdua.

Akupun segera turun dari taxi dan mengendap-endap mengintip dari balik pagar.

Terlihat Reno menghampiri Sanas yang berdiri di teras rumahnya.

Reno terlihat ingin memeluk tubuh Sanas, tetapi Sanas mendorong Reno.

"Kenapa?" tanya Reno. Aku mampu mendengarnya karena jarak pagar ke teras rumah hampir dekat tapi untung saja ada tanaman tinggi yang menutupi tubuhku

Sanas terlihat menangis.

"Ada apa sayang?" tanya Reno

Jadi mereka masih memiliki hubungan? Reno tak sungguh sungguh dengan ucapannya.

"Apa kamu mencintai Keysa?" tanya Sanas

"Maksud kamu apa sayang?" tanya Reno

"Kenapa tadi kamu marah sama Keysa gara-gara  dia ditelpon sama bosnya? Kenapa kamu bilang kamu gak suka liat Keysa dekat sama bosnya? Kenapa Ren? Apa kamu cemburu? Apa kamu mulai mencintai Keysa?" teriak Sanas dengan terisak

"Hey sayang,, aku sama sekali tidak cemburu. Aku bersikap seperti itu karena aku tidak mau si Felix itu nantinya menghambat rencana kita" ucap Reno menghapus air mata Sanas

Rencana apa maksudnya? Jadi benar dugaanku kalau mereka berdua merencakan sesuatu.

"Aku hanya mencintai kamu,, hanya kamu. Kamu tau kan aku tidak suka sama Keysa,, aku tidak suka wanita manja seperti Keysa. Percaya sama aku, setelah rencana kita berhasil untuk merebut semua harta Mahesya aku akan meninggalkannya. Dan kita akan menikah sayang"

Deg

Langit seakan runtuh tepat mengenai kepalaku,, aku menutup mulutku dengan kedua tanganku mendengar ucapan Reno yang terakhir. Hatiku seakan terhimpit sesuatu yang berat. Sekuat tenaga aku menahan isakanku, rasanya dadaku sesak sekali.

Sesekali aku memukul dadaku yang terasa sangat ngilu dan sakit.

Aku tak menyangka ini... Ternyata mereka....

Ya tuhan.....

"Kenapa tidak berhenti sampai disini aja hunny? Kamu kan sudah memanipulasi dana dari perusahaan om Mahesya, apa masih belum cukup? Kita tinggal pergi dan menjalani hidup berdua sayang" ucap Sanas

"Tidak sayang,, kita hampir selesai. 2 tahun ini kita sudah merencanakannya matang-matang kan,, jadi kenapa harus berhenti sekarang? Tinggal 2bulan lagi San,, setelah aku menikah dengan Keysa" ucap Reno

Aku tidak menyangka mereka melakukan ini padaku

Aku pikir kalian begitu tulus dan baik padaku,

Ya tuha,, orang yang aku cintai dan sahabatku sendiri. Mereka mengkhianatiku dan bersekongkol untuk mengambil harta papa.

"Tapi aku gak mau kamu menikah dengan Keysa,, aku gak bisa lihat kamu menikah dengan wanita lain. Aku juga gak mau buat Keysa semakin hancur. Rencana kita kan cuma untuk merebut harta mereka" teriak Sanas

"Tidak bisa sayang,, aku sudah putuskan akan menikah dengannya. Aku mohon kamu jangan cemburu. Ini hanya acting, aku tidak pernah mencintai Keysa" ucap Reno memeluk tubuh Sanas

"Aku janji akan segera menyelesaikannya, dan kita akan menikah. Kita akan membangun keluarga yang bahagia. Aku mencintaimu" ucap Reno mengecup puncak kepala Sanas  dan membawanya masuk kedalam rumah.

Aku benar-benar syok dan kaget,, jadi mereka hanya ingin harta papaku.

Aku memutuskan untuk meninggalkan tempat terkutuk ini. Aku berjalan meninggalkan rumah Sanas, Lututku terasa sangat lemas rasanya aku tak sanggup lagi menahan beban badanku.

Aku berjalan gontai menyusuri trotoar jalan, untung saja jalanan sepi karena ini sudah pukul 10 malam.

Aku tidak tau harus kemana hingga tanpa terasa sampai disebuah halte bus.

Kenapa? Kenapa mereka tega lakuin ini sama gue???????

Kenapa Reno lakuin ini sama gue? Padahal gue tulus cinta sama dia.

Gue kira kemarin dia benar-benar menyesal dan akan memperbaiki hubungan kami.  Ternyata mereka punya maksud lain...

Aku bener-bener tidak bisa terima ini...

Tega sekali mereka

"Apa salah gue sama kalian" teriakku,,

aku sudah tidak tahan lagi. Aku terus memukul dadaku yang terasa sangat sesak.

Aku menangis terisak dan sejadi-jadinya.. Sungguh rasanya perih sekali,,

aku sudah sangat tidak tahan lagi.

"Gak baik,, seorang wanita malam-malam nangis dipinggir jalan sendirian" ucap seseorang sambil menyodorkan sapu tangan kearahku.

Aku mendongakkan kepalaku ke arah seseorang itu.

"Felix..." gumamku.

****

1
Kenzi Kenzi
akhirmya up.lagi ..tx notifnya thor
Putri Minwa
jangan lupa lirik Dibalik kesetiaan Nayla ya thor
Putri Minwa
keysa kehilangan papa nya ya
Putri Minwa
lanjut thor,
Putri Minwa
mantap thor lanjut
Putri Minwa
ceritanya bikin kk suka Thor
Putri Minwa
kk mampir ya thor
Tanpa Nama
lanjut dong cerita ny. . .
penasaran nii. . .
semangat author ny. . .
udah lama nunggu cerita ny. . .
Putri Minwa
kk mampir thor
Putri Minwa
lanjut, kita saling dukung ya thor
Putri Minwa
bagus tuh Reno selalu menjaga hubungan baik nya
Putri Minwa
keysa salah paham ya thor
Putri Minwa
lanjut thor
Putri Minwa
cerita yang menarik thor
Putri Minwa
semangat terus thor 💪💪💪
Putri Minwa
kk mampir thor lanjut
Nunung Nuraliyah
ceritanya bikin penasaran
Dian Astutik
dokter dhika dokternya kesya dahulu yang oprasi...
Velza
sini tak bantu nampol felix 😂
Dian Astutik
crazy up kak Indri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!