Season 2 " Ketua Osis Kejam "
Perpisahan, kesedihan, pertarungan, teka-teki selalu mewarnai kehidupan ketiga remaja berbeda jenis kelamin tersebut adalah putra dan putri dari Kevin Alexander Abraham dengan Anjel Cecilia Wijaya.
Ketiga remaja itu yang tak lain si kembar Erlan dan Elsa dengan adik angkat perempuannya, Kristal. segala macam konflik selalu menemani setiap langkah demi langkah mereka.
Teka-teki yang selalu menghantui mereka, kini mulai mereka selesaikan sedikit demi sedikit, yang akan membuat kehancuran dalam keluarga besar Wilsington dan apa penyebab di balik kekacauan keluarga besar ?
Fb : Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
~ Asli pemikiran author sendiri ~
~ Selalu budidayakan :
• Like
• Vote
• Rate
• End Komen
~ No Plagiat ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4
Happy Reading guys :)
^^^
" Suruh dia masuk. " ujar Erlan yang langsung membaca dokumen yang tadi di bawa sekretarisnya dengan detail sebelum menandatanganinya.
" Baik tuan. " ujar Farhan dengan membungkuk hormat dan membuka pintu ruangan bosnya yang langsung terkejut tidak mendapati nonanya.
Farhan kembali melaporkan kepada tuan mudanya bahwa nona Kristal telah pergi entah kapan nonanya itu pergi padahal dia telah menyuruhnya menunggu.
" Maaf tuan, Nona Kristal sudah pergi. " ujar Farhan dengan menunduk.
" Kemana gadis itu ? " batin Erlan yang bertanya-tanya.
" Sudahlah, kau kembali bekerja. " ujar Erlan dengan sibuk menandatangani dokumen yang telah selesai ia baca.
Kristal pov
Saat aku selesai sarapan, kak Elsa mengantarkanku ke sekolah Sma Internasional School, dimana Sma tersebut sekolah orang tua ku dulu sejak remaja dan sekarang menjadi sekolah ku.
" Belajar yang rajin. " ujar kak Elsa sambil menepikan mobilnya dan mengelus pucuk kepala ku.
" Siap, kak. " ujarku dengan tersenyum dan lamgsung mencium punggung tangan kak Elsa tak lupa mencium pipi kanannya.
" Good girl, ya sudah kakak berangkat ya dan pulangnya hati-hati. " ujar Kak Elsa dengan mencium pipi ku dan aku langsung menganggukkan kepalaku sebagai jawabannya.
Setelah kepergian kak Elsa, entah kenapa diriku tak semangat belajar. Aku memutuskan untuk pergi dari sekolah dengan menggunakan taxsi menuju apartemen temanku dan setibanya di apartemennya aku langsung menuju lantai tiga puluh dimana letak apartemen temanku setelah selesai membayar ongkos taxsi.
Tingg ...
Pintu lift terbuka, aku langsung menuju apartemen temanku di paling pojok. Setelah sampai aku langsung menekan bell apartemennya dan tak lama pintu di buka oleh seorang pria lebih tua satu tahun darinya dengan muka khas orang bangun tidur.
" Kau menganggu tidurku. " ujar pria tersebut dengan bersandar di pintu dengan sesekali menguap.
" Ini sudah pagi, awass !! " ujar ku dengan mendorongnya dan langsung duduk di sofa
" Kau ini, ada apa kau kesini ? " ujar pria tersebut yang duduk di sebelah ku dengan mata sedikit terbuka.
" Aku males sekolah, kau bisa membantu ku ? " ujar ku dengan meletakkan tas ranselku di meja.
" Kalau kak Elsa tau, kau bisa di ceramahinya dan kau perlu bantuan apa ? " ujar pria tersebut dengan memandanh serius ke arah ku.
" Aku minta kau mencari tau fakta atas tragedi pesawat jatuh lima tahun silam yang sempat gencar di seluruh dunia. " ujar ku dengan serius ingin mencari tau kebenaran atas tragedi dulu yang menyebabkan keluarganya ini berubah drastis.
" Baiklah dan aku ingin mandi dulu. Jika kai ingin minum atau makan ambil sendiri. " ujar pria tersebut dengan langsung memasuki kamarnya.
Pria tersebut bernama Aron Atmaja, Anak dari pengusaha tersukses di Jerman. Aron merupakan anak mandiri, terbukti dengan dirinya yang ingin hidup sendiri di Indonesia dengan tinggal di apartemen bukan di mansion keluarga Atmaja yang berada di Jakarta.
Aron merupakan teman semasa sekolah dasar, keluarga Aron saat itu pindah ke Indonesia karna sang ayah yang harus mengurus perusahaannya disini dan saat kami menginjak di bangku sekolah menengah pertama, Aron harus berpisah dengan ku lantaran sang ayah yang ada urusan di Jerman. Kami sempat berpisah tiga tahun dan kejaiban membuatku bisa kembali bersamanya.
Di saat pendaftaran sekolan menengah atas, aku bertemu dengannya di sebuah kantin dam saat itu kita satu kelas yang membuat mereka bisa kembali bersama dan aku langsung berjalan menuju lemari pendingin guna mengambil sekaleng minuman soda yang langsung ku teguk habis.
Jangan lupa ya like, rate end votenya :) terimakasih 🙏
See you tomorrow guys 😘
perannya kebanyakan