NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran Milik Sang Alpha

Transmigrasi Figuran Milik Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Ceisya hacker jenius dan ahli bela diri mati konyol gara-gara emosi membaca novel dark romance The Alpha’s Obsession. Takdir gila melempar jiwanya bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran cupu bernasib paling sial mati menjadi tumbal sahabatnya sendiri, Belva.
​Namun, Ceisya yang sekarang menolak mati! Dengan otak cerdas dan kemampuan, Ceisya membalikkan keadaan. Ia melumpuhkan para pembunuh bayaran di tengah hutan salju, dan mulai membalas permainan licik Belva serta ancaman Bianca satu per satu.

​Tetapi, Aksi Cesiya di atas salju memicu insting predator sang Alpha. Fenrir Volkov—Raja Serigala paling kejam, dingin, dan ditakuti di seluruh Kerajaan Valesia mendadak mengklaim Ceisya sebagai tawanan pribadinya, menyeretnya ke dalam kamar sang Raja, dan menguncinya dalam lingkar obsesi yang teramat posesif.

Di tengah intrik berdarah istana dan jeratan sang Raja Serigala, bisakah Ceisya merebut kebebasannya atau ia justru akan menyerahkan dirinya utuh menjadi milik Sang Alpha sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amukan Sang Lady dan Gigitan Tanpa Permisi

​Suasana di sepanjang lorong utama sayap utara Kastil Valesia mendadak membeku secara brutal, seolah-olah seluruh pasokan udara dan aliran waktu telah dihentikan oleh tangan tak kasat mata. Bau amis darah yang menguar pekat dari empat pengawal berzirah perak milik Klan Reinhardt yang baru saja tersungkur memuntahkan darah segar beradu kental dengan aroma musk maskulin, kayu cendana, dan salju abadi yang memancar kuat dari tubuh sang Alpha King.

​Di hadapan pemandangan mengerikan itu, Lady Bianca Reinhardt berdiri kaku dengan mata terbelalak lebar. Bibir mewahnya yang dipoles warna merah keunguan bergetar hebat hingga menghasilkan celah tipis yang memamerkan deretan giginya yang merapat kaku. Tangannya yang terbalut sarung tangan renda putih gemetar hebat, memegang tangkai gaun mewahnya yang kini menyapu marmer dingin bersimbah darah.

​Tatapannya terkunci rapat, tanpa berkedip sedikit pun, pada bercak kemerahan mencolok yang tercetak sangat jelas di leher bagian samping Ceisya—sebuah scent-mark murni, tanda gigitan kepemilikan mutlak dari seorang Alpha King yang tidak akan pernah bisa dipalsukan atau dihapus oleh sihir tingkat tinggi mana pun di Kerajaan Valesia.

Buset dah... Ini leherku di cipoj apa digigit godok sih?! Sakitnya minta ampun, perih-perih sedap anget kayak ditempelin salonpas cabe! Batin Ceisya merutuki nasibnya yang apes sambil meringis pelan, jemari lentiknya meraba lembut permukaan lehernya yang berdenyut panas. Mana disaksikan langsung sama mantan tunangan galak di depan umum lagi. Berasa nonton sinetron Indosiar versi werewolf secara live! Mana kamera mana?! Aku mau melambai ke kamera aja rasanya, pose-pose dikit di enaknya di kasih judul tunangan sang Alva yang akan dikirim ke hotel neraka bintang tujuh.

​"K-Kau..." suara Bianca akhirnya memecah keheningan yang mencekam itu. Suaranya terdengar begitu serak, sumbang, dan sarat akan rasa hina serta amarah yang tak tertahankan. Tangannya yang gemetar perlahan menunjuk lurus ke arah wajah Fenrir Volkov, lalu dengan penuh kebencian beralih menunjuk Ceisya yang masih duduk dengan posisi santai di atas ranjang utama sang Raja. "Fenrir Volkov! Kau... kau memberikan scent-mark milikmu pada seorang pelayan cupu murahan dari asrama bawah?!"

​Fenrir sama sekali tidak langsung menjawab tuduhan liar itu. Pria tinggi berotot itu menegakkan tubuhnya yang tegap secara perlahan, melipat kedua tangannya di dada kemeja hitamnya yang ketat, menyorotkan aura dominasi yang mampu melumpuhkan mental siapa pun. Sepasang iris mata merah darahnya menatap Bianca dengan tatapan yang sama dinginnya dengan padang salju abadi Valesia.

​"Jaga mulutmu, Bianca," ucap Fenrir rendah. Suaranya tidak keras, namun mengandung nada peringatan mematikan yang sanggup membuat pilar-pilar batu di sekitar mereka bergetar hebat. "Sekali lagi kau menyuarakan kata murahan untuk menyebut tawanan pribadiku, aku pastikan kepala pengawal utamamu melayang dan mendarat di gerbang kastilmu malam ini juga."

​"Tawanan pribadi?!" Bianca berteriak histeris. Tawa sumbang yang dipaksakan meluncur dari tenggorokannya yang tercekat oleh amarah. "Kau menandainya sebagai milikmu di hadapan para pengawalku, Fenrir! Kau menancapkan taringmu di leher pelayan busuk itu! Bagaimana dengan kehormatan Klan Reinhardt?! Bagaimana dengan janji aliansi yang sudah disepakati oleh Dewan Tetua klan?!"

​Ceisya yang menyaksikan amukan histeris wanita aristokrat di depannya itu hanya bisa menggelengkan kepala dalam hati sembari menghela napas panjang.

​Aduh, mak lampir Bianca... Kasihan banget kamu, Ya tuhan, cibir Ceisya dalam hatinya. Udah dandan cantik-cantik malam-malam begini, pakai gaun bertingkat kaya bolu kukus, bawa pengawal empat biji buat gaya-gayaan, eh malah cuma dapat suguhan atraksi gratis gigit leher di depan pintu. Kalau aku jadi mak lampir Bianca sih, mending pulang sekarang, cuci muka, pakaikan skincae, terus tidur pules daripada emosi jiwa kena mental di depan cowok red flag model begini.

​"Aliansi itu dibentuk oleh para tetua yang haus kekuasaan dan takhta, bukan olehku," balas Fenrir tenang tanpa sedikit pun keraguan atau rasa penyesalan. Pria itu memutar tubuhnya sedikit, membelakangi Bianca yang berdiri di luar pintu dengan wajah memerah tahan murka, seolah keberadaan calon Permaisuri dari klan terkuat itu tak lebih penting dari debu yang menempel di alas boot kulitnya. "Bawa pergi pengawalmu yang lemah dan tak berguna ini dari depan kamarku sebelum aku memutuskan untuk membersihkan mereka sendiri dari pandanganku."

​"Fenrir! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Aku ini calon Permaisurimu!" jerit Bianca memekik telinga.

​BAM!

​Tanpa mengindahkan selangkah pun teriakan Bianca, Fenrir hanya mengibaskan tangan kanannya dengan gerakan malas. Angin kencang bertekanan tinggi terhempas hebat dari dalam kamar, membanting pintu jati berukir naga emas itu hingga tertutup rapat kembali dengan dentuman keras yang memekakkan telinga dan mengunci engsel besinya secara otomatis.

​Kini, keheningan yang pekat kembali menguasai kamar luas beraroma kayu cendana dan salju tersebut.

​Ceisya menghembuskan napas panjang, mengusap-usap lehernya yang masih terasa Panas dan berdenyut akibat taring Fenrir. Begitu pintu kayu tebal itu tertutup rapat, rasa hormat palsunya sebagai pelayan langsung menguap begitu saja ke udara. Sepasang mata cokelatnya melotot tajam menatap Fenrir yang kini berbalik melangkah mendekatinya dengan santai.

​"Yang Mulia Alpha King yang terhormat!" omel Ceisya blak-blakan, menyuarakan kekesalannya tanpa tedeng aling-aling. "Anda kalau mau bikin gertakan atau sandiwara sama mantan tunangan, tolong jangan pakai leher orang lain dong! Dikira leher saya ini papan ketik buat stempel kepemilikan gratisan apa?!"

​Fenrir menghentikan langkahnya di tepi kasur. Bukannya marah atau tersinggung mendengar omelan berani dan tidak sopan dari gadis di hadapannya, sudut lipatan bibir sang Alpha King justru terangkat naik. Tawa rendah beraroma bariton yang sangat langka meluncur pelan dari dalam dadanya yang bidang.

​Wanita ini sangat beda dan gila, batin Fenrir terpesona. Bukannya gemetar ketakutan atau berterima kasih karena sudah dilindungi dari amukan pedang Bianca, dia malah mengomel dan memprotes lehenya yang kugigit.

​"Kau berani menaikkan nadamu dan mengomeli aku, Ceisya?" tanya Fenrir pelan, suara beratnya sangat intim saat ia melangkah semakin merapat hingga lututnya yang kokoh bersentuhan langsung dengan tepi kasur tempat Ceisya duduk.

​"Ya habisnya Anda ngelakuin hal gila yang nggak masuk akal!" cetus Ceisya lagi sambil mencerocos, mencoba memiringkan kepalanya untuk menyembunyikan tanda kemerahan yang mencolok itu di balik kerah baju pelayannya yang agak kaku. "Sekarang Mbak Bianca pasti benci setengah mati sama saya! Dia pasti mikir saya ini pelakor kerajaan! Kalau besok saya jalan di lorong terus dikasih racun tikus di sup saya, atau ditarok pisau lipat di bawah bantal saya, gimana coba?! Anda mau tanggung jawab?!"

​Fenrir menundukkan tubuhnya sedikit, menatap lurus ke dalam matanya. "Tidak akan ada satu pun makhluk di kastil ini yang berani menyentuhmu, Ceisya."

​"Dih, percaya banget!" celetuk Ceisya spontan sambil memutar bolanya malas. "Di dunia politik istana begini, orang dendam itu kreatifnya melebihi desainer grafis, Yang Mulia! Hari ini selamat dari gigitan, besok bisa aja saya disiram air keras waktu lagi nyapu koridor!"

​"Siapa pun yang berani berniat menyakitimu..." bisik Fenrir penuh keposesifan yang pekat dan berbahaya, tangannya yang besar dan hangat terulur tanpa ragu. Jemari kasarnya menyentuh lembut tepat di tepi bekas gigitannya di leher Ceisya, membuat sensasi tersetrum menyengat sampai ke tulang belakang gadis itu. "...akan kuhancurkan seluruh klannya sampai tak tersisa satu pun yang bernapas."

​Elah, gombalan cowok posesif zaman batu yang ada di bab-bab awal novel, batin Ceisya mendengus geli, walau dadanya sempat berdesir aneh kena sentuhan lembut jari-jari Fenrir yang kontras banget sama perawakannya yang kekar garang bagai monster. Tapi ya sudahlah, lumayan... dapat jaminan pahlawan pelindung tingkat Alpha tertinggi secara gratis. Tinggal manfaatin aura badasnya aja biar si ular Belva sama si nenek lampir Bianca makin kejang-kejang kena mental.

​"Sekarang," kata Fenrir, menundukkan kepalanya hingga ujung hidung mereka yang mancung hampir bersentuhan secara langsung, membuat aroma musk maskulinnya kembali mengunci kebebasan bernapas Ceisya. "Tidur. Kau akan tetap berada di dalam kamar ini bersamaku sampai pagi."

​Ceisya langsung melotot lebar, refleks menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai benteng pertahanan.

​"Hah?! Tidur bareng?! Enak aja!" protes Ceisya terang-terangan dengan nada tinggi yang kocak. "Ogah banget ya, Yang Mulia! Walaupun muka Anda gantengnya mirip dewa Yunani dan roti sobek di perut Anda kelihatan menggiurkan, saya ini mantan hacker terhormat yang punya harga diri! Saya bukan guling kasur yang bisa dipeluk-peluk gratisan kalau Anda lagi kesepian!"

​Fenrir terkekeh lagi—kali ini lebih lepas. "Kau tidak punya hak untuk menolak, tawanan kecilku."

​"Gaji saya sebagai tawanan berapa emangnya?! Nggak ada kan?! Berarti ini namanya eksploitasi tenaga kerja!" seru Ceisya sambil bersedekap dada, sengaja membuang muka dengan bibir yang sedikit maju.

​Belum sempat Ceisya menyuarakan protes lanjutannya untuk menolak tidur di kasur yang sama, dari balik cerobong asap perapian di dinding kamar, sebuah kepulan asap tipis berwarna keunguan beraroma manis yang aneh mendadak mengalir perlahan, menyebar ke seluruh ruangan.

​Mata merah Fenrir seketika menyipit tajam. Hidungnya mengendus udara yang mendadak terasa pekat. Pria itu menyeringai dingin, merengkuh tubuh Ceisya rapat-rapat ke dalam dekapannya sembari berbisik di rambut gadis itu:

​"Sihir racun perangsang milik klan Vespera... Rupanya anak angkatku tercinta, Belva, sudah tidak sabar untuk mengirim salam perpisahan malam ini."

​Sebelum Ceisya sempat memproses kalimat Fenrir, efek asap beraroma manis itu mulai bereaksi cepat, membuat kesadaran Ceisya mendadak kabur dan tubuhnya terasa membara panas di dalam pelukan erat sang Alpha King!

1
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mia Camelia
ceisya santuy banget di culik masih tenang2 aja😂🤭
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
yah ceisya di culik😂😂😂
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
yakin bisa nyulik ceisya dari Fenrir🤣🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
ceisya cerdik banget ya, gak pernah kecolongan kalo di kerjaiin musuh🤭🥳
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
Bianca licik banget mau ngasih racun😂😂😔
Mia Camelia
wow Fenrir mulai beraksi😂🤣🥳🤭
namice: 🤣🤣😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🤭
namice: siap kak besok aku lanjutkan dan di mana ada adegan senam jantung dan membuat jantung goyang ngebor🤣🤣...😘😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
hurus diruqiah kan sekalian ratu aktor ular tu!!!
namice: 🤣🤣🤣, benar ya kak🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Rill_ly 22
Kak critanya bagus
saran sedikit Bisa gak kalo gaya Bahasanya Ceisya dirubah lebih Elegan tnpa bawa' istilah kehidupan yg lalu, lebih swag lebih tajem, lebih pintar dn berani ngelawan terutama kalo sama Fenrir jgn terlalu nurutlahh biar fenrir yang ngejar tapi Ceisya kyak gak peduli gitu ada hargadirinya
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘❤️❤️
total 1 replies
Rill_ly 22
semangat kakak🤭
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
belva licik banget iih...pingin jitak nih🤭😂🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudab baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Wahyuningsih
q jga mau thor dikasih suami kyk fenrir 😝😋
namice: 🤭🤭, 😘😘 terimakasih bnyk ya kak sudah baca novelku.. kak aku ada videonya di tiktok aku fenhir di video terlihat hidup tiktok.com/@ceisyafaizah
total 1 replies
Rill_ly 22
Suka Banget Alur cerita yang sprti ini Tipe aku bangett soalnya seru banyak tantanganya
dan tokohnya tangguh gak menye menye

Seru banget apalagi nnti kalo sudah masuk konflik ditunggu kakak kelanjutanya rajin update yaa
namice: 😍😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak kak bintangnya 😘😘😘❤️❤️❤️🥰🥰🥰... love you sekebon untukmu kak❤️❤️❤️
total 1 replies
Rill_ly 22
kak aku suka nihh
Alurnya Tipe aku bangett
Jangan buat mudah untuk fenrir mendapatkan Ceisya yaa kak buat fenrir gedebak gedebuk dulu sampek kecintaan sama Ceisya 😄😄
namice: 🤭🤭, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 6 replies
Rill_ly 22
waaghh mulai seru nihh🤭🤭
namice: 😘😘😘, iya kak... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku dan supportnya😘😘😘
total 1 replies
Rill_ly 22
semangat updatenya kak
aku suka Alurnya🥰🥰🥰
namice: 😘😘😍😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah suka novelku😘😘😘 oh ya aku buat videonya kak novel ini jadi kayak drama walaupun tidak banyak di tiktok.com/@ceisyafaizah
total 1 replies
Rill_ly 22
Semangat kakak updatenya
karya baru sepertinya Seru
namice: 😍😍😘😘😘, siap kak terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku dan supportnya😘😘😘 aku akan update dan double up besok kak untukmu😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
Fenrir udah cinta mati inimah🤭🤭🤭
lanjut thor😊
namice: 😘😘😘, jangan lewatkan bab 6 dan 7 kak yang membuat jantung goyang gergaji kak🤭🤭... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
°RhaiKen™
awwww....aku suka👏👏👏👏👏👏
namice: 😍😍😍😘😘😘😘🥰🥰🥰, terimakasih banyak ya kak supportnya dan terimakasih banyak menjadi penggenar ku😘😘😘😘❤️❤️❤️❤️❤️
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!