NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Matahari pagi di perbatasan Zona Tengah menyembul di balik kepulan asap hitam cerobong pabrik pengalengan ikan. Udara terasa panas dan pengap, dipenuhi deru knalpot truk kontainer tronton yang merayap lambat di jalan raya berlubang. Debu jalanan bercampur bau solar terbakar menempel di kulit wajah Sora yang belum terbasuh air bersih.

Di bawah terpal biru pudar yang diikat kawat ke tiang listrik bengkok, sebuah warung kopi emperan berdiri di atas trotoar semen yang retak. Aroma kopi hitam pekat bercampur gorengan tahu basi dan asap kretek murah mengepul dari bawah atap seng. Di bagian belakang warung, terlindung dari pandangan patroli polisi jalan raya oleh tumpukan krat botol kecap kosong, sebuah meja tripleks berkaki silang dikerumuni sekitar selusin pria berkaus kusam.

Judi dadu koprok jalanan.

Sora berdiri di tepi kerumunan dengan tangan kiri berbalut perban kain hitam kotor yang diselipkan ke dalam saku jaket parkanya. Topi pet lusuh yang ia temukan di gantungan klinik Dok Han ia tarik rendah hingga menutupi separuh alisnya. Di saku celananya, hanya tersisa tiga keping koin lima ratusan—seluruh sisa modal hidupnya di dunia fana ini.

Di sudut mata kirinya, antarmuka hijau neon berkedip tenang tepat saat matahari melintasi garis horizon.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Siklus Harian: Pukul 06.00]...

...[Regenerasi: +1 Point Chip]...

...[Saldo: 1 Point Chip]...

...----------------...

Satu keping cip. Angka itu sangat kecil, nyaris tak berarti untuk sebuah perlindungan diri, tetapi di tangan seorang mantan bandar yang memahami kausalitas meja, satu keping sudah cukup untuk membalikkan nasib jika dipadukan dengan manipulasi fisik.

“Ayo, pasang! Pasang!” teriak sang bandar lapak dengan suara serak melengking.

Pria itu bertubuh kurus kering dengan kumis tipis berminyak dan rajah tato kalajengking pudar di lehernya. Tangannya yang dipenuhi cincin batu akik memegang sebuah mangkuk aluminium kusam penutup tiga buah dadu kayu. Di atas meja tripleks terbentang selembar terpal bergambar angka satu sampai enam serta tulisan “Besar” dan “Kecil” dengan cat merah yang mulai mengelupas.

“Goceng! Ceban! Yang mau balik modal semalam, gelar uangnya sekarang!” seru bandar itu sambil mengocok mangkuk di udara dengan putaran cepat.

Klotok… klotok… klotok.

Bunyi tiga dadu kayu membentur dinding aluminium terdengar nyaring. Bagi telinga orang awam, bunyi itu terdengar acak dan liar. Namun bagi Sora, yang selama lima tahun hidup dari mendengarkan getaran bola gading rolet dan benturan kubus di kasino bawah tanah, bunyi itu memiliki irama yang sangat spesifik.

Ada bunyi klik logam yang teramat halus tepat sebelum mangkuk itu dihentakkan ke atas bantalan karet meja tripleks.

‘Magnet timah di dasar mangkuk.’

Sora menyipitkan mata. Bandar jalanan ini tidak mengocok dadu secara murni. Salah satu dadu telah diinjeksi bubuk timah pada sisi angka enam, dan di bawah bantalan karet meja terdapat lempengan magnet tipis yang digerakkan oleh kawat seling kecil di bawah meja, terhubung ke pedal kayu di dekat tumit kiri sang bandar.

Kapan pun taruhan uang di atas meja terlalu berat ke sisi angka besar, bandar tinggal menekan tumitnya untuk menarik sisi magnet, memaksa dadu jatuh pada kombinasi angka kecil.

Sebuah trik murahan yang sudah kuno, tetapi selalu efektif memeras uang saku buruh pelabuhan yang mabuk tuak.

Kerumunan mulai meletakkan lembaran uang lecek—ribuan, lima ribuan, hingga beberapa lembar uang sepuluh ribu. Sebagian besar bertaruh di sisi “Kecil”, tergiur oleh tiga putaran sebelumnya yang selalu memenangkan angka rendah.

Bandar kumis tipis itu menyeringai puas. Tumit kirinya perlahan bergeser mundur beberapa sentimeter di balik celana gombrangnya, bersiap menekan pasak kayu di bawah meja untuk membalikkan hasil menjadi “Besar” dan menyapu bersih seluruh uang taruhan di sisi kecil.

Sora melangkah maju satu langkah, menyelip di antara dua kuli bongkar muat yang berbau keringat masam.

Tangannya di saku meraba sebutir koin logam lima ratusan. Ia tidak berniat memasang koin receh itu di atas terpal. Taruhan resmi dengan tiga koin hanya akan membuatnya diusir dan ditertawakan oleh bandar lapak.

Sebagai gantinya, tangan kanan Sora bergerak cepat. Dengan jentikan jemari mantan bandar yang terlatih memutar kartu remi dari balik lengan baju, ia menjentikkan koin lima ratusan itu ke bawah meja tripleks.

Koin logam itu meluncur senyap di atas tanah berdebu, memantul tepat di antara pasak kayu dan lempengan tuas kawat seling magnetik yang hendak diinjak oleh tumit sang bandar.

Klat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!