NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Dia Akan Datang?

Isabella benar-benar pergi ke pantai menghabiskan waktu yang sempat ia abaikan hanya untuk menyenangkan Lyra dan membantu Darel maju. 

"Seru sekali, ini kali pertama aku menikmati liburan menyenangkan seperti ini!" ucapan dan binar mata dari Isabella membuat Nayla dan Raisa. 

Namun, keduanya tak mau merusak suasana dan akhirnya hanya diam sambil melihat bagaimana Isabella menikmati pasir pantai yang dingin. 

"Kamu tumben tidak mengajak Lyra?" satu pertanyaan yang membuat Isabella berhenti melangkah. 

Isabella menoleh, dia tahu akan aneh bagi Nayla dan Raisa karena di kehidupan dulu dia bisa mengajak Lyra kemanapun walaupun kedua sahabatnya itu tak suka. 

"Aku sedang mau menikmati waktu hanya dengan kalian!" jawab Isabella, itu jawaban yang paling masuk akal untuk sekarang. 

Nayla tak bertanya lagi. Lagi pula ada bagusnya wanita seperti Lyra itu tak ikut karena dia hanya akan merusak suasana. 

Malam harinya. 

Malam itu. Isabella menginap bersama Nayla dan Raisa di salah satu penginapan pinggir pantai, menghabiskan waktu dengan bakaran enak di tepi pantai. 

"Enak sekali, sering-sering kita seperti ini, bagaimana?" kata Isabella, dia mengunyah sambil bicara. 

"Kita akan kembali cari waktu," angguknya. 

Isabella mengabadikan momen itu di dalam ponsel mahalnya. Meng—upload semuanya di akun sosial media yang memiliki banyak pengikut itu. 

Memberikan caption yang menyenangkan untuk menunjukkan bahwa dia bisa bahagia sekarang. 

Meletakkan kembali ponsel itu di atas meja. Isabella kembali menikmati makan malamnya dengan tenang, sambil matanya menerawang jauh pada kejadian yang tak pernah benar-benar ia duga. 

Sedangkan di sisi lain. 

PLAK! 

"Dasar bodoh! Harus nya kamu bisa mendekati dia lebih jauh lagi. Darel!" suara dingin dari seorang pria paruh baya itu menyentak kejam pada ruang kerjanya. 

"Pa, aku sedang berusaha!" kesal Darel, dia mengusap darah di sudut bibirnya. 

"Usaha kamu kurang! Papa mau sebelum pengumuman pemegang saham terbanyak bulan depan. Kita harus mendapatkan pegangan kuat dan Davis adalah pilihan terbaik." ucapnya. 

"Aku tahu, tapi dia seperti berubah. Dia enggan memberikan pinjaman itu!" jelas Darel, enggan terus di desak dan itu membuat dia tak nyaman. 

"Papa tidak peduli! Buat dia menyerahkan seluruh uangnya padamu, dan buat kedua orang tuanya Investasi di perusahaan!" tegasnya, tak mau mendengar penjelasan apapun. 

"Aku akan berusaha lagi!" 

Darel berlalu dari sana. Meninggalkan ruang kerja sang Papa yang masih di penuhi ketegangan. 

Sedangkan Marcus, dia benar-benar tidak mau usahanya selama ini hancur hanya karena tidak memiliki partner bisnis yang kuat seperti Davis. 

Darel mengepalkan tangannya, sorot matanya dingin dengan aura dominan, dia adalah putra tidak sah dari keluarga Marco makanya dia harus memiliki pijakan kuat agar bisa menjadi pemimpin di rumah mewah itu. Makanya keputusan ada di tangan Isabella Davis. 

"Jika sampai kamu menolak membantu, maka jangan salahkan aku jika tidak akan pernah melirik mu lagi!" kata Darel, seolah tengah mengancam Isabella yang tak terlihat. 

Sedangkan di rumah Davis. 

Rumah itu benar-benar sepi, senyap dan dingin. Tidak ada siapapun selain para Art yang masih berkeliaran di rumah utama. 

Lyra tengah kesal sekarang, dia melihat postingan Isabella yang sedang menikmati liburan tanpa dirinya. 

"Sial! Kenapa dia dia mengabaikan aku sekarang?" gerutu Lyra, merasa kesal karena pengabaian Isabella padanya. 

Selama ini dia selalu di manja dan pengabaian Isabella kali ini membuat dia merasa di khianati. 

Tangan Lyra terkepal erat, sorot matanya jadi gelap karena melihat tawa lepas Isabella di postingan itu membuat darahnya mendidih. 

***

Isabella kembali ke rumah dengan wajah sumringah dan menemukan kedua orang tuanya sudah ada di rumah siang itu. 

"Loh? Ma, Pa," panggil Isabella, menghambur pada pelukan hangat Melody. 

"Baru pulang? Gimana liburannya? Menyenangkan?" tanya Melody dengan hangat. 

"Sangat, aku menyukai liburan kali ini!" jawab Isabella semangat. 

"Mama senang akhirnya kamu bisa kembali tersenyum!" kata Melody, mengusap pelan kepala Isabella. 

"Ma, aku lelah. Boleh aku kembali ke kamar?" pamitnya. 

Melody mengangguk, dia melepaskan sang putri agar kembali ke kamarnya. 

"Dia banyak berubah!" gumam Melody, perubahan Isabella membuat dia cukup puas kali ini. 

Isabella menapaki satu persatu anak tangga. Dia menaikan sebelah alisnya saat melihat Lyra ada di ujung tangga atas tengah menatap dirinya dalam diam. 

Isabella tak ada niat menyapa. Dan itu membuat Lyra mendelik kesal, ia tak percaya dengan apa yang Isabella lakukan padanya. 

"Kak, kenapa mengacuhkan aku akhir-akhir ini?" suara Lyra menyapa dengan nada kesal. 

Isabella tak menjawab, dia tetap melangkah untuk menuju kamarnya karena mau segera mandi dan istirahat karena lelah. 

SRETT! 

"Kak, aku sedang bertanya dan bicara, kenapa kamu acuh sekarang?" menarik kasar tangan Isabella dan itu membuat wanita cantik itu menepis kasar. 

PLAK! 

Suara tepisan kasar tangan Isabella pada cekalan tangan Lyra.

"Apa mau mu?" tanya Isabella, wajahnya seperti tak suka di ganggu. 

"Aku sedang bertanya dan Kakak hanya acuh, bahkan liburan menyenangkan juga Kakak melupakan aku, sebenarnya ada apa? Apa aku memiliki salah?" desak Lyra, dia bertubi-tubi melontarkan pertanyaan penuh tuntutan. 

"Tidak ada yang salah, aku hanya menjaga apa yang harus aku jaga," jawabnya ambigu. 

"Maksud Kakak apa?"

"Kedua sahabat ku tidak suka dengan kamu. Lyra! Dan aku hanya menjaga semuanya Baik-baik saja tanpa perselisihan. 

" Jadi maksud Kakak aku menyebabkan perselisihan? Dan Kakak lebih memilih mereka daripada aku?" tanya Lyra, benar-benar tak percaya. 

"Aku tidak memilih siapapun, dan menurut ku itu adalah pilihan terbaik," putus Isabella. 

"Aku mau istirahat dan jangan ganggu aku dengan pertanyaan konyol mu itu!" tambahnya penuh peringatan. 

Lyra akan kembali bertanya, tapi melihat bagaimana Isabella mengancam dan memberikan peringatan dia akhirnya hanya bisa mengalah. 

"Sial! Lagi-lagi aku harus tunduk!" geram Lyra, merasa Isabella menyebalkan sekarang ini. 

Di kamar. 

Isabella membaringkan tubuhnya pada ranjang mewahnya, dia harus kembali mengumpulkan tenaga sebab malam ini akan ada pertemuan dua keluarga untuk membahas hubungan keluarga. 

"Arion, apa dia tetap sama?" gumam Isabella, mengingat bagaimana ia pernah menolak Arion demi bisa bersanding dengan Darel. 

Merutuki kebodohannya dulu. Seharusnya Isabella melihat bahwa Arion adalah pewaris asli. Dan bukan putra haram dari Marco yang tak berguna. 

"Seperti aku memang harus memeriksakan mata ke dokter spesialis!" gumam Isabella, dia merasa dulu matanya terlalu salah melihat sesuatu yang sempurna. 

Memejamkan mata sebentar dan karena terlalu lelah akhirnya Isabella memejamkan matanya dengan cepat tanpa gangguan apapun. 

Di sisi lain. 

"Ar," panggil Nesya, ibu dari Arion De Luca. 

"Ya, Mom, ada apa?" tanya Arion, dia baru saja keluar dari ruang kerjanya dan bersiap kembali ke perusahaan. 

"Nanti malam jangan lupa, kita akan mengadakan makan malam bersama Davis." ucap Nesya, memberikan peringatan pada sang Putra. 

"Nanti malam?" ulang Arion. 

"Iya, kamu tidak sedang memiliki janji dengan yang lain kan?" tanya Nesya, matanya memicing tajam. 

"Tidak ada, aku akan datang, tapi mungkin sedikit terlambat!" kata Arion, dia berlalu dari sana. 

"Ingat! Isabella juga akan hadir nanti!" seru Nesya, dan itu berhasil menghentikan langkah Arion. 

DEGH! 

"Dia? Akan hadir benarkan?" gumam Arion, dia sedikit kesulitan percaya. 

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!